Langsung ke konten utama

KELEBIHAN & KEKURANGAN MENJUAL RUMAH LEWAT AGEN PROPERTI

pic source: urbanindo.com

Saat akan membeli sebuah rumah, kamu lebih memilih membeli rumah langsung kepada si penjual rumahnya atau lebih suka membeli via agen properti gaes? Apapun jawaban kamu, saya yakin pasti itulah pilihan terbaik karena masing-masing orang tentu punya alasan sendiri terkait pilihan yang diambilnya.

Pertanyaan di atas saya ajukan untuk calon pembeli rumah. Lalu bagaimana bila pertanyaannya saya ajukan pada orang yang hendak menjual rumahnya? Saat akan menjual sebuah rumah, pilih menjual rumah secara langsung kepada pembeli atau menjualnya via agen properti?

Bagi para penjual (khususnya untuk penjual rumah di Depok), saat akan menjual sebuah rumah, saya yakin pasti tersedia banyak pilihan untuk rumah dijual di depok. Dan di antara banyak pilihan tersebut, dua pilihan yang saya sebut sebelumnya juga pasti termasuk di dalamnya "Apakah menjualnya sendiri ataukah melalui agen properti?". 

Dan seperti halnya pilihan lain yang selama ini kita ambil di dalam kehidupan kita, dua pilihan tersebut tentunya memiliki kelebihan serta kekurangan. Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini saya tuliskan mengenai kelebihan serta kekurangan dalam menjual rumah menggunakan agen properti.

Keuntungan/kelebihan menjual rumah lewat agen properti

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh pemilik rumah saat memutuskan untuk menjual rumahnya lewat agen properti. Apa sajakah keuntungannya? Setidaknya ada 3 hal di bawah ini yang bisa menjadi pertimbangan bagi mereka yang hendak menjual rumahnya via agen properti:
  1. Agen properti lebih efektif dan efisien
Para agen properti rata-rata telah memiliki jaringan serta memiliki daftar calon pembeli. Tentunya rumah yang hendak dijual akan langsung dipromosikan kepada seluruh jaringan mereka. Disamping itu agen properti juga akan membantu dalam menyelesaikan permasalahan administrasi serta melakukan penaksiran harga (appraisal) rumah dan tanah secara objektif.
  1. Agen properti lebih memahami harga pasar
Keuntungan lain ketika menjual rumah lewat agen properti yaitu pemilik mendapatkan harga jual yang tidak terlalu tinggi sehingga rumah akan cepat terjual, dan harga tidak terlalu rendah sehingga pemilik tidak rugi. Agen properti lebih tahu dan paham akan harga pasar setiap bangunan atau rumah yang hendak dijualnya.
  1. Legalitas terjamin
Agen jual beli rumah memiliki pengalaman dan kemampuan dalam hal dokumentasi sehingga mereka bisa menjamin prosedur legal penjualan properti dan membantu pengurusan balik nama, sertifikat dll. Tak hanya memudahkan penjual, hal ini juga memudahkan pembelinya dong :)

Kekurangan menjual rumah lewat agen properti

Tak hanya kelebihan, ternyata menjual rumah lewat agen properti juga memiliki kekurangan loh. Apa saja kekurangannya? Inilah dia 3 kekurangan menjual rumah lewat agen properti:
  1. Adanya komisi atau fee
Jika kamu memutuskan hendak menjual rumah lewat agen properti maka otomatis akan ada biaya tambahan (komisi) yang harus kamu keluarkan untuk agen, besarannya sekitar 2-3% dari nilai jual rumah.
  1. Terikat dengan agen dalam sebuah kesepakatan
Karena ada perjanjian dengan agen, maka penjual tidak dapat menjual rumahnya kepada orang lain secara bebas. Hal tersebut dapat menjadi hambatan juga jika pemilik rumah ingin cepat menjualnya.
  1. Kemampuan agen berbeda-beda
Karena profesionalitas atau kemampuan agen berbeda-beda kadang penjual kesulitan untuk mendapatkan agen yang berkualitas. Bila sedang tidak beruntung, bisa jadi penjual mendapatkan agen yang tidak berkualitas, sehingga penjualan rumah menjadi kurang cepat.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui dan perhatikan oleh para penjual rumah ketika akan menjual rumahnya lewat agen properti. Apapun pilihannya, penjual tentu lebih tahu mana yang paling tepat untuknya.

So, bila kamu menjadi penjual rumah, apakah kamu akan menjual rumahmu secara langsung kepada pembeli ataukah menjualnya lewat agen properti? 

Komentar

  1. suami saya pernah membantu temannya dlm menjualkan rumah. Alhamdulillah berjln lancar :)

    BalasHapus
  2. Lok kok saya ngerasa ada yang beda ya sama templatenya. Duh, lama gak berkunjung nih 😅

    BalasHapus
  3. Kayaknya milih pake agen. Kita nggak ribet. ya harus keluar fee tapi memang kalo agennya bagus dan sebanding its ok ya Mbak :)

    BalasHapus
  4. Klo punya waktu dikit Dan biar cpt gunain jasa agen ya mba ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.