Langsung ke konten utama

BNI TAPLUS ANAK UNTUK WAHYU

Haiii apa kabar gaes? Tak terasa udah tanggal 10 aja yaa, tapi lagi-lagi saya baru akan mempublish satu artikel di blog ini, huhuhu rupanya virus malas masih saja betah bersemayam di dalam dada dan belum mau pergi meninggalkan saya :(

Sebagai artikel pertama bulan ini saya akan menuliskan cerita tentang pembuatan tabungan BNI Taplus Anak buat Wahyu, anak saya.


Yup, kebetulan sudah sejak lama saya berjanji pada Wahyu akan membuatkan rekening tabungan di bank atas namanya sendiri, namun karena sesuatu dan lain hal, janji tersebut sempat terpending lama. Maafin mama yaa Nak!


Nah kebetulan banget di lebaran kemarin nilai THR yang didapat Wahyu dari paman-paman dan teman-teman papanya lumayan jumlahnya, jadilah saya berinisiatif membuatkannya rekening dari uang THR tersebut saja.

Dari pada uangnya dihabisin mamanya, kan lebih baik ditabungin dong yaa, hihihi. Alhamdulillah, tahun ini mamanya udah diberi hidayah sehingga gak tergoda lagi untuk pake uang THR anaknya seperti tahun-tahun sebelumnya. Beri tepukan yang gemuruh dong buat mamanya, LOL.


THR yang didapat Wahyu lebaran kemarin

Dan karena saya punya rekening tabungan dan depostito di BNI, jadilah saya memutuskan untuk membukakan tabungan Wahyu di BNI juga. Tabungan yang saya pilih adalah BNI Taplus Anak. Fyi, BNI Taplus anak adalah tabungan dari bank BNI yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun.


Maka pada tanggal 5 Juli kemarin berangkatlah saya ke BNI untuk membuka tabungan untuk Wahyu. Setelah mengantri cukup lama sekitar kurang lebih 2 jam lamanya (saat itu nasabah BNI padat banget euy dan hari itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun BNI yang ke-71 sehingga pelayanan nasabah sempat terpending beberapa saat), akhirnya tabungan Wahyu jadi juga. Yeay!

Saya tidak membawa serta Wahyu saat membuat tabungan untuknya. Ia baru saya kasih pegang buku tabungannya saat bertemu dengannya hari sabtu kemarin.

Bagaimana reaksinya saat memegang buku tabungan yang bertuliskan namanya? Yup, seperti yang kalian duga, ia bahagia banget. Hampir seisi rumah ia beritahu bahwa ia sudah punya buku tabungan sendiri. Anak saya memang norak-norak menggemaskan deh, pasti nurun dari mamanya nih hahaha :D

Oh iya, sebelum mengakhiri tulisan ini, ada baiknya bila saya tuliskan berkas-berkas apa saja yang sebaiknya disiapkan saat hendak membuka tabungan BNI Taplus Anak.

Ini nih yang harus disiapkan sebelum ke bank agar tidak bolak-balik karena ada berkas yang kurang:
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Akta Lahir anak (baiknya Aslinya juga dibawa)
  • Buku Taplus orang tua (salah satu). Bila belum punya, buat rekening tabungan BNI Taplus dulu.
  • Tanda pengenal salah satu orang tua (KTP/SIM/Paspor)
  • Uang yang hendak ditabung
  • Materai Rp. 6.000,-

Lalu bagaimana cara membuat rekening Taplus Anak di BNI? Caranya mudah banget kok, sama seperti membuat rekening tabungan pada umumnya. Yang agak bikin bete hanya antri-nya kali yaa, apalagi bagi karyawati seperti saya yang hanya punya kesempatan ke bank saat jam istirahat saja jadi waktunya agak terbatas. Selebihnya sih tak ada masalah yang berarti.


Demikian cerita tentang pembuatan rekening BNI Taplus Anak untuk anak saya, Wahyu. Doakan semoga saya dan papanya istiqomah dan gak malas-malasan mengisi tabungan Wahyu ini yaa :)


Komentar

  1. Aq juga buat tabungan buat anakku dibank mbak, tp aq buat di bank bri, sdh berjalan setahun alhamdullilah lancar nabungnya... mdh2an mbak jg yah..

    BalasHapus
  2. Aq juga buat tabungan buat anakku dibank mbak, tp aq buat di bank bri, sdh berjalan setahun alhamdullilah lancar nabungnya... mdh2an mbak jg yah..

    BalasHapus
  3. anak saya juga pake BNI taplus anak mba, dan hsl uang lebaran kemarin saya tabungin juga ke BNI :)

    BalasHapus
  4. thanks for sharing mba, kalau tahun ini THR anakku malah ditilep emaknya tapi sebagian unutuk kebutuhan anak juga sih *alibi*

    BalasHapus
  5. Aku barusan pulang dari nabungin THR nya raka mba.. Yang Alya, bsk mo tak buatin rekening juga..tp td ga bawa syarat2.
    Klo punya raka..nominalnya dah lmyn karena aku bukain rekening pas dia 5 tahunan..

    BalasHapus
  6. apa karena musim ia kalo habis lebaran pada buat tabungan buat anaknya ,, kemren ane juga buat untuk anak tapi masih nama istri karena anak ane masih 8 Bulan masih imut kinyis2 kalo di bilang.


    rajin manabung sedari dini buat ntr sekolah tinggi.

    BalasHapus
  7. ihiiy, tawwaa THRnya Wahyu sudah masuk rekening.
    dijaga naahh Wahyu, nanti Mama kalap lagi berOS :D *peace Kak*

    saya juga niat mau bukakan rekening Faraz tapi masih bingung mau di bank mana, hihihih. Mamanya sih bank utamanya yang M.

    BalasHapus
  8. wahhh hebat ya, sekali THR dapet duit banyak... hihihi
    kalo aku sih masih digabung sama tabungan aku, biar biar gak ribet :D

    BalasHapus
  9. Berarti kak Ira ini kek Mamaku dulu.. Pelaku investasi bodong uang anak.. Xixiix..

    Syukurlah sudah insyaf.. Rajin ditabung ya Mamaa.. *pendukung Wahyu :D

    BalasHapus
  10. Jd kudu punya taplus dulu ya mbk ira,
    Oke deh, aku cateeettt,
    Matr nuwuuunnn,

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.