Langsung ke konten utama

CARA MENGAJAR & MENUMBUHKAN SEMANGAT ANAK AGAR MAU MENABUNG SEJAK DINI

ayo menabung sejak dini

Tidak terasa bulan November kemarin Wahyu sudah berusia empat tahun. Diusianya yang keempat ini, telah banyak hal yang ia pahami. Terlebih saat ini wahyu sudah kami masukkan ke sebuah TK, jadi semakin banyak hal yang ia ketahui yang kadang-kadang membuat saya terkagum-kagum.

Setelah berusia empat tahun saya dan suami mulai memberinya kebebasan untuk menentukan apa yang ia lakukan. Kami membebaskannya melakukan apapun selagi tidak melanggar norma-norma yang telah kami tetapkan.

Di usianya kini, apapun yang akan kami lakukan padanya akan selalu kami diskusikan dulu dengannya. Jika ia suka, kami akan meneruskan tapi jika ia menolak maka kami akan berhenti. Contoh ringannya adalah ketika ingin memakai baju atau sepatu, kami tidak akan pernah memakaikan baju dan sepatu yang tidak disukainya.

Kami merasa sudah saatnya untuk mengajarkan hal-hal baik yang nanti bisa berguna untuk kehidupannya di masa yang akan datang, salah satu contohnya adalah MENABUNG. Sejak beberapa bulan yang lalu, kami telah mengajarkan wahyu untuk menabung. Alhamdulillah ia sangat antusias melakukannya.


Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan semangat menabung pada anak yang saya terapkan pada Wahyu:
  • Untuk menumbuhkan minat menabung anak, maka orang tua harus terlebih dahulu menabung
Bukankah anak-anak adalah peniru ulung? Apapun yang dilakukan oleh orang tua biasanya akan diikuti oleh anaknya, karena itu sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban kita untuk memberi contoh yang baik pada anak-anak kita. Begitu pun dengan kebiasaan menabung ini.

Sebelum mengajarkan Wahyu untuk menabung, saya sudah memulainya terlebih dahulu. Satu bulan sebelum saya membeli celengan untuk wahyu, saya sudah membeli celengan untuk saya pakai lebih dulu. Saya ingin ketika melihat saya menabung Wahyu juga tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Seperti yang saya harapkan, strategi saya berhasil. Wahyu akhirnya tertarik untuk ikut menabung. Cara yang saya lakukan agar membuatnya tertarik adalah saya selalu mengajaknya untuk memasukkan uang ke dalam celengan secara bersama-sama. Karena sering memasukkan uang bersama, akhirnya Wahyu tertarik untuk menabung dan kemudian meminta saya untuk membelikannya celengan.

ayo menabung sejak dini

  • Beli model celengan sesuai keinginan anak
Saat minta dibelikan celengan, Wahyu menginginkan celengan berwarna hijau (Wahyu memang sangat menyukai warna hijau). Saya pun membeli celengan sesuai yang ia pesan. Karena yang ia pesan adalah celengan warna hijau tanpa embel-embel gambar kartunnya apa, maka saya membelikan celengan yang sama seperti punya saya, hanya berbeda di warna dan gambarnya saja.

ayo menabung sejak dini

Memiliki celengan berwarna hijau membuatnya semangat menabung. Setiap melihat ada uang kembalian dari warung yang tergeletak di atas meja selalu ingin dimasukkan ke celengan miliknya. Jadi sejak Wahyu memiliki celengan sudah tidak pernah lagi kami menyimpan uang di sembarang tempat karena uang-uang tersebut jika terlihat olehnya akan langsung ia masukkan ke dalam celengan *LOL*

  • Katakan pada anak bahwa menabung bisa membuatnya memiliki banyak uang sehingga bisa membeli apapun yang ia inginkan.
Walaupun saya tahu dia menikmati kegiatan memasukkan uang ke dalam celengan, tapi saya tidak pernah bosan untuk selalu bertanya apakah ia suka melakukan itu? Saya juga menjelaskan padanya bahwa dengan rajin menabung bisa membuatnya membeli semua yang dia inginkan. Menabung akan membuatnya memiliki banyak uang dan bisa membeli mainan sesuka hati.

ayo menabung sejak dini


  • Tanyakan apa yang akan ia lakukan ketika celengannya sudah full
Saya juga selalu bertanya tentang apa yang akan ia lakukan bila celengannya sudah full? Tau nggak gaes apa jawaban yang ia berikan? Ternyata jawabannya bukan seperti yang saya duga, jawabannya bukanlah untuk membeli mainan seperti yang selalu saya katakan padanya tapi jawabannya adalah ia ingin membeli pesawat terbang dan mengajak saya jalan-jalan. "Wahyu yang jadi pilotnya dan mama jadi penumpang" begitulah jawaban yang ia berikan. Jawaban yang so sweet banget yah? Jujur saja saya tidak menyangka dia akan memberikan jawaban seperti itu ^_____^

ayo menabung sejak dini

Tapi belum lama ini keinginannya berubah lagi, karena sering membuka dompet saya dan melihat ada kartu ATM disana, maka ia juga ingin menabung di bank supaya bisa punya ATM (yes, lagi-lagi strategi saya berhasil). Wahyu berkata bahwa jika celengannya sudah full, uang dari celengannya akan ia simpan di bank supaya punya Atm seperti mama (setiap membuka dompet saya, ia  memang selalu bertanya mengapa saya punya kartu ATM, jadi saya jelaskan padanya jika ingin punya ATM maka harus menabung uangnya di bank).

Jadi sebenarnya apa yang kamu inginkan nak? Mau membeli pesawat atau menabung di bank?? *LOL* tapi apapun keinginanmu mama pasti akan mendukungmu.

  • Selalu beri pujian ketika anak berhasil memasukkan uangnya di dalam celengan.
Ini juga menjadi motivasi anak-anak kita untuk rajin menabung lho. Setiap kali Wahyu berhasil memasukkan uangnya ke dalam celengan saya selalu bertepuk tangan sambil memberi pujian. Dan seperti anak-anak pada umumnya yang sangat menyukai pujian, Wahyu selalu senang dan bersemangat ketika mendapat pujian dari saya. Ia akan menggoyang-goyangkan celengannya sambil berkata “Mama, uang di dalam celengan Wahyu sudah banyak”.



Itulah beberapa cara yang saya lakukan untuk mengajarkan dan menumbuhkan semangat Wahyu agar giat menabung sejak dini. Adakah yang juga melakukan hal yang sama? Atau punya cara lain? Share dong, mungkin bisa menjadi pelajaran bagi ibu-ibu lain yang punya anak balita dan ingin mengajari anaknya menabung sejak dini..

Komentar

  1. aku koleksi celengan hihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. hore..berarti Mbak Innnayah banyak duitnya dong :D :D

      Hapus
  2. Lucuuu celengannya

    Aku dulu selalu minta di belikan celengan ayam ayaman hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu masih kecil juga saya punya celengan model ayam-ayaman dari tanah liat Mbak :)
      sekarang sudah banyak model celengan yang cantik-cantik tapi saya memilih model yang simpel saja yang penting bisa nyimpan uang :)

      Hapus
  3. nabung yang banyak ya ganteng

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tante, biar uangnya bisa disimpan di bank :)

      Hapus
  4. wih hebatnya, si Wahyu kepingin punya ATM juga, tips patut di tiru nih, tenkiu bu^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, semoga tipsnya bermanfaat yah :)

      Hapus
  5. Nah, menabung itu yang susah mbak, masih harus belajar saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo semangat menabung Mbak , banyak manfaatnya loh :)

      Hapus
  6. keren, harus di terapkan ke anak saya ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo diterapkan Mbak, semoga bisa menjadi kebiasaan hingga dewasa nanti :)

      Hapus
  7. Aku skrg nabuh receh #Lambat #IkutanAnak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. justru nabung receh itu yang banyak seni-nya Mbak :)
      saya juga suka ngumpulin uang koin kembalian dari supermarket :)

      Hapus
  8. Celenganku untuk naruh receh2...tapi yang model bisa dibuka..jadinya pas butuh receh..diambil lagi . Jadi pengen mbeliin celengan baru untuk anak mbak..yang model tanah liat itu kayaknya seru....klo penuh, dipecah..pyarrr! Seperti di tv2.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menabung di celengan tanah liat itu sensasinya memang beda yah Mbak, apalagi saat sudah penuh dan celengannya dipecahkan :)
      tapi sayang didaerah kami sudah gak ada yang jual celengan dari tanah liat :(

      Hapus
  9. Kalo aku, ngajarin si kecil buat nabung di bank. Kebetulan ada BRI Junio yang lucu dan imut. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh hebat,, anak saya biar dicelengan dulu :) Insyaallah kalo udah cukup satu tahun menabung di celengan barulah isinya kami pindahkan ke bank :)

      Hapus
  10. kebetulan saya dan suami udah ada satu celengan yang setahunini gak kami buka..dan tips ini berguna bgt buat ngajarin Intan nantinya..makasih mbak :) salam kenal

    BalasHapus
  11. pas masih SD dulu paling seneng nabung, celengannya pake tanah yang model ayam, kucing, harimau. kalo uda penuh paling seneng mecahnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi pas mecahinnya itu uang berhamburan kemana-mana yah Mbak :)

      Hapus
  12. Membiasakan menabung kepad anak anak di usia DINI memang sangat dianjurkan. Menabung menjadi kegiatan yang baik karena bisa bermanfaat tidak diwaktu sekarang melainkan di waktu yang akan datang. Menabung memang harus sejak usia dini dibiasakan. Menjadi menabung sebagai "pengeluaran" rutin juga baik dan sangat dianjurkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas, kerena itulah saya bernisiatif mengajarkan anaksaya menabung sejak dini agar kelak ia menjadi terbiasa menyisihkan uangnya :)

      Hapus
  13. celengannya lucuuuukkk..
    kecil2 udh pinter nabung aja nih abang ganteng..
    sip sip, bs aku praktekin ke ai ken jg nih
    tengkiu ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo adik Ken, ikutan nabung juga :)

      Hapus
  14. Wah jadi inget celenganku dulu, si bebek biru. Seinget aku dulu hasil celengannya dibelikan sepatu.

    Tapi kemudian aku baru nyadar, rasanya nggak mungkin duit receh seisi celengan itu cukup untuk beli sepatu. Pasti ada subsidi dari sponsor :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh,si bebek biru mah mahal harganya jadi wajar saja kalo ada subsidi dari sponsor :D

      Hapus
  15. nabung yang banyak ya dek buat modal ngelamar *eh* hehehe...

    BalasHapus
  16. Kalo aku mak, jika uang di celengannya sudah mencapai 100k maka dia aku ajak ke bank. Kan ada tabungan junior

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya begitu Mbak Ade,tapi kemudian saya urungkan karena menabung di celengan ini juga saya pakai jangka waktu yaitu satu tahun :)
      menabungnya setiap minggu pakai kelipatan Rp.5000,- untuk saya dan Rp.3.000,- untuk anak saya jadi nanti kalo sudah cukup satu tahun tabungan anak saya jumlahnya kurang lebih Rp. 4jutaan. jadi nanti nilai yg 4juta itu yang insyaallah akan di setorkan ke bank bulan juni nanti :)

      Hapus
  17. Jd inget dulu aku ngumpulin receh nyampe celengan kucing aku penuh trus dipake buat beli sepeda mini buat sekolah

    BalasHapus
  18. Benervtuh tipsnya. Anak2ku jg suka nabung.

    BalasHapus
  19. Penting itu ngajarin nabung. Anak2ku meski cewek nggak suka belanja.

    BalasHapus
  20. Ibu yang cerdas, membentuk habit positif sejak dini... :)

    BalasHapus
  21. Setuju Mak.
    Ponakan saya waktu ultah dikasi kado celengan Alhamdulillah jd rajin nabung. Tapi konyolnya, ga bisa liat uang nganggur. Liat di laci ada uang receh langsung diklaim punya dia dan dibawa pulang, mau ditabung katanya. Padahal itu uang kembalian hihihi

    BalasHapus
  22. Habis baca ini, aku jadi pengin nabung juga. *brb beli celengan babi* *karema celengan babi itu lucu banget dan aku suka*

    BalasHapus
  23. Tante juga mau ikut naik pesawat dong Wahyu :D

    BalasHapus
  24. Btw si dede (model) pengen beli apa kalau tabungan nya udah penuh nih hehehehe.. Aku jarang nabung, paling di bank.. Tapi sebenernya kepengen juga beli celengan tradisional begini, kayaknya seru deh mba.. :))

    BalasHapus
  25. Saya pengkoleksi celengaaaan mbaak .. Dan alhamdulilah ioo seneng banget masuk-masukin koin gitu ke celengan jadi tiap pergi-pergi yang dibeli adalah celengan hihi

    BalasHapus
  26. Yaps, langsung mencotohkan itu yang paling manjur buat anak kecil...jadi ngat diri sendiri, beli celengan kadang cuma buat pajangan #hadeuh :D

    BalasHapus
  27. Setuju mbak Ira anak-anak memang harus diajarkan menabung sejak kecil. Anak saya sejak kecil udah punya celengan receh dan kalau Lebaran minta ditukar dengan uang kertas, jadinya saya yang punya recehan banyak hihi

    Sekarang mulai saya arahkan untuk menabung di bank karena sudah hampir 14 tahun supaya bisa mengelola sendiri dan tidak gatal pengin diambil :)

    BalasHapus
  28. Anak-anakku juga nabung di celengan, Mak, trus kalo udah penuh aku masukin bank, trus aku tunjukin printnya ke mereka :D

    BalasHapus
  29. Duuuhh, Kak.. tadi saya fikir celengan Wahyu itu yg pink dan Hello Kitty pula. Ohh ternyata itu punya Mamanya,hohohh..
    Klo Faraz sejak Agustus yg lalu kami belikan celengan, naahh sejak itu kami ajarkan utk masukkan uang yg diberikan olh siapa saja ke celengan. Jd klo ada yg brkunjung ke rumah saya kasih celengannya trus bisikin "bilang Astroboynya (celengannya) lapar" xixiix, emak2 ogah rugi :p
    Klo Bapaknya habis gajian atau dpt honor menguji si Astroboy wajib dapat jatah :D

    BalasHapus
  30. Waahh, Kakak Wahyu pinter banget nabungnya. Semoga segera cukup yah, beli pesawat dan bawa mamanya jalan-jalan naik pesawat. Hihihihi...

    BalasHapus
  31. Alfi belum punya celengan, tapi sudah paham menabung soalnya punya buku tabungan di bank

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.