Skip to main content

TENTANG KEAJAIBAN MEMBERI



Cerita yang akan saya tuliskan ini hanyalah salah satu dari sekian banyak cerita tentang keajaiban memberi. Cerita ini mengangkat betapa dahsyatnya efek yang ditimbulkan oleh perbuatan mulia itu khususnya bagi si pemberi.

Kejadian ini saya alami pada bulan Desember tahun 2007 silam, karena sekarang juga bulan Desember jadi jika dihitung maka kejadian ini sudah terjadi tepat delapan tahun silam. Namun kejadian yang sudah lama berlalu ini masih terekam jelas di dalam ingatanku.

Saat itu saya adalah seorang fresh graduate yang kegiatan sehari-harinya memasukkan lamaran kerja ke sejumlah perusahaan. Hingga pada hari itu saya di panggil untuk melakukan tes wawancara pada salah satu perusahaan yang saya lamar (sebut saja PT. XYZ)

Karena tidak ingin terlambat sampai, saya pun berangkat lebih pagi. Saat itu saya naik pete-pete (angkot) menuju PT. XYZ. Di tengah perjalanan naiklah seorang ibu yang berusia kira-kira lima puluh tahunan. Ibu itu mengambil tempat duduk yang sejajar denganku dan duduk dengan jarak yang agak jauh dari tempatku. Setelah kurang lebih sepuluh menit duduk di dalam angkot, tiba-tiba ibu itu mendekat ke arahku (seingatku saat itu penumpang di dalam angkot berjumlah empat orang, dua orang duduk di bangku panjang, dan dua lainnya yaitu saya dan ibu itu duduk di bangku yang agak pendek yang sejajar dengan pintu masuk angkot).

Ibu itu menatapku dengan tatapan memelas kemudian berbisik bahwa ia tak memiliki uang untuk membayar sewa pete-pete dan meminta tolong padaku untuk membantunya membayar sewa pete-pete.

Tanpa berpikir panjang saya pun menyanggupinya. Saya katakan pada ibu itu bahwa ia tidak perlu memikirkan sewa pete-petenya karena sayalah yang akan membayarnya. Mendengar kesediaanku, seketika wajah ibu itu terlihat ceria, matanya berbinar dan bibirnya menyunggingkan senyum.

Sepuluh menit kemudian ibu itupun sampai di tempat tujuan. Sebelum turun dari pete-pete beliau mengucapkan terimakasih padaku sambil menepuk-nepuk punggungku. Jujur saja, mendapat perlakuan seperti itu membuatku merasa tidak nyaman. Saya merasa bahwa bantuan yang saya berikan itu hanyalah hal kecil dan sudah sewajarnya saya lakukan, namun ternyata bagi beliau itu adalah hal yang besar dan sangat berharga.

Singkat cerita, saya sampai di PT. XYZ. Lumayan banyak peserta yang mengikuti tes wawancara itu, kurang lebih sekitar dua puluh orang. Hingga tiba giliranku di panggil masuk ke dalam satu ruangan untuk melakukan tes itu.

Setelah mengikuti tes wawancaranya, semua peserta diminta untuk tetap tinggal karena hasil tesnya akan segera diumumkan. Setelah menunggu sekitar satu jam, pengumuman pun ditempel. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dan diterima bekerja pada perusahaan tersebut.

Lalu saya teringat pada ibu di pete-pete itu. Senyuman dan binaran matanya masih jelas terekam di dalam memoriku. Ucapan terima kasihnya masih terngiang-ngiang di telingaku. Mungkinkah nikmat yang saya peroleh saat itu adalah balasan dari “kebaikan kecil” yang telah saya lakukan terhadap ibu itu?? Wallahualam. Tapi saya meyakini satu hal bahwa sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasannya.

Kebaikan kecil yang saya lakukan dibalas berpuluh kali lipat lebih besar. Saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan balasannya. Allah langsung membalasnya secara tunai saat itu juga.

Setelah kejadian itu, saya pun menyadari beberapa hal, diantaranya :

  • Tidak perlu menjadi orang kaya yang memiliki banyak materi untuk memberi bantuan pada orang lain.
  • Ada hal-hal yang menurut kita adalah hal kecil dan remeh tapi bagi orang  lain itu adalah hal penting yang sangat mereka butuhkan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan dan kebahagiaan setiap orang itu berbeda.
  • Selalu bersyukur terhadap apapun yang kita punya.

Itulah cerita yang dapat saya bagikan tentang keajaiban yang saya rasakan dari "kebaikan kecil" yang saya lakukan. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang memiliki kelembutan hati untuk selalu memberi, Amin..

*DISCLAIMER: 
Cerita ini bukan bermaksud untuk pamer atau mengungkit-ungkit kebaikan kecil yang pernah saya lakukan. Di sini, saya hanya berniat untuk berbagi dan berharap semoga cerita ini memberi manfaat bagi yang membacanya.


"Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando's Giveaway : Spread The Good Story"


Comments

  1. betul mbak Ira tidak perlu menunggu kaya untuk memberi, sementara banyak orang yang sudah benar-benar kaya ternyata masih enggan juga untuk berbagi...memberi itu bukan masalah punya atau tidak punya, tapi mau atau enggan... :)

    ReplyDelete
  2. balasannya bisa beraneka rupa dan kadang tak terduga

    ReplyDelete
  3. Kebetulan Toko dan warung saya pinggir jalan jadi sering bertemu berbagai macam karakter orang. Ada yang gembira dan mengucapkan do'a ada pula yang ngeloyor begitu saja saat menerima kebaikan kami

    ReplyDelete
  4. Selalu bersyukur ya Mbak, kadanghal sederhana itu, malah lupa

    ReplyDelete
  5. Ketika kita berbuat baik, balasan pun akan datang dari arah mana saja ya mak. Dan bisa dilakukan dengan hal sederhana ternyata tak perlu menunggu kaya. Thanks ma sharingnya

    ReplyDelete
  6. Iya, mbak. Kadang kita nggak sadar kalau hal itu besar bagi orang lain. Balasan-Nya pun lebih besar dan tak terduga. :)

    ReplyDelete
  7. emang polanya gitu mbak
    semakin kita memberi, semakin kita mudah dapat rejeki :D

    ReplyDelete
  8. Allah selalu tahu yang terbaik. Dan sebab-akibat itu tak bisa ditolak, selalu ada. :)

    ReplyDelete
  9. hmmm ternyata begitulah seharusnya ya?

    ReplyDelete
  10. semoga kita masih diberikan kesempatan untuk terus memberi ya mbak!

    ReplyDelete
  11. Mba Ira, mohon maaf sebesar2nya baru sempat membuka blog dan berkunjung ke blog ini :(

    Terima kasih banyak sudah berbagi. Setuju banget mba, kebaikan sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah SWT...

    Salam hangat :)

    ReplyDelete
  12. Iya mba I do believe in the miracle of giving

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups, bener banget.. the power of miracle :)

      Delete
  13. ada kepuasaan saat memberi ya mbak & diikuti niat ikhlas

    ReplyDelete
  14. Memberi itu membuat kita menjadi kaya, lahir batin, Insya Allah ^^

    ReplyDelete
  15. mungkin itu yg dinamakan keajaiban rejeki ya, Mbak.

    Semoga kita selalu termasuk dalam golongan yg pandai bersyukur. Aamiin

    ReplyDelete
  16. Kebaikan klo di tunda2 biasanya malah ilang kesempatan ya jd knp hrs nunggu kaya.. good luck GA ny mba

    ReplyDelete
  17. Bener Mbak, Tuhan ga pernah berhutang ya.

    ReplyDelete
  18. waah, iyaa saya juga sering gitu mba.. suka tiba2 ditolong Allah..
    yang penting selalu ikhlas ketika memberi yaa.. :D

    ReplyDelete
  19. alhamdulillah, balasan dari Allah u kebaikan yg sudah mbak berikan

    ReplyDelete
  20. Indah nya memberi. Tapi kalau jaman sekarang harus waspada juga mba, bisa saja orang yang terlihat melas malah menghipnotis kita dan lainnya. Bukan suudzon, tapi berhati hati (apalagi di jakarta gini) hehehe.. Sukses GA nya mba..

    ReplyDelete
  21. Kalau saya blm pernah bayarin org, kalo dibayarin iya

    ReplyDelete
  22. Setuju, enggak perlu jadi kaya utk berbagi, semua orang bisa melakukannya.

    ReplyDelete
  23. setiap kebaikan adalah sedekah. kebaikan yang kita berikan untuk orang lain itulah yang sebenarnya bermanfaat untuk diri sendiri. kita akan menuai yang kita tanam. jika yang ditanam kebaikan insyaAllah akan tumbuh pohon kebaikan.

    ReplyDelete
  24. Setuju Mbak. Sedekah dan berbuat baik itu harus jadi kebiasaan.
    Saya suka merenung, ketika saya kesulitan ada orang yg baik banget nolongin saya, apa yg sudah saya lakukan ya kok bisa orang yg bahkan ga kenal nolongin saya. Dari situ, Allah mengajarkan sy kalo hrs selalu berbuat baik sama org.

    ReplyDelete
  25. setuju sekali. Segala kebaikan apapun akan mendapatkan balasan. Kalo kata seorang ustad tdk usah takut miskin karena memberi sebab Allah maha kaya :)

    ReplyDelete
  26. Ketika kita berbuat baik, balasan pun akan datang dari arah mana saja ya mak. Dan bisa dilakukan dengan hal sederhana ternyata tak perlu menunggu kaya. Thanks ma sharingnya

    ReplyDelete
  27. Selalu bersyukur ya Mbak, kadanghal sederhana itu, malah lupa

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini :) :)

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus.

Popular posts from this blog

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!

BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.