11/20/2015

NOVELET TAKBIR CINTA ZAHRANA; PENANTIAN CINTA YANG BERUJUNG BAHAGIA

Hai hai hai, tidak terasa hari ini udah jumat malam ajah yah. Itu berarti bagi sebagian orang besok sudah masuk hari libur, oh senangnya ^__^. Walaupun besok saya masih ngantor, tapi harus tetap semangat dong karena masuk kantornya hanya setengah hari. Ayo semangat..!! he..he

Setiap orang tentu punya kegiatan favorit untuk mengisi hari liburnya, tak terkecuali saya. Bagi saya, kegiatan yang paling menyenangkan untuk mengisi hari libur adalah main bersama anak, nonton drama/film, dengar musik atau kadang-kadang membaca novel.

Ngomong-ngomong tentang novel, jujur saja belum banyak novel yang telah saya baca. Namun ada beberapa novel yang menurut saya memberi kesan yang mendalam setelah membacanya. Salah satu dari novel tersebut berjudul “TAKBIR CINTA ZAHRANA”

pict by google
novel asli yang saya baca sudah dikembalikan pada yang punya

Takbir Cinta Zahrana sebenarnya adalah novel pendek (novelet) yang merupakan salah satu karya Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy). Seperti novel-novel Kang Abik yang lain yang selalu menyelipkan pesan moral di dalamnya, novelet ini pun sama. Selain memiliki cerita yang menarik, novelet ini juga mengandung banyak hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran hidup terutama oleh wanita yang sudah ingin menikah namun belum juga bertemu jodohnya.

Dikisahkan ada seorang dosen wanita yang sangat cantik, pandai dan berprestasi, bernama Zahrana. Wanita cantik ini jika dilihat secara kasat mata hidupnya sangat sukses, namun kenyataannya ia sangat menderita karena diusianya yang sudah menginjak 34 tahun ia belum juga menikah.

Sebenarnya sejak menyelesaikan kuliah S1-nya ada banyak lelaki yang datang melamar namun karena masih ingin melanjutkan kuliah maka lamaran-lamaran tersebut ia tolak. Begitupun yang terjadi setelah ia menjadi dosen, tidak sedikit lelaki yang melamar untuk menjadikannya istri namun karena tidak sesuai dengan kriteria yang ia tetapkan maka semua ditolaknya, tak terkecuali lamaran yang diajukan oleh salah satu rekannya sesama dosen (untuk dijadikan istri kedua) dan dekan fakultas teknik tempat ia mengajar.

Di tengah kepasrahannya menantikan jodoh yang tak kunjung datang, sempat terlintas penyesalan terhadap keputusannya di masa lalu yang telah menolak lamaran beberapa pria yang ingin menikahinya, dimana pria-pria tersebut kini telah menjadi orang-orang sukses namun ia sadar waktu tak dapat diputar kembali dan penyesalannya tidak berguna. Ia harus tegar menjalani kehidupannya kini.

Walaupun disebut sebagai perawan tua, Zahrana tetap berpegang teguh pada prinsipnya bahwa yang akan menjadi suaminya haruslah laki-laki yang jujur, bertanggung jawab dan baik akhlaknya.

Di usia yang tak lagi muda, ia masih “waras” dan tidak asal pilih dalam menentukan calon suami. Tidak melakukan tindakan ceroboh untuk menikah hanya karena telah dikejar deadline umur. Tidak pula gelap mata melakukan tindakan beresiko menjadi istri kedua dari seorang pria beristri dan yang paling penting tidak melakukan tindakan terlarang yang menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang wanita. Jujur saja saya sangat salut dengan prinsip yang dianutnya karena di zaman sekarang ini sangat jarang menemukan wanita yang masih memegang prinsip seperti itu.

Cobaan yang ia terima bukan hanya itu saja, ada cobaan lain yang lebih berat datang menghampirinya. Ketika telah bertemu laki-laki yang cocok yang sesuai kriterianya dan memutuskan untuk menikah, ternyata takdir berkata lain, lelaki shaleh yang akan menikahinya itu malah meninggal secara tragis tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia di hidupnya dalam sekejap berubah menjadi tragedi yang paling menyedihkan. Calon suami dan ayahnya yang tidak kuat menanggung beban yang terlalu berat meninggal di hari yang seharusnya paling membahagiakan itu. Sungguh berat cobaan yang harus ditanggung Zahrana, namun karena percaya pada takdir Allah akhirnya ia bisa bangkit dan tersenyum kembali.

Bukankah selalu ada pelangi setelah hujan? Seperti itulah yang terjadi pada Zahrana. Setelah kemalangan yang menimpanya tidak lama kemudian kebahagiaan datang menghampirinya. Iya, ternyata jodoh yang selama ini ia nantikan tidak lain dan tidak bukan adalah mahasiswanya sendiri yang ia bimbing dalam menyelesaikan tugas akhirnya di kampus.

Yah, jodoh memang penuh misteri. Tidak ada seorang pun yang bisa tahu kapan bertemu jodohnya dan dengan siapa kelak ia akan berjodoh. Kuncinya selalu sabar dan terus berusaha. Allah maha tahu kapan waktu terbaik dalam menyatukan umatnya melalui tali pernikahan.

Sebagai seorang wanita, saya sangat setuju dengan prinsip yang dianut oleh Zahrana dalam menentukan calon suami. Seorang wanita tidak perlu tergesa-gesa menikah hanya karena sudah dilabeli perawan tua oleh orang-orang di sekitarnya. Pernikahan akan menjadi pertaruhan hidup seorang wanita, oleh sebab itu sudah sepatutnya jika wanita diberi hak untuk memilih dan mempertimbangkan siapa yang pantas menjadi suaminya.

Itulah salah satu novel yang berkesan yang pernah saya baca. Apakah teman-teman memiliki novel yang memberi kesan mendalam setelah membacanya? Yuk berbagi judul novelnya :) :)


Tulisan ini diikutsertakan dalam First Giveaway Buku Inspirasi



29 comments:

  1. Novel ini memang meberi inspirasi, bahwa segala takdir termasuk jodoh telah diatur dg sangat baik oleh Sang Pemilik kehidupan.
    Terima kasih telah berpartisipasi dalam GA Buku Yang Menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, bukunya memang menginspirasi :)
      saya juga senang bisa berpartisipasi di GA-nya mbak :)

      Delete
  2. Saya sudah baca buku ini beberapa tahun yg lalu. Kalau ga salah udah difilmkan juga ya, Mbak. Asmirandah atau Meyda Safira ya kalau tak salah yg jadi Zahrana. Kalau sy tak salah ingat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya pemerannya Meyda Safira mbak, kalo Asmirandah berperan di Dalam Mihrab Cinta :)

      Delete
  3. Novelnya bagus ya mbak..ihiks aku blm pernah baca. Untung mbaca tulisan ini. Senengnya krn happy ending..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah happy ending :)
      kesabaran Zahrana tidak sia-sia :)

      Delete
  4. takbir cinta zahrana saya belum baca novelnya, tapi melihat filmnya yang "cinta suci zahrana" meskipun sudah berkali2 tetap aja bikin mewek :(
    mengisnpirasi bgt :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya justru belum nonton filmnya mbak :)

      Delete
  5. Replies
    1. iya, sangat menginspirasi mbak/mas obat :)

      Delete
  6. Aku belum baca novel ini, kayanya perlu dibaca nih. BTW, makasih. ^^

    ReplyDelete
  7. kalo gak salah judul filmnya "cinta suci zahrana" inspiratif banget mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,judul filmya cinta suci zahrana mas, tapi saya belum nonton filmnya :)

      Delete
  8. oow iini lomba ya, pengen ikut jg ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. lombanya udah berakhir kemarin mbak islah :)
      saya nge-postnya beberapa jam sebelum DL..

      Delete
  9. wah tragis bener ceritanya, memang kadang kalau sering menolak nanti malah pas kita siap malah gak dateng jodohnya, aku ngeliat begitu karena teman2 juga byk yg speerti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. di sekitar saya saja juga ada beberapa yang seperti itu mbak :)
      alasannya macam-macam, tapi mungkin mereka memang punya standar sendiri dalam menentukan jodohnya:)

      Delete
  10. Sudah pernah baca novelet ini 2x. Memang bagus, Mbak.

    ReplyDelete
  11. Saya belum pernah baca ni novel. Kalau boleh kunjungan balik dan komen ya ke blog sederhanaku http://satriaelangg.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh dicoba baca novelnya mas, bagus dan banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik :)

      Delete
  12. kalaunovelnya belum pernah baca tapi kalau gak salah ada filmnya aku udah nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya justru kebalikannya mbak, filmnya belum pernah saya tonton :)

      Delete
  13. Aku kurang suka baca novel nih, tapi bener,,, jodoh ada di tangan Tuhan.. Btw bood luck giveaway nya mba, semoga menang. Amin!! :))

    ReplyDelete
  14. serahkan semua kepada yang kuasa ya Mba

    ReplyDelete
  15. aku paling suka bagian ini "Bukankah selalu ada pelangi setelah hujan?" "Setelah kemalangan yang menimpanya tidak lama kemudian kebahagiaan datang menghampirinya". memotivasi banget kata-katanya..

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, Insyaallah saya akan berkunjung balik ^___^

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan otomatis terhapus..