PENJELASAN TENTANG HARGA DAN BERAPA LEMBAR YANG DIDAPAT DARI 1 LOT SAHAM

Saat ini saham tidak hanya bisa dimiliki oleh orang – orang penting atau pewaris didalam perusahaan. Kini siapa saja bisa memiliki dan membeli saham sebuah perusahaan selama perusahaan tersebut mendaftarkan diri sebagai perusahaan IPO. Cara membeli saham sebuah perusahaan pun terbilang sangat mudah, karena kita bisa membelinya lewat Bursa Efek Indonesia atau bahkan lewat aplikasi jual beli saham.

Biasanya ketika membeli saham, kita akan diminta untuk mengisi berapa jumlah saham yang akan kita beli. Dalam dunia jual beli saham jumlah satuan yang digunakan adalah satuan lembar. Tapi batas minimal kita bisa membeli sebuah saham biasanya adalah 1 lot saham. Lantas dari 1 lot berapa lembar saham yang bisa dimiliki? Dalam dunia jual beli saham 1 lot saham sama dengan kita membeli 100 lembar saham.

Aturan mengenai batas minimal pembelian saham sebesar 1 lot ini sudah cukup lama diberlakukan oelh pihak Bursa Efek. Bahkan pada awal penetapan batas minimal 1 lot saham, jumlah lembar sahamnya mencapai 500 lembar per lot. Namun semenjak 1 Januari 2014 lalu jumlah lembar saham yang didapatkan dari 1 lot saham mengalami perubahan menjadi 100 lembar per lot.

pic source: pixabay.com


Adanya perubahan jumlah lembaran saham yang didapatkan dari 1 lot saham ini dilakukan agar nantinya pasar modal di Indonesia menjadi lebih likuid. Selain itu dengan perubahan jumlah lot yang semakin mengecil maka para investor retail atau investor dengan skala yang lebih kecil lebih bisa berinvestasi di pasar modal. Dengan begitu akan lebih banyak orang yang bisa memulai investasi saham ini.

Semakin tingginya tingkat orang yang tertarik menginvestasikan uangnya di dunia saham ini terbukti dengan semakin mudahnya orang – orang dalam membeli saham. Kini transaksi jual beli saham bisa dilakukan dimana saja, bahkan hanya menggunakan aplikasi di handphone. Namun, meskipun saat ini cara membeli saham sudah lebih mudah tetap saja kita harus memilih tempat jual beli saham yang terpercaya.

Lalu berapakah modal yang awal diperlukan jika kita tertarik untuk membeli saham suatu perusahaan? Menurut keterangan dari pihak Bursa Efek Indonesia, para investor perlu menyiapkan modal sesuai dengan dengan harga saham yang diinginkan. Tidak hanya berdasarakn harga sahamnya saja tapi para investor juga harus mempersiapkan biaya transaksi sekuritas dari saham yang akan dibeli.

Biaya transaksi yang dipatok untuk tiap perusahaan biasanya berbeda – beda, tapi biasanya biaya yang ditarik sekitar 0,2 – 0,3 persen dari setiap transaksi jual beli saham yang dilakukan. Selain biaya transaksi, ada juga PPh yang harus dibayarkan sebesar 0,1 persen untuk setiap penjualan saham yang dilakukan. Penerapan ini dilakukan agar para investor tidak sembarangan menjual sahamnya dengan mudah.

Selain biaya atau modal yang harus diperhatikan, kita juga perlu mengetahui cara membeli saham yang benar. Biasanya saat membeli saham kita akan diminta untuk memberikan beberapa dokumen seperti KTP, NPWP, buku tabungan, dan juga materai. Setelah itu baru kita bisa melakukan transaksi dengan perusahaan sekuritas baik secara langsung maupun secara online.

Selanjutnya kita akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran sebagai investor, baru setelah itu kita diharuskana untuk menyetor dana awal ke rekening dari perusahaan sekuritas tersebut. Setelah semua data–data kita terverifikasi selanjutnya bisa langsung mulai membeli saham dari perusahaan sekuritas tersebut.

2 Comentarios

  1. Baru ngeh kalau mudah banget sekarang jual beli saham, gak begitu menggeluti bisnis cuma denger di film begitulah rumitnya hidup perasaan. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus
  2. Pernah belajar sekilas tentang saham yang ternyata harga 1 slotnya nggak begitu mahal ya, mbak.

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉