MENGABADIKAN KENANGAN DI ID PHOTOBOOK

by - Oktober 18, 2018

Apa yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengabadikan momen yang sedang dialami dalam kehidupannya? Jawabannya bisa bermacam-macam, tapi saya yakin pasti banyak yang akan menjawab foto. Yaa, sejak dulu, foto banyak dipilih orang sebagai media untuk mengabadikan momen yang terjadi dalam kehidupan mereka. Bahkan sejarah kehidupan di masa lalu banyak kita ketahui dengan melihat foto atau gambar yang beredar kan? Ya, foto/gambar bisa menjelaskan banyak hal.

foto kenangan yang diambil saat saya kelas 3 SD (abaikan saya dan adik-adik yang tingginya menyerupai anak tangga 😂)
Saat remaja (saat duduk di bangku SMA), saya suka banget mengabadikan momen-momen penting saya dalam selembar foto. Saya ingat, dulu, untuk mendapatkan selembar foto saya harus ke studio foto dan mengeluarkan sejumlah rupiah yang sudah saya kumpulkan dari uang jajan saya selama beberapa hari. Itu juga hasil fotonya kadang gak sesuai ekspektasi. Perasaan waktu berpose kayaknya udah oke banget deh, dandanan juga udah maksimal, gaya apalagi. Dan bagaimana hasilnya? Hahaha jauuuuh. Tapi ada juga yang memang bagus sih hasilnya walau memang lebih banyak yang gagal hahaha 😂

Dulu itu gak kayak sekarang. Dulu, kita (maksudnya saya) gak bisa seenaknya meminta si fotografer untuk membatalkan foto bila hasilnya gak bagus. Pokoknya sejelek apapun hasil fotomu kamu harus terima, pengen dapatkan hasil yang lebih baik? Yaa foto ulang, tapi tentu harus membayar lagi. Makanya mau bagus atau jelek, satu-satunya pilihan adalah menerimanya, hahaha. Syukurlah kemajuan teknologi sudah banyak membantu kita dalam urusan foto-fotoan ini. Saat ini kita gak perlu takut hasil fotonya jelek, tinggal foto ulang. Masih jelek juga? Yaa foto lagi sampe hasilnya memuaskan, toh gratis juga kaann? Mana kamera sendiri pula. Coba jujur, foto-foto yang terposting di medsos itu hasil jepretan keberapa yang diambil oleh kamera kita? 😜

fotonya kok jadi blur gini yaa? padahal cetakan fotonya jelas banget

Sejak kelahiran Wahyu, yang menjadi objek foto saya bertambah. Bila sebelumnya hanya gemar foto-foto diri sendiri alias selfie (karena suami gak suka banget difoto), sejak Wahyu lahir, dialah yang menjadi sasaran foto mamanya. Pokoknya apapun yang dilakukannya pasti dijepret. Senyum, jepret. Nangis, jepret. Tidur, bangun tidur, makan, minum susu, sebelum mandi, setelah mandi, sebelum imunisasi, setelah imunisasi, apapun yang ia lakukan dan beragam ekspresinya pasti dijepret. Alasannya apalagi kalau bukan untuk dokumentasi agar saat ia besar nanti bisa melihat foto-foto dirinya waktu masih imuut dan menggemaskan dulu. Yap, alasannya adalah untuk mengabadikan kenangan.
 

Sayangnya foto-foto Wahyu saat masih bayi yang banyak tersimpan di handphone saya hilang, huhuhu. Pasalnya memori handphone saya rusak dan gak bisa diperbaiki lagi sedangkan foto-fotonya belum sempat saya pindahkan ke laptop. Saya sampai nangis saat diberitahu suami kalau foto-foto Wahyu yang banyak itu gak bisa diselamatkan lagi. Saat itu saya sempat menyalahkan diri sendiri kenapa foto-fotonya gak buru-buru saya pindahkan ke laptop, atau mengikuti saran mama untuk mencetaknya.

Untuk urusan foto, mama memang memiliki pendapat berbeda dengan saya. Bila saya merasa cukup menyimpannya di laptop, hardisk eksternal atau posting di medsos, mama merasa foto-foto itu harus dicetak. Kehilangan foto-foto Wahyu membuat saya sadar bahwa pendapat mama benar. Foto-foto memang sebaiknya dicetak agar kenangannya abadi.

Cetak Foto Lebih Mudah di ID Photobook

Sebenarnya ada alasan yang mendasari mengapa saya gak mencetak foto-foto yang banyak tersimpan di handphone atau laptop, yaitu karena saya malas ke studio foto untuk mencetaknya. Gak seperti masih jadi remaja kinyis-kinyis dulu yang rajin antre di studio foto, setelah jadi mamak-mamak ini saya sudah malas dan gak kuat antre, maunya semuanya cepat-cepat karena banyak kerjaan menanti. Mau dicetak sendiri juga printernya gak mendukung untuk cetak foto, jadilah saran mama untuk mencetak foto-foto Wahyu itu saya abaikan.

Tapi kini mamak-mamak malas antre di studio foto seperti saya gak perlu malas lagi mencetak foto-foto sang buah hati, foto keluarga atau foto selfienya sendiri karena sekarang sudah ada jasa cetak foto online yang bernama ID Photobook. Pertama kali tahu ID Photobook ini dari salah satu teman blogger. Saat membaca pengalamannya mencetak foto di ID Photobook ini saya langsung tertarik untuk mencobanya. Saya langsung membatin “wahhh foto-foto Wahyu saat bayi dulu (yang masih tersisa) mesti saya abadikan dalam bentuk album photobook nih. Kebetulan banget saya suka desain album foto unik dan kekinian seperti ini. Mengapa saya sebut unik? Karena album fotonya gak seperti album foto yang selama ini kita lihat, yang mana hasil cetak fotonya dimasukkan/tempel secara manual satu persatu ke dalam album. Album photobook ini langsung dicetak dalam satu album, dan menariknya albumnya didesain kayak majalah. Kapan lagi punya album foto kayak majalah kan yaa?


beberapa foto Wahyu saat bayi yang tersisa

Cara mencetak foto di ID Photobook juga cukup mudah karena semuanya dilakukan secara online, mulai dari proses pemesanan dan pilih-pilih album, upload foto hingga transaksinya. Kita tinggal duduk manis menunggu hasil foto album yang sudah dipilih di rumah. Untuk detailnya boleh langsung ke website ID Photobook yaa 😉

Proses pembuatannya juga cepat jadi kita gak akan lama nunggu hasilnya. Dan ada kabar gembira nih untuk kita semua, saat ini ID Photobook sedang mengadakan promo untuk 300 orang pertama yang mencetak foto akan diberikan gratis ongkir untuk area Jawa & Bali + subsidi ongkir ke seluruh Indonesia. Asyiiik banget yaa, yang ingin mengabadikan kenangannya dalam bentuk album photobook berkualitas gak boleh melewatkan kesempatan ini nih 🤩

Lalu berapakah harga cetak foto di ID Photobook? Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 99.000 sampai Rp. 350.000 tergantung ukuran album dan tema album foto yang kita pilih. Berikut ini tema album foto yang disediakan yang bisa kita pilih.




Kemarin saya order 2 album foto, pertama adalah large (16 halaman yang memuat 80 foto) dengan cover spring dan tema simple elegant, yang kedua adalah album berukuran square (16 halaman yang memuat 61 foto) dengan cover sky blue dan tema romantic. Dan setelah albumnya datang, saya puas dengan hasilnya 👍. Saat membukanya langsung kelihatan kualitasnya yang memang di atas rata-rata. Kertas yang dipakai untuk mencetak foto tebal jadi gak gampang rusak atau robek. ID Photobook mengemas album foto yang saya pesan dengan sangat baik yaitu dimasukkan dalam boks hitam yang ekslusif 👍.

dikemas seperti kado. Syukak deh
Oh iya, saat memesan album foto di ID Photobook, perhatikan juga ukuran foto yang diupload yaa, kalau bisa ukurannya jangan diresize agar hasil cetaknya lebih bening karena ada beberapa foto yang saya kecilin ukurannya setelah dicetak hasilnya gak sama seperti foto yang ukurannya masih asli.

Gimana? Apakah teman-teman juga tertarik untuk memesan album foto di ID Photobook? Boleh banget mampir ke sosmednya di bawah ini. Kalo mau tanya-tanya juga boleh banget loh 😊

You May Also Like

38 komentar

  1. Wah keren banget hasil dari Photobook-nya mbak, jadi pengen cetak juga nih.

    BalasHapus
  2. Recomended banget nih, bisa buat menuangkan kenang-kenangan.

    BalasHapus
  3. Lucu-lucu banget ya hasil Photobooknya, berasa punya majalah pribadi hehe :D

    BalasHapus
  4. Bisa jadi referensi nih, soalnya kalau cetak foto dalam bentuk foto asli kayaknya mahal juga deh mbak, belum lagi beli albumnya.

    BalasHapus
  5. Desain Photobook-nya keren banget mbak, jadi pengen bikin juga nih.

    BalasHapus
  6. Senangnya bisa memiliki album foto si kecil dan keluarga ya. Kalau lebaran atau pas banyak tamu datang biasanya suka dikerubutin tuh. Hehehe...
    Kenangannya terasa lebih ya.

    BalasHapus
  7. Enak dong kalau bisa online, berarti kita bisa efisien,. ngga kemana-mana.
    Hasil cetak fotonya bagus ya

    BalasHapus
  8. Bikin mupeng, ya. Dengan IdPhotobook, kenangan kita lebih abadi. Sudah gitu eksklusif pula tampilan album fotonya

    BalasHapus
  9. Waduh cara lawas banget nih. Tapi masih menarik untuk dipake... soalnya kan enak gitu ngeliat foto bareng-bareng di buku album kayak gini. Lebih kerasa gitu lawasnya hahaha. Makasih ya kak infonya :)

    BalasHapus
  10. Aku juga udah buktiin Mbak, dan kayaknya aku juga pengen buat lagi.. hihi

    BalasHapus
  11. Aku pengen banget nyetak foto di idphotobook ini, mba. Soalnya bagus banget dan bisa muat banyak foto ya. Pengalaman fotoku banyak yang hilang, mba. Apalagi ini ada promo keren :)

    BalasHapus
  12. Aku udah pernah kehilangan banyak foto digital gegara kena virus, sedih banget. Jadi untuk beberapa momen penting lebih rajin di cetak..... waini ada promo cetak. semacam tawaran yang menggiurkan euy

    BalasHapus
  13. Sudah lama nggak cetak foto padahal pengen juga khan foto-foto pada moment tertentu dicetak tapi suka males sama hasilnya yang kurang bagus dan album foto suka ngabisin tempat kalau dicetak di DID Photobook hasilnya oke banget ya, modelnya kayak majalah gitu

    BalasHapus
  14. Nah ini cara simpan foto yg kekinian y mba.. cakeeep...

    BalasHapus
  15. Lucu banget ya jadi pengen bikin ini,,huhu entahlah udah belasan tahun semenjak ga ada klise foto2 ku ga pernah di cetak paling di upload aja -___-

    BalasHapus
  16. Aku termasuk yang ngga cetak foto, cuma punya 1 album yaitu album pernikahan, padahal cetak foto banyak kegunaannya juga ya.. boleh deh mba aku cetak foto juga.. thanks infonya mba

    BalasHapus
  17. ID Photobook ni tampilannya cakep. Mana kayak majalah hard cover ya jadinya.

    BalasHapus
  18. Saya jg sdh coba Mba..memang asyik punya kenangan di setiap moment penting, rencananya sih pengen dwh setiap.traveling dicetak kayak gini..

    BalasHapus
  19. Saya pingin nyetakin juga mbak. Tapi masih ngumpulin foto2nya. Entah bisa terkumpul kapan. Soalnya masih nyari di file2 lama

    BalasHapus
  20. Sama kayak mamaku Mbak, beliau bilang "foto-foto doang tapi gak pernah dicetak". Soalnya zaman now kita kan emang liat foto di layar hape atau laptop yaaa. Tapi setelah cetak foto di ID Photobook memang beda rasanya, jadi ada kesan memorable yang sulit diungkapkan dengan kata.

    BalasHapus
  21. Punya album foto penting juga sih, klo tiba-tiba smartphone atau laptop rusakan moment pentingnya tetap terjaga karena sudah dicetak.

    Asyiiik ya Mba ID Photobook ini selain tidak perlu antri, hasil cetakannya keren juga ya.

    BalasHapus
  22. Ini Id photo book yang pernah tampil waktu aku ikut seminar beberapa tahun lalu gak yah? Konsepny sama, dan aku juga sangat tertarik. Mengingat banyak banget foto2 yang sayang kalau cuma disimpan di handphone

    BalasHapus
  23. Noted linknya Ira aja kalo mau bikbikin album kenangan seperti ini

    BalasHapus
  24. Boleh tahu kira-kira usia kertasnya bisa tahan berapa lama, ya mba?

    Kalau kertas foto lama, apalagi kalau disimpan di tempat lembab, bisa berjamur dan terkelupas kan ya, mba.

    Pilihan mba yang cover spring itu, kayaknya bakal aku adopsi jugak ne! ^^

    BalasHapus
  25. Keren ih IDPhotobook, kayaknya aku harus nyetak juga nih di sana

    BalasHapus
  26. belum coba cetak di idphotobook lagi promo yah cuss ah cobain karena aku penyuka koleksi foto :)

    BalasHapus
  27. Haha...gagal fokus sama foto paling atas. Jadi inget, dulu aku dan adek-adek juga disusun paku gitu kalo mau foto. Kenapa ya? Masih jadi msiteris hingga sekarang wakaka

    BalasHapus
  28. udah jarang banget ya sekarang orang cetak foto. Tapi buat kenang-kenangan ternyata perlu juga ya apalagi anak jaman sekarang gak pernak melihat yang namanya hasil cetak foto

    BalasHapus
  29. Wah jadi mupeng Mba dengan photobooknya. Dapat darimana mba?

    BalasHapus
  30. Ya ampunn ini yg lagi hits itu ya kak. Kerenn ihh jadi pengen punyaaaa.

    BalasHapus
  31. Jadi pengen nyetak foto juga deh untuk kenangan anak-anak di masa depan. Tapi beli lemari pajangannya dulu ah.

    BalasHapus
  32. Andalan banget...cetak foto berkualitas...ya di ID PhotoBook.

    Rapi dan cantik hasilnya.

    BalasHapus
  33. Sudah lama pengen juga nyetak di photobook tapi belum kesampaian nih

    BalasHapus
  34. Aku mau nyicil milih foto Razqa.buat dijadiin photobook, biar pas.ulang tahun kedua jadi salah satu kadonya

    BalasHapus
  35. Saya sudah disaranin pakai idphotobook juga tapi masih belum sempat ngerjainnya

    BalasHapus
  36. Wah menarik banget mbak albumnya. Aku juga punya banyak foto tapi belum ada satupun yang dicetak. Jadi pengen nyetak juga di ID Photobook rasanya.

    BalasHapus
  37. Banyak direkomendasikan oleh temen-temen ya idphotobook ini.
    Menawan dan keren, aman ketika kita kehilangan file misalnya. Tertolong karena udah dicetak

    BalasHapus
  38. Ih lucuuuuu banget. Buat dipajang tjakep iniiii..
    mauuu mauuuuuu!
    suka pepotoan gituuu tapi suka lupa mau cetak dan bingung kadang mau pajang gimana..

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉