6/08/2016

BELANJA HEMAT DI PASAR TRADISIONAL ALA IRA

pic source: pixabay.com

Hai Gaes, gimana kabarmu hari ini? Semoga sehat selalu yah. Masih pada semangat kan puasa dan ibadahnya? Harus semangat dong, kan baru hari ketiga ^______^

Oh iya, di hari ketiga puasa ini, ngomongin pasar tradisional yuk. Di era modern ini keberadaan pasar tradisional seolah sudah jarang kita temukan yah. Bagi yang tinggal di daerah seperti saya, pasar tradisional mungkin masih mudah ditemukan, tapi akan lain ceritanya sama teman-teman yang tinggal di kota besar yang keberadaan pasar modern (supermarket) sudah lebih mendominasi.

Walau di kota yang saya tinggali saat ini sudah ada supermarket, namun nampaknya masih banyak orang yang lebih suka berbelanja di pasar tradisional. Salah satu contoh orang yang masih suka berbelanja di pasar tradisional adalah saya.

Yup, nggak dapat saya pungkiri bahwa walau untuk keperluan bulanan seperti perlengkapan mandi dan mencuci, makanan instan, kosmetik, skin care dan beberapa benda untuk mendukung penampilan dan hobby saya seperti tas, baju, sepatu, buku dan DVD drama korea masih saya beli lewat supermarket juga online shop terpercaya, namun sampai saat ini saya juga masih tetap suka berbelanja di pasar tradisional.

Memang nggak semua barang bisa didapatkan di pasar tradisional, tapi ada banyak barang yang rasanya lebih nyaman saya dapatkan di pasar tradisional dibandingkan di supermarket. Misalnya saja ikan, sayur, buah, beberapa peralatan rumah tangga seperti ember, loyang, sapu dan beberapa peralatan lainnya. Bahkan ada beberapa kaos dan alas kaki yang saya pakai sehari-hari juga saya beli di pasar tradisional.

Lalu hal apakah gerangan yang menjadi daya tarik hingga membuat saya masih suka berbelanja di pasar tradisional? Salah satu alasannya adalah harga barang yang dijual di pasar tradisional itu masih bisa ditawar jadi jatuhnya lebih murah. Sebagai ibu-ibu irit nan perhitungan, mendapatkan barang dengan harga murah tentu menjadi impian saya, hihihi.

Para pedagang di pasar tradisional biasanya masih mau menurunkan harga barang dagangannya. Sangat berbeda dengan barang dagangan di supermarket yang udah nggak bisa ditawar lagi. Saya sering mendapatkan barang-barang yang dijual di pasar tradisional dengan harga yang sangat murah bila dibandingkan harga di supermarket. Tentu saja saya nggak mendapatkannya dengan mudah. Saya punya beberapa cara untuk berbelanja hemat di pasar tradisional. Berikut beberapa cara yang saya lakukan:

* Ketika pedagang menyebutkan harga barang, jangan langsung membayar tapi lakukan penawaran terlebih dahulu.

Seperti yang saya tuliskan di atas, bahwa bedanya berbelanja di pasar tradisional dengan supermarket adalah di pasar tradisional kita masih bisa menawar harga barang yang dijual. Saat seorang pedagang menyebut harga sebuah barang yang dijualnya, maka yang saya lakukan pertama kali adalah menawar. Saya nggak akan pernah langsung membayar sesuai harga yang pertama kali disebut pedagang.

Biasanya, jika harga yang kita ajukan cocok, pedagang akan langsung melepas barang dagangannya. Namun jangan coba untuk mengajukan penawaran harga yang lebih rendah jika pedagangnya ngotot dengan harga yang ia sebutkan setelah kita menawar pertama kali.

pic source: pixabay.com


* Jadilah pembeli pertama

Cara ini yang sering dilakukan oleh almarhumah bibi saya (kakak mama). Dulu, waktu beliau masih hidup, kami selalu berbelanja pada pagi hari karena ingin mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Beliau berkata “belanjalah pada pagi hari agar mendapatkan harga terbaik, karena biasanya para pedagang akan sangat menghormati pembeli pertama mereka”.

Di daerah saya, ada semacam kepercayaan yang dipegang teguh oleh para pedagang bahwa pembeli pertama akan menjadi “pelaris” yang nantinya akan memanggil pembeli lain untuk berbelanja di tokonya. Jadi mereka akan memberlakukan pembeli pertama dengan istimewa. Sebagian besar pedagang akan melepas barangnya dengan harga minim pada pembeli pertama. Istimewa sekali kan pembeli pertama ini ^_________^


* Bandingkan harga barang antara satu toko dengan toko lainnya

Barang yang dijual di pasar tradisional biasanya agak mirip antara satu dengan yang lainnya. Saat berbelanja biasanya saya selalu membandingkan harga antara satu pedagang dengan pedagang lain. Mengetahui perbedaan harga dari setiap pedagang akan memudahkan kita untuk mendapatkan harga terbaik.


* Tanyakan pada pedagang apakah barang yang sudah dibeli bisa ditukar jika nggak cocok

Ini juga sering saya lakukan. Terutama jika barang yang saya beli itu bukan untuk saya. Misalnya jika membeli barang untuk adik, saya pasti akan menanyakan dan membuat perjanjian dengan penjualnya bahwa barangnya akan saya kembalikan dan ditukar dengan barang lain apabila ukurannya nggak pas pada adik saya, atau saat adik saya nggak suka dengan warna yang saya pilihkan. Dengan membuat perjanjian seperti ini saya merasa lebih tenang dan nggak takut barang yang saya beli menjadi mubazir.

pic source: pixabay.com

Itulah beberapa cara yang saya lakukan untuk berbelanja hemat di pasar tradisional. Apakah kamu juga suka berbelanja di pasar tradisional? Kalau iya, bagaimana cara kamu agar bisa berbelanja hemat?? Bagi tipsnya dong, mungkin saya bisa mengaplikasikannya nanti ^________^


31 comments:

  1. Yang nomer 5 suka kelupaan aku mb ira, tapi klo mau ditukerpun kadang sungkan hihi

    ReplyDelete
  2. Saya kadang kalau mau nawar lihat pedagangnya dulu, mbak Ira. Kalau orangnya kelihatan galak dan sekiranya kalau ditawar jawabannya ngga enak, mending beli di tempat lain aja, hehe

    Tapi kalau menanyakan apakah boleh ditukar atau tidak, sepertinya ngga pernah tuh mbak karena merasa pasti nggak bakal diperbolehkan :)

    Tipsnya oke loh, harus dicoba sekali-kali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayapun sama Mba Anjar :)
      saya malas belanja sama pedagang yang kelihatan galak, apalagi kalo pedagangnya cuek banget sama pembeli, gak bakal dua kali deh saya datangi jualannya :)

      Delete
  3. Bener mbak. Sering dapet harga miring klo jadi pembeli pertama...klo di sini, istilahnya buat penglaris... :-) ntar duit trus dikibasin di barang dagangan sambil bilang..laris...laris...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, sama Mba, disini juga disebutnya pelaris dan duitnya juga dikibasin ke barang dagangannya :)

      Delete
  4. Dari dulu aku jarang ke pasar tradisional, ga pinter nawar ditambah ga tegaan kalo mau nawar ... hehe ... harus belajar dari artikel ini kayaknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya masih suka banget ke pasar tradisional dan masih suka nawar juga Mba soalnya di sini pedagangnya suka naikin harga jadi menawar pasti akan dilakukan oleh semua pembeli :)
      tapi kalo penjualnya nenek-nenek/kakek-kakek, saya juga gak pernah nawar kok :)

      Delete
  5. yang pasti nawar. Tapi saya suka gak tega kalau nawar di pasar tradisional,secara harga sudah jauh di bawah harga minimarket atau supermarket. yah, hitung2 berbagi dan membantu UKM aja ;)

    ReplyDelete
  6. Saya masih tetep ke pasar untuk keperluan dapur, tapi udah hampir nggak pernah nawar lagi. Sesekali masih sih nanyain "ini harganya boleh kurang buk?".

    ReplyDelete
  7. Di sini juga begitu..pembeli pertama tidak boleh gagal membeli, makanya jadi ratu saat menawar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, itulah sebabnya Bibi saya suka banget belanja di pagi hari saat toko-toko baru mulai buka, alasannya satu karena penjual pasti dengan sukarela menjual barangnya dengan harga miring :)

      Delete
  8. Duh, aku agak jarang ke pasar nih...
    Soalnya di komplek aku segala ada siiih bhahaha...
    *bilang aja MALES gitu hehe..*

    Tapi abang2 sayur di komplek rumahku emang udah super lengkap sih, dan terima pesenan via bbm gitu hehehe...canggih bener yah..
    Tapi ya itu, jadinya aku pasrahan aja gak pernah ditawar sih hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua ada di warung Mama Ajeng yah Teh Erry :)

      Delete
  9. Aku belanja di pasar bangsa sayuran, daging & seafood karena masih segar. Kalau di supermarket sayuran seger2 bagus2 tapi mahal. Sedangkan daging & seafood rata2 udah gak bagus tampilannya.

    ReplyDelete
  10. aku jarang skrg ke pasar mbk, di deket rmh soalnya ada warung sembako baru buka. harganya lbh murah dr abang2 sayur.
    tp salut bwtdikau mbk, puasa2 masih smangat ke pasar tradisional, kalok aku mah, paling kagak kuat, lemes, hehehe

    ReplyDelete
  11. Memang istri yang baik deh mbak ira ini, ahi hi hi. Tapi kalau saya mah mbak gak suka belanja dan gak terlalu ribet orangnya, setiap saya beli barang saya tidak pernah nawar langsung saja saya beli.

    ReplyDelete
  12. Emang sih mbak kalo di pasar bisa nawar, tapi kadang aku sungkan nawarnya. Suka kesian lantaran kalo kita beli fastfood atau apa, harga seberapa juga ga pake nawar. Jadi aku asumsiin kalo harga di pasar udah murahlah, ga perlu di tawar. Hehehe

    ReplyDelete
  13. Masih ada Mbak di tempat saya juga pasar tradisional. Cuma saya mah ga tegaan eung kalau nawar. Nyerah deh. Hehe.

    ReplyDelete
  14. Jangan lupa nawar serendah munkin, sampai pedagang nya melotot dan ngelempar bakiak yaaa kak ???/ hahahah

    ReplyDelete
  15. Jangan lupa nawar serendah munkin, sampai pedagang nya melotot dan ngelempar bakiak yaaa kak ???/ hahahah

    ReplyDelete
  16. Wah setuju nih mak kalo pembeli pertama biasanya disebut pelaris dan dikasih harga miring yaaaa. Hehe. Makasi sharingnya Maaaaaak

    ReplyDelete
  17. kalau mamah saya mah bilang kalo mau nawar kasih setengah harga dulu, biasanya begitu mbak

    ReplyDelete
  18. Emang kaadang2 penjual sering bilang klo ada pembeli pertama ketika dia nego, pembelinya bakalan mau. Tapi nggak jarang pembeli pun tetap ngoto mbak hhee
    trus, skalipun brang yg kubli kliru, kadang ya tak biarkan gitu mbak :D

    ReplyDelete
  19. Belanja di pasar radisional bisa menjalin silaturahim dan memperbanyak saudara ya Mbak. Apalagi kalau sdh sering belanja, sering dapat bonusan...hehehe

    ReplyDelete
  20. Aku kangen banget belanja pasar, tp suka ga tega nawar

    ReplyDelete
  21. belanja di pasar tradisional itu seru benget. Kangen aromanya yang khas dan bertemu dengan orang2 bersahaja...salam kenal mbak.

    ReplyDelete
  22. Membandingkan harga barang dan menawar itu yang gak bisa aku lakuin. Lebih suka belanja di toko dengan harga pas. :D

    ReplyDelete
  23. tips nya bagus mbak e, tapi kadang2 harus tega dikit biar bisa dapat murah :)

    ReplyDelete
  24. Seru belanja di pasar traditional. Semua serba murah. Aku gak pernah perhatikan harga mba. Cuma bawa uang sejumlah tertentu. Maksimal belanja segitu. Kalau uang habis ya sudah. Pulang aja hihihi.

    ReplyDelete
  25. Katanya tawar setengah harga, tp saya kadang ndk tega mau tawar dibawah stgh harga. Padahal ada teman yg klo nawar itu rela maah dibawahny lg stgh harga, hihihh.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, Insyaallah saya akan berkunjung balik ^___^

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan otomatis terhapus..