6/12/2017

4 CARA YANG SAYA LAKUKAN AGAR KHATAM ALQURAN DI BULAN RAMADHAN

Selain puasa dan shalat tarawih, amalan apakah yang paling banyak dilakukan orang-orang di bulan ramadhan seperti saat ini? Saya yakin, jawaban yang paling banyak diberikan adalah tadarus atau membaca alquran.

Hayooo, sudah juz berapa nih tadarusnya? Semoga kita termasuk orang-orang beruntung yang diberi kekuatan untuk bisa mengkhatamkan alquran selama ramadhan ini yaa, aamin.

pic source: pixabay.com

Ngomong-ngomong soal khatam alquran, saya jadi mengingat masa-masa kuliah dulu deh. Saat itu, setiap ramadhan saya selalu sukses khatam alquran minimal dua kali. Bahkan saya pernah khatam hingga tiga kali dalam satu kali ramadhan loh *tepuk tangan untuk diri sendiri*.

Namun setelah memasuki dunia kerja, saya tidak bisa seperti itu lagi apalagi setelah menikah dan punya anak yang mana kesibukannya semakin bertambah jadilah semakin sulit untuk mencuri-curi waktu membaca alquran. Setiap ramadhan, saya hanya bisa mengkhatamkan alquran satu kali saja, huhuhu :(

Tapi walau begitu, saya tetap mensyukurinya. Dari pada tidak khatam sama sekali kan yaa? Bukankah lebih baik khatam sekali dari pada tidak sama sekali? Alhamdulillah, di tengah-tengah banyak kesibukan *sok sibuk banget sih Mbak?*, saya masih bisa meluangkan waktu membaca alquran dan mengkhatamkannya.

Lalu bagaimana cara saya mengkhatamkan alquran di sela-sela aktivitas saya sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga merangkap sebagai karyawati? berikut ini beberapa hal yang saya lakukan:

1. Membaca alquran sebelum dan sesudah shalat fardu

Saya sengaja menulis ini di nomor satu karena memang di waktu-waktu inilah saya menghabiskan waktu paling lama dalam membaca alqur'an (kecuali saat shalat ashar di kantor atau saat shalat di rumah mertua di akhir pekan).

Saya menyiapkan waktu 50 menit untuk shalat fardhu. Sepuluh menit untuk shalat dan 40 menit sisanya saya gunakan untuk tadarus. Usai wudhu, saya sempatkan membaca beberapa ayat baru kemudian dilanjutkan dengan shalat. Usai shalat, saya lanjutkan kembali kegiatan tadarus saya.


Tak lupa saya menetapkan target setiap kali membaca Alquran. Misal sebelum shalat saya membaca berapa lembar, sesudah shalat berapa lembar. Dengan menetapkan target, saya jadi punya keinginan untuk mencapai target tersebut.

2. Baca alquran setiap ada waktu luang

Saat memiliki waktu luang, saya usahakan untuk membaca alquran dibanding melakukan kegiatan lain, tidur misalnya.

Begitu pun saat berada di kantor. Bila semua kerjaan sudah selesai dikerjakan, waktu yang tersisa saya manfaatkan untuk membaca alquran dibanding bergosip dengan rekan kerja. Membaca beberapa ayat alquran rasanya lebih bermanfaat dibanding bergosip, benar kan? Pahala puasa tetap terjaga, masih dapat tambahan pahala pula dari membaca alquran.

Pun demikian di sore hari ketika menunggu datangnya waktu berbuka, kadang kala saya isi dengan tadarus alquran.

3. Manfaatkan waktu istirahat dikantor untuk membaca alquran

Satu jam waktu istirahat di kantor saya manfaatkan untuk ibadah; shalat dan membaca alquran.

4. Baca alquran saat sedang menunggu keberangkatan kendaraan umum

Saya adalah orang yang lumayan akrab dengan transportasi umum, khususnya transportasi darat (angkot) juga transportasi laut (kapal veri atau speedboat).

Baca Juga: 3 Jenis Alat Transportasi Laut yang Sering Saya Gunakan

Dan sudah menjadi rahasia umum bila penumpang kendaraan umum sangat akrab dengan kegiatan menunggu. Dalam perjalanan pulang untuk bertemu anak dan suami di akhir pekan, sangat jarang saya mendapatkan kendaraan umum yang langsung berangkat ketika saya naiki. Maka agar waktu menunggu tak terbuang percuma, saya memanfaatkannya dengan membaca alquran.

Dengan membaca alquran, saya menjadi lebih tenang dan tidak kesal karena kelamaan menunggu. Manfaat lain yang saya dapat tentunya adalah bacaan alquran yang semakin banyak setiap harinya.

**

Itulah empat cara yang saya lakukan untuk mengkhatamkan alquran di bulan ramadhan.

Lalu muncul pertanyaan, apakah cara-cara tersebut selalu mulus saat saya melakukannya?

Beberapa cara yang saya lakukan di atas tentu tak selalu berjalan mulus seperti yang tertulis. Di saat-saat tertentu, ada kalanya saya tidak bisa melakukannya. Misalnya di akhir pekan saat bertemu dengan anak tercinta. Kadang kala, usai shalat anak saya langsung memanggil untuk bermain maka waktu empat puluh menit yang saya siapkan untuk membaca alquran terpaksa saya potong menjadi sepuluh menit saja.

Masih ada beberapa kejadian tak terduga lain yang kadang membuat waktu membaca alquran harus dipersingkat. Misalnya saat sedang tadarus saya mendapat panggilan telepon dari kantor pusat, maka dengan terpaksa kegiatan membaca alquran harus segera dihentikan. Dan beberapa kejadian tak terduga lainnya.

Tapi walau begitu, dengan niat yang sungguh-sungguh, alhamdulillah saya masih bisa menghatamkan alquran di akhir ramadhan.

Bagaimana denganmu gaes? Apakah kamu juga melakukan hal yang sama? Ataukah punya cara lain? Yuk bagi caranya di kolom komentar :)

1 comment:

  1. Waktu sblm kerja dan berkeluarga jg dulu gitu Kak, bs khatam lbh dari sekali di bln Ramadhan. Nah sejak punya anak apalagi kembali bekerja semangat ngajinya sempat drop, tapi untungnya kembali sadar dan mulai bangkit mengaji lagi. Apalagi klo Faraz masih tidur, lanjut ngebutnya. Di kantor jg gtu sekarang sebisa mungkin setelah Shalat digas poool utk Tadarrusnya :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.