9/22/2017

5 BERSAUDARA & SELEKSI PENERIMAAN CPNS

Hmm, waktu udah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi entah mengapa mata ini belum mau diajak kompromi. Udah bolak-balik di kasur tapi rasa kantuk belum juga datang sehingga mata ini masih enggan terpejam.

Mau nonton drama korea atau film india juga rasanya tanggung, mau baca buku eehh bukunya ketinggalan di rumah mertua. Baiknya melakukan kegiatan apa yaa?

Ahaa, saya hampir lupa nih. Ternyata saya masih punya utang tulisan untuk Collaborative Blogging KEB. Kali ini anggota kelompok kami harus menanggapi artikel yang ditulis oleh Mba Ayaa yang berjudul "Ketika Bapak Ingin Saya Jadi PNS" yang tayang di website KEB.

pic source: tempo.co

Dari pada bolak balik gak jelas, menanggapi tulisan Mba Ayaa sepertinya bisa menjadi cara terbaik  untuk mengundang rasa kantuk agar segera datang menghampiri nih, hehehe :)

Ngomong-ngomong tentang PNS, izinkanlah saya menceritakan kisah lima orang kakak beradik dan perjalanan mereka mengikuti seleksi penerimaan CPNS. Yup, kelima kakak beradik tersebut adalah saya dan empat orang adik saya.

Papa adalah seeorang PNS. Sejak masih di dalam kandungan mama hingga tamat kuliah kami dinafkahi dengan gaji yang diperoleh papa sebagai PNS setiap bulannya. Setelah puluhan tahun mengabdi, tahun 2009 papa pensiun. Tak bisa dipungkiri, papa sangat berharap anak-anaknya bisa mengikuti jejaknya.

Saya tidak menyalahkan papa dan mama yang sangat mengharapkan anak-anaknya menjadi PNS karena di daerah kami, hampir semua orang tua memang memimpikan anaknya menjadi PNS.

Bagi para orang tua di daerah kami (bukan hanya orang tua sih, para anak muda pun berpikiran sama), PNS adalah profesi idaman. Kerja yang lebih santai dan masa tua yang terjamin menjadi dua alasan mengapa banyak orang bermimpi dan mengejar kursi PNS.

Maka ketika pada akhir tahun 2008 (setahun setelah saya lulus kuliah) ada seleksi penerimaan CPNS, papa meminta saya untuk ikut seleksi namun saat itu saya menolak karena masih fokus cari kerja di Makassar.

Baca Juga: Sejarah Singkat Kehidupan Irawati Hamid

Saya baru tertarik ikut seleksi CPNS pada akhir tahun 2009 dan saya gagal memenuhi harapan papa. Tak kapok, pada akhir tahun 2010 saya kembali mengikuti seleksi dan lagi-lagi hasilnya mengecewakan :(

Dua kali mengalami kegagalan membuat saya kapok untuk ikut seleksi di tahun berikutnya. Saya baru kembali tertarik mengikuti seleksi beberapa tahun setelahnya yaitu seminggu yang lalu dan hasilnya masih tetap sama seperti dua seleksi sebelumnya.

saya tidak memenuhi passing grade, hasil TIU saya hanya 70 :(

Kegagalan yang saya alami baru-baru ini menyisakan sedikit rasa "tidak enak" pada mama. Mendengar hasil tes anak sulungnya yang tidak sesuai harapan, mama merasa sangat kecewa. Beliau tidak menyangka hasilnya akan seperti itu.

Dalam pikiran mama, hasil tes saya akan sama seperti hasil tes tiga adik saya yang lain. Yup, tiga orang adik laki-laki saya sudah menjadi PNS. Tak seperti saya yang sangat sulit memenuhi angka kelulusan, mereka begitu mudahnya melahap habis soal-soal yang diberikan saat seleksi. Ketiganya langsung dinyatakan lulus seleksi CPNS saat pertama kalinya mencoba mendaftar.

Bahkan adik ketiga saya menjadi PNS ketika sedang duduk di bangku kuliah semester tiga di usianya yang baru menginjak 20 tahun. Ia menjadi salah satu yang beruntung dari ribuan orang yang ikut seleksi CPNS Kemenkumham saat itu.

Setahun setelahnya adik pertama saya menyusul menjadi PNS. Tak lama setelah lulus kuliah ia diterima bekerja di salah satu dealer motor honda dan ditempatkan di Maluku Utara. Di daerah yang sama ia mengadu peruntungan mengikuti seleksi penerimaan CPNS dan alhamdulillah dinyatakan lulus.

Di tahun berikutnya adik kedua saya juga lulus PNS beberapa bulan setelah wisuda. Bahkan tinta ijazahnya belum kering ia sudah menyandang gelar sebagai seorang PNS. Ckckck, saya merasa adik-adik saya sangat beruntung karena berhasil memenuhi harapan orang tua kami. Seandainya papa masih hidup, beliau pasti akan sangat bangga pada ketiga anak lelakinya.

Dan tahun ini, bersamaan dengan saya, adik bungsu saya juga mencoba peruntungan mengikuti seleksi penerimaan CPNS. Ia yang saat ini sedang menyusun tugas akhirnya, tak mau ketinggalan mencoba. Ia akan mengikuti ujian pada tanggal 29 September mendatang. Harapan kami, semoga hasil ujiannya nanti memuaskan.  Bantu doakan semoga adik saya mendapatkan hasil yang memuaskan yaa gaes :)

mama & kelima anaknya yang 3 diantaranya sudah jadi pns

Oh iyaa, disclaimer dulu nih: Saya tidak mengatakan bahwa menjadi PNS adalah segalanya sehingga menganggap sebelah mata profesi selain PNS yaa. Tulisan ini hanya menceritakan perjalanan kami bersaudara dalam mengikuti seleksi penerimaan CPNS yang secara kebetulan menjadi harapan orang tua kami.

Akhir kata, apapun profesi yang kita pilih, selama kita enjoy menjalaninya maka itulah yang terbaik. Walau dalam hati saya masih berkeinginan untuk menjadi PNS namun saya tetap merasa bersyukur dengan profesi yang saat ini saya geluti. Saya bahagia dan sangat menikmati menjalani aktivitas sehari-hari di kantor, bertemu teman-teman yang sudah seperti keluarga dan belajar banyak hal dari konsumen :)

Lalu apakah saya masih akan mencoba untuk mengikuti seleksi penerimaan CPNS di waktu mendatang? Jawabannya adalah TENTU dong, hihihi :D

11 comments:

  1. Aku juga pengen jadi PNS. Tapi, amanatnya kan gedhe ya? Jadi lebih nyaman wirausaha gini aja. :'D

    ReplyDelete
  2. Wuah keren,,saudara-saudaranya mbak Ira bisa lolos jadi PNS.
    Saya sdh tiga kali mencoba peruntungan untuk ikut test CPNS,tetapi belum beruntung.Bahkan yg terakhir sy sempat ikut test sampe ke Tangerang unt Psikotest Kemensos. Tetapi mgkin krna persiapan kurang matang, jd gak lolos. Kykx sy terlalu lelah unt mencoba lg. Tp buat mbak ira dan adiknya semoga bs lolos tahun ini. Amin

    ReplyDelete
  3. Pantang nyerah, mbak, selama usia masih memnuhi syarat. Hehheh

    ReplyDelete
  4. PNS itu adalah salah satu kerjaan yang paling banyak dinyinyirin orang-orang.. pas lolos tes, bukannya dikasi selamat malah ditanya, bayar berapa? *pengalaman pribadi, :D*

    ReplyDelete
  5. Dulu saya juga pernah ditawarin daftar PNS mbak, waktu baru masuk kerja. Tetapi karena waktunya mepet dan syarat-syaratnya seabrek-abrek akhirnya saya nyerah deh, saya pikir nggak mungkin memenuhi syarat tersebut dalam waktu 2 hari saja.

    Akhirnya saya lebih enjoy bekerja dan melupakan pendaftaran PNS berikutnya. Padahal saat itu, sekitar awal tahun 90-an profesi PNS sangat diidam-idamkan semua orang ya mbak.. *Eh, sampai sekarangpun masih jadi incaran yaa.. :)

    Ya udah saya syukuri saja apa yang saya dapat sekarang mbak :)

    ReplyDelete
  6. Ah keren semangatnya Mbak. Kalo aku baru gagal 1x aja udah pasrah gamau nyoba lagi hihi. Lebih nyaman di swasta aja �� semangat Mbak. Semoga next bisa lolos ya :)

    ReplyDelete
  7. Adikku itu smp berkali2 mba bayangin 20 th honorer dr blum nikah SMP punyk ank baru Lulus CPNS, kalau sdh rezki memang gk ke mana sukses y mba dn semangat trs

    ReplyDelete
  8. Aku 7x ikut ujian mb. Yang sistem CAT, pas terakhir ikut. Awalnya sudah optimis, skorku TWK 135, pokoknya total skor 354 dari skala 400. Masuk 10 besar waktu itu... Eh, TIU ku trnyta 70. Padahal minimal 75 trnyta untuk bisa lolos. .

    Ya sudahlah. Sediiiih bnget wktu itu.
    Klo sekarang, ya sudah..bukan rejekinya jd abdi negara

    ReplyDelete
  9. bapak ibuku PNS, mereka berharap anak-anaknya jadi PNS.
    tapi tidak pernah memaksa. saat kakakku gagal tes, mereka pun ikhlas apapun hasilnya.
    aku sendiri belum pernah ikut tes CPNS :3
    tapi udah pernah ngerasain tes CAT sih hihihi

    ReplyDelete
  10. Aku blm pernah ikut trs cpns mbk. Begitu aku lulus eee moratorium kluar. Nah yg cpns skrg sbnernya jg pgn ikut. Eè ladalah nggak memenuhi syarat. *ahay.
    Sukses selalu bwt mama wahyu dan keluarga amin

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.