Langsung ke konten utama

RUMAH KOST BARU & LUKA DI KAKI MAMA

pic source: pixabay.com

Desember hampir usai! Itu artinya sebentar lagi kita akan menyongsong tahun yang baru. Ahhh, begitu cepatnya waktu berlalu yaa, padahal rasanya baru kemarin kita berbahagia menyambut datangnya tahun 2016 eeeh kini kita sudah berada di penghujungnya dan sebentar lagi akan menyambut tahun 2017.

Ngomong-ngomong tentang bulan desember, ada beberapa hal istimewa yang terjadi di bulan ini loh. Saya yakin semua sudah pada tahulah yaa. Yup, di bulan desember ini setidaknya ada dua hal yang diperingati oleh banyak orang di antaranya harbolnas dan juga hari ibu. Tapi kalo saya sih ada tambahan satu hal istimewa lagi yang terjadi di bulan ini, adalah tanggal gajian kami yang selalu dimajukan sepuluh hari lebih awal dari tanggal gajian di bulan-bulan lainnya, hihihi.

Baca Juga: Hal-hal yang Terjadi di Bulan Desember

Namun yang akan menjadi tema tulisan saya kali ini bukanlah tentang tanggal gajian saya yang dimajukan. Yup, sesuai judul, yang menjadi tema pada tulisan saya kali ini adalah tentang kepindahan kami ke rumah kost baru dan kecelakaan kecil yang menimpa mama.

Hari selasa kemarin, saya dan adik memutuskan untuk hengkang ((HENGKANG)) dari rumah kost lama dan pindah ke rumah kost baru. Alasan kami pindah karena suasana di rumah kost lama mulai berisik dan membuat kami tidak nyaman. Hal ini dikarenakan banyak penghuni baru yang mulai masuk dan tinggal di kost-an yang kami tinggali.

Sebenarnya, bagi kami bukan hal yang memberatkan bila rumah kost yang kami tempati menjadi ramai, toh kami tidak berhak untuk melarang si pemilik kost menerima anak kost baru. Kami paham banget rumah kost ini didirikan sebagai sumber penghasilan bagi pemiliknya.

Yang kemudian menjadi masalah setelah masuknya anak kost baru adalah kami menjadi tidak nyaman karena suara mereka yang terlampau besar dan berisik sehingga mengganggu ketentraman jiwa kami. Yup, sebagai pekerja yang sehari-harinya rawan diserang stress, kami membutuhkan tempat yang nyaman untuk beristirahat saat pulang kantor yang mana hal tersebut sudah tidak kami dapatkan sejak kedatangan anak-anak kost baru itu. Maka dengan berat hati akhirnya kami pindah ke rumah kost baru yang suasananya insyaallah lebih nyaman.

Baca Juga : Cerita Tanggal Tua Si Anak Kost di Masa Lalu & Sekarang

Saat pindah kost inilah saya dan adik memanggil mama untuk datang ke Bau-Bau. Fyi, mama tinggal di Lombe yang merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Buton Tengah yang jaraknya kurang lebih 30 KM dari kota Bau-Bau. Kondisi wilayah Bau-Bau dan Buton Tengah sudah pernah saya uraikan di tulisan sebelumnya. Kami meminta mama untuk datang dan mendampingi kami memasuki rumah kost baru yang akan kami tempati.

Mengapa kami memanggil mama? Karena kami termasuk tipe anak yang tidak bisa melakukan apapun tanpa persetujuan orang tua, khususnya mama. Makanya saat memutuskan pindah kost kemarin yang pertama kami lakukan adalah meminta izin pada mama dan bertanya kapan waktu terbaik untuk kami pindah. Menurut mama, kami sebaiknya pindah pada hari Selasa tanggal 27 Desember 2016.

Maka satu hari sebelum kepindahan kami, datanglah mama ke Bau-Bau. Dan sesuai instruksi mama, hari Selasa pagi kami mulai memindahkan seluruh barang-barang yang ada di rumah kost lama ke rumah kost baru. Hari Selasa pukul delapan pagi kami resmi menjadi penghuni rumah kost baru, Yeay!. Alhamdulillah, proses kepindahan kami berjalan lancar dan tak ada kendala sedikit pun.

Kami bahagia bisa pindah ke rumah kost baru. Walau baru sehari menempatinya, kami sudah merasa nyaman. Tak ada lagi suara-suara berisik yang mengganggu ketentraman jiwa seperti yang sebelumnya kami rasakan. Melihat anak-anaknya sudah merasa nyaman, mama akhirnya memutuskan untuk pulang. Mama tak betah tinggal berlama-lama dengan kami karena kepikiran sama rumahnya yang sudah dua hari ia tinggalkan.

Walau masih kangen dan masih ingin berlama-lama dengan mama, dengan berat hati akhirnya kami mengizinkan mama untuk pulang. Pada pukul 10 pagi hari Rabu kemarin, adik saya mengantar mama ke pelabuhan untuk kemudian naik speedboat menuju Lombe. Namun pada pukul 13.00 saya menerima kabar kurang baik. Ada sesuatu yang tak terduga terjadi pada mama.

Mama mengalami kecelakaan saat hendak turun dari speedboat. Tanpa diduga, mama menginjak kumpulan parang yang diletakkan sembarangan di pintu keluar oleh sopir speedboat. Akibatnya kaki mama terluka cukup parah. Parang yang diinjak mama menggores arteri yang ada di kaki mama sehingga luka tersebut mengeluarkan banyak darah.

Mama kesakitan dan panik melihat banyaknya darah yang mengucur. Mama segera menelepon saya dan mengabarkan keadaannya. Mendengar hal itu, saya lebih panik. Segera saja saya meminta izin pulang lebih cepat dari kantor dan langsung menuju rumah mama.

Rasa panik saya semakin menjadi karena memikirkan mama tinggal sendirian di rumahnya. Siapa yang akan merawat mama kala sakit? Tanpa bisa dibendung, rasa bersalah dan penyesalan perlahan-lahan merayapi hati saya. Seandainya saja saya bisa menahan mama sehari saja untuk tinggal di kost baru kami, mungkin mama tidak akan menginjak parang yang menyebabkannya terluka. Aahh, tapi saya tidak bisa merubah keadaan. Kaki mama sudah terlanjur luka dan saya harus pulang untuk melihat kondisi mama.

Sampai di rumah mama dan melihat kondisi mama, hati saya sedikit lebih tenang. Kaki mama yang terluka sudah ditangani dan diobati secara tepat oleh tim medis yang ada di puskesmas. Luka mama sudah berhasil dijahit, walau masih ada beberapa hal yang menjadi pantangan yang tidak boleh dilakukannya. Hati saya sudah lebih tenang karena mama juga ditemani oleh adik saya.

Bagi seorang anak, salah satu hal yang paling menyakitkan adalah ketika melihat orang tuanya sakit. Begitu juga dengan saya. Saya tidak kuat melihat wajah mama yang meringis menahan sakit. Yang saya inginkan adalah mama selalu sehat, bahagia dan ceria menjalani hari-harinya. Semoga luka di kaki mama segera sembuh, amin..

Sehat selalu yaa mama, jangan sakit-sakit lagi karena kebahagiaan mama adalah kebahagiaan kami juga, anak-anak mama!



Oh iya hampir lupa nih, saya terpikir untuk menuliskan cerita penuh curhat  ini setelah membaca artikel yang ditulis oleh dua sahabat saya dari Sulawesi Tenggara yakni Mba Irna Octaviana Latif dalam tulisannya yang berjudul "5 Kesamaan Antara Saya & Mama" dan Mba Diah Alfa Saadah dalam tulisannya yang berjudul "Ketika Anak gadis Menjadi Mama". Saat membaca tulisan kedua wanita cantik itu saya merasa tak mau kalah dong sama mereka, maka akhirnya saya pun cari-cari ide tulisan yang mirip dengan mereka dan jadilah tulisan ini. Hihihi ^______^. Terimakasih atas idenya Mba-Mba sayang :* :*


Komentar

  1. Semoga kost yang baru lebih nyaman ya mbak...
    Ibunya juga segera pulih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin. Alhamdulillah rumah kost baru ini lebih nyaman Mbaa :)

      Hapus
  2. YaAllah pasti panik sekali ya Kak ketika dengar Mamanya luka kena parang gitu. Sehat terus Tante :)

    Anyway, Mamanya sama dgn Mama mertuaku, semuanya dilihat dari tanggalan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu salah satu ciri khas say, apa-apa harus dilihat dulu hari baiknya, hihihi :)

      Hapus
  3. Amin, semoga mama lekas sehat Mbak Ira. Semoga nggak kejadian lagi kena parang, ngeri ya Mbak. Semoga nggak kena yang lain juga deh, hiksss

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin, makasih doanya Mba Widya :)
      saya juga ngeri membayangkannya Mbaa :(

      Hapus
  4. Aduuh...rasanya ngiluuu baca ceritanya kaki Mama kena parang. Semoga lekas semuh kakinya Mama ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin, makasih doanya Mbaa Ikaa :)

      Hapus
  5. Ya Allah .... Pasti sakit kaki Mama. Cepat sembuh ya, Ma?

    BalasHapus
  6. Semoga lekas sembuh mamanya, ya? :( Pelajaran buat semua orang, kalau taruuh apa2 jangan sembarangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar banget Mbaa, kasihan orang lain yang kena getahnya :(

      Hapus
  7. sehat terus ya Mamanya Mba Ira...syantiik lho Mamanya

    BalasHapus
  8. Semoga mama lekas pulih y mba aamiin btw mamah mirip sekali dengan mba Ira :)

    BalasHapus
  9. Kaget juga waktu dengar kabar kecelakaan itu. Lekas pulih Tante..

    Jadi sudah pindah kost? Jauh mi dari rumah tanteku yg sy ceritakan kak?

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah mama sudah baikan ya mbak Ira, semoga segera sembuh keseluruhan supaya mama bisa beraktifitas kembali ya mbak :)

    Iya yang namanya anak perempuan pasti sangat kepikiran kalau ibu sedang sakit ya mbak, apalagi tempat tinggal kita berjauhan, saya bisa merasakan yang mbak Ira rasakan.

    Saat ini saya merasa lebih lega karena kedua orang tua tinggal bersama saya jadi setiap hari bisa mengetahui konidisi beliau berdua.

    Semoga kost barunya semakin membuat betah :)

    BalasHapus
  11. aduh....jadi ikutan ngrasain sakitnya kaki mama nginjek parang, kenapa juga parang kok ada dibibir pantai....(merenung).

    Selamat, selamit, selamut, selamat datang anak kost baru di tempat kost kami...semoga betah yah...ujar ibu kost sambil tersenyum manis pisan

    BalasHapus
  12. Haduh, Mbak... kenapa juga ada yang naruh parang sembarangan yaa... semoga kaki mama lekas sembuh ya..

    Btw, itu adiknya mbak Ira yang pakai jilbab coklat? Duh cantiknya... hihihi.. bukannya mbak Ira gak cantik lho, cuma kan udah sering liat fotonya kalo mbak Ira mah :D
    *fokus lain :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.