Langsung ke konten utama

TENTANG PENGHASILAN TAMBAHAN

Hai gaes apa kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja yaa 😊. Ehem, sepertinya makin hari blog ini semakin jarang saja diisi nih. Bila diibaratkan rumah, sudah banyak kali sarang laba-labanya, hiks. Sedih banget deh, kok bisa yaa semangat nulis saya kembali jatuh ke titik nadir gini padahal rajin dan rutin nulis adalah salah satu harapan yang ingin saya wujudkan tahun ini.

Hal yang saya takutkan, apabila rasa malas ini masih saja betah dan enggan beranjak (duh jangan sampai deh), sepertinya harapan tersebut hanya akan menjadi harapan kosong semata. Ayo bangun dari tidur panjangmu, Ra! Ayo bangkit dan kejar ketertinggalanmu! 💪 #MenyemangatiDiriSendiri

Oke oke, kita sudahi saja tjurhat colongannya prolognya dan segera masuk pada inti tulisannya, hehehe

pic source: pixabay.com

Setelah beberapa waktu lalu saya menulis tentang pengelolaan keuangan keluarga, hari ini saya kembali akan menuliskan hal yang berbau piti alias duit yakni tentang penghasilan tambahan. Gimana, seru yaa kalo bahas duit? Hihihi. Setelah membaca tulisan Irly tentang penghasilan tambahan ini mau tak mau membuat saya mengingat kembali hal-hal apa saja yang pernah saya lakukan di masa lalu untuk menambah pundi-pundi rupiah guna mempertebal dompet.


Seperti yang kita pahami, penghasilan tambahan adalah penghasilan yang didapatkan di luar penghasilan utama. Sebagai seorang istri yang juga merangkap sebagai pekerja kantoran (karyawati), penghasilan utama saya adalah nafkah dari suami dan gaji saya setiap bulannya. Maka duit yang saya dapatkan di luar dari dua hal tersebut sudah pasti disebut sebagai penghasilan tambahan.

Lalu apa saja yang saya lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan? Ini nih beberapa kegiatan yang pernah (sekarang gak lagi) dan masih saya lakukan untuk mendapat tambahan pundi-pundi rupiah: 

1. Bisnis MLM (Sophie Paris & Oriflame) 
Walau pemalu gini, saya berani loh ikut bisnis MLM, hahaha. Bisnis MLM yang saya pilih ada dua dan keduanya berhubungan erat dengan wanita. MLM pertama yang saya geluti adalah Sophie Martin atau Sophie Paris. Awalnya saya tertarik menjalani bisnis ini karena saya adalah pemakai produk Sophie, terutama tas dan dompetnya. Ada banyak tas Sophie yang saya punya, begitu pun dompetnya.

Ketika tahu bahwa ternyata saya bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari jualan produk Sophie, tanpa berpikir panjang segera saya daftar jadi member (karena sistimnya MLM maka yang ingin menjual produknya haruslah menjadi member terlebih dulu). Sebagai member, saya mendapatkan keuntungan langsung sebesar 30% dari harga barang yang tertera di katalog.

Selain pemalu, hal yang yang tidak saya punyai sebagai orang MLM adalah kecakapan dalam merayu orang lain (calon downline) jadi saat berbisnis Sophie saya sama sekali tak berharap dapat bonus dari jaringan yang saya bentuk (downline) karena saya memang gak punya downline (gimana mau punya downline, niat cari downline aja gak ada), hahaha. Pokoknya dapat keuntungan sebesar 30% itu sudah sangat membahagiakan bagi saya. 30% mah udah cukup buat saya. #AnaknyaCepatPuas

MLM kedua yang saya geluti adalah Oriflame. Salah satu costumer saya di Sophie Paris mengajak saya berbisnis Oriflame. Katanya, hanya dengan bayar Rp. 10.000,- saya sudah bisa menjadi anggota dan apabila selama 3 bulan berturut-turut saya bisa tutup poin, maka ada beragam hadiah menarik yang bisa saya dapatkan setiap bulannya yang mana harga hadiah tersebut cukup membelalakkan mata 😱

Jadi saat gabung di Oriflame yang saya kejar itu sebenarnya adalah hadiah-hadiahnya (teori bisnis yang salah). Maka agar bisa tutup poin, saya mulai memesan barang sebanyak-banyaknya lalu saya tumpuk. Akibatnya bisa ditebak, seperti kata peribahasa "untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak" seperti itulah yang saya rasakan. Yup, saya tekor sodara-sodara, hahaha 😂😂 #TertawaMiris. Sumpah, ini saya nulisnya sambil terkekeh-kekeh loh membayangkan kebodohan saya di masa lalu.

Manalah barang yang sudah saya beli itu tidak pula saya tawarkan pada orang-orang. Penyebabnya yaa karena saya pemalu. Seperti menjalankan Sophie, di Oriflame saya juga hanya membagikan katalog pada teman-teman, syukur-syukur barang yang dipesan teman itu sudah ada di stok saya. Untungnya cara yang saya lakukan di Oriflame (numpuk barang) tidak saya lakukan di Sophie jadi Alhamdulillah bisnis Sophie cukup lancar.

Apakah sampai hari ini saya masih menjalankan dua bisnis MLM ini? Bisnis oriflame yang sempat membuat saya tekor udah malas dan ogah saya jalankan sedangkan untuk Sophie walau tak selancar dulu tapi sampai saat ini masih saya jalankan.

2. Memberi modal pada orang lain (bagi hasil 60:40)
Kegiatan kedua untuk mendapatkan tambahan penghasilan adalah memodali orang lain yang punya jiwa bisnis namun tak punya modal. Dalam hal ini, saya memodali seseorang untuk berbisnis kecil-kecilan demi bisa menafkahi anak dan istri yang tinggal jauh darinya.

Beberapa tahun lalu ada seorang bapak yang curhat pada adik saya. Bapak tersebut cukup dekat dengan adik saya. Dalam curhatnya, si bapak ingin memiliki penghasilan sendiri agar ia tetap bisa menafkahi anak istrinya, minimal tidak menyusahkan mereka dengan meminta uang untuk jajan rokok dan kopi (pergerakan bapak ini memang tidak sebebas orang lain). Ia ingin berdagang (jual kopi, gula, rokok + mi instan) tapi tak punya modal dan meminta tolong pada adik saya agar diberi modal.

Adik saya menceritakan curhatan si bapak pada saya. Merasa tersentuh, saya putuskan untuk membantu. Niat saya adalah murni memberi modal tanpa berharap dapat keuntungan apapun tapi ternyata si bapak berpikiran lain. Ia tak mau diberi modal secara cuma-cuma, ia ingin bagi hasil dengan porsi 60:40 (60% untuk pemodal, 40% untuk dirinya). Mendengar ketegasannya, saya setuju sajalah dengan cara mainnya.

Lumayan besar penghasilan tambahan yang saya dapatkan dari kegiatan ini karena perputaran uang dan barangnya sangat lancar. Sayangnya karena sesuatu dan lain hal (yang tak bisa saya tuliskan demi menjaga privasi adik saya & bapak itu) kerjasama kami tak bisa berlangsung lama. Ahhh, bapak itu bagaimana kabarnya yaa sekarang? Semoga sekarang beliau bisa menjalankan bisnis dengan modalnya sendiri.

3. Ngeblog
Hal lain yang membuat saya mendapatkan penghasilan tambahan adalah ngeblog. Ya, siapa yang mengira kegiatan yang awalnya hanya untuk menyalurkan hobby menulis plus melepaskan uneg-uneg berbentuk curhat ini ternyata bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah? Sampai sekarang saya kadang masih takjub dibuatnya.

Baca Juga: Cerita di balik terbentuknya blog ini

Tapi memang harus saya akui bahwa untuk mendapatkan penghasilan dari blog ini tidak bisa dibilang mudah. Salah satu cara agar "dilirik" pemberi job yaa dengan membeli domain alias menggunakan domain berbayar yang lebih akrab disebut Top Level Domain (TLD). Itu artinya kita harus rela mengeluarkan uang untuk melakukannya. Tapi bukankah yang namanya bisnis harus butuh modal? Yaa anggap aja uang untuk beli pulsa internet dan domain itu adalah modal, hehehe.

Baca Juga: 4 Alasan yang mendasari saya menggunakan TLD

Oh iyaa selain ngeblog, kadang-kadang saya juga dapat tambahan penghasilan dari kegiatan mengkampanyekan produk dari sponsor melalui media sosial yang saya punya. Alhamdulillah, jadi blogger membuka peluang yang lebih besar kepada saya yang sebelumnya bahkan tak terpikirkan sama sekali.

Hmmm kegiatan apalagi yaa yang dapat membuat saya memperoleh penghasilan tambahan? Seingat saya sepertinya sampai saat ini baru tiga hal tersebut deh. Kalau kamu kegiatan apa yang kamu lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, gaes? Yuk bagi ceritamu di kolom komentar 😉

Komentar

  1. Aku pernah mba bisnisan sama teman kuliah..semacam ojek brargo gitu...dia yang ngelola..aku yang nerima aja (semacam rental motor/mobil)...tertibnya brp bulan aja..habis itu malah barang2 investor ditilep semua.

    Sekarang pelaku di rutan. Kena kasus korupsi. Dia PNS, bawa uang negara 600juta. Bisnis yang ia kelola, hancur.

    Aku nitip 3 motor, ilang.

    Setelah itu aku kapok. Padahal itu teman kuliah, harusnya bisa dipercaya...ternyata...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😱 ya Allah Mbaa, kok tega banget orang itu, saya sampe gak bisa berkata-kata saat membaca cerita Mba Sulis 😢

      Pelajaran berharga banget yaa Mba, bahwa orang yang kita kenal baik belum tentu sebaik yang terlihat

      Hapus
  2. Beragam memang kalau bisnis di kak, yg bagi hasil juga oke, salah satu cara untuk menambah penghasilan tp tidak punya waktu banyak. Semangat kak.. Semoga nanti ada penghasilan tambahan yang lebih banyak dan stabil.💪

    BalasHapus
  3. Saya pernah diajak bisnis Sophie Paris. Tapi saya tolak krn waktu itu masih kuliah, belum ada modal.

    BalasHapus
  4. Sy tertarik sm bisnis kasih modal ke org lain kak, bisa dicoba kayaknya itu 😍

    BalasHapus
  5. Saya jg pernah daftar Shopie Kak, tp ndk dijalankan. Oriflame pun sdh 2x keluar masuk, lagi2 tidak dijalankan. Tupo nya berat. Krna sy ndk tau jualan. Hihihih. Mau tumpuk barang, duuh sayang duitnya, mending buat jajan yg lain, walau mupeng jg dgn hadiah bonusnya ��

    BalasHapus
  6. Bisnis yang kasi modal ke orang lain itu kayaknya lumayan menarik, selain membantu orang juga bisa dapat untung ya kak. Tapii keknya harus benar-benar orang yang terpercaya kayaknya ^^

    BalasHapus
  7. Bisnis memberi tambahan modal itu kayaknya asik juga ya, tapi ya memang harus benar2 jujur dan bisa dipercaya orangnya. Dan kita juga jangan lepas tangan sama sekali cuma nunggu hasil

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.