Langsung ke konten utama

REVIEW FILM INDIA; BAREILLY KI BARFI

Menjelang akhir ramadhan ini saya kembali menuliskan review film india yang baru beberapa hari lalu saya tonton nih. Judul filmnya adalah Bareilly Ki Barfi.


BAREILLY KI BARFI

Apa yang membuat saya tertarik untuk nonton film ini? Hmmm apa yaa? Gak ada sih, ini random aja saya pilih dari koleksi film yang ada di hardisk. Saat melihat-lihat kumpulan film india di hardisk, tiba-tiba tangan saya tergerak meng-klik folder film ini. Karena sudah terlanjur ter-klik yaa sekalian aja ditonton filmnya, hehehe 😀

Begitulah ceritanya mengapa saya tonton film yang diperankan oleh aktor dan aktris yang masih terhitung baru di kancah perfilm-an bollywood ini. Lalu bagaimana tanggapan saya usai menonton filmnya? Baca terus tulisan ini hingga selesai untuk mengetahui jawabannya 😉

Judul Film: Bareilly Ki Barfi
Pemeran: Kriti Sanon, Ayushmann Khurrana & Rajkummar Rao
Durasi: 122 Menit
Waktu Rilis: 18 August 2017
Sutradara: Ashwiny Iyer Tiwari 


Sinopsis

Alkisah di sebuah daerah bernama Bareilly hiduplah seorang anak perempuan yang dibesarkan menyerupai anak lelaki. Ia tumbuh menjadi gadis tomboy, suka merokok dan minum miras hingga membuat semua cowok yang dijodohin dengannya kabur. Tak ada satu pun dari cowok-cowok itu yang mau punya istri seperti Bitti Mishra (Kriti Sanon), nama gadis yang juga bekerja sebagai costumer service di perusahaan listrik tersebut.

Merasa tertekan dengan hal itu membuat Bitti mengambil keputusan untuk kabur dari rumah. Yang ada di pikirannya adalah pergi sejauh mungkin dari tempat tinggalnya, di manapun itu. Suatu malam ia kabur menuju stasiun kereta. Sambil menunggu datangnya kereta, ia membeli sebuah buku yang berjudul Bareilly Ki Barfi. Rupanya buku itu menjadi titik balik kehidupannya. Usai membaca buku itu, ia memutuskan tak jadi kabur.

Loh kok bisa? Apa isi buku itu hingga membuat Bitti berubah pikiran? Ternyata tokoh wanita di buku itu mirip banget dengan dirinya bahkan sampai kebiasaan buruk tokoh dalam buku itu sama persis, tak beda sama sekali.

BAREILLY KI BARFI

Membaca buku itu membuat Bitti sangat bahagia karena ternyata ada laki-laki di luar sana yang mencintai dirinya apa adanya. Ia lalu memutuskan mencari si pengarang buku yang bernama Pritam Vidrohi (Rajkummar Rao).

Masalahnya adalah, si Pritam ini ternyata bukanlah pengarang buku tersebut. Lima tahun lalu ia dipaksa oleh temannya yang bernama Chirag Dubey (Ayushmann Khuranna) yang merupakan penulis asli buku tersebut untuk menuliskan namanya di cover buku yang berisi kisah cinta Chirag dan mantan pacar yang sangat dicintainya.

Setelah bukunya dicetak, tiap malam Pritam dihantui mimpi buruk. Khawatir mimpi buruknya jadi nyata, ia memutuskan meninggalkan tempat tinggalnya hanya dengan membawa foto ibunya. Padahal seharusnya Pritam tak perlu bertindak seekstrim itu karena sejak dicetak, tak ada satu pun orang yang membeli buku tersebut. Bitti adalah orang pertama yang membelinya sejak dicetak lima tahun lalu dan ia langsung jatuh hati dengan bukunya.

Beragam cara dilakukan Bitti agar bisa bertemu Pritam, mulai dari mencari informasi via internet sampai mengunjungi toko buku tempatnya membeli buku di stasiun. Munna, pemilik toko yang tak lain adalah sahabat Chirag segera memberitahukan hal itu pada Chirag. Saat Munna berkunjung ke rumah Bitti, ia memberitahu alamat percetakan yang mencetak buku Bareilly Ki Barfi yang tak lain adalah percetakan milik Chirag.

Bitti langsung datang ke percetakan Chirag. Ia mulai menanyakan keberadaan Pritam. Karena alasan pribadi (atau lebih tepatnya karena ia juga tak tahu keberadaan Pritam), Chirag tidak bisa memberitahukan keberadaan Pritam. Ia kemudian menyarankan agar Bitti mengungkapkan apa yang dirasakannya pada selembar surat dan Chirag yang akan langsung mengantarkan surat itu pada Pritam.

BAREILLY KI BARFI

BAREILLY KI BARFI

BAREILLY KI BARFI

Saling berbalas surat semakin sering terjadi antara Bitti dan Pritam tapi seperti yang kita duga, surat yang dikirim Bitti untuk Pritam tak pernah sampai ke tangan Pritam karena Chirag-lah yang membaca dan membalas surat tersebut. Ya, Chirag jatuh cinta pada Bitti sedangkan Bitti jatuh cinta pada Pritam.

Suatu hari, Bitti tak bisa lagi menahan hasratnya untuk berjumpa dan bertatap muka dengan Pritam. Ia meminta Chirag membantunya bertemu Pritam. Dengan berat hati, Chirag mengabulkan permintaan Bitti. Ia mencari Pritam yang tak diketahui di mana rimbanya.

BAREILLY KI BARFI
ekspresi Pritam saat didatangi Chirag

Setelah melakukan pencarian, akhirnya Chirag berhasil juga betemu Pritam dan membawanya ke hadapan Bitti. Chirag menyusun skenario pertemuan Pritam dan Bitti. Dalam skenario, pada pertemuan pertama, Pritam harus mencitrakan dirinya sebagai laki-laki yang punya kepribadian buruk, ia harus melakukan hal-hal yang membuat Bitti dan orang tuanya ilfil dan benci padanya.

Sayangnya, skenario yang disusun Chirag gagal total. Orang tua Bitti (yang sudah sangat ngebet ingin menikahkan Bitti) malah jatuh hati pada Pritam dan ingin menjadikannya menantu, hohoho😅

BAREILLY KI BARFI
beginilah ekspresi Chirag saat menyadari skenarionya gagal

Bagaimanakah cara Chirag mengungkapkan jati diri dan perasaannya pada Bitti? Bagaimana pula dengan Pritam yang diam-diam jatuh cinta pada sahabat Bitti? Silakan tonton filmnya untuk mengetahui jawabannya yaa, hehehe 😁

Baca Juga: Review Film India Padmavati


Kesimpulan & Pesan yang Bisa Dipetik

Filmnya ringan banget. Penonton gak perlu mikir saat menonton film ini, cukup menikmatinya saja. Untuk akting para pemerannya, walau terbilang baru, mereka luwes banget dan gak kaku, pas bangetlah karakternya terutama si Rajkummar Rao yang total banget meranin Pritam yang rendah diri, kuper dan selalu ditekan Chirag. Buat kamu yang suka film india yang ceritanya ringan, ini cocok banget ditonton saat sedang senggang.

Film ini juga menyelipkan beberapa pesan untuk penonton, diantaranya:

  1. Cinta itu harus diungkapkan dan jangan dipendam saja agar orang yang dicintai tahu dan bisa memberi jawaban apakah menerima cinta tersebut ataukah menolaknya. Jangan hanya kasih kode doang, soalnya gak semua orang dikasih kemampuan bisa membaca kode, hehehe 😄
  2. Hal yang dulu kita anggap luar biasa, ada saatnya akan terasa biasa saja, misalnya rasa cinta kepada seseorang. Bila dulu terasa sangat dalam dan menggebu-gebu hingga dunia terasa runtuh saat berpisah dengannya, akan tiba saatnya perasaan itu hilang bila sudah bertemu cinta yang baru. Seindah apapun sang mantan akhirnya ia akan terlupa juga bila sudah bertemu penggantinya yang lebih indah #eaaa 😅
  3. Jangan memanfaatkan keluguan teman untuk memperoleh keuntungan pribadi apalagi sampai menekannya 😥
  4. Bahkan orang yang sangat lemah pun akan melawan juga bila terus-terusan ditekan dan dilecehkan 💪

Hmmm apa lagi yaa? Rasanya udah semua saya tuliskan deh. Akhirnya review film india Bareilly Ki Barfi saya cukupkan sampai di sini saja.

Akhir kata, selamat menjalani ibadah puasa di hari-hari terakhir ramadhan ini, semoga semangat ibadah kita masih tetap sama seperti awal-awal ramadhan. Dan doa paling penting, semoga kita semua masih dipertemukan lagi dengan ramadhan-ramadhan berikutnya di tahun-tahun mendatang, amiiin 😇🤲

Selamat menikmati hari libur dan sampai jumpa di tulisan review film india pada kesempatan berikutnya 😉

Komentar

  1. owalah kirain barfi yang tuna rungu itu mbak

    BalasHapus
  2. udah lama gak nonton film india,,, thanks referensinya mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.