Langsung ke konten utama

JENIS-JENIS BAJU YANG SAYA KENAKAN SESUAI ACARA & MOMENTUM


Hai gaes, apa kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja, amiiin. Hari ini enaknya ngomongin apa yaa? Hmmm gimana kalau kita ngomongin tentang gaya fashion atau busana yang saya kenakan sehari-hari aja? Sepertinya belum ada satu pun tulisan di blog ini yang membahas tentang gaya berbusana saya deh, kali aja ada pembaca blog ini yang penasaran dengan gaya berbusana saya, jadi gak papa kali yaa hari ini saya menulis dengan tema ini, hehehe.

pic source: pixabay.com

Pada dasarnya saya adalah orang yang cuek dengan busana seperti apa yang hendak saya kenakan. Asal bahannya nyaman di kulit dan sopan, pasti saya pakai.

Saya juga bukan tipe orang yang suka memakai pakaian karena mereknya. bagi saya, walau busana itu dari merek ternama tapi bila saya merasa kurang cocok memakainya yaa bye-bye aja deh, sebaliknya bila ada busana yang harganya murah meriah (apalagi udah didiskon 75%) tapi saat pertama kali melihatnya saya sudah jatuh hati yaa bakalan saya masukin keranjang belanja, justru saya akan lebih bahagia bila menemukan hal yang seperti itu #MamakMamakPelitDanPenuhPerhitungan, hahaha. tapi benar, saya gak akan pernah beli baju yang harganya di atas Rp. 200.000,-  

Lalu selain bahan yang nyaman, apa lagi yang menjadi alasan saya memutuskan membeli selembar pakaian? Adalah rasa klik. Pernah gak kamu merasa, saat pertama kali melihat sesuatu, di dalam hatimu langsung berkata "wahh, ini cocok banget buat saya nih". Saya sering banget merasa seperti itu loh, terutama saat memilih pakaian (dengan catatan harganya kurang dari Rp. 200rb). Jadi walau di mata orang lain pakaian yang hendak saya beli itu terlihat kurang bagus, tapi kalo hati saya udah klik, saya bakalan tetap beli. Dan alhamdulillah terlihat bagus-bagus aja tuh saat saya memakainya (menurut pengakuan teman-teman). Mungkin inilah yang dinamakan insting kali yaa :)


Saat membeli pakaian biasanya saya juga mulai membayangkan akan dipakai kapan dan akan dipadukan dengan busana mana (yang ada di lemari) nih nantinya. Dengan begitu, gak ada tuh istilah bingung mau dipadukan dengan baju atau celana/rok apa saat dipakai nanti karena sejak awal udah tahu pasangannya.

Dan sesuai judul, berikut ini jenis dan model busana yang saya kenakan berdasarkan acara atau momentum: 

1. Busana di rumah 
Sama seperti kebanyakan ibu-ibu di luar sana, busana sehari-hari yang saya kenakan di rumah adalah busana yang gak membatasi ruang gerak selama beraktivitas dalam rumah. Dalam hal ini saya memilih mengenakan celana pendek dipadu kaos oblong yang longgar.

Lalu apakah saya gak suka memakai daster? Suka sih, hanya saja saya jarang memakainya. Saya baru memakai daster saat pulang ke Lakudo untuk bertemu anak dan suami. Karena suami suka melihat saya memakai daster, jadi demi nyenangin suami, gak papa lah yaa sekali-sekali memakai daster, hehehe 

2. Busana ke kantor 
Kantor saya adalah salah satu perusahaan yang mewajibkan karyawannya memakai seragam saat bekerja, jadi dari hari senin sampai kamis saya ke kantor mengenakan baju seragam kantor dipadu dengan celana panjang atau rok berwarna gelap. Pada hari jumat saya biasanya memakai batik (baik blus maupun gamis), blus, tunik atau kemeja yang dipadu celana panjang. Sedangkan di hari sabtu saya memakai baju casual berbahan kaos atau katun.



3. Busana saat jalan-jalan, arisan atau acara lain yang sifatnya santai 
Busana yang saya pakai pada saat seperti ini sama dengan busana yang saya pakai saat ke kantor pada hari sabtu. 

4. Busana ke pesta 
Ada dua jenis busana yang saya kenakan saat ke pesta. Pertama adalah kebaya (baik setelan maupun yang dipadu celana panjang) dan yang kedua adalah maxi dress atau gamis. Saya gak berani pakai busana jenis lain selain kedua jenis pakaian tersebut.


5. Busana saat ramadhan 
Karena saya berhijab, maka baju yang saya kenakan di bulan ramadan tetap sama seperti baju yang saya kenakan sehari-hari. Perbedaannya hanya bawahan yang saya kenakan saat ke kantor saja, bila hari biasa kadang-kadang saya mengenakan celana panjang, maka selama ramadan saya selalu mengenakan rok. Entah mengapa aura ramadan berhasil membuat saya lebih feminim, hehehe 

6. Busana lebaran 
Gamis atau tunik dipadu celana panjang adalah busana favorit yang saya pakai saat lebaran. Agak berbeda dengan keluarga lain yang biasanya memakai seragam saat lebaran, baju lebaran keluarga kami tidak seperti itu. Saya dan suami biasanya cuek saja saat lebaran tiba. Pokoknya asal nyaman dipakai dan bahannya gak menerawang bagi kami sudah cukup.

Kami juga jarang membeli baju lebaran keluarga, yang sering terjadi adalah memadu-padankan baju yang sudah ada. Tapi kalau untuk anak, saya memang selalu membelikannya baju baru karena biasanya baju lebaran tahun sebelumnya sudah gak muat lagi.

Baca Juga: Mix & Match Baju Muslim

Kalau kalian tipe yang seperti apa gaes? Apakah tipe yang selalu membeli baju lebaran keluarga setiap tahun ataukah sama seperti kami yang memadu-padankan baju yang sudah ada? Boleh banget loh bagi ceritanya di kolom komentar ;)

Harus saya akui bahwa hal utama yang selalu menjadi perhatian saya saat hendak memilih baju adalah kenyamanan saat memakainya karena bisa dibayangin dong yaa gimana menderitanya kita memakai baju yang gak nyaman seharian? Jangan sampai busana yang kita kenakan malah menjadi penyebab bad mood sepanjang hari. 

Hmm, apa lagi yang harus saya tulis tentang pakaian yang saya kenakan yaa? Sepertinya udah semuanya nih. Baiklah, tulisannya saya cukupkan sampai di sini saja yaa, sampai jumpa di tulisan saya berikutnya :)


Komentar

  1. Bener banget kalau bisa ada perbedaannya, busana saat di rumah dan saat ke luar rumah. Jadi nggak kelihatan monoton dan tentunya terlihat #KetjeCiee

    BalasHapus
  2. Saya juga beli baju gak pernah mahal-mahal. Cuma ya pilih yang nyaman aja dipakai.

    BalasHapus
  3. Sama... saya juga yang penting nyaman. Udah siap berangkat keluar tapi kok ngerasa yang dipakai nggak nyaman, saya bisa balik badan ganti baju! ��

    BalasHapus
  4. baju harus nyaman biar betah jalan-jalannya

    BalasHapus
  5. Asyik nih baca tulisan gini. Aku juga orang yang perhatiin penampilan apalagi berkaitan dengan pekerjaan. Nggak berlebihan asal rapi dan nyaman di badan. Sumpah nggak punya daster karena celana pendek dan tank top buat dirumah itu adalah kemerdekaan. Daster itu kayak ribet. hahaha

    BalasHapus
  6. sama kayak saya nih mbak.. kalau pakai pakaian ga mentingin merk nya tapi lebih ke kenyamanannya.. kalau baju bermerek, trus mahal tapi ga nyaman dipakai yaah sama aja kaan

    BalasHapus
  7. Sama mbak saya di rumah gak pernah pakai daster. Saya selalu pakai kaos longgar dan celana training soalnya enak lebih leluasa. Kalau ke luar saya ganti pakai celana bahan dan baju ditutup sweater. Jadi tiap ke warung, dari hari ke hari ya baju saya itu terus karena dipakenya emang buat ke warung doang hahahaaa.

    BalasHapus
  8. Aku juga begini mbak. Busana untuk acara tertentu bahkan busana untuk dirumah di pisah2. Bahkan nyimpan di lemari aja di pisah.

    BalasHapus
  9. Kami tidak pernah beli baju jelang Lebaran. Justru beli baju anak malah sebelum puasa. Kalau saya dan suami, beli baju biasanya malah bulan Rajab atau Dzulhijjah dan Muharram. Kalau lebaran kami pakai baju yg ada saja.

    BalasHapus
  10. Aku jg seringnya beli baju di bawah 200 rb mba, hehe.
    Trus juga saya pisah2kan mana yang dipakai utk keseharian mana yg buat acara resmi atau pergi2 :D

    BalasHapus
  11. Busana memang mendukung penampilan ya mba. Tapi dalam bernusana juga kita harus memperhatikan tempat.

    BalasHapus
  12. Aku gak punya busana ngantor. Hehehe, gak ngantor soalnya. Eh ada ding, daster. Kantorku kan di rumah. Hehehe, tapi setuju. Ke mana pun, kita harus berbusana sesuai acara, ya.

    BalasHapus
  13. Saya paling sering saltum kalau traveling wkwkwk.... soalnya ga biasa pake casual gitu kalau ke luar rumah ya pakai gamis aja jd nya :)

    BalasHapus
  14. Suka sama pilihan-pilihan busana kakak.kalem.modis.padu padannya juga serasi tdk tabrak warna.apa krn mmg orangnya sudah cantique ya :)

    BalasHapus
  15. saya kalau berpakaian pasti perhatikan penampilan mbak, tapi sayangnya ga ada yang perhatiin saya, kan sedih, haha...

    saya kalau ke kantor busanaya kebetulan pakai seragam, jadi ga pusing deh, Kalau jalan-jalan biasanya pakai kaos oblong yang di padu dengan kemeja yang ga dikancing, kalau gerak tinggal lepas kemeja, kalau lagi panas tinggal di pakai.

    Tapi kalau pesta dan acara sejenisnya biasanya semi formal sih, pakai jeans atasan kemeja rapi dan sepatu pantofel, atau totally formal,

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.