YEAY, AKHIRNYA WAHYU BISA MENGAYUH SEPEDA!

Fyi, harusnya artikel ini sudah dipublish pada bulan September tahun 2019 lalu, namun karena semangat ngeblog saya pada saat itu angin-anginan (sekarang pun masih sama sih, huhuhu 😭), jadilah artikel ini lama banget duduk manis di draft dan gak dieksekusi padahal artikelnya sudah 70% rampung, tinggal kurang foto aja.

Oke, prolognya udahan yaa, sekarang kita lanjut pada cerita Wahyu yang akhirnya bisa mengayuh sepeda sendiri tanpa bantuan roda tambahan yang ada di sepedanya.


Melihat judulnya, mungkin akan ada yang mengernyitkan dahi sembari bertanya "memangnya Wahyu belum bisa mengayuh sepeda yaa? Bukannya sejak usianya setahun ia sudah punya sepeda?"

Hehehe gak salah bila ada yang heran, kok bisa Wahyu baru bisa mengayuh sepeda pada tahun 2019 padahal sejak batita ia sudah punya sepeda? Belum lagi di banyak kesempatan saya suka membagikan fotonya yang sedang mengayuh sepeda di blog ini juga di beberapa medsos saya. Iyaa, saat itu Wahyu bisa mengayuh sepedanya karena ada roda penyangga di samping sepedanya, jadi ia hanya mengayuh saja, gak perlu takut akan terjatuh. Makanya ia happy-happy aja naik ke sepeda sambil berpose seperti seorang ahli, wong gak bakalan jatuh kok. Tapi coba deh buka roda penyangganya, apakah ia akan seberani itu, hahaha 😝

Sebenarnya, sudah sejak lama saya memintanya untuk belajar mengayuh sepeda tapi anaknya ogah-ogahan. Kalo diminta belajar, adaaa aja alasannya. Ia lebih suka meminjamkan sepedanya pada teman-temannya sedangkan ia cukup jadi penonton saja. Ckckck, saking baik hatinya, sepedanya pernah dipakai temannya tanpa henti (dengan cara kasar) hingga sepeda itu terlihat kumuh dan kotor, huhuhu 😪
lihatlah roda sepeda yang kotor itu
Sepeda Wahyu ini dibelikan oleh adik saya pada tahun 2012 lalu. Saat itu adik saya baru menerima gaji pertamanya sebagai CPNS. Sesaat setelah gaji tersebut masuk ke rekening, adik saya langsung membelikan Wahyu sepeda, makanya setiap kali adik saya bertanya apakah ponakannya sudah bisa mengayuh sepeda sendiri saya selalu malu menjawabnya karena si ponakan belum bisa-bisa juga, hahaha mamanya malu tapi anaknya mah santuy 🙈

ekspresi bahagia mencoba sepeda baru 🤩

Hari pun berganti. Gak terasa ia semakin beranjak besar dan mulai malu melihat teman-teman seumurannya bisa mengayuh sepeda tanpa penyangga (sedangkan ia gak bisa seperti itu). Ia pun mengemukakan keinginannya untuk belajar. Bagai gayung bersambut, keinginannya untuk serius belajar mengayuh sepeda diamini semesta (ini kok serius banget yaa kata-katanya, hahaha), adik suami pulang kampung setelah diwisuda. Jadilah ia diajar sang paman untuk mengayuh sepeda.

Baca juga: Pengalaman Pertama Wahyu Naik Pesawat

Dan mungkin karena keinginan belajar itu datang dari dirinya sendiri, ia gak membutuhkan waktu lama untuk belajar. Kurang lebih hanya 3 hari ia sudah lancar membawa sepedanya sendiri. Good job, Boy! 👍

Menurut pamannya, sebenarnya sejak hari pertama ia sudah bisa membawa sepedanya namun masih takut berbalik arah. Bila akan belok, ia selalu berhenti. Ia hanya mau mengayuh di jalan lurus saja. Hari kedua ia mulai berani dan mulai bisa balik arah walau masih ada rasa takut bila berpapasan dengan anak-anak lain. Dan alhamdulillah, di hari ketiga ia sudah lancar mengayuh dan gak takut lagi. Ia bahkan menyuruh sang paman untuk memvideokan aksinya mengayuh sepeda dan kemudian dikirimkan pada saya. Sayangnya video yang saya terima itu terhapus, huhuhu 😤. Mudah-mudahan file asli videonya masih belum dihapus oleh adik suami🙏

Karena sudah bisa mengayuh sepeda tanpa penyangga, ia meminta dibelikan sepeda baru karena sepedanya yang lama sudah kekecilan. Ia minta uang THRnya kali ini tidak ditabung melainkan dibelikan sepeda baru. Bila itu maumu, baiklah, Nak. Berdoalah semoga tahun ini jumlah THRmu lebih banyak atau minimal sama dengan jumlah THRmu di tahun-tahun sebelumnya agar mama gak perlu nambahin kekurangannya, hahaha 🤣

Itulah sepenggal kisah Wahyu belajar mengayuh sepeda, dari yang semula ogah-ogahan hingga akhirnya lancar. Sekarang giliran mamanya nih yang mengumpulkan keberanian untuk belajar mengendarai motor atau mobil agar gak selalu minta diantar atau dijemput lagi bila hendak berpergian kemana-mana 😁

You Might Also Like

5 comments

  1. wah masyaallah, selamat ya nak. asyik sekarang bisa sering main pakai sepeda nih. jangan jauh-jauh ya, hihi. jadi inget masa-masa dulu baru bisa naik sepeda roda dua pas TK, senengnya minta ampun haha

    BalasHapus
  2. Horeeeee. Jadi ikutan senang karena wahyu udah bisa naik sepeda. Kalau anak saya masih roda empat. Itu pun kadang ogah-ogahan dia 😅

    BalasHapus
  3. Happy banget rasanya ya mbak kalau anak berhasil menjalankan sepedanya, aku pernah gitu lihat ponakan yang berusaha banget belajar sepeda sampe berkali-kali jatuh akhirnya sukses juga ngayuh sepeda...mudah-mudahan ntar gede jadi tau kalau mau sukses melewati proses yang namanya usaha :)

    BalasHapus
  4. Barakallah dek Wahyu, keren deh. Semoga bisa terwujud beli sepeda barunya ya yang lebih gede dan lebih cakep. ^^

    BalasHapus
  5. Ikutan senang yah liat anak bisa main sepeda jadi semangat orangtuanya ngajarinnya yah

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉