Langsung ke konten utama

MENGENALKAN PERMAINAN OUTBOND PADA ANAK SEJAK DINI


Apa yang terlintas di pikiran kamu ketika melihat foto anak-anak ini? Kotor? Iyaa sih tapi jangan salah, berani kotor itu baik #eh di balik kegiatan yang menurut kita kotor ini terpancar kegembiraan dari wajah mereka. Yup, anak-anak ini nampaknya sangat menikmati game yang mereka mainkan.

Tak sedikit anak-anak suka banget mencoba hal-hal yang terlihat menantang. Rasa penasaran yang tinggi membuat mereka ingin mencoba hal yang kadang di luar perkiraan kita, orang dewasa. Untuk menjawab rasa penasaran mereka akan hal-hal menantang ini, akan bagus banget bila kita mengajak mereka ke tempat outbond.

Bagi teman-teman yang tinggal di wilayah Bogor, tentu tidak asing lagi dengan tempat outing di puncak, yang menyediakan ragam permainan outbond yang disukai anak dong yaa.

Ngomong-ngomong tentang outbond, ternyata ragam permainan outbond itu dapat memberikan dampak postif kepada anak-anak kita loh, beberapa permainan outbond dapat melatih anak dalam hal kepimipinan, kedispilnan, sportivitas, ketangkasan dan juga dapat melatih motorik kasar sang anak. 

Ini nih beberapa jenis permainan outbond yang sesuai untuk anak-anak beserta manfaat yang bisa didapatkan: 

1. Berjalan di Tali 
Bila dilihat sekilas, permainan ini sepertinya berbahaya untuk anak, tapi ternyata cukup aman kok karena umumnya pengelola tempat outing menyediakan ragam permainan yang sudah terjamin keamanannya. Jadi para ibu tak perlu khawatir, permainan berjalan di atas tali ini mengajarkan anak dalam menjaga keseimbangan serta meningkatkan keberanian mereka.

2. Flying Fox 
Permainan outbond lain yang juga sesuai untuk anak khususnya remaja adalah flying fox. Anak usia 13 tahun ke atas tentu sudah cocok untuk merasakan permainan yang satu ini. Meluncur di seutas tali dengan ketinggian tertentu, membuat si anak dapat belajar mengurangi ketakutannya terhadap ketinggian.

3. Permainan Pesan Berantai 
Permainan menyampaikan pesan secara berantai ini sudah sangat melegenda dalam dunia outbond. Permainan ini mampu meningkatkan daya ingat sang anak, membuat anak berusaha mengingat keseluruhan pesan yang diterimanya untuk kemudian disampaikan kembali ke teman lainnya. 

4. Bercocok Tanam 
Beberapa tempat outing (khususnya di Puncak) menyediakan fasilitas permainan outbond yang mendekatkan si anak dengan lingkungan, seperti halnya bercocok tanam. Kegiatan bercocok tanam jelas memberikan manfaat yang besar kepada anak, selain mengajarkan mengenali jenis tanaman yang ditanamnya juga dapat membuat anak menghargai tanaman dan alam. 

5. Balap di Lumpur 
Seperti yang saya bilang di awal, berani kotor itu ternyata baik loh buat anak. Tak selalu kotor-kotoran di lumpur adalah hal yang buruk, justru balap di lumpur seperti ini mampu membuat anak bertahan dengan tantangan dan akan membuat mereka lebih disiplin dan semangat menyelesaikan balapan hingga garis finish.

Itulah 5 kegiatan outbond yang bisa dilakukan oleh anak-anak dan remaja juga manfaat yang akan didapatkan oleh anak ketika melakukannya.

Setelah tahu manfaat outbond, apakah kamu tertarik untuk mengajak putra-putri tercinta ke wahana outbond, gaes? Bagi kamu yang tinggal di sekitar wilayah Bogor bisa banget datang ke tempat outing di Puncak.

Komentar

  1. Apakah tidak apa - apa main kotor - kotoran sepeti itu takutnya ada binatang yang membahayakan

    BalasHapus
  2. Seru tuh. :D Tapi anakku belum berani main outbond.

    BalasHapus
  3. Outbond emang seru sih. :D Hehehehe anak cowok jga kebanyakan suka

    BalasHapus
  4. jadi pengen main outbound.. hehe

    BalasHapus
  5. Asyiikk ya Kak, di Kendari outbond nya di NS Valley. Lumayan ada flying fox nya tawwa :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.