Langsung ke konten utama

REVIEW; PURBASARI LIPSTICK COLOR MATTE 85 (SAFIR)

Hai gaes, kita bertemu lagi dalam review produk yang saya pakai sehari-hari nih. Kali ini saya akan mereview lipstik lokal yang namanya sudah kondang dan menjadi buah bibir selama beberapa tahun (3 tahun?) terakhir. Yup, yang akan saya review kali ini adalah Purbasari Lipstick Color Matte 85 (Safir).


Fyi, ini bukanlah lipstick color matte purbasari pertama yang saya pakai karena sebelumnya saya pernah pakai yang nomer 89 (Jade) dan sudah sempat foto-foto produknya juga untuk direview di blog ini namun apa daya rasa malas rupanya lebih kuat dibanding niat saya sehingga sampai lipstiknya habis tulisan review itu tak kunjung terpublikasi juga

Jadi daripada kejadian seperti itu terulang kembali, maka setelah membeli lipstik ini beberapa hari lalu segera saja saya tulis reviewnya. Nanti deh saya cari foto-foto yang shade 89 (Jade) dan saya apdet foto-fotonya di artikel ini di lain waktu. Kali ini saya mau tulis dulu apa yang telah saya rasakan usai memakai Purbasari Lipstick Color Matte 85 (Safir).

 

Oh iya, Purbasari Lipstick Color Matte ini terdiri dari 10 shade yaa, yang mana kesepuluh shade-nya itu diberi nama seperti nama batu-batuan berharga tapi berhubung yang saya pakai hanya dua shade jadilah yang saya tahu hanya Safir dan Jade saja, hehehe. Untuk tahu nama kesepuluh shade-nya silakan googling ajalah yaa ;)


Baiklah, segera kita masuk saja pada review saya terkait lipstick sejuta umat ini.

#Kemasan
Seperti biasa, dalam mereview sebuah produk saya tak pernah lupa menilai kemasannya. Walau banyak yang bilang “isi” adalah yang paling penting tapi bagi saya kemasan tetaplah penting karena ia bisa menjadi salah satu hal yang menarik perhatian bagi yang melihatnya.

Lalu bagaimana kemasan Purbasari Lipstick Color Matte ini? Menurut saya kemasannya sesuailah yaa untuk ukuran harga Rp. 30ribuan. Lipstik ini dibungkus dalam kotak kardus persegi panjang berwarna hitam bertuliskan nama si lipstik yang berwarna kuning keemasan yang membuatnya terlihat anggun.



Di kotak kardus itu tertera Shade lipstick, Ingredients, Claim lipstick, Expired date, No. BPOM, Produsen, Ukuran dan Logo halal dari MUI. Saya rasa info yang tertera di kemasannya cukup jelas bagi yang ingin mengetahui info terkait lipstik ini.

Kemasan lipstick ini berbentuk tube berwarna hitam dan langsing dengan warna emas di tengahnya. Sekilas terlihat ringkih tapi kalau nyimpannya rapi, kemasannya tetap bertahan lama, buktinya lipstik saya yang shade Jade masih oke banget kemasannya walau isinya sudah habis.

#Tekstur & Wangi
Tekstur lipstik ini terasa lembut saat diaplikasikan ke bibir. Dan yang saya suka pigmentasinya oke, sekali oles warnanya langsung rata dan “nutup” di bibir. Satu hal lagi yang saya suka adalah wanginya yang enak dan ringan sehingga gak “nusuk” di hidung. Kalau gak dicium benar-benar, wanginya gak akan kecium.

Selain itu, warnanya juga tahan lama di bibir saya (6 jam tanpa makan, hanya beberapa kali minum). Setelah makan siang, warnanya hanya agak pudar sedikit di bagian tengah bibir. Dan yang paling saya suka lipstiknya gak nempel di gelas saat saya minum.

#Ukuran & Harga
Ukuran lipstik ini 2,6 gr dan kemarin saya membelinya seharga Rp. 39.000,-. Dengan kelebihan yang saya sebutkan di atas saat memakai lipstik ini, harga segitu rasanya tergolong murah yaa

#Ingredients
Bisa dilihat pada gambar di bawah ini yaa. Sayangnya bahan-bahan lipstik ini masih mengandung paraben, hiks



#Claim Produk
Menurut yang tertera di kemasannya, lipstick ini diclaim:
  • Tahan lama dan tidak mengkilap
  • Terasa ringan pada bibir
  • Melembabkan bibir
  • Warna tidak pudar sehingga penampilan akan tetap segar

Lalu bagaimana yang saya rasakan setelah memakainya? Apakah sesuai dengan claim yang tertera di kemasannya?
  • Untuk poin pertama, saya memang merasa seperti itu. Setelah diusapkan di bibir, warna lipstick ini memang tahan lama dan hasilnya memang benar-benar matte, tak ada kilap sama sekali.
  • Saat memakai lipstik ini bibir saya juga tidak terasa berat, rasanya biasa saja.
  • Walau setelah dioles ke bibir hasilnya matte tapi lipstik ini tidak membuat bibir saya kering.
  • Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, warna lipstik ini memang tahan lama dan tidak gampang pudar di bibir saya.

    warnanya saat diaplikasikan ke kulit saya
     
    warnanya setelah diaplikasikan ke bibir saya


#Poin Plus:
  • Warnanya awet dan tidak membuat bibir saya kering
  • Cukup sekali oles warnanya langsung menyatu di bibir saya
  • Harganya cukup bersahabat di kantong mamak-mamak perhitungan seperti saya
  • Terdaftar di BPOM & ada logo halal dari MUI
  • Warna lipstik tidak nempel di gelas saat saya minum (kissproof)

#Poin Minus:
  • Produknya agak susah didapat (mungkin karena banyak yang cari?)
  • Mengandung paraben

#Repurchase?
Sepertinya iyaa, saya berencana akan membeli shade lainnya

Demikian review saya tentang Purbasari Lipstick Color Matte 85 (Safir). Untuk yang shade 89 (Jade) insyaallah secepatnya akan saya tambahkan fotonya.


Komentar

  1. Bagus banget warnanya, aku juga suka apakai purbasari ini soalnya ringan di bibir, meskipun ketahanan agak kurang sih. Hehe.

    BalasHapus
  2. Warnanya cantik banget yaa, aku mupeng nih. Hehe.

    BalasHapus
  3. bagus warnanya dan kissproof itu jadi pengen coba kata temenku sih juga purbasari enakeun mba :)

    BalasHapus
  4. Ini Purbasari yg fenomenal itu mbak? Yang no nya slalu kehabisan di pasar? 😤

    BalasHapus
  5. Tmn2 aku bnyk yang pake merk ini mba..
    Aku klo make yang warna nggak merah ngejreng si mb..

    BalasHapus
  6. Jadi pengen beli yang nomor 85 juga. Aku punya tapi yang nomor 81 Mbak.

    BalasHapus
  7. Wah warnanya merah terang ya mbak, cocok buat para wanita yang percaya dirinya tinggi. Kalau buat saya mungkin aplikasinya bisa dipakai malam hari pas kondangan jadi suasana malam bisa sedikit meredupnya cetarnya, hehe.. apasihini??

    BalasHapus
  8. aku juga pakai Purbasari Mbak, tapi yang lipcream.. aku yang lipstick ini bibirku malah kering.. huhu

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.