11/18/2015

TENTANG RASA “SUUDZON”


Pernahkan teman-teman merasa selalu berburuk sangka (suudzon) terhadap orang lain?? Mudah-mudahan tidak pernah yah, cukup saya saja yang pernah mengalaminya karena rasanya sangat mengganggu dan menyiksa.

Pada blogpost kali ini saya akan bercerita tentang perjuanganku melawan rasa suudzon yang sudah cukup lama saya derita. Rasa suudzon ini membuatku tidak nyaman hingga mengganggu hubungan sosialku dengan orang-orang. Sebenarnya saya sangat malu untuk menceritakan ini (karena saya merasa ini adalah aib) tapi mungkin ada orang diluar sana yang juga merasakan hal yang sama denganku bisa mengambil pelajaran dari kisahku ini.


suudzon
sumber: tertera pada gambar
Iya, sejak kurang lebih setahun yang lalu saya dilanda penyakit hati yang bernama “Suudzon” ini. Jadi setahun belakangan ini saya menjadi orang yang selalu berprasangka buruk pada orang lain. Pada teman kantor, pada teman jalan, pada sahabat, pada adik-adik saya, pada suami bahkan pada orang yang baru saya temui. Parah banget yah?

Entah kenapa prasangka buruk ini selalu saja muncul. Perasaan ini perlahan-lahan menyelinap hadir di dalam pikiranku. Ia bagaikan virus yang menyerang pikiranku dan memaksaku untuk selalu menilai apapun dengan negatif sehingga sangat sulit bagiku untuk melihat sisi positif dari orang lain.


Rasa suudzon ini membuatku merasa tersiksa. Iya, saya tersiksa dengan kehadirannya yang tidak saya inginkan. Saya merasa menjadi orang jahat karena telah menuduh orang lain sesuka hati. Menuduh mereka melakukan hal yang belum tentu dilakukannya.

Hingga saya terpikir untuk menuliskan ini sebagai peringatan kepada diri sendiri bahwa berprasangka buruk itu adalah hal yang sangat jahat. Beberapa hal negatif yang saya rasakan akibat berburuk sangka terhadap orang lain:


Pikiran tidak tenang
Setiap kali diserang rasa suudzon, saya selalu merasa tidak tenang. Saya selalu merasa bahwa apapun yang dikatakan oleh lawan bicaraku adalah bohong. Selalu merasa bahwa tanpa sepengetahuanku orang itu telah melakukan hal yang buruk dibelakangku. Saya selalu menduga-duga hal buruk apa yang telah dilakukannya kepadaku.

Sulit untuk merasa cukup
Rasa suudzon ini juga membuatku menjadi orang yang kufur nikmat. Ketika saya mendapatkan tambahan rezeki, saya selalu merasa bahwa yang didapatkan oleh teman saya pasti nilainya lebih besar.

Suka merasa iri
Ketika melihat teman sedang tertawa, saya selalu berpikir alangkah bahagia hidupnya. Saya merasa hidupnya pasti lebih bahagia dari hidup saya dan saya membenci hal itu. Saya tidak menyadari bahwa setiap orang itu memiliki kebahagiaan dan masalahnya sendiri.

Menimbulkan penyakit
Karena suka memikirkan hal yang belum tentu terjadi, akibatnya saya sering menderita sakit kepala.
Dan satu bulan yang lalu saya bertekad untuk mengusir rasa suudzon ini. Satu bulan belakangan ini perlahan-lahan saya mencoba untuk mengusir rasa itu dan berusaha menghilangkannya dari dalam pikiran dan hatiku.

Alhamdulillah sejak niat baik itu tertanam, sedikit demi sedikit perasaan saya mulai tenang, meskipun rasa suudzon itu belum sepenuhnya hilang namun saya sudah bisa melihat dan berpandangan baik terhadap orang lain dan hal itu membuat saya lebih tenang menjalani hidup *mudah-mudahan seriring berjalannya waktu rasa suudzon itu bisa pergi selamanya dan jangan balik-balik lagi, amin..*

Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk mengikis rasa suudzon saya terhadap orang lain:
  • Selalu berprasangka baik pada orang
  • Satu-satunya hal yang bisa menghilangkan prasangka buruk adalah melakukan hal yang sebaliknya yaitu berprasangka baik. Sebulan belakangan ini saya selalu berusaha menilai apapun secara positif. Awalnya memang sulit, tapi saya berusaha untuk melakukannya. Setiap kali pikiran jahat itu muncul, saya mencoba menanamkan dalam pikiran saya bahwa tidak semua yang terlihat itu seperti kelihatannya dan tidak semua yang kita dengar seperti kedengarannya. Dalam hal ini saya menerapkan asas praduga tak bersalah.

  • Berusaha untuk selalu percaya pada orang
    Apapun yang di katakan oleh lawan bicara saya, saya berusaha untuk selalu percaya, saya menanamkan dalam pikiran saya bahwa yang dia katakan adalah benar, jika dia melakukan kebohongan, maka kebohongannya pasti akan terlihat. Serapat apapun kebohongan disembunyikan pasti akan ketahuan, seperti halnya peribahasa serapat apapun bangkai di sembuyikan baunya pasti akan tercium juga.
  • Jika pikiran buruk itu datang, segera saya beristighfar
    Dalam agama apapun sebenarnya kita dilarang untuk berprasangka buruk terhadap orang lain. Dan karena saya adalah seorang muslim, maka setiap kali prasangka buruk itu muncul saya segera beristighfar dan berbicara dalam hati bahwa suudzon adalah kejahatan yang harus diperangi.
  • Selalu bersyukur
    Menurutku bersyukur ini adalah kunci dari semuanya. Dengan bersyukur, kita akan selalu berprasangka baik dan selalu merasa cukup dengan apa yang kita punya sehingga membuat kita lebih tenang dan bahagia.
Semoga saya bisa istiqomah dalam memerangi rasa suudzon ini dan semoga kita semua dijauhkan dan dibebaskan dari penyakit hati yang bernama Suudzon ini, amin..

28 comments:

  1. Memang bener kalau udah kena virus Suudzon bakalan jadi ga tenang :) bentar2 curiga sama orang dll

    ReplyDelete
  2. iya... sering suudzon nih, apalagi kalo perilaku orang yang di-suudzon-in lain dari biasanya.. misalnya aja tumben nyapa, tumben kok baik :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang kayak gitu saya sering banget mbak, bahkan saat orang diam pun pikiran saya sudah membayangkan yang tidak-tidak :(
      semoga kita selalu dijahkan dari sifat ini yah mbak, amin..

      Delete
  3. Pelan pelan aku juga mau ngilangin suudzon yg berlebih mb hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo semangat sama-sama kita hilangkan sifat buruk ini mbak :)

      Delete
  4. harusnya demikian yang sebenarnya, tumbuhkan positive thinking bisa mengikis segala macam prasangka yang enggak2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mbak, positif thinking memang ampuh untuk melawan prasangka buruk :)

      Delete
  5. Ngusir su'udzon emang gampang-gampang susah yaa, apalagi kalo sebelumnya emang pernah crash sama orang tersebut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo pernah crash sama seseorang biasanya kita emang gampang suudzon sama orang tersebut yah mbak, dan ini yang terjadi pada diriku dengan salah satu rekan di kantor, saya bawaannya jadi curiga terus sama dia :(
      tapi sekarang pelan-pelan saya mulai menumbuhkan rasa khusnodzon terhadapnya, semoga seiring berjalannya waktu semuanya jadi baik-baik saja, amin..

      Delete
  6. Mbaaak,
    Menurutku butuh kebesaran hati untuk bisa menuliskan postingan ini dan dengan berani menyatakan bahwa dulu suka suudzon, aku kaguuum :))

    Yah, kadang prasangka buruk memang suka menerpa sih mbak, apalagi kalo baca status no mention bertebaran di social media, duh jangan2 nyindir aku gitu?

    Tapi sama kayak mbak Ira juga, sedikit demi sedikit berusaha banget untuk dihilangkan nih mbak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah bahagianya hatiku akhirnya mbak erry koment di sini *dengan ekspresi terpana dan "terkejut cantik" karena tak percaya* :) :)

      iya mbak, setuju banget yang tentang status no mention itu, saya sering banget merasa kalo status itu ditujukan untuk diriku, padahal mungkin orang yang menulis status itu gak ada maksud menyinggung :)

      semoga kita bisa terbebas dari rasa suudzon ini yah mbak, amin..

      Delete
  7. juga menyebabkan pusing > stres > struk > koma lalu titik

    ReplyDelete
    Replies
    1. dampak suudzon memang menakutkan yah mas, semoga kita dijauhkan dari penyakit hati ini, amin..

      Delete
  8. betul mbak Ira kuncinya adalah bersyukur dan baik sangka meskipun sulittt banget ya...

    ** saya sampai sekarang juga kadang masih su'udzon mbak tapi begitu sadar buru-buru istighfar... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sama mbak anjar, kalo udah mulai muncul pikiran buruk pada orang lain, buru-buru mengucap istighfar :)

      semoga kita selalu dijauhkan dari sifat suudzon ini yah mbak :)

      Delete
  9. su'udzon bak virus yg mudah menyebaaarrr,
    ini yg paling disukai syaitan menebar kebencian....

    istighfar, ... bisa sj yg kita nilai buruk, dia lbh mulia di mata Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mbak, suudzon ini bagaikan virus dan jika sudah terjangkit harus segera diobati :)

      Delete
  10. Amin. Semoga tetap istiqamah. Saya berdoa buat diri sendiri juga. :)

    ReplyDelete
  11. Amin. Semoga tetap istiqamah. Saya berdoa buat diri sendiri juga. :)

    ReplyDelete
  12. Iyya nih mbak kadang ada rasa ky gitu ,, Astagfirullah..
    emang perlu keimanan yg bener bener kuat untuk mengalahkan rasa buruk sangka ya mbak, Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit hati :-) Amiinn..

    ReplyDelete
  13. Saya selalu berusaha berpikiran baik pada orang lain karena su'udzon tidak baik buat otak. Hahah

    ReplyDelete
  14. Nice share mbak. Suuzon memang bikin capek hati. Tambah capek kalo ternyata yg kita sangkakan begitu gak spt itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar banget mbak, bukan hanya tambah capek tapi tambah dosa juga:)

      Delete
  15. Semoga kita terhindar dari sifat Suudzon ya mbak :) amiin

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, Insyaallah saya akan berkunjung balik ^___^

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan otomatis terhapus..