Langsung ke konten utama

ERNAWATI LILYS; PENULIS MUDA BERPRESTASI


Selamat hari selasa yah Gaes, selamat datang kembali di blog saya. Gimana kabarnya nih? Semoga sehat selalu, amin..  ^_______^

Oh iya, di hari selasa ini saya ingin menuliskan profil salah satu teman blogger yang belum lama ini saya kenal. Perkenalan kami bermula saat kami berdua menjadi anggota di kelompok yang sama dalam program arisan link yang diadakan oleh salah satu komunitas blogger yang kami ikuti yaitu Blogger Perempuan.

Baca Juga : Lebih Dekat Dengan Muna Sungkar; Ibu Dosen yang Doyan Traveling

Adalah Mbak Ernawati Lilis yang profilnya akan saya tulis kali ini. Sudah kenal dengan Mbak Erna? Kalau belum, gambaran yang saya tuliskan ini mungkin bisa sedikit membantu kamu untuk mengenalnya lebih dekat.

Mbak Ernawati lilis atau Mbak Erna (begitulah saya memanggilnya) adalah seorang wanita yang mentasbihkan dirinya sebagai mom blogger dan author. Setelah mengunjungi blognya yang didominasi warna hijau itu (fyi, warna hijau adalah warna kesukaan anak saya) akhirnya saya paham mengapa ia mentasbihkan dirinya seperti itu. Rasanya memang pantas jika ia disebut sebagai blogger dan penulis yang berprestasi. Bagaimana tidak, prestasinya di bidang kepenulisan sudah berderet-deret saking banyaknya.

tampilan header blog Mbak Erna yang didominasi warna hijau

Kalau melihat prestasi yang ditorehkan oleh Mbak yang satu ini, rasanya saya hanyalah buih kecil di lautan luas yang tidak ada seujung kukunya Mbak Erna. Jika kamu membaca halaman “Portofolio”nya di blog, kamu akan tahu bahwa ia sudah banyak menyabet gelar juara dalam bidang kepenulisan. Tidak hanya itu, Mbak Erna juga sudah menerbitkan beberapa buku, belasan antologi non fiksi, fiksi dan puisi, serta menerbitkan banyak artikel di majalah. Bahkan bukunya yang berjudul Kuliah VS Kuliah termasuk dalam buku laris di gramedia. Sungguh prestasi yang membanggakan.


buku-buku karya Mbak Erna

"Kuliah vs Kuliah" salah satu buku karya Mbak Erna
yang termasuk buku laris di gramedia

buku Mbak Erna yang sebentar lagi terbit

"Kalo Cinta Bilang Aja!"salah satu buku Mbak Erna yang ada
 di rak toko buku

Ibu dari dua anak ini memang sudah senang menulis sejak remaja. Ia menuliskan apapun yang ia rasakan. Menurut obrolan kami di WhatsApp, Mbak Erna selalu menulis di manapun ia berada, bahkan saat menemani anaknya opname di rumah sakit. Baginya, menulis bagaikan terapi jiwa dan menjadi me time yang menyenangkan.

Ia semakin aktif menulis pada tahun 2008, dimana pada tahun itu ia mulai ikut organisasi kepenulisan yang bernama FLP Bekasi. Menjadi anggota FLP membuatnya berhasil menerbitkan buku dan menjuarai lomba-lomba menulis. Ih, FLP keren yah, jadi pengen gabung di FLP juga biar bisa seperti Mbak Erna ^_______^

Sebelum memutuskan untuk menjadi penulis dan blogger seutuhnya, Mbak Erna pernah bekerja di salah satu perusahaan asing yang bergerak di bidang elekronik. Namun setelah enam tahun bekerja, ia memutuskan untuk resign karena saat itu ia ingin berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya dan mengurus keluarganya.

Oh iya, ada cerita lucu tentang suami dan profesi Mbak Erna sebagai penulis. Ceritanya, sang suami tidak tau kalau istrinya adalah seorang penulis. Saat Mbak Erna berhasil menerbitkan buku pun sang suami biasa saja, tidak terlihat bahagia dan mengucapkan selamat kepada Mbak Erna. Hingga suatu hari sang suami melihat Mbak Erna menjadi pembicara pada acara bedah buku dan sepanggung dengan penulis ternama "Pipiet Senja". Sejak saat itu sang suami baru sadar kalau istrinya adalah seorang penulis. Hihihi suami Mbak Erna lucu yah ^________^

Mbak Erna & kedua buah hatinya

Demikian gambaran singkat tentang teman baru saya “Ernawati Lilys”, sosok yang menorehkan banyak prestasi dan sangat menginspirasi. Ingin kenal lebih dalam dengan sosok inspiratif ini? Bisa kepoin medsosnya di bawah ini:

Facebook: Ernawati Lilys
Twitter : @nenglisojung
Instagram: @ernawatililys


Sumber:
- Semua foto yang ada di tulisan ini saya ambil dari sosial media Mbak Ernawati lilys (blog, facebook & instagram)
- Obrolan dengan Mbak Ernawati Lilys via WhatsApp 

Komentar

  1. Karyanya Mbak Erna banyak banget~

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, banyak banget membuat saya yang membacanya pengen seperti dia :)

      Hapus
  2. Wah keren sekali ulasannya

    BalasHapus
  3. Wah keren sekali ulasannya

    BalasHapus
  4. Wah kalo Mbak Ira cuma merasa buih kecilnya Mbak Erna, apalah aku juga Mbak, sesama buih saling *pukpuk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo saling pukpuk Mbak, kita harus lebih giat belajar agar prestasi kita bisa mencapai Mbak Erna :)

      Hapus
  5. Saya baru tahu tentang mbak Erna nih, terima kasih udah ngenalin penulis yang berbakat ini ya mbak Ira :)

    Kalau melihat penulis seperti ini saya sukaaa sekali, dalam hati berkata bisa ngga ya jadi begini hehe

    Kalaupun ngga bis ngga apa-apa kan masih bisa menikmati hasil karyanya ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Anjar, yuk kenalan sama Mbak Erna :)

      Hapus
  6. mbaknya hebat ya mbak ir :D yuk kita juga lebih giat menulis

    BalasHapus
  7. Awalnya lucu pas baca bagian buku kuliah vs kuliah (kok pakai kata yang sama?) oalaah, ternyata pas liat covernya kuliah vs kuli>>ah :D

    BalasHapus
  8. Yg bagian suami nggak tau, saya jg ngakak hihihi

    BalasHapus
  9. Saya selalu lupa dengan nama Mbak Ernawati Lilys ini, tapi kalau udah baca nama "Neng Lisojung" udah tau. Hihihi.. Soalnya tahu pertama kali ya nama itu nama populernya. Emang termasuk penulis produktif Mbak yg satu ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi Mbak Erna memang udah populer sejak dulu yah Mbak Diah?? wahh, berarti saya kuper nih karena baru kenal beberapa waktu yang lalu :)

      Hapus
  10. Wah susah nih mbak kayanya kalau nulis mulu setiap hari dan rasanya kepala pengen pecah nih pusing mikir kata katanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi yang hobby nulis, menulis setiap saat itu justru menjadi hal yang menyenangkan Mas, tapi saya belum bisa seperti itu :)

      Hapus
  11. Banyaknya karyanya, mupeng -_-
    Kok suaminya telat tau ya, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah Mbak Lidha, saya juga bingung kok bisa suaminya telat tau yah??

      Hapus
  12. Mbak Erna produktif nulis buku ya, Mbak :)

    BalasHapus
  13. Terima kasih mba Ira, salam kenal ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal kembali Mbak, senang bisa mengenal Mbak Erna :)

      Hapus
  14. ehh gimana bisa sampai2 suaminya ga dikasi tau ya mbak hheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. suaminya gak sadar Mbak Rohma kalo ia memiliki istri seorang penulis :)
      suaminya hanya tahu istrinya seseorang yang suka menulis :)

      Hapus
  15. Mba Ernawati benar - benar sosok yang inspiratif.

    BalasHapus
  16. Semoga kita juga bisa seperti mbak lilys, aamin.! Singgah mbah samvil silaturahmi memperbanyak saudara.

    BalasHapus
  17. Hihihi ... suaminya Mba Erna lucu ya, baru tau kalo istrinya keren setelah berhasil jadi pembicara.

    Tapi salut banget sama Mba Erna. Keren.

    BalasHapus
  18. pernah lihat buku larisnya di toko buku, tapi aku gak ngeh kalau mbak Ernawati ini

    BalasHapus
  19. Mbak Erna keren sangaattt.. bukunya bisa tembus gramed :D

    BalasHapus
  20. Ulasannya mantap banget, bikin mupeng berkarya makin semangat menulis deh

    BalasHapus
  21. Ulasannya mantap banget, bikin mupeng berkarya makin semangat menulis deh

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.