2/20/2018

TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA

pic source: pixabay.com

Beberapa waktu lalu beredar sebuah tulisan yang dibuat oleh seorang ibu di facebook tentang ilustrasi pengeluaran dengan total sebesar Rp. 2.500.000,-. Dalam tulisan itu, penghasilan sebesar 2,5juta sudah bisa memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.

Walau tidak sepenuhnya setuju dengan rincian yang ditulis si ibu karena masih ada beberapa pengeluaran wajib seperti biaya listrik, pulsa, transport (uang bensin) yang tidak dimasukan, tapi saya cukup paham maksud beliau menulis status viral tersebut yakni mengajak kita agar pandai mengelola keuangan keluarga dengan sebaik-baiknya.

Yang saya tangkap, yang ditekankan ibu tersebut adalah kita harus cerdas mengelola penghasilan kita agar keuangan keluarga lebih sehat dan terjaga karena sebesar apapun penghasilan bila pengelolaannya tidak baik maka tetap akan terasa kurang dan kebutuhan tidak terpenuhi, sebaliknya bila kita pandai mengelola keuangan maka penghasilan yang "apa adanya" pun pasti bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

2/10/2018

TENTANG KEBINGUNGAN SAYA PADA NAMA ANAK TEMAN YANG MIRIP

Akhir-akhir ini saya dibuat bingung oleh nama anak teman-teman saya juga teman-teman suami. Bagaimana tidak, nama panggilan mereka mirip satu sama lain euy, hanya berbeda satu atau dua huruf saja pada setiap anak.
pic source: pixabay.com

Saya pikir hanya di zaman old saja kita menemukan banyak persamaan nama seperti ini, ternyata di zaman now pun hal ini masih ditemukan.

Saya ingat, saat sekolah dulu tak hanya sekali saya pernah sekelas dengan dua orang yang memiliki nama yang sama. Saya bahkan pernah sekelas dengan tiga orang yang memiliki nama sama, untunglah guru berinisiatif membedakannya dengan menambahkan nama ayah di belakang nama mereka sehingga mereka tak perlu menjawab bersamaan ketika dipanggil.

2/08/2018

KIAT AGAR BISNIS PULSA TIDAK MERUGI



Di era modern ini hampir semua orang sudah memiliki telepon selular (ponsel) alias handphone dalam keseharian mereka. Benda ini memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi karena lebih praktis, ramah di saku sehingga dapat dibawa kemana saja tanpa perlu merasa terbebani oleh wujudnya yang besar dan ribet seperti telepon rumah. 

Namun fungsi handphone tak akan maksimal digunakan untuk berkomunikasi bila tak punya pulsa. Apalah artinya punya ponsel keren tapi pulsanya nol rupiah? Memang sih untuk internetan atau berkomunikasi via media sosial dengan keluarga/teman bisa pakai wifi, tapi walau begitu pulsa masih tetap jadi andalan bagi pengguna ponsel ini. 

Pulsa bisa dikatakan sebagai alat pembayaran atas penggunaan telepon tersebut. Namun mobile payment ini memiliki masa aktif atau masa berlaku sehingga jika masa berlakunya habis atau memasuki masa tenggang maka penggunanya harus mengisi pulsa agar tetap bisa menggunakan ponselnya untuk SMS, telepon atau internetan.

1/25/2018

RUMAH KEDUA

Ada beberapa teman blogger yang saya kenal memiliki lebih dari satu blog dan entah bagaimana caranya mereka sukses mengelola blog-blog yang mereka punya itu. Melihat mereka yang sukses mengelola lebih dari satu blog, diam-diam saya merasa tertarik ingin melakukan hal yang sama.

Mereka aja bisa, masa saya gak bisa? Begitu yang saya pikirkan. Maka pada awal tahun 2017 kemarin keinginan untuk membuat satu blog lagi mulai tumbuh subur di pikiran ini.
pic source: pixabay.com

Tapi berbulan-bulan berlalu rencana hanya menjadi rencana yang tak kunjung terealisasi. Rasa malas rupanya masih lebih besar dan kuat dibanding keinginan yang saya miliki. Jangankan membuat blog baru, semangat nulis saya malah semakin rendah dan berada di level yang sangat memprihatinkan.

1/21/2018

REVIEW; FILM INDIA MOM

film india mom sridevi
pic source: http://indianexpress.com
 
Hampir empat bulan tak ada tulisan tentang film India di blog ini. Padahal setelah nonton Jab Harry Met Sejal beberapa waktu lalu, ada beberapa judul film India lagi yang saya tonton yang rencananya akan saya tulis reviewnya di sini loh.

Tapi rencana tinggalah rencana karena rupanya virus malas masih saja betah bersemayam di diri ini. Rencana untuk mempublish tulisan review film Mom ini pada bulan Desember lalu (niatnya agar momentnya pas dengan hari ibu) tak bisa terealisasi. Padahal tulisannya sudah 50 %, tinggal dilanjutin dan dipoles dikit lagi agar artikelnya layak tayang tapi rasa malas tak bisa dielakkan. Duh penyakit malas memang sangat berbahaya euy :(

Dan tiga bulan lebih adalah waktu yang cukup untuk menyudahi rasa malas menulis review film India yang biasanya selalu hadir di hari minggu. Hari ini saya harus menyelesaikan draft  yang sudah terendap lama ini. Saya harus melanjutkan kembali review film yang berkisah tentang bentuk cinta seorang ibu kepada anaknya ini.