Langsung ke konten utama

TAKJIL FAVORIT UNTUK BUKA PUASA DI KELUARGA KAMI

Tak terasa yaa sekarang kita sudah berada di hari kelima belas ramadhan. Hmmm, cepat banget berlalunya waktu. Padahal rasanya baru kemarin kita bangun sahur di awal ramadhan eeh sekarang ramadhan udah setengah jalan ajaa :(

Lalu apakah tema yang akan saya tuliskan di hari kelima belas ramadhan ini? Sesuai judul, saya akan menuliskan takjil favorit saat berbuka puasa di keluarga kami (keluarga saya).

pic source: video bear brand #sharing

Fyi, di keluarga saya, seluruh anggota keluarga (alm. Papa, mama, saya dan seluruh adik-adik) sepakat banget dengan kalimat "berbukalah dengan yang manis".

Iya, saat berbuka puasa kami akan mengonsumsi makanan yang manis-manis atau makanan ringan alias takjil terlebih dahulu baru kemudian melaksanakan shalat maghrib yang dilanjutkan dengan shalat isya dan tarawih. Kami baru akan makan malam pada pukul delapan atau sembilan malam.

Kebiasaan itu sangat berbeda dengan kebiasaan berbuka puasa di rumah mertua. Di rumah mertua, saat berbuka puasa seluruh anggota keluarga akan langsung menyantap "makanan berat". Dengan kata lain nasi dan lauk pauknya menjadi menu utama berbuka puasa.

Melihat kebiasaan yang sangat berbeda tersebut, jelas saja saya kaget dan jujur saja, hingga kini saya masih belum bisa mengikuti kebiasaan tersebut. Sampai saat ini saya masih melakukan kebiasaan seperti yang ada di keluarga kami (kebiasaan sebelum nikah) yaitu mengonsumsi takjil atau makanan yang manis-manis saat berbuka puasa.

Lalu apa sajakah takjil favorit di keluarga saya? Berikut beberapa takjil yang selalu tersedia di atas meja yang kami santap saat berbuka puasa:

* Bubur kacang hijau

Bubur kacang hijau akan selalu ada di setiap ramadhan. Sejak kecil hingga sekarang (usia anak saya sudah hampir enam tahun), bubur kacang hijau tak pernah alpa menemani kami berbuka puasa.


Mama pasti selalu membuatnya walau tidak setiap hari. Menu ini dibuat oleh mama seminggu sekali jadi selama ramadhan kami akan berbuka pakai bubur kacang hijau sebanyak kurang lebih empat kali. Dan bubur kacang hijau buatan mama adalah bubur kacang hijau terenak yang pernah saya cicipi.

Setelah pisah dengan mama dan tinggal sendiri, saya juga melakukan ini yakni membuat bubur kacang hijau sendiri untuk berbuka puasa. Walau rasanya tak seenak buatan mama, tapi masih layak konsumsi laah, hihihi :D

Bubur kacang hijau ini juga takjil yang pas untuk berbuka puasa saat subuhnya kita lupa bangun sahur.

Baca Juga: Ini yang Saya  Lakukan Agar Tetap Berpuasa Walau Tidak Sahur

* Kolak ubi/pisang

Menu kedua yang menjadi favorit dan selalu ada di setiap ramadhan adalah kolak pisang atau kolak ubi. Setiap ramadhan tiba, mama tak pernah lupa membuat kolak pisang atau ubi untuk menu berbuka suami dan anak-anaknya.

Sama seperti bubur kacang hijau, mama juga tidak setiap hari membuat kolak ini. Mama baru akan membuatnya bila ia tak lupa membeli pisang atau ubi di pasar. Jadi menu ini juga hanya bisa kami nikmati sebanyak empat hingga lima kali saja selama ramadhan.

pic source: https://cookpad.com/id/resep/2265994-kolak-pisang-simple

Sayangnya, hingga pertengahan ramadhan ini mama belum juga membuat kolak pisang maupun ubi. Mama bilang, ia baru akan membuatnya saat adik saya pulang dari Kendari, huhuhu gagal deh menikmati kelezatan kolak buatan mama. *lalu buru-buru menyuruh adik untuk secepatnya pulang*.

* Pisang ijo


Menu selanjutnya adalah Pisang ijo. Untuk menu yang satu ini mama tidak membuatnya di rumah melainkan membelinya di pasar. Kebetulan banget kami sudah punya penjual pisang ijo andalan. Pisang ijo yang dijualnya adalah pisang ijo paling enak di Lombe (nama tempat tinggal saya sebelum nikah).

* Es Kelapa Muda

Berikutnya adalah es kelapa muda. Es kelapa muda menjadi takjil yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Apalagi bila dicampur dengan gula merah, hmmm rasanya menjadi lebih nikmat. Kelapa muda yang dicampur gula merah ini disebut dengan DAMERE.


* Teh manis + Aneka gorengan dan kue-kue

Takjil favorit lainnya adalah aneka gorengan dan kue. Gorengan dan kue-kue ini kami nikmati bersama segelas teh manis hangat.

Sama seperti daerah lain, di daerah kami, setiap ramadhan datang, akan muncul banyak penjual kue-kue dan gorengan dadakan. Mereka menyediakan aneka kue dan gorengan yang bisa dibeli oleh orang-orang yang tidak punya waktu menyiapkan takjil untuk berbuka puasa.

Mereka yang tak sempat membuat takjil sendiri, tak perlu risau memikirkan hendak berbuka puasa dengan apa. Tinggal ke pasar kemudian pilih makanan atau minuman apapun yang diinginkan, semua tersedia di sana.


Hmm apa lagi yaa takjil favorit di keluarga saya? Sepertinya hanya itu deh, hehehe. Oh iya, mungkin kamu penasaran, mengapakah takjil yang saya tulis di atas menjadi favorit?

Jawabannya adalah karena hampir di setiap ramadhan, menu-menu tersebut selalu tersaji di atas meja makan di rumah mama. Tidak semuanya ada dalam satu waktu sih, biasanya menu-menu tersebut silih berganti ada di atas meja. Mereka  juga menjadi favorit karena kami semua sangat menyukainya.

Kalau kamu, apa makanan favoritmu saat berbuka puasa gaes? Apakah makanan yang manis-manis atau takjil seperti keluarga saya ataukah langsung menyantap makanan berat seperti keluarga suami saya?

Komentar

  1. menu fav buka puasanya sama semua. jadi lapar liat ini

    BalasHapus
  2. Tahun ini aku sama suami cuma makan buah aja untuk takjil. Tapi kalo pas bukber di luar rumah suka cheating. Tapi paling sebiji jajanan kayak pastel 1 aja, hihii

    BalasHapus
  3. Takjil favoritkuu kalau di rumah es blewah mbaaak iraa. . Hehehe kalau diperantauan cukup kurma dan air putih. . Jd pengen cepet pulang. . Mudik sebentar lg . . Alhamdulillaah

    BalasHapus
  4. Takjil favoritkuu kalau di rumah es blewah mbaaak iraa. . Hehehe kalau diperantauan cukup kurma dan air putih. . Jd pengen cepet pulang. . Mudik sebentar lg . . Alhamdulillaah

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.