11/10/2016

5 HAL YANG MENURUT ORANG LAIN "REMEH" TAPI SANGAT SULIT SAYA LAKUKAN

 

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat hari pahlawan kepada siapa saja yang pantas menyandang gelar kehormatan ini. Mama dan Papa adalah pahlawan bagi saya dan keempat adik saya. Namun sejak empat tahun yang lalu, pahlawan kami tersisa satu orang yakni Mama. Papa telah pergi meninggalkan kami untuk selamanya tepat di hari pahlawan pada tahun 2012 silam. Alfatihah buat Papa!

Tapi hari ini saya tidak akan membahas tentang hari pahlawan dan kepergian Papa untuk selamanya. Sesuai judul, yang akan saya tuliskan kali ini adalah tentang beberapa hal yang sangat sulit untuk saya lakukan meski menurut orang lain hal ini terlihat "remeh" dan sangat mudah untuk dilakukan.

Saya percaya, setiap orang pasti punya hal-hal yang menjadi kelemahannya. Ada orang yang takut memakai sepatu hak tinggi, ada orang yang tidak percaya diri keluar rumah saat tidak memakai pensil alis, ada orang yang tidak pandai mengendarai sepeda, namun sebaliknya ada juga orang yang menganggap remeh apa yang saya sebutkan tadi. Begitulah manusia, pasti ada beberapa hal yang mungkin sulit untuk ia lakukan.

Hal ini juga terjadi pada saya. Hingga saat ini, setidaknya ada lima hal yang sangat sulit untuk saya lakukan. Penasaran dengan kelima hal itu? Inilah dia kelimanya:

1. Menggunting/memotong kuku anak saya

"Menggunting kuku anak saja kok tidak bisa dilakukan? Padahal tinggal pake gunting kuku semua langsung beres". Mungkin ada sebagian orang yang akan berkata seperti itu bila mendengar saya mengatakan tidak bisa menggunting kuku anak saya. Iya, bagi sebagian orang mungkin kegiatan ini adalah kegiatan yang sepele dan sangat mudah untuk dilakukan tapi tidak bagi saya.

Semuanya bermula saat saya baru saja melahirkan "Wahyu" anak saya kurang lebih lima tahun yang lalu. Saat itu saya menonton berita di televisi. Ada salah satu stasiun televisi yang menayangkan berita tentang seorang suster di sebuah rumah sakit tanpa sengaja memotong 3 jari tangan bayi yang baru beberapa hari dilahirkan. Saya lupa apa penyebab si suster melakukan itu, yang saya ingat hanya satu "jari tangan bayi yang masih merah itu terputus". Sungguh saya ngeri membayangkannya, apalagi umur bayi tersebut sama dengan umur bayi saya.

tak tega rasanya membayangkan jari kecil ini terluka (pic source: pixabay.com)

Akibatnya setiap kali memandangi jari tangan bayi saya, yang terlintas di pikiran saya adalah "bagaimana yah keadaan bayi malang itu? Bagaimana ekspresinya saat jarinya terpotong? Bagaimana perasaan orang tuanya yang mendapati jari anaknya menjadi cacat? Juga bagaimana perasaan suster yang melakukan perbuatan itu?". Maka sejak saat itu saya menjadi takut untuk memotong kuku anak saya. Cemen? Yup, saya memang cemen. Hiks -____-

2. Makan Daging/Telur Bebek

Sejak kecil hingga usia saya sedewasa ini belum pernah sekalipun saya memakan daging atau telur bebek. Entah mengapa saya merasa jijik bila membayangkan daging dan juga telurnya *maaf buat penyuka daging dan telur bebek*.

Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa saya seperti ini? Banyak yang bilang bahwa daging bebek itu enak rasanya namun tidak pernah sekalipun saya tertarik untuk mencobanya. Jangankan memakannya, membayangkannya saja sudah membuat saya mual. Adik saya sering berkata bahwa rasa telur bebek itu jauh lebih enak dari telur ayam, tapi lagi-lagi saya tidak tertarik untuk memakannya.

Saya ingat, saat masih duduk di bangku kelas 3 SD, seluruh murid diminta untuk membawa pot yang diisi tanah merah untuk ditanami bunga ke sekolah. Ada yang mengatakan bahwa tanah merah yang ada di ujung kampung kami terkenal sebagai tanah merah paling subur, karenanya saya dan teman-teman berniat mengambil tanah di sana

Namun dalam perjalanan pulang saya melihat hal yang mengerikan. Di bawah kolong sebuah rumah ada seorang nenek yang sedang mencabuti bulu seekor bebek yang berlumuran darah. Melihat hal itu, saya ketakutan, bayangan nenek dan juga darah bebek itu terus menghantui pikiran saya. Pulang dari sekolah saya tidak enak makan bahkan hingga berhari-hari kemudian. Saya yakin, hal itulah yang menjadi penyebab saya tidak suka makan daging bebek.

3. Tidur di ruang terbuka

Hal ketiga yang sangat sulit saya lakukan adalah tidur di ruangan terbuka. Maksud dari kata terbuka di sini tidak terbatas pada alam terbuka saja yah. Ruang TV di rumah kami juga saya artikan sebagai ruang terbuka karena orang lain bebas mondar-mandir di dalamnya. Saya hanya bisa tidur di dalam kamar saja. Walau rasa kantuk tak tertahankan lagi, saya tidak akan pernah bisa tidur selain di dalam kamar.

Dalam hemat saya, tidur adalah kegiatan paling privat jadi tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. Karena sifatnya yang sangat pribadi, maka ia harus dilakukan di tempat yang spesial dalam hal ini adalah kamar tidur. Bahkan di dalam kamar pun terkadang masih sulit memejamkan mata bila kamar tersebut masih terasa asing untuk saya (pengecualian hotel dan penginapan).

Saya ngeri membayangkan orang lain melihat gaya tidur saya. Saya tidak ingin orang lain melihat ekspresi wajah saya saat tidur.  Intinya adalah saya tidak bisa tidur di tempat yang sekiranya dapat dilihat oleh banyak orang. 

4. Tidak mengenakan jaket saat berpergian naik motor

Saya tidak akan bisa berpergian naik motor bila tidak mengenakan jaket. Menurut saya, selain untuk menghindarkan diri dari panasnya matahari, jaket juga bisa melindungi diri saya agar tidak masuk angin karena dingin. Apalagi bila berpergian di malam hari, jaket menjadi barang wajib yang harus dipakai selain helm.

Hal ini juga selalu saya tekankan pada suami. Jaket adalah benda pertama yang selalu saya siapkan saat ia hendak berpergian mengendarai motor. Dan karena alasan inilah suami saya memiliki beberapa lembar jaket mulai dari jaket yang berbahan kaos hingga jaket berbahan kulit.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang jaket, baru-baru ini ada salah satu model jaket yang nampaknya sedang hits banget. Namanya adalah jaket bomber. Sudah pada tahu kan jaket bomber itu seperti apa? Itu loh model jaket seperti yang dikenakan oleh bapak presiden Jokowi saat beliau berpidato terkait aksi damai yang terjadi pada tanggal 4 yang lalu. Model jaket yang ternyata juga dipakai oleh beberapa orang aktor korea.

jaket bomber
jaket bomber yang sedang hits (pic source: http://makassar.tribunnews.com/)

5. Mengendarai Sepeda

Hal kelima yang sulit saya lakukan bahkan di usia saya yang setuadewasa ini adalah mengendarai sepeda. Mungkin banyak yang tidak percaya bila saya katakan bahwa sampai saat ini saya belum bisa mengendarai sepeda. Jangankan kamu, suami saya pun tidak percaya waktu pertama kali mengetahui hal ini, hehehe.

Hal ini kadang menjadi bahan ejekan suami pada saya. Ia sering membandingkan saya dengan Wahyu anak kami. "lihat tuh, Wahyu saja yang masih sekecil itu sudah bisa mengendarai sepeda, masa mamanya gak bisa". Itulah kalimat ledekan suami pada saya setiap kali melihat saya menemani Wahyu bersepeda. Saat diledek seperti itu saya hanya bisa menjawab "ngapain repot-repot belajar naik sepeda? Saya maunya langsung belajar mengendarai mobil LOL*

Terkait hal ini, sebenarnya saya juga punya alasan. Saat masih kecil dulu, saya sering banget ditindis sepeda kumbang milik Papa. Saat sepeda itu sedang diparkir di samping rumah, saya sering memainkannya. Tanpa saya sadari, sepeda itu jatuh dan menimpa saya. Kejadian yang sama terulang hingga beberapa kali dan menyebabkan saya trauma -______-

**

Itulah 5 hal yang sampai saat ini masih sulit saya lakukan. Bagaimana menurutmu gaes? Apakah kelima hal tersebut juga sulit untuk kamu lakukan? Atau mungkin sebaliknya, kamu menganggap kelima hal di atas sangat "remeh" alias mudah banget untuk kamu lakukan? Lalu hal-hal seperti apakah yang menurut kamu sulit untuk dilakukan? Yuk bagi ceritamu di kolom komentar ^_______^

Oh iya, hampir lupa nih. Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Mba Windi Teguh di website KEB yang berjudul "5 Hal yang Mungkin Tidak Akan Saya Lakukan di Dunia Ini" loh. Penasaran dengan tulisan saya yang terinspirasi dari tulisan teman-teman yang lain? Kamu bisa membacanya di label "Collaborative Blogging".

28 comments:

  1. kayaknya yg dipake pakpres itu jaket anaknya deh mbak ira hehe

    saya bisa makan bebek, tapi gabisa makan telur bebek bulet-bulet kecuali udah jadi telor asin dan dijadiin saus telor asin masakan. kalo itu saya suka banget mbak :)

    ReplyDelete
  2. phobia mbak lumayan menarik ya. tidur diruangan terbuka. heheheh
    , kalau mbak bisa nggak naik sepeda, naik motor bisa nggak mbak?

    ReplyDelete
  3. Salah fokus pada jaket bombernya pak Jokowi nih hehe

    Telur bebek saya masih suka kalau diolah jadi telur asin, mbak Ira. Apalagi bebek goreng, enak loh bisa ngabisin nasi. Coba dong mbak, pasti ketagihan hahaha

    Tapi yang namanya trauma kadang sulit dihilangkan ya mbak :)



    ReplyDelete
  4. Ya elah, Do Kyung So sama Bogum pake jaket kayak pak Presiden juga hahaha...

    Kalo aku sih mungkin yang gak bisa dilakukan adalah...makan duren hahaha...gak kuat baunyaaaa :(

    ReplyDelete
  5. Ada rasa trauma ya Mbak Ira? sama kayak yg nggak bisa tidur di ruang terbuka. Tapi kalau saking ngantuknya dan keadaan kepepet, aku bisa tidur juga Mbak.

    ReplyDelete
  6. Di antara kelima itu yang sulit saya lakukan adalah memotong kuku anak, Tahu kenapa ? :) namun dari ke empat malah berbanding terbalik saya dapat melakukan semua. :D

    ReplyDelete
  7. Sepakat dengan yang nomor 3. Iyalah, sebaiknya perempuan tidak tidur di ruang terbuka. Tempat yang paling aman ya di kamarnya sendiri...

    ReplyDelete
  8. Nggak bisa naik sepeda..tapi bisa mengendarai motor. Itu jarang lho mbak...☺ klo telur bebek, enak mb..asal asin. Klo nggak di asinkan..amis☺

    ReplyDelete
  9. bagian makan daging bebek dan telurnya sama mbak terus bagian jaket saat naik motor juga sama, harus wajib banget pake jaket

    ReplyDelete
  10. Berarti bukan tanpa alasan ya Mba Ira tidak bisa melakukan hal2 tersebut. Karena memang awalnya ada kejadian yang traumatis :).
    Aku penggemar bebek garis keras Mba, baik daging maupun telurnya, hehe.

    ReplyDelete
  11. aku juga selalu jaketan kalau naik motor :)) biar ga gosong

    ReplyDelete
  12. Jaket bombernya pak jokowi heitz banget ya maaaak. Sampe sold out loh di Zaraaaa Huahahahahaaa

    ReplyDelete
  13. Aduh.. sa ngakak sendiri baca tulisan tentang tidur di tempat terbuka dan kegiatan paling privat itu, Kak. Soalnya saya waktu naik kapal malam ke Raha dan tempatnya full. Saya tidur di haluan kapal, tempat penumpang taruh motor. Nah, saya tidur dengan nyenyak diatas motor tanpa 1 pun teman diatas kapal itu. Wkwkwk

    ReplyDelete
  14. wah kalo saya gak bisa makan daging kambing mbak. Nyium baunya aja mual. Terus saya juga gak bisa naik motor mbak, belajarnya aja udah gak punya nyali kapan bisanya ya? hahaha...maklum mbak, jalanan di Jakarta sadis, orang nyalip2 udah kayak punya nyawa 9 aja, gak ada takut2nya, hiks...tambahlah saya ciut

    ReplyDelete
  15. Ah ga remeh kok mbak. Kan masing2 org punya standard kenyamanannya sendiri ;)

    ReplyDelete
  16. Keren juga ya jaket yang dipake pak presiden.

    Dari lima hal yang mbak sampaikan, cuma poin nomor satu yang saya sepakati. Maklum, saya belum nikah san punya anak ehe. Sedangkan untuk yang lainnya, saya masih kuat ngejalanin.

    ReplyDelete
  17. Waktu kuliah di Ygy dlu, pasti tiap naik motor pake jaket sama sarung tangan :D biar nggak gosong..sampe disini begitu juga :D ha ha ha..biar nggak beku :D
    Tidur di tempat umum aku juga nggak bisa mbak, berisik dan nggak nyaman.

    ReplyDelete
  18. Kalau phobia mah ga bisa ditawar ya mbak.

    Saya phobia sama lele, awalnya sih pas hamil pertama, sampai sekarang belum sembuh juga :)

    ReplyDelete
  19. POin jaketnya sama Mak, sy kemana2 kudu pake jaket. Ga nyaman kalo naik motor tanpa pake jaket ^_^

    ReplyDelete
  20. Kalau saya segala macam telu kalau direbus, rasanya kok sulit memakannya. Kalau didadar baru boleh lah :)

    ReplyDelete
  21. bener banget tuh mbak Irawati, sepele yang kadang terlupakan

    ReplyDelete
  22. Hal yang sepele di mata orang, tapi rumit untuk kita lakukan, begitulah hidup.hehehe

    ReplyDelete
  23. Makan daging ternyata bikin mb ira phobia ya, klo makanan aku suka geleuh ama terong, kenyel2 gituh hihi

    ReplyDelete
  24. Aku juga gak bisa tidur di ruang terbuka.. bahkan tidur di kamar ( di rumah orang) kalau pintunya kebuka, aku langsung emosi, hehehe.

    ReplyDelete
  25. Aku bs semua tuh. Cuma kalo tidur tp hawanya panas, aku gak bs, hahaha

    ReplyDelete
  26. telur bebek Kak?? termasuk ndk makan martabak juga? kan martabak itu pada umumnya terbuat dari telur bebek kan?? :)

    ReplyDelete
  27. Weh kok bisa ngak makan daging ??? padahal enak banget lho hehehe
    Tapi sepupu ku juga ngak makan daging sejak kelas 4 SD, karena sejak kecil dia di suapin daging mulu jadi eneg dan bosan

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.