Skip to main content

RUMAH KEDUA

Ada beberapa teman blogger yang saya kenal memiliki lebih dari satu blog dan entah bagaimana caranya mereka sukses mengelola blog-blog yang mereka punya itu. Melihat mereka yang sukses mengelola lebih dari satu blog, diam-diam saya merasa tertarik ingin melakukan hal yang sama.

Mereka aja bisa, masa saya gak bisa? Begitu yang saya pikirkan. Maka pada awal tahun 2017 kemarin keinginan untuk membuat satu blog lagi mulai tumbuh subur di pikiran ini.
pic source: pixabay.com

Tapi berbulan-bulan berlalu rencana hanya menjadi rencana yang tak kunjung terealisasi. Rasa malas rupanya masih lebih besar dan kuat dibanding keinginan yang saya miliki. Jangankan membuat blog baru, semangat nulis saya malah semakin rendah dan berada di level yang sangat memprihatinkan.

Lalu tibalah bulan Juni. Bulan itu saya bulatkan tekad dan putuskan harus merealisasikan keinginan saya di awal tahun untuk membuat satu blog lagi. Dan alhamdulillah berkat tekad kuat akhirnya saya sukses membuat satu blog lagi walau saat itu saya belum juga mengisinya dengan satu tulisan pun. Yang penting blognya udah ada, isinya mah nanti aja setelah mood nulis udah balik lagi, hehehe

Bukan, alasan saya ternak blog bukan karena udah rajin banget nulisnya, sungguh bukan karena itu. Kalo masalah rajin apdetnya mah masih tetap sama seperti dulu, belum ada perubahan alias saya masih saja malas publish artikel, kan di atas udah saya katakan semangat nulis saya malah berada di tingkat yang sangat parah alias memprihatinkan, hahaha :D

Lalu apa alasan saya membuat satu blog lagi? Jadi, alasan saya membuat blog lagi adalah agar semakin banyak dapat sponsored post sehingga pundi-pundi semakin tebal ada media lain untuk mencurahkan isi hati selain di blog ini. Hmmm gimana yaa? Kalo di blog ini kan gak semua hal yang saya rasakan bisa saya tuliskan, nah di blog yang satu itu saya akan lebih bebas menuliskan apapun yang saya rasakan.

Di blog itu suasananya lebih santai karena niatnya memang untuk menampung hal remeh temeh unfaedah, curhat dan segala uneg-uneg yang saya rasakan. Jadi hal-hal yang gak bisa saya tuliskan di sini bisa langsung saya ungkapkan di sana.

Di blog utama ini saya memiliki aturan baku yang gak boleh dilanggar, salah satunya adalah setiap artikel yang tayang minimal berisi 500 kata dan di sana aturan itu gak berlaku. Artikel yang tayang di sana gak saya batasi jumlah katanya. Mau gak sampe 100 kata juga kalo saya pengen tayangin artikelnya yaa pasti akan tayang.

Hmmm, selain itu apa lagi yaa yang membedakan blog ini dengan blog kedua yang baru saja saya dotcom-kan itu? Sepertinya gak ada lagi deh. Oh iyaa, mengenai gaya bahasa yang saya pakai di sana juga masih mirip-miriplah dengan gaya bahasa saya di blog ini.

Dan ahhh hampir lupa nih, dari tadi bahas blog baru tapi sampai tulisannya udah mau kelar alamat blognya belum diberi tahu juga, hehehe. Kali ajaa setelah membaca tulisan ini teman-teman jadi penasaran dan punya keinginan untuk mampir ke sana, boleh banget loh. Ini nih alamatnya http://www.rawati.com.

Si empunya blog alias saya sendiri bakalan senang banget kalo teman-teman menyempatkan waktu berkunjung kesana. Apalagi bila blognya langsung difollow, pasti kebahagiaannya akan berlipat-lipat dan dijamin bakalan difollow back, hehehe #MulaiNgelunjak #BloggerFakirFollower.

Dan akhirnya tulisan ini saya cukupkan sampai di sini. Tujuan saya membuat artikel ini adalah untuk mengumumkan bahwa kini blog saya ada dua, yang pertama adalah yang saat ini kamu baca dan yang kedua adalah http://www.rawati.com.

Comments

  1. Selamat ya Mbk atas lahirnya blog baru. Keren banget semoga berfaedah ya

    ReplyDelete
  2. mbaaaa aku ko galfoks sama realtime viewnya ya ... hohoho... trus ngeliat ada yg dr columbus .. it's me mba.. wkwkwkw .. salam kenal 🤗

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali Mbaa, makasih sudah berkunjung :*

      Delete
  3. Oalah.. yang tokek itu tadi tak cariin di sini ternyata di blog sebelah ya mbak? Aku kirain awalnya ganti domain atau yang blog ini dihapus lho.. Ternyata! Selamat ya mbak atas blog barunya, semoga semakin berfaedah dan bermanfaat meskipun mungkin menurut Mbak Ira kurang berfaedah tapi siapa yang tahu ada orang lain di luar sana yang butuh pengalaman langsung dari Mbak Ira.

    ReplyDelete
  4. uhuuyy, ada blog bebasnya.
    jangan sampe blog disebelah mi nanti yg paling rajin diupdate dan lebih rajin dapat pundi2 pet, hihihih

    ehmm, sa jadi ingat blogku yg satunya, ingin rasanya dihidupkan lagi beuh :-D

    ReplyDelete
  5. Ah senengnyaa, blog bebas ya. Hihii..
    Selamat ya.. mdh2an bisa bikin hidup lebih hidup ��

    ReplyDelete
  6. Blog satunya pasti mau diisi pure curhatan hehehe. Tapi keren mbak di dot.com in juga.
    Jadi pengen bikin juga. Ah tapi satu aja ga keurus wkwkwk.

    ReplyDelete
  7. Taniah atas pembelian rumah kedua. Sekarang ramai yang tidak mampu untuk beli rumah pertama pun sebab harga terlalu tinggi.

    ReplyDelete
  8. Wuah keren euy... punya dua blog. Smoga dua-duanya bisa berjalan beriringan dan terus update terus postingan nya.
    Hahaha saya punya satu blog saja ngurusnya susah. Jarang update tulisan soalnya. Pas update, isinya cuma curhatan hahah

    ReplyDelete
  9. Selamat mbak Ira atas blog barunya, semoga sesukses blog yang ini ya. Keren deh si mbak satu ini, sangat menginspirasi terutama buat saya yang update nya senin kemis, hehe..

    Dan saya sudah follow loh :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.

Popular posts from this blog

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!

BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.