7/22/2016

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Photo: Merck, via AP

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”

Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.

Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga. 

Alasan lain yang menguatkan saya untuk mengikuti keinginan suami adalah karena saat ini  kami juga sedang menjalani long distance marriage. Rasanya saya masih belum siap menjalani kehamilan seorang diri tanpa ditemani suami, apalagi di tiga bulan pertama.

Untuk menunda kehamilan, saya dan suami memutuskan untuk memakai kontrasepsi. Alat kontrasepsi yang kami pilih adalah KB implant tiga tahun atau biasa disebut KB susuk tiga tahun. Setahun yang lalu saya memasangnya untuk yang kedua kali.

Dan sesuai judul, kali ini saya ingin berbagi pengalaman yang saya rasakan setelah memakai KB implant tiga tahun ini. Oh iya, sebelum menceritakan pengalaman saya, saya ingin mengemukakan alasan apa yang mendasari kami akhirnya memilih alat kontrasepsi ini.

Mengapa memilih KB Susuk?

Yah karena kami tidak punya pilihan lain selain KB ini (jawaban apa pula ini!). Ehm, alasan sebenarnya sih karena kami tidak punya pengetahuan apapun tentang dunia per-kontrasepsi-an ini, makanya kami nurut ajah sama semua yang dikatakan ibu mertua.

Dua bulan setelah melahirkan, ibu mertua menyarankan agar saya segera menggunakan alat kontrasepsi. Oleh ibu mertua juga, saya disarankan untuk memakai KB susuk. Alasan mami (panggilan kepada ibu mertua) memilih KB ini adalah agar Wahyu lebih lama merasakan kasih sayang mama papanya dan tidak terganggu oleh kehadiran adik baru. Karena belum tahu apa-apa tentang alat kontrasepsi, saya dan suami akhirnya sepakat untuk menuruti saran ibu mertua.

Sesaat sebelum masa cuti melahirkan saya selesai, saya dan suami segera ke rumah bidan untuk memasang alat kontrasepsi ini. Namun ternyata ibu bidannya tidak langsung menyetujui permintaan kami. Menurut beliau, sebelum memakai KB Susuk, sebaiknya saya mencoba memakai kb suntik 3 bulan terlebih dulu. Beliau baru akan memasang KB susuk apabila saya cocok (dalam artian tidak mengalami banyak keluhan) memakai KB suntik tiga bulan.

Menurut ibu bidan, rata-rata wanita yang cocok memakai KB suntik 3 bulan juga akan cocok memakai KB susuk 3 tahun. Yowis lah, kami manut saja sama yang dikatakan beliau. Dan ternyata saya tidak mengalami keluhan apapun selama tiga bulan memakai KB suntik. Walhasil pemasangan KB implant/susuk tiga tahunpun dilaksanakan. Inilah pengalaman yang saya rasakan setelah dua kali memakai KB Susuk tiga tahun:

Tiga bulan pertama:

Di tiga bulan pertama saya memakai KB implant, reaksi yang saya rasakan adalah biasa saja. Maksud dari kata biasa saja ini adalah saya tidak mengalami sakit kepala, mata berkunang-kunang, mual dan muntah, berjerawat ataupun keluhan lain seperti yang dialami oleh beberapa teman saya yang tidak cocok memakai salah satu jenis alat kontrasepsi. Perasaan saya sama seperti sebelum hamil. Semuanya normal dan baik—baik saja. Hanya ada satu yang berubah yaitu di tiga bulan pertama ini saya tidak mengalami menstruasi.

Bulan keempat hingga masuk tahun pertama:

Di bulan keempat pemakaian saya mulai mengalami menstruasi. Tiga hari pertama darah yang keluar lumayan deras layaknya ketika saya menstruasi pada hari pertama dan kedua sebelum hamil. Di hari keempat dan seterusnya, darah yang keluar semakin sedikit. Namun berbeda dengan menstruasi saya sebelum hamil, menstruasi saya kali itu lebih lama. Darah masih tetap keluar bahkan setelah tujuh hari. Padahal sebelum hamil saya tidak pernah menstruasi lebih dari tujuh hari.

Mulai bulan keempat hingga satu tahun pertama saya mengalami waktu menstruasi yang sangat lama (saya bahkan pernah haid sampai tiga bulan lamanya *______*). Memang sih, darah yang keluar tidak banyak, kadang hanya berupa bercak tapi kan tetap mengganggu, terlebih saat ingin melakukan ibadah shalat. Saat itu saya sempat takut terjadi apa-apa di dalam tubuh saya, tapi penjelasan ibu bidan membuat saya tenang. Menurut ibu bidan itu adalah hal yang wajar. Saya diminta bersabar karena itu adalah reaksi yang wajar bagi pengguna KB susuk.

Tahun pertama hingga tahun ketiga:

Drama "panjangnya waktu menstruasi" akhirnya happy ending. Memasuki usia satu tahun memakai KB ini akhirnya lama menstruasi saya kembali normal yaitu lima hari. Jadwal menstruasi saya pun menjadi teratur. Bila sebelum hamil jadwal menstruasi saya tidak tentu kapan datangnya (dalam sebulan kadang saya tidak mengalami menstruasi), setelah setahun menggunakan KB susuk jadwal menstruasi saya menjadi teratur. Setiap bulan saya pasti mengalami menstruasi dengan siklus 28 hari.

Berat badan saya saat menggunakan alat kontrasepsi ini pun tidak mengalami perubahan berarti, hanya bertambah beberapa kilo saja yang membuat berat badan saya menjadi "sedikit" proporsional (BB sebelum hamil 41 kg, setelah pake KB naik menjadi 47 kg dengan tinggi badan 157 cm). Saya juga tidak pernah mengeluhkan wajah yang berjerawat, mata berkunang-kunang, sakit kepala yang berkepanjangan ataupun nafsu makan yang berkurang/bertambah. Memakai KB ini tidak banyak merubah fisik saya (selain berat badan yang bertambah 5 kg itu). Dan karena itulah saya merasa nyaman-nyaman saja memakai jenis kontrasepsi ini.

Setelah pemasangan yang kedua kalinya

Karena kami belum berencana untuk memiliki anak lagi, setahun yang lalu akhirnya kami memutuskan untuk memakai kembali alat kontrasepsi ini untuk yang kedua kalinya (setelah implant yang sebelumnya dibuka). Lalu apakah yang saya rasakan? Rasanya sih biasa saja, masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Hanya saja, terhitung sejak dua bulan yang lalu jadwal menstruasi saya mulai tidak teratur lagi. Sejak dua bulan yang lalu sampai saat ini saya belum mengalami menstruasi lagi *______*

Kelebihan/kekurangan KB Implant/Susuk 3 tahun

Setelah dua kali menggunakan alat kontrasepsi ini saya merasakan beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan:

(+) Praktis. Satu kali pemasangan dapat mencegah kehamilan hingga 3 tahun.
(+) Efektif sehingga saya lebih tenang dan tidak khawatir akan terjadinya kehamilan.
(+) Tidak mengganggu hubungan suami istri.
(+) Karena dipasang di lengan, jadi saya tidak perlu merasa malu saat pemasangannya. Sangat berbeda dengan saat saya memakai KB suntik 3 bulan (fyi, saya orangnya pemalu loh, hihihi)
(+) Murah. Saya memasangnya gratis karena alat kontrasepsinya diberikan oleh mertua sedangkan bidan yang membantu memasangkan alatnya juga teman mertua. 
(-) Waktu menstruasi menjadi lebih lama (awal pemakaian pertama) atau tidak menstruasi sama sekali (pemakaian kedua).

Itulah kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan setelah memakai KB implant/susuk 3 tahun. Karena merasa lebih banyak kelebihannya, jujur saja saya merasa nyaman memakai alat kontrasepsi jenis ini. Oh iya, buat kamu yang ingin memakai kontrasepsi ini ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, di antaranya:
  • Setelah memakai KB susuk, hendaknya jangan mengangkat beban yang berat-berat menggunakan tangan yang dipasangi alat kontrasepsi ini. Ada beberapa kasus yang terjadi, susuknya bergeser atau berpindah karena sering mengangkat beban berat (terjadi pada beberapa wanita yang sering mengangkat beban berat).
  • Tidak dianjurkan bagi wanita dengan riwayat kanker payudara, diabetes melitus dan darah tinggi.
  • KB ini dipasang di bawah lengan jadi tidak dapat melindungi pemakainya dari PMS.
  • KB ini mungkin sedikit menakutkan bagi wanita yang takut jarum suntik. Saran saya, saat akan memasang KB ini, tutup mata dan rilekskan pikiran kamu dengan mendengar musik. Atau bisa juga berbincang-bincanglah dengan bidan/atau dokternya. Pemasangannya tidak lama kok ^_____^

Itulah pengalaman yang bisa saya bagikan setelah memakai KB susuk/implant tiga tahun, juga kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan setelah memakainya. Semoga artikel ini bermanfaat ^____________^

37 comments:

  1. Kalo aku mensnya sblm hamil memang ga teratur, jd aku menghindari kontrasepsi hormon semacam susuk, suntik dan pil. Mungkin aku mempertimbangkan spiral :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sebelum hamil mensnya gak teratur Mba Ratu. karena belum pengalaman menggunakan KB jadinya kemarin nurut ajah sama saran mertua :)

      Delete
  2. Saya nggak pakai KB mba, alat kontrasepsiya hanya kondom aja. Ga berani kb, ga tau kenapa suami juga nggak setuju saya KB. Alhamdulillah 3 tahun belum isi juga :D sama nih kayak mba saya blom siap punya anak lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum berani lepas KB Mba, kecuali sudah siap hamil lagi baru deh lepas :)

      Delete
  3. Kalau kami masih pakai cara alami atau kondom, belum berani suntik, pasang susuk apalagi IUD. Makasih sharingnya Mbak.

    ReplyDelete
  4. Saya pake IUD, alhamdulillah aman-aman saja... ga berani pakai KB hormon hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya justru takut pake IUD Mba, ngeri membayangkan pemasangannya, hehe

      Delete
  5. Enak mbak..nggak gitu ngaruh ke BB..
    Aku pernah pke hormonal, pil mb. BB jadi naik..trus ngantukan klo malem. Sekarang yang KB suami aja..😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejak dulu BB saya memang susah banget naiknya Mba Sulis, walau makan sebanyak apapun BB saya tetap-tetap saja

      Delete
  6. Saya pakai KB suntik 3 bln dan gak dpt menstruasi. Sebenarnya tkut jg sih mbak kalau gak dpt menstruasi terus menerus, tapi saya jg takut kalau kebablasa. Anak masih usia 11 bln. Kayak mbak jg saa gak mau promil dulu, tggu anak gedean dikit. Kalau implant prnh dgr tp blm ada yg nyaranin. Kalau pake IUD suami masih ragu. Jadinya skrg masih pake suntik 3 bln smbil mkir alternatif mau ganti ke kb lain apa. Pusing jg sih mbak. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. perkara memilih KB ini memang cocok-cocokan Mba, tapi kalo IUD saya memang gak berani, ngeri sama cara pasangnya.

      Delete
  7. saya belum pernah nyobain kb susuk jadi baru tau plus minusnya dari artikel ini. Makasih ya mbaa...

    ReplyDelete
  8. saya belum nikah jadi ga tau,makasih ilmunya

    ReplyDelete
  9. Mb ir..ini penting banget buat pengetahuanku ke depan, simpan bukmark duluuu

    ReplyDelete
  10. serem mbak. hehe...

    saya lagi ga KB sekarang. sebelumnya pakai IUD 5 tahun. habis masanya, copot. dapat adik lagi tapi keguguran. sekarang belum ingin pakai lagi tapi ya main yang aman aja. hehe...

    ReplyDelete
  11. aku buta tentang ini karena ga kabe.. cuma masih bingung enak yang mana

    ReplyDelete
  12. Jadi ngerti tentang KB susuk sekarang. Sebelumnya cuma denger cerita yg (kebanyakan) serem soal jenis KB ini. Mayoritas bilang susuknya raib. Aku sendiri selama ini KB alamiah, jarak umur anak pertama dan kedua tujuh tahun *kejauhan yah

    ReplyDelete
  13. serem juga efek sampingnya ya, sampai tdk haid berbulan2. Tapi kalo bicara soal KB, saya paling serem sama efek samping bikin gemuknya :p

    ReplyDelete
  14. Ibuku pake suntik...mens jd ga teratur

    ReplyDelete
  15. Sakit ga mba wkt dipasang? Takuut. Saya pake pil resikonya suka lupa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak sakit Mba, kan disuntik anestesi dulu :)

      Delete
  16. Saya ngga beraniii....apalagi liat jarum. Haha. Kebayang susuknya gerak-gerak ga sih...?

    ReplyDelete
  17. BB Mbak Ira cuma 47? Wah itu mah langsing banget dengan TB 157. Memang kebanyakan KB katanya suka membuat penggunanya jadi bengkak tapi kalau dari cerita Mbak Ira hanya naik sedikit KB susuk pantas dipertimbangkan, tapi saya sendiri masih pakai KB alami mbak. Hahaha. Entah kenapa jarum terlihat sangat menakutkan sekarang ini #alasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, saya memang langsing Mba Rani :)

      Delete
  18. yang bagus dan baik yang mana ya mbak?

    ReplyDelete
  19. Aku pakemya IUD Spiral, itu juga karena saram mama dan mama mertua, yang kebetulan pake spiral juga. Hihi. Aku malah ngeri kalo ditanem-tanem gini Mak, (Padahal lebih serem pasang IUD yaaa. Weheheheheee) Alhamdulillah kali IUD ngga ganggu mens sama sekali sih, kalo soal hubungan suami istri, cuma 3 kali keluhan suami, itupun kayanya si suami yang parno. Wehehehe. Makasi sharingnya ya Maaaaak :D

    ReplyDelete
  20. hiyaaa, kita terbaliknya yah Kak.. Suami malah yg sudah ngebet pengen Faraz punya adik lagi, sayanya yg masih maju mundur syantiiikk.. *kebanyakan mundurnya siih*

    duuuh tapi Suami ndk mau saya KB, padahal sebenarnya ingin :|

    ReplyDelete
  21. Waduh, masalah kontrasepsi ini memang kompleks ya mba..aku masih bingung euy harus pake apa. Ngeri2 gimana gt kalo bayangin sakitnya. Hehe

    ReplyDelete
  22. Waduh cara pasangnya gitu ya mbak Ira, harus punya nyali juga nih. Saya paling takut jarum suntik soalnya :)

    Saya KB nya alami saja. Semoga sukses KBnya dan program kehamilan selanjutnya ya mbak :)

    ReplyDelete
  23. huwa aku cuma pernah pake kb suntuk aja, itupun cuma 2 kali aja habis itu gak pakai KB, tapi sampai sekarang belum hamil juga anak ke dua :D

    ReplyDelete
  24. Iparku juga pake susuk Mbak. Ada plus minusnya yaaa. Meskipun belum menikah, tapi buat referensi. Nice sharing Mbak Ira :)

    ReplyDelete
  25. Aku jadi ngeri tapi pengen nyoba kok ya enak ya hihi...cuma aku lagi LDM tanpa ART, Mbk biasa angkat beban berat, kayaknya gak cocol buat aku deh hiiks

    ReplyDelete
  26. tapi kalau tdk menstruasi terlalu lama , apa tdk terlalu berbahaya tu mbak ???

    ReplyDelete
  27. saya akan pakai nanti.

    terima kasih ilmunya

    ReplyDelete
  28. Saya juga pakai implan 3th. 6bln pertama sejak KB tidak menstruasi. Bulan ke 7 mens lbh byk dari sebelum KB sampai setahun. Masuk tahun kedua men's lamaa, paling cepet 2mminggu. Skrg masuk di tahun ke 3, mesntruasi sebulan penuh, sdikit2 kadang bercak saja. Sempat panik takut knapa2 dan baru akan konsul k dokter lg dlm waktu terdekat.......

    ReplyDelete
  29. nanti aku kasih saran sama istri ku pakai susuk aja....:)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, Insyaallah saya akan berkunjung balik ^___^

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan otomatis terhapus..