CEGAH SPEECH DELAY BERSAMA TIM PROFESIONAL DI DINI.ID

by - September 05, 2019

cara mencegah speech delay
pic source: pixabay

Tak terasa, usia Rayyan, anak kedua saya, pada tanggal 18 nanti akan masuk tiga bulan. Saat ini, selain menikmati masa-masa indahnya menyusui dan begadang, saya juga mulai dihantui beragam ketakutan terkait perkembangan Rayyan. Entahlah saya takut perkembangannya tidak sesuai dengan bayi-bayi pada umumnya.

Ngomong-ngomong tentang perkembangan bayi atau anak, saya jadi ingat saat anak pertama saya, Wahyu berusia satu hingga hampir tiga tahun deh. Saat itu kesabaran saya dan suami sebagai orang tua diuji.

Ujian apakah yang menimpa kami? Adalah Wahyu yang mengalami keterlambatan bicara alias speech delay. Saat Wahyu berusia satu hingga menjelang tiga tahun, baru beberapa patah kata saja yang bisa ia ucapkan seperti mama, papa, cucu (susu), oma, bue ayun (ayunan), minum, matan (makan) dan beberapa kata laininya namun tak sebanyak kosa kata yang diketahui anak seusianya.

Demi mengembangkan kemampuan bicaranya, beragam cara kami lakukan mulai dari cara umum yang sering dilakukan orang kebanyakan hingga cara-cara tradisional yang tidak memiliki nilai ilmiah sama sekali alias tidak masuk akal. Dalam pikiran kami hanya satu, Wahyu secepatnya bisa bicara seperti anak seusianya.

Beragam pertanyaan kami terima terkait keterlambatan bicara ini. Dan kami bahkan dihakimi karena punya anak yang telat bicara. Yang menyedihkan, penghakiman paling sering malah datang dari orang terdekat yang seharusnya memberi dukungan pada kami. Wahyu dibanding-bandingkan dengan anak tetangga seusianya yang sudah lancar bicara. Bahkan karena terlambat bicara ini anak saya sempat di-cap bodoh, huwaaaaa kalo ingat itu jadi sedih deh, huhuhu

Tak bisa dipungkiri, terkadang orang tua seringkali menganggap sepele masalah keterlambatan berbicara pada anak usia dini ini. Beberapa ada yang percaya mitos bahwa perkembangan berbicara anak bisa saja terlambat karena perkembangan di bidang lain lebih cepat. Saya dan suami termasuk dalam kategori ini.

Namun sebagai orang tua harusnya kita tak boleh begitu. Walau perkembangan setiap anak berbeda, tapi bila anak memperlihatkan ciri-ciri yang tidak sesuai milestone-nya (salah satu contohnya kemampuan berbicara), tak ada salahnya mencari tahu.

Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan bentuk keterlambatan dalam perkembangan atau mekanisme seseorang untuk mengeluarkan suara. Speech delay sering terjadi pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang berhubungan dengan kesiapan otak dapat diakibatkan oleh kurangnya interaksi antara anak dan orang tua. Dalam kondisi lebih serius, speech delay dapat menunjukkan adanya gangguan pendengaran hingga gangguan mental pada anak.

Speech delay dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak sehingga mengakibatkan kesulitan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan keinginannya kepada orang lain. Hal ini akan menyulitkan orang tua untuk memahami keinginan buah hatinya. Deteksi yang lebih dini dapat membantu perkembangan anak untuk mengejar ketertinggalan dalam hal kemampuan berbicara.

Speech delay dapat berhubungan dengan keterlambatan kemampuan dalam berbahasa dan berbicara pada masa perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Terdapat perbedaan diantara keterlambatan kemampuan berbahasa dan berbicara. Keterlambatan berbahasa berhubungan dengan kemampuan untuk menyatakan isi pikiran atau menyerap informasi dari lingkungan, sedangkan keterlambatan berbicara berhubungan dengan kemampuan untuk mengucapkan, mengeluarkan suara atau melafalkan suatu kata.

Kemampuan setiap anak untuk berbicara berbeda-beda sehingga sulit untuk menyamakan kemampuan seorang anak dengan anak lainnya. Hal ini dikarenakan bentuk kesiapan otak setiap anak berbeda. Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat membantu mengukur perkembangan kemampuan berbicara anak. Tanda-tanda tersebut antara lain:
  1. Pada usia hingga 1 tahun, anak dapat mengucapkan kata yang menunjukkan kedua orang tuanya seperti kata ‘mama’ dan ‘papa’
  2. Pada usia 1-2 tahun, anak dapat menunjuk ke arah orang tuanya dan merespon ketika namanya dipanggil.
  3. Pada usia 2 tahun, anak dapat menunjuk benda atau mengucapkan 2-3 kata, interaksi dengan bicara dengan bentuk komunikasi sederhana.
Menurut Psikiater Konsultan Anak & Remaja, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K), perkembangan berbicara pada anak memiliki tolak ukur. Misal, lanjutnya, saat usia 12-13 bulan, anak seharusnya bisa memiliki satu kosa kata baruselain ‘mama’ dan ‘dada’. “Tolak ukur perkembangan bicara dan bahasa itu sebagai tolak ukur perkembangan kognitif mereka, intelektual mereka. Jadi menentukan perkembangan pada tahap-tahap selanjutnya,” katanya saat ditemui di Apple Bee Playground, Mal Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

“Anak-anak yang mengalami speech delay memiliki risiko terkena gangguan jiwa juga ternyata, depresi, ansietas/kecemasan. Tentu semua itu terasa tidak nyaman karena mereka tidak bisa mengungkapkan apa yang sedang mereka rasakan, sedihkah, marahkah, kecewakah”, lanjutnya. Huwaaa, speed delay ini ternyata tidak bisa dianggap sepele yaa.

Ada banyak faktor penyebab speech delay, salah satunya adalalah faktor lingkungan yang deprivasi, yaitu keadaan di mana orang-orang di sekitar anak terlalu berharap banyak pada kemampuan anak. Contohnya, anak berusia 3 tahun diminta pakai 3 bahasa: Indonesia, Mandarin, Inggris. Buat anak yang tidak mengalami gangguan mungkin menjadi hal biasa tapi mengharapkan hal ini pada anak speech delay tentu bisa kacau. Bila terus dipaksakan, akan mempengaruhi kemampuan kognitif anak. Dampak lain yang mungkin terjadi yaitu prestasi akademik akan berkurang, anak menjadi pencemas tinggi, interaksi sosial anak juga akan memburuk.

Oleh karena bila anak mulai terdeteksi speech delay, orang tua wajib melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan. Anggia menganjurkan agar anak sering diajak bermain, bukan hanya diberikan mainan. “Harus terjadi interaksi dua arah antara orang tua dengan anak. Interaksi seperti itu, tak hanya kosa katanya yang berkembang, kemampuan emosinya juga akan berkembang. Ajak main sesering mungkin, bermain yang bener-benerbermain,” katanya menganjurkan.

Selain bermain, beberapa cara lain yang bisa dicoba adalah bercerita, bernyanyi, bermain peran, berinteraksi dengan anak sebayanya, serta memberikan tanggungjawab sesuai dengan usia anak. Ia melanjutkan tiap usia memiliki standar yang harus dilalui anak agar tidak terjadi speech delay.

Orang tua tidak boleh lelah melakukan stimulasi kepada anaknya yang terdeteksi memiliki keterlambatan bicara. Jika orang tua merasa sulit melakukannya sendiri, boleh meminta bantuan professional, salah satu yang menyediakan jasa professional untuk melakukan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak yaitu Dini.id.

Apa itu Dini.id?

Dini.id adalah startup yang khusus dirancang untuk memberikan program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak dengan memadukan antara teknologi, ilmu psikologi, orang tua, dan tim ahli.

Beberapa program Dini.id adalah :
  1. Sistem assessment online gratis di website www.dini.id yang dapat mengidentifikasi keterlambatan dan potensi dalam perkembangan anak.
  2. Kelas stimulasi dan intervensi sambil bermain yang dilakukan di playground-playground mitra yang dirancang untuk mengaktifkan neuron dalam otak sehingga meningkatkan perkembangan kognitif dan menjadi dasar perkembangan tahap selanjutnya terutama untuk belajar.
  3. Program assesment, observasi & investigasi berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikologklinisuntuk mengoptimalkan perkembangan anak yang berbeda-beda dan unik.
Dini.id menyediakan sistem assessment berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikolog klinis yang dapat mengidentifikasi potensi ataupun keterlambatan dalam perkembangan anak yang unik sejak dini.

Para peserta dan pembicara launching website dini.id (Foto: dok. Faidah Umu Sofuroh)

Mereka percaya bahwa bermain adalah aktivitas terpenting bagi anak untuk belajar dan berkembang, oleh karena itu Dini.id bekerjasama dengan playground yang mudah dijangkau dan ramah anak, merancang suatu program khusus permainan anak bersama orang tua yang berfungsi untuk menstimulasi perkembangan anak dengan dibimbing oleh kid's trainer profesional. Dengan demikian orang tua dapat mempelajari pengetahuan yang tepat untuk mengoptimalkan potensi pada anaknya agar menjadi anak-anak yang mandiri dan tangguh di masa depan.

Jika orang tua mencari cara sederhana sekaligus menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama sambil membantu anak-anaknya tumbuh dan belajar, mendatangi dini.id adalah keputusan yang tepat karena stimulasi di dini.id ini telah dirancang untuk membantu perkembangan anak mencapai tahapan yang optimal dengan cara bermain dan belajar yang menyenangkan.

Tim Dini.id berfokus pada aspek-aspek dasar dari penilaian perkembangan umum anak-anak pada setiap tahapan usianya. Tim akan memberikan stimulasi sesuai perkembangan usia anak dan mengamati bagaimana anak-anak tumbuh dan berubah seiring waktu dan apakah anak tersebut memenuhi tonggak perkembangan yang khas dalam bermain, belajar, berbicara, berperilaku, dan bergerak.

Tim Dini.id akan memberikan pelaporan secara berkala perkembangan anak di bidang kognitif, perkembangan motorik, perkembangan sensorik, perkembangan emosi, komunikasi, kemampuan interaksi sosial dan kemampuan adaptif anak. Para orang tua dapat memperoleh laporan ini secara online.
Tim Dini.id juga akan membantu orangtua untuk mengidentifikasi anak-anak yang mungkin memerlukan dukungan tambahan dan apakah ada kebutuhan untuk intervensi atau layanan dukungan lainnya. Tim Dini.id yang di supervisi oleh psikiater anak dan psikolog klinis anak akan mengidentifikasi keterlambatan perkembangan anak dan mengevaluasi dampak yang ditimbulkannya dalam memenuhi tonggak perkembangan. 
Dengan stimulasi dan intervensi yang baik dalam tumbuh kembang anak, diharapkan speech delay yang terjadi pada anak bisa segera teratasi.
*sumber tulisan:
https://dini.id/
https://dini.id/speech-delay

You May Also Like

28 komentar

  1. Wah bermanfaat banget nih Mbak informasinya, terima kasih atas infonya Mbak

    BalasHapus
  2. Banyak juga nih ya Mbak progam yang ada di dalam dini.id

    BalasHapus
  3. Speech delay ini memang bisa membuat semua orang tua semakin khawatir nih ya

    BalasHapus
  4. Speech delay bagian dari masalah tumbuh kembang anak, orantua harus peka terhadap perkembangan buah hatinya.. jika tidak dikenali dan diatasi sejak dini maka bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak itu sendiri.. dan bisa berdampak hingga usia dewasa nanti ya mbak

    BalasHapus
  5. Keren banget programnya Dini.id ya, salut deh, karena ga semua orang bisa menstimulasi anak2 yang speech delay, butuh kesabaran yang ekstra.

    Gimanapun tetep orang tua yang lebih aktif ya dan sering2 ngajak ngobrol anaknya tepatnya tau ilmunya jika tanda2 anak speech delay mulai terdeteksi.

    Btw, aku pun sebagai ortu punya rasa yang sama kalo anakku mengalami kaya beginian.

    BalasHapus
  6. Ini ngebantu ortu banget ya Mba
    Karena assessment mutlak diperlukan utk tahu kondisi tumbuh kembang balita
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  7. Wah baru tahu nih ttg Dini.id ini. Bagus sekali ya.. kepoin ah..

    BalasHapus
  8. Spech delay itu bikin degdegan deh, bikin parno juga, secara punya anak batita, yang ngomongnya uuuu aaaaa tiji didi, hadehhhh, kapan mau ngomong dengan jelas hahaha.
    Membantu banget nih Dini.id, buat mamak-mamak rempong kayak saya :)

    BalasHapus
  9. Jadi inget dulu anak-anakku, tiap anak memang beda2. Anakku yg pertama di usia 1 th ngomongnya lebih lancar dibanding anak yg ke 2, tapi jalannya lebih lambat. Kalo anak yg ke 2 jalannya lebih dulu, ngomongnya belakangan :)
    Baru tau tentang Dini.id ini, bagus banget programnya.

    BalasHapus
  10. Jujur, baru tahu tentang Dini.id.
    Bisa jadi referensi ini!

    Alhamdullillah, kebetulan putriku, secara umum milestonnya, normal.
    Hanya ada sedikit kecemasan saat jumlah gigi susunya agak lambat tumbuh

    BalasHapus
  11. Terimakasih informasi khsusunya terkait dini.id. itu baru saya tahu di artikel ini. Akan saya kunjungi biar tahu lebih banyak apa saja yg dibahasa di sana. Biar bisa jadi solusi kalau di kampung ada masalah terkait keterlambatan pada anak.

    BalasHapus
  12. Informasinya bermanfaat banget. Variatif yah. Speech delay sangat mengkhawatirkan bagi tumuh kembang anak. Semoga terbantu dari masalah itu ya mbak.

    BalasHapus
  13. jadi sebetulnya speech delay ini dapat terdeteksi dini ya mba, jadi biar bisa segera diatasi dan mendapatkan solusi, kalo dibiakan begitu saja kasin anak-anak akan sulit berkomunikasi.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah ya sudah ada website dini.id . Pernah dengar kata seorang teman kalau saat ini untuk speech delay makin banyak karena ortu sering pegang gadget sampai lupa berkomunikasi dan mengajak interaksi anaknya ,, namun entahlah benar atau tidaknya.

    BalasHapus
  15. Semoga makin banyak komunitas seperti Dini.id yang membuat program-program yang bermutu ya mba

    BalasHapus
  16. Wah, ada ya yang bisa bantu cegah dan atasi speech delay pada anak. Jadi kepengen tahu lebih lanjut. Kebetulan anak temenku ada yang speech delay. Aku rekomendasikan ke dia ah Dini.id ini

    BalasHapus
  17. Saat pertama kali anak lahir ke dunia ini, orang tua harus benar-benar mampu mendampingi tumbuh kembangnya, agar keadaan seperti speech delay yang terjadi pada anak bisa segera ditangani. Sungguh kasihan bila orang tua terlambat mengetahuinya, efeknya sangat buruk untuk perkembangan anak. Bersyukur ada Dini.id, sebuah ruang yang memfasilitasi orang tua yang balitanya mengalami speech delay ya mbak. TFS mbak.

    BalasHapus
  18. Sedih kalau ada yangs peech delay. TApi satu sisi memang kita sebagai orangtua juga tak berhenti melakukan komikasi buat merangsanng anak ngomong ya mba. Aamiin

    BalasHapus
  19. Anakku dulu juga sempat speech delay tapi belum kenal dengan dini.id ini. Jadi distimulasi sendiri deh. alhamdulillah berhasil.

    BalasHapus
  20. tumbuh kembang anak memang selalu jadi kekhawatiran sekaligus PR besar buat orang tuanya ya mba.. untung sekarang sudah makin banyak yang bisa dimintai bantuan seperti dini.id ini. Tenang deh :)

    BalasHapus
  21. Bagus banget dini.id ini mbak sebagai tambahan dan bantuan untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

    BalasHapus
  22. Kala Palung bayi, bagi saya dia pintar bisa mengomunikasikan apa yang diinginkan dengan nin dan dut tanpa perlu mewek jika pengen enen atau ngedot sufor. Seiring bertambahnya umur, ada semacam gangguan lingkungan yang membuatnya tidak percaya diri dan cadel di usia TK yang berlanjut sampai kelas 1. Tapi alhamdulillah kala umurnya sudah 7 tahun lebih barulah tidak cadel pada r lagi. Butuh usaha.
    Kalau dipikir-pikir, saya menyesal mengapa harus serumah dengan ibu saya dulu karena memberi lingkungan yang buruk bagi perkembangan Palung. Saya tidak suka intervensi atau pengaruh tentang pola asuh.
    Kita sebagai orang tua harus berjuang dengan anak untuk atasi masalah, butuh bantuan ahli jika kasusnya berat. Senang ada Dini id.
    Setiap anak sudah cerdas dari bayi yang penting selalu interaksi, yang jadi masalah adalah ketika ada intervensi atau pola asuh salah.

    BalasHapus
  23. Duh kasian ya anak anak yang speech delay, bisa berujung sakit jiwa juga ya karena mungkin sebab depresi stress dan tuntutan dari lingkungan yang dia ingin lepaskan.

    Memang perlu mendeteksi dini anak kita ya mbak, apakah dia speech delay atau tidak karena akan memengaruhi kognitifnya juga

    BalasHapus
  24. Wah mantap nih bs cek2 ya...jd kalau ada keterlambatan bisa segera teratasi..

    BalasHapus
  25. Dunia digital mempermudah urusan dan masalah yang dihadapi orang tua dalam tumbuh kembang seorang anak ya mba. Coba aku meluncur ke website dini.id dulu, kepoin buat ponakan

    BalasHapus
  26. Speech delays bisa segera diatasi ya mba.. semoga selalu semangaaat dan sabaar yaaaa

    BalasHapus
  27. Maxi, ponakanku yang di Surabaya, sempat mengalami speech delay ini. Waktu dibawa ke spesialias anak, katanya mesti kurangi nonton televisi lho. Dan sekarang untungnya Maxi udah bagus sih bicaranya

    BalasHapus
  28. Baca ini jadi was2 sama si bungsu. Skrg 13 bulan baru babbling aja dan bilang mama (bukan merujuk ke saya).
    Tp kalo dipanggil namanya dia nengok, kita tanya "namanya" mana dia bisa pegang dirinya. Nama2 keluarganya jg tau.

    Berarti peerku nih buat stimulasi lebih lama. Untung baca tulisan mba Ira, jd ngeh kalau harus ngejar bicaranya anak

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉