RESIGN

rekan-rekan admin IMFI se-indonesia (belum semuanya) saat mengikuti training Admin pada tahun 2013
Per hari ini, tanggal 3 Maret 2021, saya resmi mengundurkan diri dari kantor tempat saya mengabdikan diri selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.

Sedih rasanya harus berpisah dengan teman-teman yang sudah seperti saudara sendiri saking lamanya kami bersama-sama. Saya ingat, pertama kali masuk ke kantor ini, saya masih cupu dan lugu, hahaha 🤣. Saya gak tahu apa-apa tentang per-kreditan kendaraan, bahkan yang paling mudah sekalipun seperti jenis dan merk kendaraan, ckckck 🤦‍♀️. 

Baca Juga: Berkas yang Harus Disiapkan Saat Mengambil BPKB di Leasing 

Saya ingat, saya baru dikabarkan bahwa diterima menjadi karyawan setelah 5 bulan melakukan psikotes dan wawancara dengan pimpinan cabang. Kelak akan saya ketahui bahwa sebenarnya hasil tes dan nilai ujian saya lebih tinggi dibanding peserta lain (ada 2 orang yang mengikuti tes pada saat itu), namun karena saya gak tinggal di kota Baubau, jadilah peserta yang satunya yang diterima. Huhuhu, ternyata lokasi tempat tinggal juga berpengaruh pada proses penerimaan karyawan.

Saya mengajukan surat lamaran ke kantor ini setelah mendengar kabar dari salah satu sahabat saya bahwa PT. Indomobil Finance Indonesia Cabang Baubau sedang membutuhkan karyawan. Saya ajukan surat lamaran dengan penuh harap bakalan diterima karena saat itu sudah bertahun-tahun nganggur. Gak lama setelah mengajukan surat lamaran, beberapa hari kemudian dipanggil mengikuti psikotest dan wawancara.

Saya sangat yakin bakalan diterima dan setiap hari berharap akan mendapatkan sms/telepon pemberitahuan bahwa saya diterima bekerja, namun sampai sebulan setelah ujian, saya gak mendapatkan info juga. Dan karena gak kunjung mendapatkan info, saya berkesimpulan bahwa saya gak diterima. Saya akhirnya menerima tawaran sahabat saya untuk membantunya mengelola warnet (jadi penjaga warnet) miliknya.

Berbulan-bulan saya menjadi penjaga warnet. Saya sempat mengajukan lamaran kerja ke beberapa perusahaan namun hasilnya nihil. Saya hanya dipanggil mengikuti psikotest namun gak pernah dipanggil untuk datang bekerja alias semua lamaran kerja saya ditolak.

Sampai di suatu sore di pertengahan bulan Mei tahun 2010, handphone saya berdering. Ada sms masuk dari nomor tidak dikenal yang mengabarkan bahwa saya diterima bekerja di PT. Indomobil Finance Cabang Baubau (PT. IMFI Cab. Baubau). Saya diminta untuk datang ke kantor keesokan paginya. Saya sempat gak percaya dengan sms itu (karena sebelumnya gak pernah simpan nomor handphone salah satu karyawan di PT. IMFI Cab. Baubau), namun saya putuskan untuk membalas sms itu dan mengiyakan apa yang diminta.

Baca Juga: Waspada Penipuan via BBM

Keesokan paginya saya datang, dan ternyata memang benar, admin HRD yang meng-sms saya kemarin sore. Pada hari itu juga saya langsung diminta membuat NPWP, mengumpulkan fotokopi buku rekening untuk digunakan sebagai rekening gaji dan mengumpulkan beberapa dokumen lain.

Saya mulai bekerja tanpa mengetahui apapun. Layaknya karyawan baru yang gak tahu apa-apa, beberapa kesalahan saya lakukan di awal-awal bekerja. Belum lagi cara kerja saya yang masih lambat dibanding karyawan lain. Syukurlah atasan dan rekan kerja saya sangat memaklumi "kekakuan" saya dan gak lelah memberi semangat bahwa seiring berjalannya waktu, saya pasti bisa bekerja dengan cepat dan minim salah.

seragam IMFI dan meja kerja yang selalu jadi tempat andalan untuk selfie 🤣
 

IMFI memberi saya kesempatan nginap di hotel bintang 5 💖. Ini foto bersama rekan-rekan saat ikut training admin tahun 2016 lalu di salah satu hotel bintang 5 di Bogor

Saya sangat senang bekerja di kantor ini. Selain rekan kerja yang bersahabat, jam kerja yang "manusiawi", atasan yang baik, gajinya juga lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari. Saking sukanya saya bekerja di IMFI, beberapa tawaran kerja dengan gaji yang lebih menggiurkan dari tempat lain saya tolak. Saya selalu berkata, saya baru akan resign dari IMFI ketika saya sudah diterima jadi PNS. Hal yang memang kemudian terjadi, dan hal inilah yang menjadi alasan saya mengajukan resign.

Banyak hal yang melandasi saya menolak tawaran yang terlihat menggiurkan itu, salah satunya adalah status saya yang sudah jadi karyawan tetap (bila masuk di perusahaan baru, status saya kembali akan menjadi karyawan kontrak), belum tentu saya akan mendapatkan atasan yang lebih baik dari atasan saya di IMFI, suasana kerjanya juga belum tentu bisa senyaman di IMFI. Makanya, bila ada tawaran yang datang selalu saya tolak. Tawaran gaji yang lebih tinggi di perusahaan lain gak menggoyahkan kecintaan saya untuk tetap berada di IMFI.

Lalu pada tahun 2019, anak kedua saya; Rayyan, lahir. Saya yang sebelumnya LDR-an sama suami dan anak pertama, memutuskan untuk kembali tinggal bersama, dengan resiko harus bolak-balik kantor-rumah yang jaraknya lumayan jauh, yang mana setiap kali ke kantor saya harus naik angkot dan boat.

Baca Juga: Saya Ibu Bekerja yang Tinggal Jauh dari Anak & Suami

Setiap hari bolak balik kantor-rumah sangat melelahkan. Saya merasa capek. Apalagi di saat bersamaan, kesehatan Rayyan juga kurang baik. Rasa nyaman bekerja di IMFI perlahan-lahan mulai terkikis, bukan karena suasana kantornya mulai berubah, namun rasa capek dan gak ingin berpisah dari suami dan anak-anak mulai memunculkan keinginan untuk resign.

Saat keinginan untuk resign semakin menguat, di saat bersamaan ada tes penerimaan CPNS 2019. Saya merasa jadi PNS adalah jalan terbaik yang bisa mengakomodasi cita-cita saya yang tetap ingin bekerja namun tidak ingin jauh dari keluarga. 

Saya pun ikut tes CPNS dan alhamdulillah hasilnya sesuai keinginan saya. Pada akhir Oktober 2020 tahun lalu, nama saya termasuk dalam orang-orang beruntung yang dinyatakan lolos pada seleksi CPNSD Kabupaten Buton Tengah.

Dan hari ini, per tanggal 3 Maret 2021, saya akhirnya resign dari PT. Indomobil Finance Indonesia Cabang Baubau. Sedih rasanya harus berpisah dari rekan-rekan namun ini adalah jalan terbaik.

Selamat tinggal PT. Indomobil Finance Indonesia, terimakasih karena telah memberi banyak hal kepada saya  selama sepupuh tahun terakhir. Saya bahagia pernah menjadi bagian IMFI dan saya berharap IMFI tetap jaya kini hingga nanti. Selamat tinggal rekan-rekan IMFI Baubau, walau kita tidak lagi berada dalam satu organisasi yang sama, tapi saya yakin hubungan persaudaraan kita tetap akan terjaga.

foto bersama rekan-rekan IMFI Cab. Baubau pada hari batik tanggal 2 Oktober 2020 lalu

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉