8/11/2016

JANGAN KATAKAN 5 HAL INI PADA IBU YANG GAGAL MEMBERI ASI PADA BAYINYA!

pict source: pixabay.com

Hai gaes, apa kabar? Semoga sehat selalu yah.. Oh iya, sudah pada tahu kan, setidaknya ada dua hal penting yang diperingati pada bulan agustus ini? Selain peringatan hari kemerdekaan negara kita yang jatuh pada tanggal 17 agustus nanti, ada satu peringatan lagi yang dirayakan pada awal pekan bulan agustus kemarin. Para ibu pasti sudah tahu lah yah peringatan apakah yang saya maksud? Yup, satu pekan di awal agustus yaitu mulai dari tanggal 1-7 agustus diperingati sebagai World Breastfeeding Week atau Pekan ASI Dunia.

Sebelum melanjutkan tulisan ini, dari lubuk hati yang terdalam saya ingin mengucapkan selamat kepada para ibu yang telah berhasil memberikan asi eksklusif pada bayinya, juga buat para ibu yang bisa memberikan ASI pada anaknya hingga dua tahun. Rasanya pasti bahagia banget bisa memberikan makanan terbaik untuk buah hati tercinta. Saya bangga pada kalian Moms.

Namun buat para ibu yang belum berhasil memberikan ASI pada anaknya, jangan berkecil hati yah, kalian pun tetap ibu terbaik (kalimat pendukung ini sekaligus untuk menghibur diri sendiri).

Tulisan saya kali ini dalam rangka menanggapi artikel yang ditulis oleh Makmin KEB Istiana Sutanti yang membahas tentang ASI. Oh iya, sebelum berlanjut pada inti tulisan, saya ingin menjelaskan bahwa saya dan beberapa teman blogger berpartisipasi dalam sebuah proyek yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger bertajuk "KEB Collaborative Blogging". Kebetulan saya dan sepuluh teman lainnya tergabung dalam kelompok satu.

Aturan mainnya adalah akan ada satu anggota dalam satu kelompok yang akan menulis artikel di web KEB yang mana tulisan tersebut akan menjadi inspirasi untuk membuat tulisan dengan tema serupa oleh anggota lain di kelompok yang sama. Dan kebetulan yang beruntung menuliskan artikel pertama di kelompok satu yang harus kami tanggapi adalah Makmin Istiana Sutanti dengan tema tulisan tentang ASI. Tulisannya bisa dibaca di sini :)

OK, tulisannya saya lanjut yah ^_________^
Kalo boleh jujur, sebenarnya saya adalah ibu yang tidak berhasil memberikan ASI pada bayi saya. Kurang dari lima tahun lalu saya adalah ibu yang gagal memberikan ASI pada bayi mungil saya. Karena itulah saat ada teman yang bercerita tentang kebahagiaan akan keberhasilannya memberikan ASI eksklusif pada bayinya, selain rasa bahagia, di saat yang sama selalu ada rasa sedih dan iri merayapi hati saya.

Sedih karena saya tidak bisa seperti mereka padahal kami sama-sama berstatus sebagai ibu, iri karena saya juga ingin menjadi ibu yang seperti itu, yang bisa memberikan makanan terbaik untuk bayi saya namun ternyata saya gagal tidak mampu melakukannya.

Saya bukanlah wanita beruntung yang dianugerahi ASI melimpah pada saat melahirkan bayi saya. Hingga tiga hari usai melahirkan, ASI saya tak kunjung keluar. Akibatnya, dengan berat hati bayi yang masih merah itu harus saya ikhlaskan untuk meminum susu formula melalui dot (saya tidak melahirkan di rumah sakit melainkan melahirkan di rumah dengan bantuan bidan dan dukun beranak).

Satu minggu pertama paska melahirkan saya habiskan dengan mencoba berbagai cara untuk mendapatkan "benda berharga" yang bernama ASI itu. Berbagai usaha saya lakukan mulai dari mengkonsumsi makanan penambah produksi asi seperti daun katuk, jantung pisang dan kacang-kacangan, minum suplemen sampai dipijat agar saya rileks dan ASInya keluar (saya tahu usaha yang saya lakukan ini masih jauh dari kata maksimal dan mungkin tidak layak diceritakan).

Setelah lebih seminggu mencoba, usaha yang saya lakukan itu perlahan-lahan mulai membuahkan hasil. ASI saya yang semula tidak keluar, sedikit demi sedikit mulai mengucur (walau jumlah ASI yang saya hasilkan tetap tidak memenuhi kebutuhan bayi saya). Tapi ternyata semuanya sudah terlambat, bayi saya yang sudah terbiasa dengan dot malah ogah ketika saya beri ASI. Dia selalu menangis saat saya menyusuinya secara langsung dan baru diam ketika diberi dot, hiks *________* (belakangan saya baru tahu kalo itu dinamakan bingung puting).


pict source: pixabay.com

Dan mungkin karena bayi saya sudah lebih nyaman memakai dot hingga akhirnya ia ogah bila saya susui secara langsung dari payudara saya, kucuran ASI yang baru mulai menetes itu pelan tapi pasti kembali enggan menetes.

Mendapat penolakan berkali-kali membuat saya terpukul, frustasi dan merasa tidak dibutuhkan. Dan yang menyedihkan, itulah yang membuat saya menyerah (Inilah kesalahan terbesar saya. Tanpa mau mencoba lebih giat, dengan mudahnya saya menyerah hanya karena beberapa kali ditolak oleh bayi merah yang bingung puting. Hal ini yang saya sesali sampai saat ini *____________*).

Rasa stress dan frustasi ditolak bayi saya membuat saya tidak semangat lagi berusaha hingga membuat produksi ASI saya perlahan-lahan berhenti (maafkan mama Nak, harusnya saat itu mama lebih giat berusaha dan tidak mudah menyerah). Puncaknya, saat bayi saya memasuki usia tiga bulan, produksi ASI saya benar-benar berhenti. Sejak saat itu bayi saya full mengkonsumsi susu formula :'(

Jangan tanya bagaimana perasaan saya saat itu. Sedih, merasa bersalah dan stres menjadi teman setia. Setiap kali melihat wajah bayi saya yang tertidur, saya selalu saja menangis sembari membatin bahwa saya bukanlah ibu yang baik. Bahkan hingga saat ini rasa sedih masih kerap menyapa.

Namun rupanya kesedihan dan rasa bersalah yang saya rasakan belumlah cukup untuk menghukum saya. Di mata orang-orang yang melihat anak saya yang tidak ASI, sering muncul kalimat-kalimat menghakimi yang menggores luka yang masih berdarah itu. Inilah 5 kalimat yang sering mampir di telinga saya yang menurut saya tidak pantas diucapkan:

Asyiknya tidak memberi ASI, bisa jalan kemanapun tanpa memikirkan apakah si bayi sudah minum atau belum.
Kalimat ini sering banget mampir di telinga saya saat mereka mengetahui bahwa anak saya tidak minum ASI. Dengan kening berkerut dan tatapan sinis, kalimat itu meluncur mulus dari mulut mereka.

Bagaimana perasaan saya mendengar kalimat tuduhan ini? Jelas sedih lah. Barangkali mereka (yang juga kebanyakan wanita itu) tidak menyadari atau lupa bagaimana rasanya saat mereka jalan tanpa membawa serta anaknya. Yang saya rasakan, selama beberapa waktu meninggalkan anak saya, 95% yang menjadi objek di pikiran saya adalah anak yang saya tinggalkan di rumah. Kerinduan untuk memeluk bayi yang tidak saya beri ASI itu sangat besar dibanding kerinduan yang saya rasakan saat berpisah dengan suami selama berbulan-bulan lamanya atau menunggu tanggal gajian saat dompet sudah mulai tipis.

Anak yang tidak minum ASI itu pasti akan sakit-sakitan
Semua orang juga tahu keles kalo ASI mengandung antibodi terbaik untuk anak. Tapi bukan berarti anak yang tidak ASI akan menjadi anak yang penyakitan. Saya akui, kekebalan tubuh yang dimiliki anak yang minum ASI tentu lebih baik bila dibanding anak yang hanya minum susu formula, dan itu sudah dibuktikan oleh banyak orang. 

Tapi tolong dong, jangan ucapkan lagi kalimat menyakitkan itu pada ibu yang anaknya tidak ngASI. Sebenarnya tanpa dikatakan, para ibu yang tidak memberikan ASI pada anaknya sudah tahu kok. Tanpa kalian katakan, si ibu sudah merasa khawatir dengan kesehatan anaknya. Jangan buat si ibu terus-terusan menanggung beban pikiran dan rasa bersalah karena menganggap dialah penyebab anaknya sakit.

Anak yang tidak minum ASI itu adalah anak sapi
Ini nih yang bikin emosi jiwa saat mendengarnya. Entah apa yang ada di pikiran orang yang tega mengeluarkan pernyataan ini. Saya berani mengatakan bahwa orang yang mengeluarkan pernyataan ini adalah orang yang tidak punya empati. 

Yang saya tahu, seburuk apapun sifat seorang anak, orang tuanya (terlebih ibunya) pasti akan sangat terluka saat ada orang lain yang mengatakan bahwa anak mereka adalah anak (maaf) binatang. Dan mirisnya, masih banyak orang di sekitar saya yang mengatakan hal ini *___________*

Demi apapun juga, janganlah katakan kalimat ini kepada ibu yang gagal memberikan ASI pada anaknya, selain tidak pantas didengar, kalimat ini juga tidak pantas diucapkan *_________*

Anak yang tidak ASI pasti akan tumbuh menjadi anak yang bodoh
Duh. Pak/Bu, kok tega banget ngatain anak orang bodoh? Bukannya ingin membela diri, tapi tak pantas rasanya meramalkan kecerdasan anak orang lain. Semua orang tahu, ASI memiliki kandungan terbaik yang meningkatkan kecerdasan setiap anak tapi rasanya tetap tidak pantas bila mengatakan anak yang tidak minum ASI akan menjadi anak yang bodoh. Saya yakin anak yang tidak minum ASI pun memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi anak yang cerdas bila diberi makanan bergizi dan stimulasi yang baik oleh orang tuanya.

Baca Juga: Ayo Ciptakan Generasi Platinum Dengan Mengikuti Program BMD Chil-Go!

Kamu tidak memberi ASI karena ingin menjaga penampilanmu kan? 
Mungkin ada ibu yang tidak memberi ASI pada bayinya karena ingin menjaga penampilannya tapi saya yakin itu hanya satu dari seribu ibu. Kalimat tuduhan ini akan sangat melukai hati ibu yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberi ASI pada bayinya namun karena sesuatu dan lain hal membuat ia gagal melakukannya. 

Cukup sudah penderitaan dan kesedihan yang ditanggungnya karena tidak mampu memberi makanan terbaik pada buah hatinya, jangan lagi kau menambahnya dengan tuduhan yang tak berdasar itu.
**

Itulah lima hal menyakitkan yang membuat ibu yang tidak berhasil menyusui bayinya seperti saya semakin stress dan sedih. Fyi, bagi ibu yang gagal memberi ASI pada bayinya, ditatap miris oleh ibu menyusui lainnya saja sudah membuat sedih dan frustasi, jadi janganlah lagi ditambah dengan  kalimat-kalimat bernada menyakitkan. Percayalah, semua ibu pasti ingin memberi yang terbaik untuk buah hatinya namun tidak semua ibu diberi keberuntungan memproduksi ASI yang melimpah.

Berbekal kegagalan saya memberikan ASI pada anak pertama saya, saya bertekad agar tidak mengalami hal serupa pada anak kedua nanti. Berbeda dengan kali pertama yang belum memiliki pengalaman dan pengetahuan, Insyaallah pada kelahiran kedua nanti saya akan lebih giat berusaha dan pantang menyerah.

35 comments:

  1. Iyah dong masa anak yang tidak di beri ASI di sebut anak sapi. pasti apabila ibunya mendengar merasa sakit hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya Mas, setiap ibu pasti gak akan terima dikatai seperti itu

      Delete
  2. Maak, tetap semangat yaa! Yang penting anak sehat, deket juga sama ibunya yaa ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih Mak, alhamdulillah anak saya sehat dan dekat sama saya :)

      Delete
  3. ladalah, ada ya yg ngomong kyk gt y mbk, vulgar amat. hadehh. kalau aku dlu diomongin aneh2 gara2 ngelahirin secara secar mbk. Sedih hatiku, hiks

    ReplyDelete
  4. Kalau ga salah kakaku dulu pas bayi minum susu biasa, tapi ga ngaruh ke kecerdasan turun ato gimana, karena doi malah pinternya nglebihin aku hihi
    Sabar ya mb ira, yang penting buah hati terus berkembang sehat tak kurang suatu apapun udah anugrah t3rsendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih dukungannya Mba Nita. Iya Mba, alhamdulillah anakku tumbuh normal dan hubungan kamipun sangat dekat.

      Delete
  5. Setuju mbak, kalau aku Alhamdulillah habis melahirkan ASI melimpah ampe tumpeh-timpeh :D baju tempat tidur pasti basah semua kalau baru bangun tidur.
    Yang jadi masalah saat aku masuk lagi kekantor dan belum sempat beli pompa asi electric dan botol penyimpanan ASI dikulkas, udah gitu awal masuk kantor aku langsung lembur pulang jam 3 pagi setiap hari selama 3 minggu. Alhasil anakku marah, gak mau lagi nyusu :(. Sampai sekarang masih ada rasa marah ke atasanku (temenku sih sebenarnya). Kalau dia gak memaksa aku lembur tiap hari sampai pagi, pasti aku bisa memberikan ASI ke anakku :(.

    ReplyDelete
  6. "Ibunya kurang tlaten" itu juga menyakitkan Mbak.

    Saya dulu 2 bulan baru mau ngeAsi gara2 sejak lahir udah dikasih dot di RS, setelah 6bulan baru full ASI sampai 2tahun lebih

    ReplyDelete
  7. Krik klo gitu saya juga anak sapi dong. Saya mah gini ajah, pas lahiran SC juga sempet ada yang ngomong nggak enak, trus pas bilang mau menyusui anak saya juga ada yang komen nggak enak. Jadi saya berusaha tahan aja untuk nggak kasi komen senada ke ibu2 lain. Karena saya nggak tau kondisi mereka yang sebenarnya. Misalnya pernah ada juga kenalan yang mau kasi ASIX ke anaknya yang ke dua, sampai akhirnya teman2 kasi kado pompa ASI, tapi support system (keluarga) yang di rumah memang kurang mendukung. Kondisi ibu saya dulu mungkin lebih kurang memadai lagi.

    ReplyDelete
  8. samaaa maaak. yang ngomong gitu mungkin khilaf kali ya

    ReplyDelete
  9. samaaa maaak. yang ngomong gitu mungkin khilaf kali ya

    ReplyDelete
  10. Kakakku yg minum sufor itu malah lebih pinter bahasa inggrisnya hihi kayaknya emg trgantung anaknya juga deh kecerdasan mah :v

    ReplyDelete
  11. Biarlah Allah yang menilai, mbak. Yang jelas, ibu yang baik akan berusaha memmberikan yang terbaik bagi anaknya. Ya, meskipun dalam perjalanannya, ada banyak rintangan yang menghadang. :)

    ReplyDelete
  12. Anak pertamaku juga minim Asi mbak...sama bingung puting juga... *banyak tmnnya kok.

    ReplyDelete
  13. Anak pertamaku juga minim Asi mbak...sama bingung puting juga... *banyak tmnnya kok.

    ReplyDelete
  14. wah waktua ku dulu belum model jaman nyinyir seperti sekarang jadi dulu aku aman-aman saja

    ReplyDelete
  15. Aku ibu ASI mbak, tapi suka gemes kalo ada yang nyinyir ke ibu yang ga kasih anaknya ASI. Bukan support eh malah nyinyir, ibu yang harusnya masih mau usaha kasih ASI biasanya ada yang makin menyerah karena merasa di bully.

    ReplyDelete
  16. Kadang orang suka asal komen tanpa sadar apa yg diucapkannya itu menyakiti hati orang lain. Mudah2an tulisan ini bisa menyadarkan orang lain untuk ga asal komen ya

    ReplyDelete
  17. hmm...bentar lagi ak melahirkan, moga-moga bisa memberikan ASI sama bayiku, tapi mak walau gagal pun para ibu yang bermasalah sama asinya bersyukur juga anaknya terlahir dengan sehat tanpa kekurangan satu apapun itu lebih penting ya kan ^_^

    www.leeviahan.com

    ReplyDelete
  18. Saya dulu juga ngga bisa memberi ASI eksklusif mbak Ira, karena keluarnya dikit. Sebenarnya sudah diusahakan supaya keluar banyak, misal dengan makan daun katuk, kacang dan nasehat-nasehat lain saya turuti semua, tapi tetap ngga bisa maksimal. Ya sudahlah, dilanjut sufor deh :)

    Dan alhamdulillah anak saya sampai sekarang juga sehat-sehat saja mbak, jarang sakit, pertumbuhan bahkan cenderung bongsor dan prestasi belajar juga lumayan :)

    Mungkin orang yang bilang kalau ngga ASI eksklusif anaknya bisa sakit-sakitan dan bodoh itu belum tahu kenyataan yang sebenarnya ya, heheh

    ReplyDelete
  19. aduuh tega banget sii orang-orang yang ngomong kayak gitu.. Tante ku ada juga yang ngalamin hal yang sama, ASInya gak keluar-keluar, terpaksa pakai susu formula sampai umur 2 tahun lebih. Alhamdulillah sepupuku itu sehat-sehat saja mba :). Semangaaat ^^

    ReplyDelete
  20. Mba menurut artikel yang kubaca, selain ibunya rajin mengkonsumsi makanan buah dan sayur juga rajin makan sampe tubuh melar, ada bantuan yang lebih dahsyat dr itu, yaitu *rada porno sih* dibantu bapaknya, you know what i mean dah

    ReplyDelete
  21. Perjalanan ngASI saya juga gak mulus hehe.
    Kalau aku pribadi gak mau ngurusin org mau ASI or sufor, aku lurus dgn jalanku sendiri membesarkan anak2 dan berusaha ksi yg terbaik pd mereka. Kalaupun ada yg nanya ttg ASI ya aku berusaha jawab semampuku. Yg penting mensupport tanpa merendahkan yg gak bisa ngASI :)

    ReplyDelete
  22. Haha iya donk bkalu disebut anak sapi semuanya jug marah :D

    ReplyDelete
  23. Statemen diatas Mungkin itu efek dari banyaknya fenomena ibu2 yang enggan memberi ASI pada anaknya padahal mereka tidak dalam kesulitan memberi ASI. Ikut miris dengernya :-(

    ReplyDelete
  24. sangat menarik mbak tulisannya..saya dulu full asi..memang ada beberapa wanita yang produksi asinya tidak bisa melimpah bahkan mendadak berhenti, ipar saya juga begitu mbak dia maaf payudaranya gedhe tapi asinya malah tidak bisa keluar entah mengapa penyebabya.jd dari anak 1-3 tidak minum asi.

    ReplyDelete
  25. Perkataan yang kita keluarkan dari mulut memang harus dijaga. Karena walaupun yang menjadi pelaku adalah si mulut, tapi yang jadi korban malah si hati.

    ReplyDelete
  26. Sabar ya Mbak... banyak temennya, termasuk saya yg anak pertama cuma ng-ASI bentar banget :(
    Woles ajaaa... cukup Allah saja yang menilai :)

    ReplyDelete
  27. Aku mbak, salah satu ibu yang ASI-nya sedikiiit banget. Paling lama 1,5 bulan keluarnya T^T Padahal udah berbagai cara ditempuh. Entah ada hubungannya atau ngga, tapi Ibuku juga sama mbak, dulunya "miskin" ASI.
    Dan bener deh, yang paling sering dilontarin orang (meskipun becanda) adalah : Anak sapi. -_-"

    ReplyDelete
  28. saya pernah berhasil memberi asi anak kedua
    tapi gagal memberi asi anak pertama dan ke tiga
    dan alhamdulillah cinta dan kasih sayang membuat mereka sama
    thanks sharingnya mbak

    ReplyDelete
  29. Dua anak saya anak sufor semua mbak. Alhamdulilah cara saya untuk berjauhan dari hal-hal yg mbak ceritakan di atas adalah: jauh-jauh dari yg namanya komunitas ibu ASI dan sejenisnya di internet (bukannya enggan bergaul tapi ini salah satu cara saya untuk menghindari stress karena udah tau bakal di judge luar biasa sama mereka), dan yang kedua selalu punya mindset: kalo anak saya lapar dan haus dan masih obssesed with ASI yg gak kunjung keluar, emang kalian mau nanggung anakku dehidrasi? Mungkin terdengar agak sarkas mbak, tapi alhamdulilah dua hal itu berhasil membuat saya terhindar dari yg namanya depresi, frustasi dan apapun yg berkaitan dengan gagal ngASI anak saya. Maaf kepanjangan ya mbak hehe....

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, Insyaallah saya akan berkunjung balik ^___^

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan otomatis terhapus..