Skip to main content

CERITA TAK TERLUPA SAAT PERTAMA KALI MENGHADIRI PESTA ULANG TAHUN

Yuhuiiii, udah tanggal 20 aja yaa, itu artinya seminggu lagi saya gajian. Horeee! saatnya saya hadir dengan tulisan kolaborasi Sultra Blogger Talk. Penasarankah kamu dengan tema yang kami usung hari ini?

Temanya adalah kejadian lucu yang dialami saat menghadiri pesta. Nah lo, temanya agak sulit nih menurut saya soalnya saya belum pernah mengalami hal-hal lucu saat menghadiri sebuah pesta. Saya mah normal-normal ajaa saat ke pesta, tak pernah mengalami hal aneh, hihihi :D

pic source: pixabay.com

Oh iya, ini nih link tulisan dua sahabat kolaborasi saya:


Seperti yang saya katakan di atas, tema ini sebenarnya cukup sulit untuk saya. Saya sudah mencoba menggali ingatan tentang hal lucu yang mungkin dulu pernah saya alami tapi hasilnya tetap nihil. Maka bertanyalah saya pada Irly dan Diah, bagaimana bila saya tidak pernah mengalami hal lucu di pesta? Bolehkah saya menulis pengalaman lucu yang dialami oleh anak saya saat menghadiri pesta ulang tahun temannya?

Alhamdulillah mereka membolehkan. Jadi kali ini saya akan menceritakan pengalaman kami (saya dan Wahyu) yang menurut saya agak lucu saat menghadiri pesta temannya beberapa waktu yang lalu.

Saat itu, usia Wahyu belum genap setahun (iyaa, kejadiannya udah hampir 5 tahun yang lalu). Ia mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta ulang tahun yang ke-5 anak Pak Lurah. Saat menerima undangan, saya sebagai mamanya langsung memutuskan untuk menghadiri pesta ulang tahun tersebut.

Di undangan tertulis, waktunya adalah pukul 16.00 WITA. Maka pada pagi di hari H saya mencari kado dan langsung membungkusnya dengan kertas kado lucu dan unyu-unyu. Siang harinya saya menidurkan Wahyu dan membangunkannya pada pukul 3 sore.

Mami (ibu mertua) sudah mengingatkan agar kami sudah harus berada di pesta sebelum pukul 16.00. Beliau malah berkata pukul 15.15 kami sudah harus berangkat.

"What??? Masa sih kami harus pergi secepat itu? Di undangan kan tertulis pukul 16.00. Ada-ada ajaa nih mami". Begitulah yang saya katakan dalam hati saat mendengar perkataan mertua.

Saya tidak mengindahkan apa kata Mami. Saya masih berpatokan pada waktu yang tertera di undangan. Maka saya baru memandikan Wahyu pada pukul tiga sore lewat sepuluh menit dan berangkat ke acara tepat sepuluh menit sebelum pukul empat (jarak rumah kami dengan tempat acara cukup dekat, hanya 5 menit perjalanan udah nyampe).

Tapi apa yang terjadi saat kami tiba di tempat acara? Acaranya sudah hampir selesai sodara-sodara. Kami datang tepat saat acara peniupan lilin oleh yang berulang tahun.

Menurut tamu-tamu yang hadir, acaranya sudah dimulai sejak setengah empat tadi karena tamu undangan udah banyak yang datang. Tamu undangan bahkan sudah datang sejak pukul tiga. Ckckck, tamunya rajin banget euy!

Ternyata benar yang dikatakan Mami. Saking semangatnya para anak yang mendapatkan undangan, mereka datang lebih cepat dari waktu yang ditetapkan. Menurut ibu-ibu yang sempat saya tanyai, memang sudah seperti itu pelaksanaan acara ulang tahun di daerah tempat tinggal kami (maklumlah, saya baru setahunan tinggal di daerah sini dan baru pertama kalinya mengantar anak menghadiri pesta ulang tahun).

Pukul 16.15 para tamu undangan bubar. Jadi hanya sekitar 15 menit kami berada di pesta ulang tahun itu. Saat hendak pulang dan duduk di atas motor, saya dan suami saling berpandangan dan tertawa. Suami sempat mengeluarkan candaan seperti ini:

"sepertinya waktu yang kamu habiskan untuk bersiap-siap ke pesta ini lebih lama dibanding waktu kamu berada di pestanya, hahaha". Tapi emang benar sih apa yang dikatakan suami saya, hehehe

Ketika tiba di rumah, mertua langsung bertanya sambil tersenyum "kok cepat banget pulangnya?".

Suami saya menjawab "acaranya udah mau selesai saat kami tiba".

Mertua langsung tertawa. Beliau langsung berkata "memang sudah seperti itu ulang tahun di Lakudo ini" *Lakudo nama daerah tempat tinggal kami*. "Anak-anak terlalu antusias datang ke pesta sehingga tidak peduli lagi pada waktu yang tertera di undangan" lanjutnya.

Pengalaman pertama kami menghadiri pesta ulang tahun anak tersebut menjadi pengalaman berharga yang tak akan terlupa. Sejak saat itu, kami bertekad tidak akan mengulangi hal yang sama. Kami akan mengantar Wahyu menghadiri pesta ulang tahun temannya lebih cepat dari waktu yang tertera di undangan.

Maka ketika Wahyu mendapat undangan lagi, kami tidak lagi terpaku pada waktu yang tertera di undangan. Yang menjadi patokan adalah, ia harus mandi pada jam tiga sore dan sudah tiba di tempat acara sebelum setengah empat sore.

di undangan selanjutnya gak telat lagi jadi bisa foto bareng yang ultah, hihihi :D

Karena kami tinggal di sebuah kecamatan, yang mana perayaan ulang tahunnya tidak semeriah di kota besar yang menampilkan banyak hiburan seperti badut dan tukang sulap, jadi durasi acaranya memang tidak lama. Mungkin itulah alasannya mengapa si acara itu cepat banget selesainya padahal kami baru saja tiba, hehehe :D

Itulah sekelumit cerita saya mengantar Wahyu menghadiri acara ulang tahun temannya untuk yang pertama kalinya. Gimana? Lucu gak ceritanya? Lucu dong yaa, harus bilang lucu dong *maksa* agar bisa sesuai dengan tema yang telah kami tetapkan, hehehe :D

Sampai jumpa di tulisan kolaborasi saya bersama Irly dan Diah di tanggal 20 bulan berikutnya :D :D

Comments

  1. Semangat bgt ya anak2 ini kalo ada undangan pesta.. Seruuu

    ReplyDelete
  2. Oalah..jadi anak-anaknya terlalu semangat ya mbak ceritanya. Klo di tempatku..meski ada keterangan waktu di undangan, seringnya yang dipake patokan bukan jamnya..tapi abis dhuhur..abis ashar..abis mghrib..ato abis Isya.

    ReplyDelete
  3. Hihi keren niiih acaranya ngga molor tapi malah maju, congratz kiddo jangan jam karet kayak kami yaa hihi

    ReplyDelete
  4. Anakku semangat banget kalo acara kayak gini dulu waktu kecil. Sekarang udah nggak mau2 lagi mbak. Memang anak2 tu selalu menyenangkan ya :)

    ReplyDelete
  5. hoalah jadi ketinggalan nih anak mbak ulangtahunnya
    anakku lucu juga mbak, karena masih 2 tahun dia nggak mau kasih kado ke temennya, jadi harus beli 2 kado untuk dia satu dan untuk yg ulang tahun hehee

    ReplyDelete
  6. Sultra Blogger Talk? hmmm menarik banget ya namanya? pengen bikin juga aah di sini, sama siapa ya tapi? :)

    ReplyDelete
  7. Emang ya anak-anaknya antusias banget lah emaknya mah nyantai-nyantai aja hahaha

    ReplyDelete
  8. Seru, memang paling seneng kalau anak-anak ke acara ulang tahun ya. Jadi ingat masa kecil :)

    Btw, salam kenal :)
    Horeee, bentar lagi gajian. Hore :D

    ReplyDelete
  9. semangatnya juga dii Kak.. biasanya lelet ini malah super cepat, hihihih..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.

Popular posts from this blog

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!

BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.