Langsung ke konten utama

TERJEMAHAN LIRIK LAGU AE DIL HAE MUSHKIL

Siapa yang suka dengan film yang dibintangi oleh Ranbir Kapoor, Anushka Sharma dan Aishwarya Rai yang berjudul Ae Dil Hae Mushkil ini? Ayo toss dulu, karena itu berarti kita memiliki selera yang sama.

pic source: DNA India

Fyi
, Ranbir dan Anushka adalah salah satu pasangan favorit saya di belantika perfilm-an bollywood sana loh. Entah mengapa saya suka banget dengan chemistry mereka saat beradu akting dalam sebuah film. Menyaksikan kemesraan mereka berdua bisa membuat saya baper hingga berhari-hari lamanya, hehehe *lebay mode on*


Oke, tak perlu berlama-lama, segera saja kita masuk pada inti tulisan. Sesuai judul, kali ini saya akan menuliskan terjemahan dari lagu Ae Dil Hae Mushkil dari film dengan judul yang sama agar saat mendengar lagunya kita semua bisa lebih paham dan menghayati lagu yang dinyanyikan oleh Arijit Singh ini.


Penasaran dengan lirik dan terjemahannya? Check this out:

Ae Dil Hae Mushkil (Hati Ini, Merasa Mustahil)

Tu Safar Mera, Hai Tu Hi Meri Manzil
Kau adalah pengembaraanku, kau jugalah tujuanku
Tere Bina Guzara, Ae Dil Hai Mushkil
Menjalani hidup tanpamu, hati ini (merasa) mustahil

Tu Mera Khuda, Tu Hi Duaa Mein Shaamil
Kau adalah dewiku, kau ada di setiap doaku
Tere Bina Guzara, Ae Dil Hai Mushkil
Menjalani hidup tanpamu, hati ini (merasa) mustahil

Mujhe Aazmaati Hai Teri Kami

Ketiadaanmu mengujiku
Meri Har Kami Ko Hai Tu Laazmi
Keberadaanmu melengkapi hidupku

Junoon Hai Mera Banoon, Main Tere Qaabil
Kau adalah obsesiku, kuingin menjadi yang terbaik untukmu
Tere Bina Guzaara, Ae Dil Hai Mushkil
Menjalani hidup tanpamu, hati ini (merasa) mustahil

Yeh Rooh Bhi Meri, Yeh Jism Bhi Mera
Jiwa ini, raga ini
Utna Mera Nahi, Jitna Hua Tera
Seakan bukan milikku, sebab keduanya adalah milikmu

Tune Diya Hai Jo Woh Dard Hi Sahi
Kuterima semua rasa sakit yang kau berikan
Tujhse Mila Hai Toh, Inaam Hai Mera
Kuanggap itu sebagai hadiah yang kau beri untukku

Mera Aasmaan Dhoondhe Teri Zameen
(Aku) langit mencari bumi (kau)
Meri Har Kami Ko Hai Tu Laazmi
Kumembutuhkanmu untuk melengkapi kekuranganku

Zameen Pe Na Sahi, Toh Aasmaan Mein Aa Mil
Jika tidak di bumi, maka temuilah aku di langit
Tere Bina Guzara, Ae Dil Hai Mushkil
Menjalani hidup tanpamu, hati ini (merasa) mustahil

Maana Ki Teri Maujoodgi Se, Yeh Zindagani Mehroom Hai
Kuakui bahwa kehadiranmu, membuatku kehilangan kehidupanku
Jeene Ka Koi Dooja Tareeka, Na Mere Dil Ko Maaloom Hai
Hatiku tak tahu cara lain menjalani kehidupan

Tujhko Main Kitni, Shiddat Se Chaahun
Aku mencintaimu begitu dalam
Chaahe Toh Rehna Tu Bekhabar
Namun kau tetap tidak menyadarinya

Mohtaaj Manzil Ka Toh Nahi Hai
Aku bukannya tak punya tujuan,
Ye Ek Tarfa Mera Safar
Tapi pengembaraan ini hanya berjalan satu arah

Safar Khoobsurat Hai Manzil Se Bhi
Pengembaraan ini lebih indah dari tujuannya
Meri Har Kami Ko Hai Tu Laazmi
Kumembutuhkanmu untuk melengkapi kekuranganku

Adhoora Hoke Bhi, Hai Ishq Mera Qaamil
Walaupun aku tak sempurna, tapi cintaku tulus
Tere Bina Guzara Ae Dil Hai Mushkil
Menjalani hidup tanpamu, hati ini (merasa) mustahil



Setelah mengetahui terjemahannya, dapat disimpulkan bahwa ternyata lagu ini memiliki makna yang "dalam" banget yaa, yaitu tentang perasaan seseorang terhadap kekasih yang sangat dicintainya. Pantesan aja dalam film si Ranbir menyanyikannya dengan penuh penghayatan ternyata memang lagu ini adalah ungkapan hatinya yang terdalam.


Agar lebih menghayati, berikut videonya :)




Komentar

  1. wahh kebetulan saya suka film India, meskipun cuna terjemahan lirik lagu, saya screenshoot untuk nyari filmnya di internet, hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.