Skip to main content

KIAT AGAR BISNIS PULSA TIDAK MERUGI



Di era modern ini hampir semua orang sudah memiliki telepon selular (ponsel) alias handphone dalam keseharian mereka. Benda ini memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi karena lebih praktis, ramah di saku sehingga dapat dibawa kemana saja tanpa perlu merasa terbebani oleh wujudnya yang besar dan ribet seperti telepon rumah. 

Namun fungsi handphone tak akan maksimal digunakan untuk berkomunikasi bila tak punya pulsa. Apalah artinya punya ponsel keren tapi pulsanya nol rupiah? Memang sih untuk internetan atau berkomunikasi via media sosial dengan keluarga/teman bisa pakai wifi, tapi walau begitu pulsa masih tetap jadi andalan bagi pengguna ponsel ini. 

Pulsa bisa dikatakan sebagai alat pembayaran atas penggunaan telepon tersebut. Namun mobile payment ini memiliki masa aktif atau masa berlaku sehingga jika masa berlakunya habis atau memasuki masa tenggang maka penggunanya harus mengisi pulsa agar tetap bisa menggunakan ponselnya untuk SMS, telepon atau internetan.

Melihat banyaknya orang yang butuh mobile payment ini, tak sedikit orang yang mengambil peluang untuk terjun dan memilih untuk menjual produk ini. Akan tetapi sebelum terjun ke bisnis ini ada beberapa kendala atau hambatan yang wajib diketahui, diantaranya:

  • Banyaknya pesaing yang muncul apalagi pesaing secara online misalnya di toko online terpercaya yang sudah terbukti terpercaya dan memiliki sistem keamanan yang bagus.
  • Penjual pulsa banyak atau sering dihutangi terutama oleh orang yang dikenal. Biasanya para pembeli akan minta diisikan pulsa dan baru membayarnya beberapa waktu kemudian.
  • Keuntungan yang didapatkan tidaklah besar sehingga jika tidak memiliki kemampuan pengaturan keuangan yang baik bisa memberikan kerugian yang cukup besar.
  • Modal yang dipergunakan bisa lebih besar dibandingkan perkiraan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, terdapat 3 hal yang bisa dilakukan, antara lain:
  1. Tentukan lebih dahulu sasaran pasar si penjual. Awalnya, sasaran pasarnya adalah keluarga atau teman-teman, misalnya teman arisan, rekan kerja, tetangga dan teman-teman lain yang hubungannya "dekat". Langkah awal ini sangat bagus dilakukan apalagi jika modal yang digunakan cenderung kecil dan hanya bisa melakukan top up dalam jumlah yang kecil. Gunakan bahasa yang sederhana saat memasarkannya  seperti “saya jualan pulsa loh, kalau mau beli pulsa, di tempatku aja yaa!”. Walau sederhana, secara perlahan hal tersebut bisa menyebar dan semakin banyak orang yang akan tahu usaha penjualan pulsa tersebut. 
  2. Harus lebih tegas walaupun terhadap orang yang dikenal baik misalnya keluarga dan sahabat. Berikan jangka waktu tertentu kepada mereka misalnya 3 hari untuk membayar pembelian mobile payment yang dilakukan atau paling lambat seminggu. Jika si pengutang sedang berada di luar kota dalam jangka waktu yang cukup lama, maka penjual bisa meminta orang tersebut untuk transfer hutangnya apalagi jika nilainya cukup besar. Cara ini dilakukan agar perputaran keuangan meenjadi lebih sehat. 
  3. Perbaiki pengaturan atau management keuangan bisnis yang dimiliki. Berbisnis mobile payment apalagi jika hanya produk tersebut yang dijual misalnya tidak ada penjualan kartu perdana atau penjualan kuota data dan modal yang digunakan terbatas, maka mau tidak mau penjual harus memaksimalkan perputaran keuangannya untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan.
Terdapat beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar perputaran uang bisa berjalan dengan baik, seperti:

  • Siapkan buku khusus yang digunakan untuk mencatat siapa saja yang membeli mobile payment beserta dengan nominal yang dibelinya. Cara ini bertujuan agar penjual tidak hanya bisa mengetahui siapa saja yang membeli produknya tapi juga keuntungan yang seharusnya didapat dalam setiap transaksi.
  • Pisahkan uang dari bisnis dengan uang pribadi pemilik usaha. Cara ini dilakukan agar pemilik usaha tidak menghabiskan uang usahanya untuk kepentingan pribadi, begitu pula sebaliknya.

Demikianlah beberapa kiat dalam berbisnis pulsa agar tidak merugi yang dapat dicoba oleh calon-calon pebisnis mobile payment.

    Comments

    1. Aku juga lagi usaha pulsa kecil-kecilan, hehe. Daripada hape dianggurin juga, enak buat usaha.

      ReplyDelete
    2. Kalau usaha apa pun itu, emang harus pisahi uang usaha sama uang pribadi yaa, biar gak campur aduk.

      ReplyDelete
    3. saya juga jualan pulsa looh Kak *oupsss, iklan detected, wkwkwk
      iyah Kak, jualan pulsa memang harus tegas, ndk boleh utang terlalu lama. untungnya kicik, cuma seputaran itu, sayang sekali klo harus diutang kelamaan, apalagi klo modal pas2an kacian, huhuhuh

      ReplyDelete
    4. Saya juga jual pulsa meskipun kecil-kecilan mbak Ira, hanya untuk teman-teman dan tetangga saja..

      Iya memang penting memisahkan antara uang jualan dengan pribadi ya supaya bisa dihitung berapa untungnya. Ada juga sih tetangga yang hutang dari yang bayarnya bagus sampai yang belum bayar meskipun sudah ditagih.. hehe..

      ReplyDelete

    Post a Comment

    Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

    Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.

    Popular posts from this blog

    CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

    Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

    Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
    Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!

    BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

    Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
    Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
    Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

    PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

    Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
    Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
    Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.