Langsung ke konten utama

PAPERONE DARI APRIL; PRODUK INDONESIA YANG LAYAK DIBANGGAKAN

pic source: APRIL
Hai gaes, apa kabarmu malam ini? Saya harap semoga selalu bak dan bahagia selalu, amiiin. Di malam sabtu ini, ngomongin tentang kertas yuk, tepatnya kertas dengan merek PaperOne dari April.

Fyi, APRIL Group memiliki sebuah produk kertas bernama PaperOneTM yang layak disebut kebanggaan Indonesia. Produk ini patut dibanggakan karena 100% bahan bakunya berasal dari dalam negeri.

PaperOneTM merupakan salah satu merek kertas premium terkemuka di Asia. Tak sedikit pihak yang memakai kertas ini dalam kegiatan kantor mereka. Pemakainya tak hanya berasal dari Indonesia tapi juga dari manca negara. Hal itu terlihat nyata karena sampai saat ini APRIL Indonesia sudah mendistribusikan PaperOneTM ke 7 negara.

Penerimaan pasar asing terhadap PaperOneTM  tentu menjadi kebanggaan tersendiri karena tak mudah bagi sebuah produk untuk diterima di level internasional. Hal ini jelas memiliki alasan kuat mengapa PaperOneTM dilirik banyak pihak.

Faktor kualitas merupakan salah satu alasan utama. Kertas PaperOneTM dikenal cocok untuk digital printing. Warnanya putih bersih dengan permukaan yang lembut. Hal itu membuat PaperOneTM sangat baik dipakai untuk mencetak.

Kelebihan itu bukanlah sekadar asumsi. Riset dari sebuah lembaga independen Buyers Laboratory (BLI) membuktikannya. Lembaga itu melakukan evaluasi terhadap PaperOneTM dan hasilnya mereka menemukan banyak sekali kelebihan PaperOneTM dibanding merek kertas lain.

Warna cetakan di kertas ini lebih terang dan jelas. Selain itu, garis-garisnya tegas dan tidak ada hasil cetakan yang tembus ke bagian bawah kertas. Tak hanya itu, BLI juga menemukan bahwa PaperOneTM bisa menghemat penggunaan tinta. Ketika mencetak, kertas ini mampu menghemat 18 persen tinta dibanding kertas-kertas lain. Kelebihan-kelebihan ini akhirnya membuat PaperOneTM disukai oleh banyak pihak.

Oh iya, bisa dibilang PaperOneTM ini adalah sebuah produk yang sangat “sangat Indonesia”. Mengapa demikian? Setidaknya dua hal ini bisa menjadi alasannya:

*Berasal dari pemanfaatan alam Indonesia

pic source: APRIL

PaperOneTM mampu menunjukkan secara jelas ciri khas dan kelebihan Indonesia. selama ini negeri kita dikenal sebagai negara yang subur. Berada di kawasan tropis dengan sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun membuat beragam tanaman mudah sekali tumbuh dan berkembang.

Belum lagi masih ditambah dengan keberadaan ratusan gunung berapi aktif. Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ada127 gunung berapi aktif di negeri kita yang mana hal itu menambah subur tanah di Indonesia.

PaperOneTM merupakan perwujudan nyata kelebihan Indonesia. Ia dihasilkan dari pemanfaatan potensi alam negeri kita secara maksimal.

Seperti kertas lainnya, bahan baku kertas PaperOneTM  juga berasal dari kayu. Kayu diolah sedemikian rupa menjadi bubur kertas yang akhirnya diproses menjadi kertas.

APRIL Group menanam kayu terlebih dulu di perkebunan. Unit bisnisnya, PT. Riau Andalan Pulp & Paper, mengelola perkebunan seluas 481.466 hektare yang ditanami akasia dan eukaliptus. Hal itu digunakan sebagai suplai bahan baku kertas oleh APRIL. Sebagai tambahan bahan baku, APRIL Indonesia bekerjasama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang yang ada di Sumatera.

Sesudah ditanam, pohon-pohon tersebut dirawat dengan baik. APRIL Asia memerlukan waktu hingga lima tahun sebelum akhirnya pohon seperti akasia dipanen. Proses ini memperlihatkan kelebihan Indonesia dibanding negara lain. Jika ditanam di kawasan empat musim, butuh waktu puluhan tahun sebelum akasia dapat dipanen, di Indonesia yang iklim hangat dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun, proses pertumbuhan akasia menjadi lebih cepat.
 
Direktur Royal Golden Eagle (induk perusahaan APRIL, Red.) Anderson Tanoto menyatakan produk ini pantas dilabeli sebutan seratus persen Indonesia. “Ini diolah dari kayu sampai produknya benar-benar selesai di Indonesia. Menurut saya, ini sesuatu hal yang membanggakan.Kita mampu memberi nilai tambah (terhadap hasil alam Indonesia, Red.),” ujar Anderson Tanoto di Merdeka.com.

Oleh karena itu, Anderson Tanoto menegaskan bahwa sudah selayaknya publik Indonesia bangga terhadap keberadaan produk berkualitas seperti PaperOneTM. “Kertas kita olah dari sumber daya kayu sampai menjadi produk kertas. Itu adalah salah satu produk Indonesia yang harus kita banggakan," jelas dia.

*Produksinya dilakukan di dalam negeri

pic source: APRIL


Alasan lain mengapa PaperOneTM layak dibanggakan adalah melihat proses produksinya. Semuanya terjadi di dalam negeri. Siapa pembuatnya? Lagi-lagi pelakunya adalah anak-anak bangsa sendiri.

APRIL Group hadir sesudah pendiri grup Royal Golden Eagle, SukantoTanoto, bepergian ke luar negeri, tepatnya Finlandia. Di sana ia melihat fakta yang menginspirasinya untuk mendirikan perusahaan pulp dan kertas. Ia baru tahu bahwa Finlandia perlu menumbuhkan pohon selama 60 tahun sebelum dapat dipanen. Namun, dalam kondisi seperti itu, mereka masih kompetitif dalam industri pulp dan kertas.

Fakta ini menginspirasi beliau untuk mendirikan APRIL Indonesia. Apalagi, semua tahu Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam industri pulp dan kertas. Berada di khatulistiwa memudahkan pertumbuhan pohon dengan cepat. Inilah yang akhirnya mampu menjamin pasokan bahan baku terus tersedia.

Meski begitu, menjalankan semuanya tidaklah mudah. Harus diakui, kemampuan negeri kita dalam sektor pulp dan kertas masih lemah. Inilah yang akhirnya mendorong Sukanto Tanoto belajar keluar negeri untuk mengenal seluk-beluk industri kertas.

“Jadi, saya kemudian berpikir ini pasti bisa lakukan.Akhirnya hanya butuh enam tahun bagi kami untuk kompetitif di tingkat global.Saya pergi ke Brasil untuk mempelajari teknologinya. Mereka dikenal mampu menumbuhkan pohon dengan baik dan mempunyai cara pemanfaatan pulp spesial” ujar Sukanto Tanoto.

Para ahli dari APRIL banyak yang dikirim ke Brasil. Mereka belajar beragam banyak hal mulai dari pembibitan, pengelolaan perkebunan, hingga peningkatan hasil produksi.

Salah satu yang merasakannya adalah Kristine Harpeni Sitompul.Manager Incharge Kerinci Central Nursery 2 ini pergi ke Negeri Samba untuk belajar tentang  teknologi pembibitan. Ia mengaku mendapat banyak sekali ilmu yang bisa dipetik dari sana.

“Itu adalah perjalanan yang luar biasa. Sejak saya mengunjungi Brasil, pandangan saya tentang kehutanan sekarang menjadi lebih luas.Ada banyak perbaikan yang bisa kita lakukan. Ada banyak inovasi yang bisa kita lakukan di sini,” ujar Kristine seperti dipaparkan Tribun Pekanbaru.

Sejak saat itu, kemampuan APRIL Asia dalam memproduksi pulp dan kertas telah meningkat. PaperOne TM merupakan salah satu buah kesuksesannya. Semua proses pembuatannya dilakukan di dalam negeri oleh tenaga dari Indonesia.

Dari proses pembibitan, pengelolaan perkebunan, hingga panen, semua dikerjakan oleh tenaga dari Indonesia. Begitu pula ketika masuk ke proses produksi mulai dari pembersihan, pemotongan kayu, hingga pemrosesan menjadi pulp dan kertas, tenaga ahli Indonesia juga yang melakukannya.

Rasanya sangat beralasan jika PaperOne TM jadi produk yang layak dibanggakan oleh Indonesia. Merek kertas premium dari APRIL ini dibuat di dalam negeri oleh tangan-tangan kompeten dari Indonesia.

Itulah alasan mengapa PaperOne TM layak dijadikan kebanggan negara tercinta, Indonesia. Merek kertas premium hasil produksi APRIL Group ini memang menunjukkan ciri khas Indonesia.



Komentar

  1. waaaa ini sih keren banget, emang si kualitas paper one bagus

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.