Skip to main content

4 HAL TERLARANG BAGI WAHYU SAAT BERMAIN BERSAMA TEMAN-TEMANNYA DI LUAR RUMAH

Tanggal 24 November kemarin anak saya; Wahyu, genap berusia enam tahun. Ahhh, rasanya waktu cepat banget berlalunya, tahu-tahu bayi yang dulu saya timang-timang itu kini telah bertumbuh menjadi anak yang cerdas dan periang.

Wahyu yang kini berusia enam tahun itu sudah semakin pandai mengemukakan pendapatnya sendiri. Ia tak akan pernah mau lagi melakukan sesuatu yang tidak ia sukai walau diiming-imingi hal menyenangkan. Penolakannya terhadap sesuatu juga sudah disertai sebuah alasan.

Selain itu ia semakin pandai bernegosiasi. Ia juga tak ragu melakukan sesuatu yang ingin dilakukannya walau akibat perbuatannya itu kami kadang dibuat kalang kabut. Seperti kemarin, tanpa kami ketahui, tiba-tiba ia mengundang seluruh teman sekelasnya datang ke rumah untuk makan-makan. Kami jelas kaget karena di rumah tak ada persiapan apa-apa. Ahhh, anak saya sudah besar dan sudah pandai mengambil keputusan sendiri rupanya. #Terharu

Wahyu; 6 tahun

Wahyu tergolong anak yang senang melakukan aktivitas fisik bersama teman-temannya. Bila sedang asyik bermain, ia tak akan peduli pada hal lain bahkan saat dipanggil oleh saya sekali pun.

Pernah di suatu waktu ia rela ditinggal pergi oleh saya dan papanya padahal saat itu kami hendak berkunjung ke rumah mama saya. Fyi, ia biasanya selalu semangat saat diajak ke rumah omanya. Demi apa coba ia rela melakukan semua itu? Yaa demi agar tidak diganggu waktu mainnya sama "geng-nya", ckckck!

Baca Juga: 5 Kegiatan yang Saya Lakukan Bersama Wahyu di Akhir Pekan 

Ia senang banget ngumpul bareng teman-temannya, entah dia yang datang nyamperin temannya di rumah mereka untuk bermain bareng di sana atau teman-temannya yang datang ke rumah kami dan mengajak Wahyu main bersama.

Alhamdulillah di lingkungan rumah kami ada banyak anak-anak yang sebaya dengannya. Bila sudah bertemu, beragam permainan mereka mainkan mulai dari nonton bareng tayangan upin ipin dan boboy boy di laptop, main mobil-mobilan dan robot-robotan di dalam rumah hingga melakukan permainan fisik di luar rumah.

Bahagia banget rasanya melihat canda tawa dan keakraban mereka. Wajah-wajah polos nan ceria itu sukses menghangatkan hati ketika menyaksikannya. Namun walau begitu, ada saatnya saya melarang Wahyu ikut bermain bersama teman-temannya jika saat bermain berpotensi menimbulkan hal kurang menyenangkan atau sesuatu yang berbahaya bagi kesehatannya.

Hal-hal apa sajakah itu? Berikut ini empat hal terlarang yang tidak boleh dilakukan Wahyu ketika hendak bermain bersama teman-temannya: 

# Tidak boleh bermain di pinggir laut 
Rumah kami sangat dekat dengan laut, jaraknya hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Tak jarang, di minggu sore saya dan Wahyu berjalan menyusuri pantai dan bermain pasir sambil menikmati terbenamnya matahari.

Meski kami sering melakukan hal ini namun saya tetap melarang keras Wahyu bermain bersama teman-temannya di pinggir laut. Saya takut mereka keasyikan main dan tanpa sadar masuk ke laut, apalagi mereka masih kecil dan tidak pandai berenang. Ihhh, membayangkannya saja saya sudah bergidik ngeri.

So, demi keselamatan jiwanya, saya katakan padanya agar jangan bermain di pantai. Ia pernah bertanya, mengapa tidak boleh main ke pantai bersama teman-temannya? Saya jawab karena mereka masih kecil dan tidak pandai berenang. Kalau tidak pandai berenang nanti bisa tenggelam. Mendengar jawaban yang saya berikan ia manggut-manggut, "tapi kalau sama mama dan papa, Wahyu boleh kok main di pantai" lanjut saya sambil tersenyum. 

# Tidak boleh bermain di tempat yang jaraknya jauh dari rumah
Ada aturan yang sudah kami sepakati ketika saya mengizinkannya bermain di luar rumah, salah satunya tidak boleh bermain di tempat yang jauh dari rumah.

Alhamdulillah, sejauh ini ia patuh mengikuti larangan ini. Ia pernah bertanya mengapa tidak boleh bermain di tempat yang jauh dari rumah? Saya menjawab "nanti mama sedih kalau Wahyu jauh-jauh dari mama". Mendengar alasan saya, dengan mantap ia berkata "Wahyu tidak mau lihat mama sedih jadi Wahyu tidak akan main jauh-jauh". Ahh, so sweet banget sih kamu nak! :*

mainnya di sekitaran rumah saja :)

# Tidak boleh bermain di tempat berdebu dan berasap
Wahyu alergi debu dan asap jadi saya tidak mengizinkannya bermain di tempat yang berdebu dan berasap.

Ia pernah terserang batuk parah setelah bermain dan menghirup asap pembakaran sampah oleh tetangga. Belajar dari kejadian itu ia langsung menurut saat saya katakan jangan bermain di tempat berasap lagi.

# Tidak boleh bermain di tengah terik matahari dan saat sedang gerimis/hujan
Sejak lama, saya sudah mengingatkan Wahyu agar tidak bermain di tengah terik matahari karena jika terlalu lama terkena sinar matahari ia bisa terserang sakit kepala.

Di hari minggu, Wahyu dan teman-temannya sering bermain saat tengah hari (pukul 11.00 - 02.00) tapi mereka tidak pernah bermain di tengah terik. Mereka mencari tempat yang aman, bermain di dalam rumah atau di samping rumah yang tidak terkena sinar matahari.

Begitu pun saat hujan. Saya tidak pernah mengizinkannya bermain saat hujan turun karena dua tahun lalu pernah ada kejadian kurang menyenangkan terkait hal ini. Wahyu pernah terserang demam dan flu setelah terkena air hujan. Sejak saat itu saya tak pernah lagi mengizinkannya bermain hujan.

Saya ceritakan padanya bahwa ia pernah sakit karena dikena hujan saat bemain jadi agar kejadian serupa tidak terulang kembali maka ia tidak boleh bermain di luar rumah saat hujan turun.

Saat itu demam dan flunya cukup parah, panas tubuhnya sangat tinggi hingga membuat kami khawatir. Malamnya kami hampir tak bisa tidur bila saja saya tak memberinya obat penurun panas yang aman di lambung dan bebas alkohol. Yup, obat tersebut adalah Tempra Syrup.


Sejak usia satu tahun, setiap kali Wahyu terserang panas saya selalu memberinya Tempra Syrup ini. Selain dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis), obat penurun panas ini juga lebih praktis karena tidak perlu dikocok, larut 100% jadi saya bisa langsung menuangnya ketika memberikan pada anak yang sedang sakit.

Alhamdulillah Wahyu cocok dengan Tempra Syrup Paracetamol ini. Oh iya, selain itu Wahyu juga suka dengan rasa anggurnya jadi ia selalu semangat setiap kali diberi, hehehe :)

**

Itulah empat hal terlarang yang saya terapkan pada Wahyu setiap kali bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Keempat larangan yang saya terapkan di atas bukan bermaksud untuk menghalangi kebebasan Wahyu dalam melakukan sesuatu yang ia sukai dan mengekspresikan apa yang ia rasakan.

Larangan itu muncul semata-mata demi menjaga kesehatan dan keselamatannya. Harapan saya semoga Wahyu bisa mengerti dan memahami bahwa larangan itu saya berlakukan sebagai salah satu wujud rasa cinta saya kepadanya.


Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.


Comments

  1. waah... deket banget sama pantai ya mba rumahnya. anak saya pun kalo main sudah saya wanti2 jangan pernah main jauh2

    ReplyDelete
  2. Sama, aku juga menerapkan peraturan itu ke anakku. :) Cuaca yang panas disertai hujan memang bikin daya tahan tubuh gampang turun. :)

    ReplyDelete
  3. Peraturannya hampir sama, cuman bedanya laut aja. Baru aku terapkan sama anak kalau kami piknik ke pantai, Mbak Ira. Asik ya Mbak rumahnya di dekat pamtai bisa liat pantai tiap hari

    ReplyDelete
  4. He eh mba..asyik ya, tiap hari denger deburan ombak...

    Anakku kadang sepedaan mb yang susah di kontrol. Pernah smpe agak jauh..lha pamitnya cuma ke rumah tmn deket rmh, trnyt mlh sepedaan rame2

    ReplyDelete
  5. wah seengnya kalo rumah dekat dengan pantai... bisa main di pantai setiap waktu...
    anakku juga cocok pakai tempra mba...

    ReplyDelete
  6. Wah saya gagal fokus sama foto-foonya Wahyu mbak. Udah besar, lucu dan.. punya geng lagi.. mantapp :)

    Jadi ngebayangin juga kalau rumah saya dekat pantai pasti maunya tiap hari bermain kesana, hehe.. *Wahyu, nunggu besar ya biar mama nggak ngelarang main di pantai bersama teman-teman, padahal enak kan ya bermain di pantai itu :)

    Yang namanya ibu pasti sedih kalau anaknya sakit ya mbak Ira, kalau untuk demam dulu Vani juga minum Tempra. Semoga anak-anak kita selalu sehat dan bahagia ya mbak, aamiin.. :)

    ReplyDelete
  7. Wahyu cs. Luculah bgdlah mereka. Hihihi.
    Sm mbk. Aku jg gk ngebolehin si ken main jauh2 dr rumah. Sekitarn rmh ajalah. Byr enak mantaunya.
    Oya soal tempra. Toslah kita. Samak 😊

    ReplyDelete
  8. Iihh.. Wahyu pinter ya, Mbak. Nurut dibilangin gak boleh main di pantai, gak boleh jauh-jauh... itu kalau Faiq rumahnya deket pantai, mungkin akan seneng banget main di pantai. Hehehe.
    Sehat-sehat selalu yaa Wahyu.. salam buat temen-temenmu yang lucu-lucu itu :*

    ReplyDelete
  9. Sehat terus ya Wahyu.
    Duuh Kak, padahal main hujan kan asyik, hihihih, sapa tau malah bs jadi kebal klo sdh keseringan main hujan, hehehh.
    Wahyu kayaknya ini ketua Geng dii ��

    ReplyDelete
  10. Untung ada Tempra ya mba ira.. jadi kalau aak panas uda ada solusinya.. nggak khawator lagi kalau si anak banyak beraktifitas fisik...

    ReplyDelete
  11. Anak-anak nah.. Jangankan sehat, sedang sakit saja kaalu masih enak perasaannya da masih main-main seperti tak terjadi apa-apa (di tubuhnya) kadang.. Hehe..

    Semoga sehat terus Wahyu.. Dan jangan betul main dekat laut, ngeriiii.. Huhu

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.

Popular posts from this blog

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!

BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.