Langsung ke konten utama

RASA MANIS ASAM ASIN, KREASIKAN MASAKAN PAKAI SASA SANTAN KELAPA


Olahan dalam bentuk santan biasanya menggunakan kelapa segar dari pohonnya. Tapi ternyata sekarang ada cara praktis untuk membuatnya loh, yaitu pakai Sasa Santan Kelapa dalam kemasan cair yang akan menambah rasa masakan menjadi lebih gurih dan waktu yang digunakan pun akan lebih efektif.

Ada banyak sekali masakan yang menjadi andalan masakan Indonesia entah itu yang manis-manis, asin bahkan yang asam sekalipun. Hal ini tentu membuat peran santan menjadi vital.

Nah, berikut beberapa jenis masakan bersantan yang pas untuk dipadukan dengan santan cair dari Sasa ini:
 
# Serba Serbi Kue dan Minuman yang Manis-Manis 
Masakan yang bisa dikreasikan pakai santan biasanya hidangan kue basah dan minuman. Kue manis pakai santan akan menambah cita rasa gurih. Mulai dari kue putuh ayu sampai dawet ayu, semuanya diolah dalam menu hidangan pakai santan. Namun, biasanya orang yang sedang menjalankan program diet takut banget dengan makanan manis.

Apa lagi kalau makanannya dipadukan dengan santan kelapa. Mereka menganggap bahwa santan dapat menambah berat badan. Anggapannya kalau makanan yang bersantan akan menimbun lemak jenuh dan membuat badan tidak sehat. Padahal lemak jenuh pada santan ialah trigleserida rantai sedang yang membantu metabolisme tubuh dimana justru akan membantu tubuh dalam mendapatkan asupan lemak sehat. 

# Garang Asem Masakan Wong Solo 
Biasanya masakan asem diolah dari kuah segar tanpa menggunakan santan. Tapi, bagi orang Solo, garang asem diolah dengan mencampurkan santan. Garang asem adalah makanan tradisional dengan kuah kental bercampur dengan telur. Bumbunya sederhana, ditambah ayam dan bahan-bahan tradisional lain demi menambah cita rasa nusantara yang khas Indonesia. 

Takaran santan yang digunakan adalah sekitar 400 ml. Kalau pakai Sasa Santan Kelapa, acara membuat garang asemnya bisa lebih praktis soalnya santan ini sudah matang dan siap pakai. Tidak pakai repot untuk menyiapkan masakan nusantara dari Solo ini. Rasa asam dari belimbingnya berpadu dengan gurihnya santan, jadi semakin nikmat untuk dihidangkan. Selain itu, santan kemasan Sasa juga dijual dalam berbagai takaran. 

# Ikan Asin Peda Kuah Santan 
Selain makanan manis dan asam, makanan asin juga bisa berkolaborasi dengan santan. Ikan asin ditambah santan dan pucuk daun singkong akan membangkitkan selera makan siang Anda. Perpaduan rasa asin dan santan asli akan menambah masakan semakin gurih. Cara membuatnya yang sederhana sangat pas jika menggunakan santan cair dalam kemasan. Makin bergizi dan sehat.

Pedas dan gurihnya akan memperkaya rasa pada masakan ini. Alasan lain kenapa santan kemasan baik digunakan adalah karena aroma dan rasanyanya sesegar kelapa asli yang langsung diperas. Jadi, ikan peda tetap pada cita rasa khasnya dan semakin lezat untuk disantap panas-panas.

Santan cair ini, bisa menjadi andalan untuk dicoba dengan beragam masakan yang manis-manis, asin ataupun asam. Cocok untuk masakan apa saja, karena salah satu kelebihannya serbaguna untuk semua jenis masakan, makanan dan minuman. Selain itu, santan kemasan ini juga dijamin bebas dari bahan pengawet jahat yang mengancam kesehatan.

Anda pun bisa bikin kreasi masakan tanpa takut gemuk. Tetap bisa menyantap makanan bersantan dengan berbagai macam rasa dengan campuran kelapa murni yang tidak sembarangan. Semoga Anda tidak bosan ya untuk mencoba berkreasi dengan masakan santan ini di rumah. Oleh karena itu, selalu gunakan Sasa Santan, Aslinya Santan.

Komentar

  1. Santan instan memang praktis ya mbak Ira, kita bisa simpan dan sewaktu-waktu butuh tinggal buka bungkusnya langsung bisa diolah. Kalau yang merk sasa saya baru tahu akhir-akhir ini saja mbak. Boleh dicoba nih buat masakan sehari-hari dan persediaan di dapur :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.