5/11/2017

PINDAH RUMAH ((LAGI))

pic source: pixabay.com

Haai gaes, apa kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja yaa. Oh iyaa, kegiatan apa yang kamu lakukan untuk mengisi hari libur ini? Tentu kegiatan yang menyenangkan dong yaa :)

Kegiatan saya sepanjang hari ini hanya beristirahat saja karena dua hari terakhir saya terserang sakit komplikasi (demam, flu, batuk dan sakit kepala). Setelah beristirahat seharian, Alhamdulillah kondisi saya mulai bugar lagi :)

Dan mungkin karena sepanjang hari udah diisi dengan istirahat alias tidur-tiduran sepanjang hari, jadinya walau udah jam segini mata saya belum ngantuk juga. Maka dari pada bengong, mendingan nulis aja deh biar ada tambahan artikel yang terpublish di blog ini. Kasian banget udah tanggal segini baru satu artikel yang terpublish :(

Kali ini saya akan bercerita tentang kepindahan kami (lagi). Yup, seminggu yang lalu saya dan adik pindah rumah lagi untuk kesekian kalinya. Padahal baru bulan desember lalu kami pindah kosan loh, dan sekarang udah pindah lagi? Hmmm, pindah rumah kok dijadiin hobby sih Mbak? Ckckck!

Baca Juga: Rumah Kost Baru & Luka di Kaki Mama

Insyaallah setelah ini gak akan pindah-pindah lagi kok (doain semoga kepindahan selanjutnya udah pindah ke rumah sendiri yaa, aamin aamin yaa Allah). Rumah yang kami tinggali ini adalah rumah dinas yang disediakan oleh kantor adik saya.

Kebetulan adik saya bekerja sebagai abdi negara pada salah satu kementerian dan pegawainya diberi fasilitas rumah dinas. Alhamdulillah ada dua rumah yang kosong dan adik saya mendapat salah satunya.

Maka pada hari kamis yang lalu, pukul tujuh pagi kami resmi memasuki rumah ini. Iseng-iseng saya menghitung jumlah rumah yang pernah saya tinggali sejak hari pertama bekerja di kantor tempat saya bekerja kini (awal saya bekerja adalah bulan Juni 2010), dan ini adalah rumah ketujuh yang saya tinggali. Wow, lumayan banyak juga yaa ternyata, LOL

Setelah bertahun-tahun ngekost dan menyandang status "anak kost", kini saya dan adik resmi melepas status tersebut. Yeay senangnya! Norak? Biarin! hahaha :D

Tapi ada satu hal yang membuat kami terkejut. Hal apakah gerangan? Ternyata biaya yang dikeluarkan saat pindah rumah itu lumayan besar juga yaa? Saat menyadari ini saya kaget banget loh.

Bila biasanya saya tidak pernah ngeluarin uang banyak saat pindah kost, kali ini tabungan terkuras cukup dalam saat pindah rumah. Yup, banyak biaya yang harus kami keluarkan untuk merenovasi dan mempercantik hunian baru ini. Terlebih rumah yang kami tinggali ini bukanlah rumah yang baru selesai dibangun melainkan rumah yang sudah pernah ditinggali orang lain sebelumnya.

Ada beberapa bagian yang kami perbaiki. Belum lagi banyak perabotan baru yang harus dibeli agar rumah tidak terlihat kosong. Dan setelah dihitung, jumlah biaya-biaya tersebut cukup membelalakkan mata bahkan setelah kami bagi dua.

Namun walau sempat sedih melihat isi tabungan, tapi saya bahagia setelah tinggal di rumah ini. Setelah seminggu tinggal di sini, banyak hal positif yang saya rasakan, salah satunya adalah hidup saya menjadi lebih teratur.

Hal lainnya yang membuat saya nyaman adalah jarak kantor saya dan rumah ini terbilang dekat, hanya berjarak puluhan meter saja jadi saya bisa jalan kaki saat pergi dan pulang kantor. Fyi, saya tidak pandai mengendarai sepeda motor jadi gak punya sepeda motor untuk dipakai ke kantor. Kalau ke kantor atau jalan ke mana pun biasanya diantar suami (kalau sedang bersama suami) atau adik.

Baca Juga: Saya Ibu Bekerja yang Tinggal Berjauhan Dengan Anak & Suami

Setidaknya ada dua hal yang bisa saya dapatkan dari berjalan kaki, selain sehat (jalan kaki tentu lebih sehat dong yaa, hihihi), saya juga bisa menghemat biaya transportasi. Asyik, uang transportnya bisa dipake buat beli baju nih di online shop #eh ditabung deh *jiwa emak-emak iritnya mulai keluar nih* LOL

Alhamdulillah, mulai bulan ini saya dan adik tak perlu pusing lagi memikirkan uang kost yang selalu rutin kami keluarkan setiap bulan. Uang tersebut bisa kami tabung atau dipakai untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

Adakah di antara kamu yang juga pernah berpindah-pindah tempat tinggal seperti saya gaes? Ataukah hanya saya seorang yang merasakan hal seperti ini?


13 comments:

  1. Uhuuuuyy, selamat tinggal di rumah barunya Kak.
    Anyway, bakalan rajin masak toh klo sdh ada rumah, biar lebih irit dan sehat lagi Kak #ehh 😀

    ReplyDelete
  2. alhamdulilah rezeki tak terduga y mba biaya kostnya bisa dialokasi buat tabungan deh atau buat yang lain. semoga betah dan sehat selalu mba :)

    ReplyDelete
  3. Waa..asyik dong mb...rumah dinas. Meski statusnya rmh dinas adik..tapi kan mb ira jadi deket ngantornya☺☺
    Aku blm pernah pindah2.. Kuliah, ikut ortu..lepas pas KKN doang, 2 bulan. Kerja..ikut ortu lagi wong deket. Nikah..ikut suami. Resign gara2 jauh dr kntr. Mo pindah nyari rumah yang deket (ex) kantorku..giliran suami yang nantinya jadi jauh.
    Nggak punya pengalaman aku mb..

    ReplyDelete
  4. Pindah rumah lagi, Mbak? :D Jadi pengen, aku masih stay di sini saja. Pengen suasana baru. :D

    ReplyDelete
  5. wah asik dunk deket dengan kantor dan pastinya lebih nyaman ya...

    7 kali banyak juga ya ,,,

    ReplyDelete
  6. Pengalaman pindah rumah tuh sesuatu menurutku. :D

    ReplyDelete
  7. saya baru, pindah rumah baru satu kali, dan rasanya harus menyesuaikan semuainya, mulai dari lingkungan dan masyarakatnya

    ReplyDelete
  8. Aduh, aku tak sanggup kudu pindah 7 kali.. pindah sekali aja pusing packing-angkut2-bongkar barangnya. Semoga betah mbak di tempat barunya :)

    ReplyDelete
  9. Aku nikah 10 tahun udah 8 kali pindah rumah 😂, Semoga tahun ini Punya rumah sendiri,dan gak pindah pindah lagi

    ReplyDelete
  10. Capeeek mba, kalo pindah beberapa kali. Tapi kalo kondisinya begitu ya mau gimana lagi. Aku pindah sekali waktu nempati rumah kedua ini.

    ReplyDelete
  11. Selamat menempati rumah baru ya mbk iraaaa
    Aku baru dua kalian pindah2 rumah, rencananya thn ini jg mau pindah lagi,

    ReplyDelete
  12. Yeayy.. bebas dari gelar anak kost!
    Saya termasuk yang kurang suka pindah-pindah, Alhamdulillah waktu jadi anak kost dulu selalu dpat tempat yang nyaman, pernah sih sekali pindah waktu di raha, tapi itu karena rumahnya mau di renovasi, pindahnya berjamaah, tinggalnya bareng-bareng lagi.. hehe

    ReplyDelete
  13. Sejak kecil saya dan keluarga adalah kontraktor mbak Ira, alias kontrak sana kontrak sini, karena orng tua nggak punya rumah :)

    Saya pernah merasa down ketika lulus SD harus pindah ke Banyumanik yang jauh dari rumah kontrakan lama, karena sudah cocok sekali dengan teman-teman lama. Saya sempat sedih karena harus penyesuaian lagi dengan teman-teman baru. Tapi syukurlah setelah itu meskipun sempat pindah kontrakan lagi tapi nggak jauh jadi nggak harus penyesuaian lagi.

    Alhamdulillah sekarang sudah ambil KPR meskipun belum lunas, dan orang tua tinggal bersama keluarga kecil kami :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.