1/06/2016

KETIKA BERCANDA TAK LAGI LUCU

adab bercanda

Bercanda adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan agar hidup ini menjadi lebih berwarna dan ceria. Bercanda akan membuat kita lebih “waras” dalam menilai hidup ini. Bercanda dapat sedikit melonggarkan otot-otot yang kaku. Bercanda pun dapat mencairkan suasana yang beku. Itulah beberapa manfaat dari kata “bercanda” yang saya pahami dan rasakan.

Tapi apa jadinya jika bercandaan yang kita lontarkan ternyata malah garing, tidak lucu lagi bagi yang mendengarnya atau malah menyakiti orang lain? Haruskah kita tetap memaksa untuk melakukannya??

Bagi sebagian orang, mungkin mereka tidak menyadari bahwa candaan yang dikeluarkan itu terkadang sudah keterlaluan dan malah menjadi polusi bagi yang mendengarnya.

Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di grup yang saya ikuti. Awalnya grup itu dibentuk dengan tujuan yang sangat mulia yaitu untuk mempererat kembali tali silaturahmi saya dan teman-teman yang selama ini renggang. Mengakrabkan kembali teman-teman yang sudah sangat lama tidak bertemu karena banyak yang hidup dan tinggal di rantau dan tersebar di seluruh penjuru negeri.

Awal-awal bergabung, saya sangat enjoy dan menikmati obrolan santai dan diskusi dari teman-teman. Walaupun saat itu saya tidak ikut ngobrol di dalamnya namun kehangatan dari diskusi itu tetap bisa saya rasakan.

Hingga beberapa hari yang lalu muncul obrolan yang menurut saya cukup mengganggu dan membuat saya mengernyitkan dahi dan geleng-geleng kepala saat membacanya. Obrolan yang dilontarkan dengan nada bercanda itu menurut saya tak lagi lucu dan sudah sangat jauh keluar dari konteks *___*

Beberapa candaan yang menurut saya sudah tidak lucu dan membuat saya sangat tidak nyaman, diantaranya:

Mengolok-olok status single dari teman yang belum menikah.

Bagi kita yang sudah menikah ini (khususnya laki-laki) pantaskah kita mengolok-olok status teman kita yang belum menikah? Apa salah dari para wanita single itu hingga harus diolok sedemikian rupa? Tidakkah kalian berpikir bahwa jodoh itu adalah rahasiaNya?  Bukankah lebih bijak jika mendoakan mereka untuk segera bertemu jodohnya? bukan malah mengolok-oloknya walaupun itu diucapkan dengan (niat) bercanda. Tahukah apa yang dirasakan oleh teman yang diolok itu? Mungkin bibirnya tersenyum tapi di dalam hatinya kita tidak dapat menebak (terlebih saat itu kita tidak sedang bertatap muka).

Membahas bentuk fisk dan anggota tubuh

Tahun 2003 – 2015 adalah waktu yang cukup panjang. Tentunya fisik pun tak lagi sama seperti dulu. Kita tidak bisa mengharapkan kondisi fisik kita untuk tetap sama seperti 12 tahun silam. Melontarkan kalimat yang menyinggung fisik menurut saya bukanlah hal lucu yang bisa dimasukkan dalam candaan. Saya adalah orang yang mudah tersinggung jika orang lain membahas kekurangan fisik (saya punya pengalaman buruk dengan kondisi fisik yaitu sering di bully karena memiliki badan yang sangat kurus ketika sekolah dulu, hiks) karena itu saya pun tidak ingin melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Laki-laki beristri menggoda wanita yang belum menikah dan si wanita balas menggoda

Nah inilah yang paling membuat saya tidak nyaman. Entah kenapa, ketika menyaksikan seorang laki-laki secara terbuka merayu wanita maka yang saya rasakan adalah malu dan tidak nyaman. Saya malu saat mendengar rayuan (gombal) itu. Terlebih jika yang saling menggoda itu adalah bukan muhrim, yang mana si pria merupakan seorang suami dari wanita lain. 

Tidakkah dia berpikir bahwa saat bercanda dengan wanita lain yang bukan muhrimnya akan ada seseorang yang terluka saat mengetahuinya? Sebagai seorang istri tentunya akan sangat menyakitkan bila mengetahui suami kita merayu dan menggoda wanita lain.

Dan sebagai wanita yang digoda, tidak sepantasnya juga kita balas menggoda pria yang bukan pasangan kita (lagi-lagi walau itu hanya bercanda). Jangan membuat status single yang melekat pada dirimu jadi murah di mata laki-laki. Jagalah harga dirimu wahai wanita single..

Apapun alasannya, menurut saya tidak dibenarkan seorang wanita single maupun yang sudah berkeluarga untuk membalas godaan laki-laki yang bukan pasangannya. Seandainya saja wanita itu berpikir dan membayangkan bagaimana jika kekasih atau suaminya yang melakukan hal itu pada wanita lain?

Melontarkan kata-kata vulgar

Demi apapun juga, menurut saya kata-kata vulgar itu tidak pantas dikeluarkan walaupun niatnya hanya bercanda. Apakah tidak ada lagi kata-kata yang lebih baik yang bisa dikatakan selain kata-kata kotor itu? Terlebih jika kata itu harus terlontar dari mulut orang yang “katanya” berpendidikan.

Intinya sih kita tidak dilarang untuk bercanda karena bercanda merupakan hal yang juga sangat dibutuhkan agar hidup kita seimbang. Hidup tidak selalu harus dijalani dengan serius, obrolan dan candaan ringan yang membuat kita tersenyum pasti sangat berarti.



sumber

Namun bercanda tentu memiliki batasan yang juga harus dipatuhi. Berikut beberapa adab bercanda yang saya kutip dari sini
  • Jangan bercanda dengan mengolok-olok Kitab suci
  • Jangan berbohong atau mengarang sebuah cerita untuk dijadikan bahan candaan
  • Candaan yang kita lontarkan jangan sampai menyakiti hati orang lain.
  • Candaan kita jangan sampai membuka aib orang lain
  • Jangan bercanda menggunakan kata-kata yang tidak pantas. Jika ingin bercanda, pilihlah kata yang pantas dan tidak melanggar norma.
  • Saat bercanda, lihatlah situasi dan kondisi dari lawan bercanda kita. Jangan memaksa untuk bercanda jika orang lain sedang tidak minat untuk mendengarkan candaan.
  • Jangan terlalu sering bercanda karena keseringan bercanda akan membuat orang susah percaya pada kita. Orang akan berpikir bahwa semua yang kita katakan hanyalah candaan semata.

Postingan ini terkesan emosional karena tulisan ini memang keluar dari lubuk hati saya yang terdalam yang sudah tidak tahan dengan segala bentuk candaan tidak mendidik. Semoga kita selalu dijauhkan dari bercandaan seperti itu yah gaes.



59 comments:

  1. Amin ya robbal alamiinnn
    Hal itu emang udah sering bnyak juga saya temui mbk.
    Pastinya bercanda itu ada batasnya. Dan jangan berlebihan. Tak hanya itu. Sesuaikan sama kondisi dan situasinya hhhheee

    ReplyDelete
  2. Mengolok-olok status single dari teman yang belum menikah. Iya, Mbak ini yg paling ngenes :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak, ngenes banget :( dan mirisnya itu masih banyak dilakukan oleh teman-teman :(

      Delete
  3. Laki2 mengolok2 wanita yg belum menikah? Itu tega banget :( dalam batas bercanda pun sudah keterlaluan. Huh... Jadi ikut emosi saya. Setuju, Mbak. Harus hati2 kalau bercanda. Jangan kelewatan apalagi menyakiti.. #ntms

    ReplyDelete
    Replies
    1. tega banget kan Mbak, makanya saya sampe posting di blog tentang masalah ini :(

      Delete
  4. Setujuuu bgt hihii
    Aku juga ga nyaman klo ngebaca timelen goda godaan, pdhl aku ga kenal tp risih

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka yang goda-godaan tapi kita yang malu dan risih :(

      Delete
  5. Itulah alasan saya meninggalkan group chat sekolah. I mean... common... kami bukan teman SMA lagi seperti dulu, sudah bermetamorfose menjadi ibu2 & bapak2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mereka gak sadar bahwa fisik manusia itu selalu berubah..

      Delete
  6. Yupss.. setuju Mak..
    jangan sampai candaan kita justru menyakiti orang lain :)

    ReplyDelete
  7. Setuju, mbak Ira. Saya juga sepakat poin2 yg mbak tulis di atas. Biasanya itu krn keseringan atau kelamaan becanda, kehabisan bahan, ujungnya jd ngebully. Sbnrnya kyk yg poin wanita single digoda itu, mnrt sy yg perempuan juga korban. Krn status single jdnya digoda2, mau marah biasanya malah dikatain kan (apalagi sm teman sepermainan), jd dibalas goda supaya yg laki2 malu. Makanya poin ngatain orang jomlo itu termasuk bahaya, selain bully juga rentan kegiatan rayu balas rayu. Khawatirnya klo beneran. Ih, naudzubillah...

    Mksh sharenya ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. takutnya jangan sampe dari goda-godaan sambil bercanda lama-lama serius dan saling jatuh cinta, Naudzubillah min dzalik, semoga kita dijauhkan dari hal seperti ini, amin..

      Delete
    2. iyaa.. aamiin, naudzubillahi min dzalik..

      makanya bener tuh kata mbak Ira di postingan ini, kalau becanda jangan kelewatan. ya kan, mbak? ;)

      Delete
  8. Aku juga ada grup kaya gitu. Kebangetan kalo becanda, yang paling bikin eneg kalo pake ngrayu. Ish, geregetan >,<

    ReplyDelete
  9. bener banget. Setelah olok2 gak mutu itu pasti ngeles-nya begini, masa dibecandain gitu aja kok marah... Maksud saya kan baik...bla bla bla...

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang seperti itu jawaban mereka Mbak :(
      mungkin sudah gak ada stok kata-kata baik yang bisa dikeluarkan hingga harus mengeluarkan candaan gak mutu seperti itu..

      Delete
  10. bener banget. Setelah olok2 gak mutu itu pasti ngeles-nya begini, masa dibecandain gitu aja kok marah... Maksud saya kan baik...bla bla bla...

    ReplyDelete
  11. Saya suka banget dengan artikelnya, Mbak :) Saya sendiri sekarang lebih banyak berurusan dengan sepaham aja, ketimbang saya jadi ngebales mulut orang tanpa sadar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih sudah menyukai artikel ini Mbak Nita, semoga bisa memberi manfaat, amin.. :)

      Delete
  12. Iya mak
    Kadang standar guyon orang juga gak sama ya. Ada yg udh level kronis guyonnya masih bisa anteng ada yg level rendah udah baper. Jd lbh baik kita tetep santun dlm bercanda ya

    ReplyDelete
  13. bener mak... apa lagi rayuan gombal..aku ga suka,apalagi udah punya pasangan masing2..

    ReplyDelete
  14. Paling risih kalau lihat pria beristri merayu perempuan. Apa nggak ingat istrinya kali ya ? Nice sharing, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama Mbak, saya ajah malu goda-godaan sama suami di tempat yang banyak orang melihat, ini yang bukan muhrim kok santai banget bercanda-bercanda di depan umum, hadeh.. :(

      Delete
  15. Setuju bgt dg tulisannga mba, sy jg ga sk becandaan2 ky di atas..nambahin y mba..poligami jg bkn mslh yg bisa dijadikan candaan menurt sy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak Kania, poligami juga termasuk yang gak pantas dijadikan candaan *jempol*

      Delete
  16. Saya sangat tidak suka, jika ada yang bercanda mengenai fisik . Hiks hiks... Memang sih cuma bercandaan

    ReplyDelete
  17. kejadian juga sih di teman saya belum nikah tergabung di group WA..jadi bahan namun lebih ke pemicu semangat biar cepat nikah aja sih :)

    ReplyDelete
  18. Setuju, candaan itu ada levelnya, terlihat mudah tapi tidak gampang diterapkan dan candaan tidak bisa diterapkan sama kepada setiap orang. Dan untuk di ruang publik hal tersebut memang tidak pantas, semuanya bikin risih dan paling illfeel kalau becandanya jorok.. never agree!

    ReplyDelete
    Replies
    1. bercanda dengan kata-kata jorok?? kelaut ajeh sono..

      Delete
  19. tetap santun dalam becanda, dan lihat sikon posisi kita. becanda memang menghibur, tapi klo kelewat batas bisa jadi petaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak kan Mbak, yang awal mulanya bercanda malah berakhir petaka? semoga kita tidak pernah mengalama hal seperti itu, amin..

      Delete
  20. bercanda boleh saja. tp jangan maen fisik.

    ReplyDelete
  21. Bercanda pun ada adapnya. harus extra hati hati saat bercanda karena lidah lebih tajam daripada pedang :-)

    ReplyDelete
  22. wah, nggak banget deh kalau bercandanya kayak gitu. Susah memang kalau gaya bercanda membully udah jadi kebiasaan. Apalagi soal goda- menggoda. Enggak deh.. Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti itu ya, mba' :)

    ReplyDelete
  23. Saya hampir tidak mengikuti group apapun di medsos mbak Ira, dan jarang buka medsos juga sih..

    *Bercanda memang perlu tapi yang sopan ya mbak...apalagi laki-laki becandain wanita dan dibalas juga sama wanitanya...grrr..sangat tidak pantas! **eh kok saya jadi ikut emosi..? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga emosi Mbak Anjar, makanya bisa muncul tulisan ini karena saya udah gak tahan mendengar bercandaan gak mutu gitu..

      kalo masalah grup saya masih banyak bergabung di grup-grup yang sekiranya bisa memberi banyak manfaat, seperti grup Kumpulan Emak Blogger (KEB) misalnya :)
      Oh ya,Mbak Anjar sudah daftar di grup KEB? ayo daftar Mbak, banyak manfaat yang bisa didapat dari sana :)

      Delete
  24. Di tipi tipi yang kyk gitu udah biasa ya mbak. Hampir tiap hari bahkan tiap saat, ada aja becandaan yang sebenernya nggak lucu, tapi tetep laku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, sangat miris memang,bercandaan gak mutu malah laku dipasaran, hiks :(

      Delete
  25. Stuju dgmu Mbak

    jd inget temen2 DS yg reuni tp bercanda kaya jaman msh SD. Nggak berkembang bgt deh

    ReplyDelete
  26. Saya setuju, Mbak ... 4 poin itu tidak pantas dijadikan bahan bercanda. Lha setelah lulus, pada nikah, sekarang kan bisa dibilang sudah "mulai tua". Lha kalo becndanya kayak begitu, mau mengajarkan apa pada anak2nya -_-

    ReplyDelete
  27. melontarkan kata-kata vulgar, bercanda soal 'bagian tubuh tertutupi' itu dianggap biasa, berat mengingatkannya. Kalau dikantor cow mah biasa banget buat lelucon soal ini

    ReplyDelete
  28. mengarang cerita untuk dijadikan bahan candaan, duuh ini neh yang kadang dijadikan bahan candaan :(

    ReplyDelete
  29. Sy juga risih sama becandaan kayak yg ditulis Mak Ira. Status, fisik, ato apalah yg suka dijadiin olokan. Kemungkinan besar, mereka blm ato tdk mengalami/merasakan, ato rasa empati yg kurang dgn hal sensitif itu, maka dgn gampang hal itu jd objek olokan.

    ReplyDelete
  30. Kadang ada juga maksud awalnya menyindir, tapi kalau yang disindir marah dia ngeles, "ih aku kan cuma bercanda" :(

    ReplyDelete
  31. klo itu sih bukan masuk kategori bercanda lagi, udh masuk bullying

    ReplyDelete
  32. Loh, kok, sama persis dengan yang ada di grup medsos saya ya? Gak ada yang beda, semua sama, dari mulai becandaan sampe rayu-rayuan gitu. Dan apa yang saya lakukan, mba? Saya leave dari grup! Banyak mudharatnya dari manfaatnya. Tali silaturahmi saya jalin secara personal saja, tidak di dalam grup.

    ReplyDelete
  33. itu sekarang yg lagi laris di televisi mbak...
    saya sampe libur nonton tivi... acaranya gitu semua sih

    ReplyDelete
  34. Terkadang terlalu banyak bercanda malah suka lupa kalau sudah kelewatan.

    ReplyDelete
  35. Ini nih yang akku nggak suka mbak. Bercanda tidak pada tempatnya. Terkadang kalau kita marah, alasan mereka adalah, "ya gw kan orangnya emang suka bercanda gini. Gak usah dimasukkin ke hati".
    Heloooooo..... gak mikirin apa ya perasaan orang yang di bercandain itu..

    ReplyDelete
  36. iya.mesti sensitif..
    menurut kita candaan itu biasa aja... tapi belum tentu yang nerima merasakan yang sama .... malah bikin tersinggung..

    ReplyDelete
  37. Setuju banget Mba Ira..aku sebel kalau ada yang becandanya kelewatan kayak gitu.

    ReplyDelete
  38. Kalau menurutku tergantung sama siapa kita bercanda n situasinya lg gimana.. kalau aku sm temen yg deket banget, becandaan kelewat batas itu udah biasa, malah bikin kita semakin deket.. beda lg kalau sama temen biasa, ngomongin fisik atau jodoh itu sm dengan cari perkara, hehehe

    ReplyDelete
  39. Setuju, terlebih lagi jika itu wanita. Wanita itu harus tahu batas antarapantas dan tidak pantas. Banyak topik candaan tapi kenapa harus yang dipilih yang tidak pantas. Norma kesopanan perlu kita pahami bukan hanya. Dipelajari saat pelajaran sosiologi saja.

    ReplyDelete
  40. di tempat ku mbak, karena isinya bapak2 kabeh jadi bahasannya mengarah yg vulgar2, makanya jadi gak nyaman banget deh

    ReplyDelete
  41. Kalau aku mah bercandanya sama kayak Meriska, tergantung sikon. Kalo sudah dekat banget dan biasanya sama kaum hawa suka nyerempet "topik hot". Hohoho...
    Suka terbawa suasana, Biasanya ada yang demen mancing2 gitu.
    Ikan kalles...

    ReplyDelete
  42. setujuuuuuuuuuuuuuuuuh...
    tapi aku lost fokus sama foto pertama, aku pikir cucuth

    ReplyDelete
  43. setujuuu ... becanda pun harus tau batas

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, Insyaallah saya akan berkunjung balik ^___^

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan otomatis terhapus..