Skip to main content

REVIEW; FILM INDIA ROY

Hai, Gaes, gimana kabar kamu? Semoga sehat selalu yah. Oh iya, ini adalah tulisan pertama saya di blog ini.

Dan sebagai tulisan pertama di blog ini saya akan mengisinya dengan review salah satu film india yang belum lama ini saya tonton. Judulnya adalah ROY.




Awalnya saya nggak kepikiran untuk membuat review sebuah film, terlebih lagi yang akan saya buat reviewnya adalah film india yang mana bagi sebagian orang nggak terlalu jadi prioritas untuk dijadikan tontonan. Namun karena saya menyukai film india sejak masih duduk di bangku SMP, rasanya nggak ada salahnya dong bila saya menuliskan hal yang saya sukai di blog sendiri, hehehe


Film india yang akan saya review kali ini adalah film yang diperankan oleh Arjun Rampal. Film yang dirilis di india pada tanggal 12 Februari tahun 2015 lalu ini ditulis dan disutradarai oleh Vikramjit Singh.

Filmnya berkisah tentang seorang penulis sekaligus sutradara yang bernama Kabir Grewal (Arjun Rampal). Sang sutradara tampan dan flamboyan ini sebelumnya sudah membuat dua buah film tentang pencuri yang berjudul Guns part 1 & Guns part 2 dan kedua film tersebut box office di pasaran.

Sekarang Kabir Grewal akan membuat film berikutnya yang masih bercerita tentang seorang pencuri dan merupakan kelanjutan dari kedua film terdahulunya. Film yang akan dibuatnya berjudul Guns part 3 (Guns Trilogy).

Filmnya yang berjudul Guns part 3 ini bercerita tentang seorang pencuri yang bernama Roy (Ranbir Kapoor). Roy ini adalah seorang pencuri yang sangat cerdik dan misterius sehingga polisi tidak pernah bisa melacak keberadaannya, hingga suatu hari Roy ditugaskan oleh "bos"nya untuk mencuri dua buah lukisan yang harganya ditaksir sangat mahal senilai $120 juta/lukisannya.

Lukisan yang akan dicuri tersebut berada di Malaysia dan dimiliki oleh seorang wanita yang bernama Tia (Jacqueline Fernandez), jadi Roy pun ke Malaysia untuk mencurinya.

Saat melakukan syuting di Malaysia, Kabir Grewal bertemu dengan seorang sutradara wanita yang berasal dari London bernama Ayesha Amir (Jacqueline Fernandez) yang juga sedang melakukan syuting film perdananya disana yang berjudul Malacca Diaries. Kebetulan mereka  menginap di hotel yang sama. Pertemuan pertama mereka terjadi di restoran hotel dan nampaknya Kabir tertarik pada Ayesha.



Mereka pun akhirnya sering bertemu hingga tanpa sadar dihati mereka mulai tumbuh benih-benih cinta. Saat pertama kalinya Kabir mengajak Ayesha untuk makan malam, kejadian tak terduga terjadi yang menyebabkan makan malam tersebut batal digelar karena ternyata mantan kekasih Kabir mengganggu moment tersebut hingga Ayesha pergi meninggalkan Kabir tanpa kata.

Baca Juga: 10 Film India Paling mengharukan Versi www.irawatihamid.com (Part I)

Saat bertemu kembali, Kabir kemudian mengajak Ayesha lagi untuk melewatkan waktu bersama namun Ayesha berkata sepertinya dia tidak bisa melakukannya lagi karena dalam waktu tiga hari Ayesha akan meninggalkan Malaysia karena waktu syuting untuk filmnya telah habis. Kabir pun meminta pada Ayesha agar waktu keberangkatannya ditunda satu hari lagi dan Ayesha setuju.

Mereka pun melewatkan satu hari bersama dan bersenang-senang. Mereka sangat bahagia hingga akhirnya tanpa sepengetahuan Kabir, Ayesha membaca naskah yang ditulis oleh Kabir. Naskah yang bercerita tentang seorang pencuri yang bernama Roy yang mencuri lukisan seorang wanita bernama Tia. Tia mencintai Roy, namun ternyata Roy hanya memanfaatkan Tia untuk mencuri lukisan yang dimilikinya yang bernilai ratusan juta dollar.

Saat perjalanan ke bandara untuk mengantar Ayesha, Ayesha memberitahu Kabir bahwa ia telah membaca naskah yang ditulis oleh Kabir. Ayesha bertanya, bagaimana kelanjutan naskah itu? Bagaimana jika ternyata Tia mencintai Roy? Namun Kabir menjawab bahwa itu tidak akan mungkin terjadi dan jika memang itu terjadi maka Tia harus melupakannya karena naskahnya bercerita tentang Roy sang pencuri. Ayesha kecewa dengan jawaban Kabir. Ayesha merasa bahwa naskah yang ditulis oleh Kabir sama seperti kisah mereka. Dia tidak mau bernasib seperti Tia.


Ayesha & Kabir

Roy & Tia

Setelah perpisahan mereka di bandara, Kabir menyadari bahwa dia telah jatuh cinta pada Ayesha dan selalu menghubungi Ayesha namun Ayesha tidak pernah mau mengangkat telponnya. Keadaan ini membuat Kabir stress dan memutuskan berhenti melanjutkan pembuatan filmnya dan dia kembali ke India. Akibat perbuatannya itu Kabir dituntut oleh sponsor filmnya dan diminta untuk mengganti semua biaya yang telah dikeluarkan oleh sponsor tersebut.

Saat sedang menghadapi tuntutan dari sponsornya dan rasa stress yang terus melanda Kabir mendapatkan kesempatan untuk menjadi juri di festival film international oriental timur, dimana salah satu film yang akan dinilai adalah film Ayesha Amir yang berjudul Malacca Diaries. Dan benar saja film Ayesha menjadi pemenang dalam festival tersebut.

Baca Juga: Pasangan Selebriti Bollywood Favorit Versi www.irawatihamid.com

Ayesha sangat bahagia filmnya dinyatakan sebagai pemenang namun pertanyaan wartawan membuatnya menyadari satu hal. Ayesha kemudian pergi menemui Kabir, tujuannya bertemu Kabir bukanlah untuk melepas kangen atau mengucapkan terimakasih atas kemenangannya namun kedatangannya menemui Kabir adalah untuk mengatakan kepada Kabir untuk melupakan cerita yang pernah terjalin diantara mereka dan meminta Kabir untuk pergi dari hidupnya karena tidak ada tempat lagi untuk Kabir dalam kehidupan Ayesha. Penderitaan Kabir belum berakhir, disaat hidupnya diambang kehancuran dan didera kekecewaan yang mendalam atas kisah cintanya, diwaktu yang sama ayahnya meninggal dunia. 

Hidup Kabir berada dalam kesedihan dan stress yang berkepanjangan. Akankah ia bisa bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan pembuatan filmnya yang hampir rampung? Dan bagaimana kisah cintanya dengan Ayesha? Penasaran? Yuk tonton filmnya ^______^

Di film ini ada beberapa kalimat yang bisa saya ambil dan saya jadikan bahan renungan, diantaranya:
  • Tidak ada yang kebetulan terjadi di dunia ini, selalu ada alasan untuk setiap kejadian dalam hidup kita, bahkan untuk hal sekecil apapun pasti punya alasan.
  • Kata-kata Ayesha terhadap Kabir: "Kau tahu yang dikatakan orang tentang penulis?? Baca cerita mereka dan kau akan memahami mereka. Bacalah tulisannya maka engkau akan mengenal penulisnya".

Menurutku film ini bagus, dan saya suka banget sama acting Arjun Rampal. Kemampuan aktingnya juga semakin bagus. Adegan stress dan terpuruknya dapat banget. Film ini layak menjadi tontonan dan sangat menghibur, lagu-lagu di film ini juga enak didengar. Hanya satu yang membuatku agak terganggu yaitu suasana di pantai tempat Ayesha menari. Suasana pantainya menurutku agak suram dan gelap, mungkin saat itu sedang mendung hingga tidak nampak sunset sedikitpun. menurutku jika ada sunset maka adegan menari itu akan sangat bagus dan tentunya lebih romantis.

Kabir & tokoh rekaannya "ROY"

Apakah teman-teman yang juga menyukai film india? Jika jawabannya iya, maka film ini bisa menjadi pilihan..



Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!

BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.