2/17/2017

TENTANG PANGGILAN SAYANG


Hai gaes, apa kabarmu hari ini? Semoga sehat selalu dong yaa. Jadi gini, semalam saya bewe ke blognya Eqii Awaliyah, itu loh blogger cantik asal Kendari yang saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya di Kota Kembang, Bandung. Ada satu tulisan terbaru Eqii yang membuat saya terkesan yakni tulisannya yang berjudul "Panggilan Sayang"

Dalam artikelnya, Eqii bercerita tentang proses awal terciptanya ((TERCIPTANYA)) panggilan sayang antara ia dan sang suami tercinta. Ceritanya bagus dan saya suka. Sebagai seseorang yang mengklaim dirinya kekinian, jelas saya tak mau kalah dong, saya juga pengen menceritakan hal serupa LOL *dasar emak-emak labil yang suka ikut-ikutan*. Maka akhirnya jadilah tulisan ini. Terima kasih idenya yaa Qiii :*

Baiklah, intronya tak usah panjang-panjang lah yaa, segera saja kita masuk pada inti tulisannya, hehehe ^_____^


Panggilan sayang ketika awal jadian

Awal mula perkenalan saya dan suami pernah saya tuliskan di postingan ini. Di situ saya tuliskan bahwa kami pertama kali berkenalan lewat facebook. Setelah beberapa bulan berteman, tibalah saatnya suami "nembak" dan karena merasa cocok saya pun menerimanya walau saat itu kami belum pernah kopdar-an.

Beberapa saat setelah suami "nembak" saya, dia langsung bertanya "Dek, kita kan udah resmi jadian nih, jadi kamu mau manggil saya apa?" fyi, sebelum jadian saya memanggilnya "kakak" dan dia memanggil saya "adik".

Mendengar pertanyaannya, saya sempat bingung dan balik bertanya "memangnya kakak mau dipanggil apa?". Suami menjawab "Apa saja yang membuatmu nyaman. Terserah deh, mau tetap panggil kakak juga boleh, panggil sayang juga saya gak nolak, tapi kalo kamu mau manggil saya sapi juga saya ikhlas" jawabnya sambil tertawa.

Hah, dia mau dipanggil sapi? Tidak salah tuh? Duh, masa pacar jago-jagoku harus dipanggil "sapi" sih, jangan dong ahhh, saya tak akan pernah rela memanggilnya dengan sebutan itu. Panggilan sayang saya padanya harus kekinian dan gahoool dong, LOL.

Maka setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya putuskan untuk memanggilnya dengan sebutan "honey" saja (bukan terinspirasi dari panggilan sayangnya Mario Teguh loh yaa karena saat itu saya belum tau siapa si MT itu, hehehe).

"bagaimana kalo saya panggil "honey" saja? sepertinya panggilan itu lebih mesra, hihihihi" jawab saya sambil tersipu malu. Yup, entah mengapa, awal-awal memanggilnya dengan sebutan itu hati saya seperti disergap rasa malu yang sangat kuat. Hmmm gimana yaa? Agak aneh dan geli aja gitu loh, yang awalnya dipanggil kakak tiba-tiba berubah menjadi honey bunny strawberry.

Mendengar jawaban saya, ia langsung setuju. Dan dia pun kembali bertanya "kalo kamu mau dipanggil apa dek?". Nah, menjawab pertanyaan ini rasanya lebih malu lagi deh. Maka saya pun menjawab diplomatis "terserah, kakak mau manggil saya apa". Tetap dipanggil adik juga saya gak keberatan, yang penting hati kakak hanya untuk saya seorang, eaa, eaaaa, eaaaa #eh. Tentu saja kalimat terakhir itu tidak saya katakan, hihihi

Sembari tersenyum, suami lantas bertanya "kamu keberatan gak kalau saya panggil dengan sebutan ibu?"

"hah, ibu? kok gitu? emangnya saya sudah kelihatan tua yaaa" wajah saya langsung cemberut mendengar pertanyaannya.

"Bukan itu alasannya! Alasan saya memanggilmu dengan sebutan itu karena saya merasa ibu adalah panggilan kepada wanita yang dihormati. Dan karena kamu adalah wanita seperti itu, maka saya memilih untuk memanggilmu dengan sebutan ibu. Dan alasan lain yang lebih penting adalah karena saya ingin kamulah yang kelak menjadi ibu dari anak-anakku"

Duh. Wajah saya yang tadinya cemberut langsung tersipu malu. Hati saya yang tadinya sedih langsung luluh mendengar jawabannya. Iyaa deh, kalo alasannya seperti itu, dengan senang hati saya terima dipanggil ibu.

Maka sejak saat itu panggilan saya kepada suami adalah "honey" sedangkan panggilan suami pada saya adalah "ibu". Panggilan itu berlaku di mana saja, kecuali di hadapan orang tua kami. Malu bo' masa mau panggil honey-honey dan ibu-ibuan di depan orang tua? Bagaimana pun, panggilan itu pasti akan membuat syok mereka bila mendengarnya LOL



Panggilan sayang setelah menikah

Mungkin ada yang bertanya "apakah panggilan sayang saat pacaran masih diterapkan setelah menikah? Atau mungkin panggilan sayangnya diubah menjadi lebih mesra lagi?" jawabannya adalah TIDAK. Sejak mulai pacaran di tahun 2010 yang lalu hingga kini panggilan kami masih tetap sama, yang berbeda hanya nama kami yang tertulis di handphone masing-masing saja.

Di depan Wahyu juga saya tetap memanggil suami dengan sebutan honey. Suami juga sama, ia memanggil saya dengan sebutan ibu. Walau Wahyu kami ajarkan untuk memanggil kami dengan sebutan mama dan papa.

Oh iya, ada kejadian yang menurut saya menggelitik terkait panggilan sayang kami ini. Jadi, Wahyu yang saat itu baru berusia tiga tahunan, beberapa kali memanggil papanya dengan sebutan "honey" dan memanggil saya dengan sebutan "ibu".

Panggilan honey dan ibu itu dilontarkan Wahyu kepada kami saat kami tidak langsung menjawab panggilannya. Jadi misalnya Wahyu sudah beberapa kali memanggil saya namun saya tidak menyahuti panggilannya karena sedang asyik nonton drama korea atau film india, maka ia akan langsung memanggil dengan kata-kata seperti ini "mama.....mama...ibu...ibu..."

Begitu pun saat ia memanggil papanya, apabila sampe panggilan ketiga papanya belum juga menjawab, maka kata papa akan digantinya dengan honey "papa....papa....honey....honey..." begitu seterusnya hingga papanya menjawab.

Mendengarnya memanggil kami seperti itu, tentu membuat saya tersenyum dong. Saya tidak mengerti mengapa ia memanggil kami seperti itu tapi satu yang pasti bahwa selama ini ia memperhatikan cara kami berkomunikasi. Bahwa ia mulai tahu kalau honey adalah panggilan saya kepada papanya dan ibu adalah panggilan papanya kepada saya. Alhamdulillah, seiring pertambahan usianya, ia tidak lagi memanggil kami seperti itu.

Panggilan sayang kepada pasangan. Pentingkah?

Bila ada yang bertanya pada saya "pentingkah memanggil pasangan dengan panggilan sayang?" maka saya akan menjawabnya PENTING. Yup, menurut saya, memanggil pasangan dengan panggilan kesayangan berarti menunjukkan bahwa kita mencintai pasangan kita.

Tapi ada satu hal yang harus diperhatikan bahwa ketika memutuskan untuk memanggil pasangan, haruslah dengan sesuatu yang ia sukai, jangan memanggil pasangan dengan panggilan yang buruk. Misalnya memanggilnya dengan nama binatang. Walau binatangnya lucu, tapi menurut saya tidak etis bila dijadikan panggilan sayang kepada orang yang kita cintai, IMHO.

Panggilah pasangan dengan sesuatu yang ia sukai yang membuatnya merasa disayangi dan dicintai. Seperti Rasulullah SAW yang memanggil istrinya Sitti Aisyah, RA dengan panggilan humairah yang berarti wanita yang memiliki pipi merah merona.

So, apakah kamu juga punya panggilan sayang terhadap pasanganmu gaes? Yuk bagi ceritanya di kolom komentar ^______^

17 comments:

  1. Aduh.. Outlier lagi saya di pembahasan ini.. Bahahah..

    Tapi sepengetahuanku toh kak, banyak yang setelah punya anak itu mereka ganti panggilannya sama pasangan, contohnya kayak Wahyu mi, da panggil juga Honey ke bapaknya dan Ibu ke kita kalau ndak digubris, wajar-wajar saja sih, tapi kadang ada yang saling panggil nama kak, langsung ganti.. soalnya anaknya panggil nama Mamanya dan Bapaknya langsung. Wkwk...

    ReplyDelete
  2. Tfs Mak, kalau saya sih panggilannya banyak, Aa, Akang, Mas dan sekarang Papi hehe

    ReplyDelete
  3. Wakakkak malh salah dibaca ama wahyu ya panggilan honeynya
    Witwiiwww ga kok mb aku ga nuduh mb ir ikut ikutan mt dipanggil hani bani switi hahhhahaha
    Duh sebagai emak2 kekinian aku keknya tertarik juga ikut2an ide ini #loh kok kamu ikut2an sih mbul wkwkkwk

    Yaampun kok bisa pas awal pacaran si bapaknya wahyu nyeplos dipanggil sapipun ga masalah ahhahah kocak euy
    Klo aku duh disebutin ga ya, norak sih klo aku mah, aku tembul, trumbul, mbul, tiyem, cuubul wkwkwkw itu semua karena bodyku yang jadi sekseh baca montok alias gendud abis nikah
    Klo paksu tetep juga ga berubah...tamas alias nitanya mas (masnya nita maksudnya)

    ReplyDelete
  4. Panggilanku di rumah..dr kecil Denok. Jawa banget kan.. Eh, suamiku ikut.. Tp dia mah bukan tipe romantis. Yang punya panggilan sayang mlh statusnya dah mantan..dulu manggil aku dek atau sweetheart..eh putus. Ya..nggak jodoh mb😀

    ReplyDelete
  5. Aduhh.. romantis sekali nih mbak Ira dan suami, semoga langgeng ya mbak, aamiin :)

    Kalau saya dan suami nggak ada panggilan sayang secara spesifik sih. Waktu belum menikah saya panggil 'mas' dan suami panggil saya 'dek'. Setelah menikah suami pamggil saya 'ibu' dan saya panggil suami 'ayah'. Vani juga memanggil kami dengan sebutan ayah dan ibu :)

    ReplyDelete
  6. Panggilan sayangku Mas Mbak Ira hehehe. SOalnya kakakk angkatan jadi ya mo ngubah susah banget

    ReplyDelete
  7. ehehe.. sama2 kakak syg :D Btw, itu yang bilang dipanggil sapi lucu sekali kak =)) itu spontanitasnya kocak sekali deh =))

    ReplyDelete
  8. duuh...jadi senyum-senyum baca ini. dulu sblm jadi suami istri aku cuma manggil "mas" gitu sih, tp dia manggil aku "hunny".
    kalo skrg sih, manggilnya "ayah" dan dia manggil aku "bunda". kalo "hunny, kadang-kadang aja, hehe

    ReplyDelete
  9. Kalau lagi berdua sih pake panggilan sayang. baik secara tulis maupun lisan. Aku panggil Ay dan suami panggil Say.

    ReplyDelete
  10. Dulu sih aku punya panggilan sayang 'cantik' tapi lama2 kok ya anakku ngikut, aku ampe rindu loh mba dipanggil ibu. Semenjak saat itu saya ga mau lagi dipanggil cantik, cukup 'sayang' aja udh seneng bngt

    ReplyDelete
  11. Aww sweet dari awal dah ada panggilan sayangnya lalu berubah jadi honey :)
    kalau si suami manggil aku "kekasih" gara2 google translate :p

    ReplyDelete
  12. Hehehe, Wahyuuu ada2 aja sih :))

    Dulu pas jaman pacaran aku & abah sama2 saling panggil beb, kepanjangan dari bebek sih hehe.

    Setelah punya anak malah saling manggil Mama & Abah aja sih.

    Kalo pas lagi mesra2an manggilnya elo-gue tapi kalo lagi berantem ngomongnya kamu-saya, sok sopan bhahahaha.

    ReplyDelete
  13. Kalau manggilnya bro and sis boleh nggak, mba? haha... Iya yang penting mah asal jangan dipanggil yang buruk sih, apalagi kalau pasangannya gampang baper, haha... Ketimbang ntar disuruh tidur di luar :D

    ReplyDelete
  14. Gak pernah punya panggilan kesayangan hahaha
    Eh pernah sih manggil "Awa" niruin anakku pas dia blm bisa melafalkan kata Ayah :D

    ReplyDelete
  15. aku punya, manggil suami dengan sebutan "Aa" dan suami panggil dengan sebutan "nong" (seperti nduk dalam Bhs.Jawa, tp ini pake bahasa Banten, keturunan keluarganya). Mungkin kl udah punya anak, beda lagi yah^^

    ReplyDelete
  16. Aku setuju nih kalau ada pasangan sayang ke suami. Hehhe. Biasanya kami saling panggil kata sayang. Kalau aku seringnya panggil beibs, cinta, belahan jiwaku, jiwa ragaku. Hahhaha

    ReplyDelete
  17. Saya klo di rumah, panggilnya 'sayang'. Bapaknya pun ke saya jg gitu. Tp klo di luar ya malu2 jg, kecuali klo keceplosan, #eehh

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.