Langsung ke konten utama

4 CARA YANG SAYA LAKUKAN AGAR KHATAM ALQURAN DI BULAN RAMADHAN

Selain puasa dan shalat tarawih, amalan apakah yang paling banyak dilakukan orang-orang di bulan ramadhan seperti saat ini? Saya yakin, jawaban yang paling banyak diberikan adalah tadarus atau membaca alquran.

Hayooo, sudah juz berapa nih tadarusnya? Semoga kita termasuk orang-orang beruntung yang diberi kekuatan untuk bisa mengkhatamkan alquran selama ramadhan ini yaa, aamin.

pic source: pixabay.com

Ngomong-ngomong soal khatam alquran, saya jadi mengingat masa-masa kuliah dulu deh. Saat itu, setiap ramadhan saya selalu sukses khatam alquran minimal dua kali. Bahkan saya pernah khatam hingga tiga kali dalam satu kali ramadhan loh *tepuk tangan untuk diri sendiri*.

Namun setelah memasuki dunia kerja, saya tidak bisa seperti itu lagi apalagi setelah menikah dan punya anak yang mana kesibukannya semakin bertambah jadilah semakin sulit untuk mencuri-curi waktu membaca alquran. Setiap ramadhan, saya hanya bisa mengkhatamkan alquran satu kali saja, huhuhu :(

Tapi walau begitu, saya tetap mensyukurinya. Dari pada tidak khatam sama sekali kan yaa? Bukankah lebih baik khatam sekali dari pada tidak sama sekali? Alhamdulillah, di tengah-tengah banyak kesibukan *sok sibuk banget sih Mbak?*, saya masih bisa meluangkan waktu membaca alquran dan mengkhatamkannya.

Lalu bagaimana cara saya mengkhatamkan alquran di sela-sela aktivitas saya sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga merangkap sebagai karyawati? berikut ini beberapa hal yang saya lakukan:

1. Membaca alquran sebelum dan sesudah shalat fardu

Saya sengaja menulis ini di nomor satu karena memang di waktu-waktu inilah saya menghabiskan waktu paling lama dalam membaca alqur'an (kecuali saat shalat ashar di kantor atau saat shalat di rumah mertua di akhir pekan).

Saya menyiapkan waktu 50 menit untuk shalat fardhu. Sepuluh menit untuk shalat dan 40 menit sisanya saya gunakan untuk tadarus. Usai wudhu, saya sempatkan membaca beberapa ayat baru kemudian dilanjutkan dengan shalat. Usai shalat, saya lanjutkan kembali kegiatan tadarus saya.


Tak lupa saya menetapkan target setiap kali membaca Alquran. Misal sebelum shalat saya membaca berapa lembar, sesudah shalat berapa lembar. Dengan menetapkan target, saya jadi punya keinginan untuk mencapai target tersebut.

2. Baca alquran setiap ada waktu luang

Saat memiliki waktu luang, saya usahakan untuk membaca alquran dibanding melakukan kegiatan lain, tidur misalnya.

Begitu pun saat berada di kantor. Bila semua kerjaan sudah selesai dikerjakan, waktu yang tersisa saya manfaatkan untuk membaca alquran dibanding bergosip dengan rekan kerja. Membaca beberapa ayat alquran rasanya lebih bermanfaat dibanding bergosip, benar kan? Pahala puasa tetap terjaga, masih dapat tambahan pahala pula dari membaca alquran.

Pun demikian di sore hari ketika menunggu datangnya waktu berbuka, kadang kala saya isi dengan tadarus alquran.

3. Manfaatkan waktu istirahat dikantor untuk membaca alquran

Satu jam waktu istirahat di kantor saya manfaatkan untuk ibadah; shalat dan membaca alquran.

4. Baca alquran saat sedang menunggu keberangkatan kendaraan umum

Saya adalah orang yang lumayan akrab dengan transportasi umum, khususnya transportasi darat (angkot) juga transportasi laut (kapal veri atau speedboat).

Baca Juga: 3 Jenis Alat Transportasi Laut yang Sering Saya Gunakan

Dan sudah menjadi rahasia umum bila penumpang kendaraan umum sangat akrab dengan kegiatan menunggu. Dalam perjalanan pulang untuk bertemu anak dan suami di akhir pekan, sangat jarang saya mendapatkan kendaraan umum yang langsung berangkat ketika saya naiki. Maka agar waktu menunggu tak terbuang percuma, saya memanfaatkannya dengan membaca alquran.

Dengan membaca alquran, saya menjadi lebih tenang dan tidak kesal karena kelamaan menunggu. Manfaat lain yang saya dapat tentunya adalah bacaan alquran yang semakin banyak setiap harinya.

**

Itulah empat cara yang saya lakukan untuk mengkhatamkan alquran di bulan ramadhan.

Lalu muncul pertanyaan, apakah cara-cara tersebut selalu mulus saat saya melakukannya?

Beberapa cara yang saya lakukan di atas tentu tak selalu berjalan mulus seperti yang tertulis. Di saat-saat tertentu, ada kalanya saya tidak bisa melakukannya. Misalnya di akhir pekan saat bertemu dengan anak tercinta. Kadang kala, usai shalat anak saya langsung memanggil untuk bermain maka waktu empat puluh menit yang saya siapkan untuk membaca alquran terpaksa saya potong menjadi sepuluh menit saja.

Masih ada beberapa kejadian tak terduga lain yang kadang membuat waktu membaca alquran harus dipersingkat. Misalnya saat sedang tadarus saya mendapat panggilan telepon dari kantor pusat, maka dengan terpaksa kegiatan membaca alquran harus segera dihentikan. Dan beberapa kejadian tak terduga lainnya.

Tapi walau begitu, dengan niat yang sungguh-sungguh, alhamdulillah saya masih bisa menghatamkan alquran di akhir ramadhan.

Bagaimana denganmu gaes? Apakah kamu juga melakukan hal yang sama? Ataukah punya cara lain? Yuk bagi caranya di kolom komentar :)

Komentar

  1. Waktu sblm kerja dan berkeluarga jg dulu gitu Kak, bs khatam lbh dari sekali di bln Ramadhan. Nah sejak punya anak apalagi kembali bekerja semangat ngajinya sempat drop, tapi untungnya kembali sadar dan mulai bangkit mengaji lagi. Apalagi klo Faraz masih tidur, lanjut ngebutnya. Di kantor jg gtu sekarang sebisa mungkin setelah Shalat digas poool utk Tadarrusnya :)

    BalasHapus
  2. Triknya sungguh manfaat ini mbak. Aku kadang dari rumah ada niatan pas jamaah duhur di tempat kerja mau lanjutin tilawah, ternyata meleset. malah kubuat istirahat mbak.
    Malah ramadhan tahun ini kedatangan tamu di awal dan akhir bulan, sedihh bet, pdhal kurang sedikit juznyaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.