8/11/2017

NAMAKU MONICA

pic source: pixabay.com

Perkenalkan, namaku Monica. Aku adalah staf paling lama dan paling tua yang bekerja di kantor ini. Semua karyawan harus menurut padaku, selain atasanku tentunya, hehehe. Tapi aku tak takut sedikit pun pada atasanku karena kami masuk ke kantor ini di waktu yang hampir bersamaan. Boleh dikatakan kami satu angkatan, frend gitu dehh.. 

Aku adalah orang yang jujur dan mahir di hampir semua pekerjaan kantor. Dari seluruh karyawan di kantor ini, gerakanku jualah yang paling gesit. Aku juga yang paling cekatan. Kerjaan yang bisa diselesaikan satu jam oleh staf lain, aku menyelesaikannya hingga tiga jam.

Bukan, itu bukan karena aku lamban tapi karena aku suka mengulur-ulur waktu. Waktu yang seharusnya kugunakan untuk bekerja, kupakai untuk keluyuran guna melakukan urusan pribadiku yang tak ada hubungannya sama sekali dengan urusan kantor.

Jam istirahat yang seharusnya paling lama satu setengah jam, sering kutambah bahkan hingga tiga jam. Tahu tidak? Aku pernah loh, pada beberapa hari jumat, saat atasanku sedang keluar kota, aku istirahat hingga empat jam lamanya, hahaha. Aku pulang istirahat sejak pukul sebelas pagi dan baru balik ke kantor pukul tiga sore. Gimana, aku hebat kaan? Tak ada yang berani memprotes kelakuanku karena aku senior di kantorku.

Bila ada karyawan lain yang melakukan hal serupa, langsung kutegur, ia tak boleh seperti itu. Tindakannya akan merugikan perusahaan. Bila ia masih mengulanginya, kutandai namanya dan absensinya kucoret.  Pokoknya, tak boleh ada yang seperti itu, hanya aku yang boleh!

Ini nih jadwalku saat ke kantor. Pagi hari aku datang. Saat tiba di kantor, aku pura-pura sibuk. Pukul sepuluh pagi aku keluar dan baru balik ke kantor pada pukul sebelas. Setelah itu aku pura-pura sibuk lagi, mondar-mandir dari lantai dua ke lantai satu untuk mengambil air minum. Kemudian naik ke lantai tiga untuk buang air kecil.

Saat waktu menunjukkan pukul dua belas siang, aku pulang istirahat dan baru kembali ke kantor pukul dua atau setengah tiga siang. Tiba di kantor, aku mulai menyicil mengerjakan pekerjaanku. Pada pukul empat sore aku melaksanakan shalat ashar. Aku shalat ashar hingga pukul setengah lima. Fyi, jam kantorku hanya sampai setengah lima :)

Pukul setengah lima aku selesai shalat. Aku mulai duduk di kursiku dan konsentrasi bekerja. Iyaa, mencoba menyelesaikan kerjaan yang sejak pagi enggan kusentuh. Aku mulai sibuk mengerjakan pekerjaan itu. Tentu tetap diselingi dengan adegan mondar-mandir ke lantai satu untuk mengambil air minum karena air minum di botol tupperwearku habis.

Hingga jam enam aku masih berkutat dengan kerjaanku. Ish, kok waktu cepat banget berlalunya yaa? Aku belum melakukan apa-apa masa udah pukul setengah tujuh ajaa sih? Aku kan belum shalat maghrib. Shalat dulu ahh.

Aku naik ke lantai tiga untuk melakukan shalat maghrib. Waktunya?? Setengah jam kayaknya cukup. Aku kan harus khusyuk jadi shalatnya harus lama. Hampir jam tujuh malam baru aku selesai shalat maghrib. Yuhuuu, waktunya lanjut bekerja :D

Huft, kerjaanku baru selesai pukul delapan malam. Hmmm, aku sibuk banget hari ini. Jobdesk-ku udah dikurangin banyak sama atasanku, tapi kok aku masih sibuk ajaa yaa? Hampir tiap hari aku lembur. Padahal kawan-kawanku yang lainnya yang jobdesk-nya lebih banyak dariku selalu pulang lebih awal. Apa yang salah dengan diriku?

Kadang aku iri, kok bisa yaa mereka seperti itu? Beberapa dari tugasku sudah diambil alih oleh mereka tapi jam kantor seolah tak pernah cukup untukku mengerjakan tugas-tugasku. Ahhh mengapa aku seperti ini? 

Tapi apa peduliku? Mengapa aku harus repot mempertanyakan bila memang aku menikmati semua ini? Ya, aku berkata dengan sejujurnya bahwa walau terlihat capek tapi aku menikmati semua yang kulakukan setiap harinya.

Tak ada alasan bagiku untuk bersedih karena ini memang keinginanku. Aku sendiri yang mau seperti ini. Aku ingin mendapatkan uang lembur sebanyak-banyaknya agar aku bisa membiayai banyak kebutuhanku.

Ada satu hal yang paling aku senangi yaitu ketika salah satu rekanku tidak masuk kantor. Aku senang karena itu berarti aku berkesempatan mengerjakan semua pekerjaannya. Aku merasa mendapatkan anugerah ketika rekanku tidak masuk kantor yang disebabkan sakit atau terkena musibah.

Mengapa? Karena dengan begitu waktu lemburku semakin lama dan uang lemburnya tentu semakin besar. Apalagi kalau ada rekan yang cuti melahirkan, wow aku bisa lompat saking bahagianya. Itu kesempatan emas untuk meraih penghasilan sebanyak-banyaknya. Tapi walau sangat bahagia, aku tak boleh memperlihatkannya di depan rekan yang lain, cukup di dalam hati saja aku menikmati kebahagiaan itu.

Pernah ada yang bertanya "malukah aku dengan semua itu?" Jawabanku adalah ngapain harus malu? Aku merasa melakukan sesuatu yang benar. Tak ada yang salah dengan semua yang kulakukan. Aku tak akan berubah atau menghentikan kebiasaan yang sudah lama kulakukan.

Begitulah aku, Monica, si karyawan teladan yang sangat cekatan dan selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam bekerja.

Baca tulisan fiksi yang lainnya di sini :)


*note:
bila ada kesamaan tokoh dan cerita itu hanyalah kebetulan semata :D

5 comments:

  1. wuah Monica , sosok yang nyaris ada di jaman sekarang ini, tulus mengerjakan tugas, dan berani menegur yang salah. Semoga semakin banyak Monica selanjutnya yang jujur, baik hati, suka menolong dan rajin bekerja :)

    ReplyDelete
  2. Mba..aku bingung sama si Monica ini.. Pas jam kerja, dia justru banyak nyari kesibukan lain. Ketika waktunya pulang..dia sok sibuk, lembur...demi uang lembur.. Bukannya malah merugikan perusahan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah adanya Mba Sulis, hehe :D

      ini fiksi satire :)

      Delete
  3. Saya sih nggak begitu heran dengan type karyawan macam Monika ini, justru merasa tersindir aja, jangan-jangan saya juga sama dengan dia.

    Sebenarnya ada banyak pekerjaan tapi karena merasa bisa ditunda karena nggak begitu urgent, eh malah ngeblog! Wkwkwkw... *Cuma kantor yang sediain wifi gratis mbak.. :)

    ReplyDelete
  4. Aku yakin, Monika ini 'banyak temennya' di dunia nyata :p

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.