Langsung ke konten utama

TENTANG SEBUAH NAMA

Hai gaes, tidak terasa udah hari kamis aja yaa, itu artinya saatnya saya mempublish artikel 1M1C nih. Karena kebetulan minggu ketujuh 1M1C bertepatan dengan awal bulan, maka minggu ini para admin menantang peserta untuk menulis artikel dengan tema yang mereka berikan.

Lalu apakah tema yang akan dijadikan inspirasi menulis oleh para peserta mulai dari hari senin lalu hingga hari minggu nanti? Menurut saya, temanya gampang-gampang susah sih. Penasaran? Temanya adalah “Arti Sebuah Nama”.


Gimana? Temanya benaran gampang-gampang susah dong yaa, hihihi. Tulisan “tentang nama” ini sebenarnya sudah pernah saya tulis di blog ini lebih dari setahun yang lalu loh. Baca tulisannya di sini.

“Apalah arti sebuah nama. Yang penting mah bukan namanya keles, yang paling penting itu tingkah lakunya”

Sering mendengar kalimat seperti itu? Kalau saya, Iya. Tak sedikit orang di sekeliling saya yang “meremehkan” atau menganggap sepele sebuah nama. Bagi mereka, yang paling penting itu tingkah laku, nama mah bisa apa aja.

Nama kan hanya sekedar identitas dan tanda pengenal aja. Percuma memiliki nama yang bagus kalo tingkah lakunya memalukan, mendingan namanya biasa-biasa aja tapi akhlak dan tingkah lakunya terpuji. Saya tidak bangga memiliki nama yang bagus, saya baru akan bangga saat memiiliki akhlak yang terpuji. Begitulah yang sering mereka katakan.

Memang benar, akhlak dan tingkah laku yang terpuji tentu akan sangat membanggakan. Siapa sih yang tidak menginginkannya? Pasti semua mau dong yaa. Tapi entah mengapa, saya percaya banget bahwa akhlak terpuji ini sedikit banyak dipengaruhi oleh nama yang diberikan orang tua.

Mengapa saya berpikir demikian? Karena menurut hemat saya, ketika orang tua memutuskan memberi nama pada anaknya, mereka pasti memilihkan kata yang baik untuk disematkan sebagai doa untuk anaknya. Bukankah doa orang tua adalah doa yang mustajab? Orang tua pasti mendoakan yang baik-baik dong yaa, salah satu doa yang sering dipanjatkan orang tua tentu saja adalah memiliki anak dengan akhlak terpuji.

Tak ada orang tua yang mengharapkan anaknya celaka. Karena itulah mereka akan memberikan nama yang baik untuk anaknya. Di dalam nama anak, terselip doa dan harapan terbaik orang tua pada anak tercinta.

Bagi saya, nama bukan sekedar identitas dan alat untuk mengenal sesuatu. Ia memiliki makna yang lebih dari sekedar dua hal tersebut. Seperti yang saya katakan di atas, bagi saya, nama adalah sebuah doa yang dipanjatkan oleh orang tua kepada anaknya.

Ketika orang tua memutuskan untuk memberi nama pada anaknya, saat itulah harapan-harapan baik dipanjatkan. Oleh karena itu, tak sedikit orang tua yang rela membayar jasa konsultan nama bayi. Demi apa coba? Yaa demi untuk mendapatkan nama dengan pelafalan yang indah serta memiliki makna yang tak kalah indah bagi buah hati tercinta dong.

Tapi rupanya masih banyak orang di luar sana (saya adalah salah satu di antaranya) yang belum mengetahui bahwa ada beberapa kata yang terdengar dan terlihat indah untuk dijadikan sebuah nama namun memiliki makna yang kurang bagus. Kata yang terdengar islami tapi ternyata berarti hal yang sesat.

Penasaran dengan kata-kata tersebut? Berikut ini saya tuliskan beberapa kata yang terdengar indah namun tidak cocok dijadikan sebagai nama anak-anak kita karena memiliki makna yang kurang bagus yang saya kutip dari sini:
  • Afinah: Bodoh, dungu
  • Asyirah: Kufur nikmat
  • Daniyah: Lemah dan hina
  • Fajirah: Jahat, yang berdosa
  • Fasyilah: Gagal, kalah
  • Ghailah: Kecelakaan, bencana
  • Ghawiyah: Sesat, mengukuti hawa nafsu
  • Hasidah: Hasad, fitnah
  • Kamidah: Sangat berduka
  • Khasirah: Rugi, bangkrut
  • Khati’ah: Bersalah, berdosa
  • Lahifah: Sedih, menyesal & didzolimi
  • Maridah: Durhaka
  • Nariah: Api
  • Nasyizah: Durhaka dan melawan suami
  • Qasitah: Melampaui batas dan keluar dari kebenaran
  • Razilah: Keji dan hina
  • Safilah: Rendah dan hina
  • Sakirah: Pemabuk
  • Syafihah: Bodoh
  • Syaqiyah: Menderita, sengsara
  • Syatimah: Suka memaki, mencela
  • Wahimah: Lemah
  • Wahinah: penakut, pengecut
  • Wasyiah: Mengumpat, mengadu domba
  • Zalimah: Zalim, jahat
  • Zaniyah: Pezina, pelacur

Selain nama-nama di atas, ada beberapa nama lagi yang sebaiknya tidak digunakan yakni nama yang menggunakan asmaul husna, kecuali ditambahkan kata Abdul di awalnya. Contohnya Rahman menjadi Abdul Rahman atau Abdurrahman, Rahim menjadi Abdul Rahim atau Abdurrahim, dan seterusnya (ini berlaku bagi muslim yaa).

So, bila ada yang berkata pada saya "apalah arti sebuah nama", maka saya akan membalasnya dengan kalimat ini "nama adalah wujud cinta, doa dan harapan orang tua pada anaknya. Ia tak hanya sekedar identitas diri, melainkan nilainya jauh lebih besar dari pada itu"

Apa pendapatmu terkait sesuatu yang disebut "nama" ini gaes? Apakah kamu termasuk orang yang berpikiran "apalah arti sebuah nama" ataukah sama seperti saya yang menganggap begitu pentingnya sebuah nama? Yuk share pendapatmu di kolom komentar :)

Tulisan tentang nama ini saya cukupkan sampai di sini yaa, sampai jumpa di artikel 1M1C lainnya :)



*sumber tulisan:
http://www.namabayiperempuan.web.id/2014/06/nama-bayi-yang-dilarang-dalam-islam.html

Komentar

  1. Menurutku, uda aku tulis dipostinganku mba he he he,,#kidding
    Untung aja nama anakku ngga ada yg pakai nama-nama yg dilarang di atas mba,,��

    BalasHapus
  2. Aku baru tahu mbak ira. Sepertinya nama yg bagus ternyata artinya nggak ya..

    BalasHapus
  3. Menurutku , nama harus memiliki artis yang bagus mbaa

    BalasHapus
  4. Zaman 80 an nama anak sesuai nama bulan ia lahir, kaya nama mpo.
    Kalo sekarang lebih islami. Karna nama adalah doa dari orang tua kita.

    BalasHapus
  5. nama adalah wujud cinta, doa dan harapan orang tua pada anaknya, saya setuju banget mba Ira. Kadang namaku juga dianggap aneh oleh orang-orang hehehhe tapi aku selalu berpositif thinking. Orang tua pasti menyematkan doa2 dalam pemberian nama anak2nya

    BalasHapus
  6. Duh jadi pengen cepet2 bisa menamai beby nih, huhuhuu

    Takcatet dulu mb blaklistnya

    BalasHapus
  7. Howaaa nama alm. ibu mertuaku ada di list ituuu... Semoga ada arti lainnya.

    BalasHapus
  8. Namaku Khadija, Tante
    artiya apa ya?
    selain nama istri nabi muhammad

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.