Langsung ke konten utama

GUNDAH GULANA TERKAIT PIL PCC YANG BEREDAR DI KENDARI

Yuhuuii, udah tanggal 20 aja nih, itu berarti saatnya saya dan teman-teman SBT menulis dengan tema serupa. Lalu tema apa yang kami angkat bulan ini?

Berhubung belum lama ini Sulawesi Tenggara, khususnya kota Kendari digemparkan oleh sebuah berita menakutkan terkait banyaknya korban yang berjatuhan karena mengonsumsi pil PCC, jadilah kami sepakat untuk membahas jeng jeng jeng "Narkoba".

Ngeri-ngeri sedap yaa temanya? Hihihi *NgikikTakut*. Kalo boleh jujur, sebenarnya saya agak ngeri dan khawatir membahas masalah narkoba ini loh. Entah mengapa, menyebut namanya saja bulu kuduk ini rasanya mulai berdiri. Saya merinding ketakutan membayangkan banyak orang yang  menjadi mabok dan tak waras otaknya setelah mengonsumsi barang ini.

pic source: pixabay.com

Oh iya, boleh baca tulisan sahabat-sahabat saya di sini:

Diah
Mba Indri

Saya yang selama ini hanya melihat berita tentang keganasan narkoba melalui tayangan televisi, tiba-tiba dikagetkan oleh sebuah berita bahwa benda haram itu sudah sangat dekat dengan tempat tinggal kami.

Saya yang saat itu kebetulan sedang berada di Kendari yang mana menjadi tempat berjatuhannya para korban yang diberitakan sudah menyerupai zombie, sangat shock membaca berita yang dibagikan oleh banyak teman di facebook, BBM juga di beberapa WAG tempat saya bergabung.

Baca Juga: Waspada Penipuan via Aplikasi BBM

Membaca berita yang dibagikan itu membuat saya semakin paranoid. Membayangkan perasaan para orang tua yang anaknya semula baik-baik saja tiba-tiba berubah menjadi seperti orang kerasukan setan membuat saya sedih.

Bagaimana tidak, anak yang sangat disayangi tiba-tiba harus bersikap seolah tidak mengenali orang tuanya lagi karena pengaruh buruk barang laknat itu :(

Entah siapa yang tega menyebarkan pil haram itu. Entah apa yang ada di pikiran pelaku hingga ia tega membuat tunas-tunas bangsa menjadi layu sebelum berkembang. Kejam banget dia :(

Tidak kah ia berpikir bagaimana bila anaknya yang menjadi salah satu korban akibat perbuatannya? Bagaimana perasaannya ketika melihat anak yang sangat disayanginya tiba-tiba menjadi seperti zombie yang tidak mengenalinya lagi?

ribuan pil PCC yang diamankan oleh polsek Mandonga, Kendari. Yang membuat miris, pemilik barang ini adalah seorang ibu rumah tangga :(
pic source: FB Irwan Qiar

Dan hal yang paling membuat saya semakin gundah adalah ternyata penyebaran pil PCC ini sudah sampai di Bau-Bau. Ya Allah, hanya kepadamu aku berlindung dan meminta, jagalah anakku agar tak pernah bertemu barang menakutkan ini. Amiin..

Semakin hari peredaran narkoba memang sudah semakin menghawatirkan. Jenisnya pun semakin banyak dari waktu ke waktu. Bila dulunya kita hanya mengenal jenis narkoba seperti ganja, ekstasi, heroin dan kawan-kawannya, sekarang banyak jenis narkoba baru yang namanya masih asing di telinga.

Belum lagi ada narkoba yang dengan sengaja dibuat menyerupai permen. Ini jelas banget targetnya untuk anak-anak. Sebagai seorang ibu yang memiliki anak yang sangat suka mengonsumsi permen apa saja, kekhawatiran saya mencapai puncaknya.

Bagaimana bila anak saya secara tidak sengaja mengonsumsi permen yang ternyata adalah barang haram itu? Huhuhu membayangkannya saja saya sudah tak sanggup :(

Yang bisa saya lakukan adalah membatasinya jajan. Memantau gerak geriknya juga mengawasi siapa saja yang berinteraksi dengannya. Menasehatinya agar tidak menerima apapun yang diberikan oleh orang asing. Dan yang paling utama adalah tentu saja memohon perlindungan dariNya agar selalu menjaga setiap langkah anakku sekarang hingga dewasa nanti.

Harapan saya semoga kita, anak-anak kita juga orang-orang yang kita cintai dihindarkan dari barang haram ini. Semoga kita semua dikuatkan hatinya untuk tidak tergerak mencobanya. Dan yang paling penting, semoga para pelaku baik pengedar maupun bandar narkoba diberi hukuman yang seberat-beratnya. Amiin

*Disclaimer: maafkan karena postingan ini hanya berisi kesedihan, kekhawatiran dan kegundahan saya saja terkait peredaran narkotika di sekeliling kita. Sebagai orang tua saya sedih banget mendengar dan menyaksikan banyak generasi muda yang hidupnya hancur karena barang haram ini*

Komentar

  1. ud separah itukah penyalah gunaan barang itu mbak?
    semoga tunas tunas bangsa dari sabang sampai merauke tidak terperosok oleh obat-obat yang merusak ini,

    BalasHapus
  2. UH iya kak, bikin khawatir sekali ini pil PCC. gemes sama yang jadi tersangka pembuatnyaa.. tega2nya racuni adek-adek sekolah :(

    BalasHapus
  3. Haduh, saya juga prihatin mba .-. generasi penerus bangsa jadi incaran supaya mereka terjerumus mengonsumsi hal haram itu.. apalagi kalau udah anak-anak dan dia gak tau apa-apa, tapi karena dalih permen dikonsumsi juga.. paraaah

    BalasHapus
  4. Wadaw... serem banget. Kirain modus2 begini rame di 90an aja. Ternyata masih loh ya :(

    BalasHapus
  5. Iya ini sangat mengerikan ya mbak. Saya yang punya anak perempuan remaja juga sangat khawatir dan selalu mewanti-wanti jangan mau kalau diberi sesuatu dari orang yang tidak dikenal, apapun jenisnya.

    Di BC Sosmed juga berseliweran informasi tersebut yang semakin membuat bingung dan parno. Yang penting kita berikan pengertian kepada anak-anak dan kontrol siapa saja temannya ya mbak.

    Semoga generasi muda Indonesia semakin cerdas sehingga terhindar dari pengaruh barang haram tersebut, aamiin..

    BalasHapus
  6. orang tua hrs super ketat menjaga anak ya mbak
    takutnya dr pihak luar yg memancing

    BalasHapus
  7. Betul Kak, ngeri deeehh. Takut klo anak kecil kita itu tergiur dgn yg dikiranya permen padahal barang yg biada* yg tidak semestinya mereka kenal, fufufuhh.

    Kendari jd tiba2 terkenal, tp sayangnya bukan krna prestasi positif melainkan kegagalan, huhuhuh

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.