RESOLUSI 2020 YANG TELAT (BANGET) DIPOSTING

pic source: pixabay.com

Haaai gengs, apa kabar nih? Semoga baik-baik aja yaa. Hmmm, ada yang mengernyitkan dahinya gak yaa saat baca judul tulisan ini? Hahaha iyaaa, saya akui ini memang udah telat banget postingnya, huhuhu ☹. Bila orang lain posting resolusi di akhir tahun alias pada bulan Desember (atau awal tahun alias bulan Januari), saya postingnya baru di Februari, udah gitu pada pertengahan bulan pula, hiks 😓.

Tapi daripada gak posting sama sekali, ye kan? Lebih baik diposting aja walaupun telat (banget). Teman-teman pasti udah bisa nebak dong yaa, apa penyebabnya? The one and only pastilah rasa malas yang sampai saat ini belum mau beranjak meninggalkan saya.


Baiklah, intronya gak usah panjang-panjang, sekarang kita masuk pada inti tulisan aja. Apa saja yang menjadi harapan yang ingin saya wujudkan di tahun 2020 ini? Check this out:

💞 Lebih dekat dengan keluarga
Saya akui, saya gak merasa berat menjalani long distance marriage. Selama 8 tahun menikah, saya fine-fine aja dan gak punya keluhan sama sekali tinggal berjauhan dengan suami. Bagi saya, jarak bukanlah hal yang perlu dirisaukan, toh setiap kali bertemu di akhir pekan, saya, suami dan Wahyu selalu bisa menikmati quality time bersama. Saya enjoy menjalani hubungan jarak jauh karena saya percaya pada kekuatan hubungan kami.

Namun semua rasa itu berubah saat saya melahirkan anak kedua pada bulan Juni tahun 2019 lalu. 3 bulan pasca lahiran atau lebih tepatnya saat saya ngantor kembali, hati saya mulai berontak. Saya dan suami udah gak tinggal terpisah tapi kegelisahan justru sering hadir membuat saya gak nyaman.

Ketidaknyamanan itu disebabkan karena saya harus pulang pergi rumah kantor setiap hari. Saya harus menempuh jarak yang lumayan jauh dengan dua kali berganti alat transportasi (darat dan laut) membuat saya lelah. Bukan hanya tenaga yang terkuras namun dompet pun ikutan seret. Suasana kantor yang nyaman udah gak menarik lagi dan makin hari keinginan untuk resign itu semakin besar.

Rayyan membutuhkan banyak perhatian saya dan saya gak boleh abai. Kesehatannya yang gak seperti anak-anak lain makin membuat saya gak boleh terlalu lama meninggalkannya. Inilah yang membuat tekad saya membulat untuk segera resign. Belum lagi kondisi kesehatan mertua yang mulai menurun dan gak se-prima dulu.

💞 Lulus CPNS
Saya ingin lebih dekat dengan keluarga namun tetap ingin berkarir. Silakan hakimi saya sebagai wanita egois, tapi bekerja (di luar rumah) adalah salah satu kebahagiaan saya. Maka demi bisa memenuhi kewajiban saya sebagai ibu dan istri sekaligus tetap menjalani peran sebagai diri sendiri (alias berkarir), maka PNS sepertinya menjadi pilihan karir yang tepat.

Jam kerja PNS yang gak selama karyawan swasta dan lokasi kantor yang dekat dengan rumah membuat saya mantap memilih berkarir sebagai PNS.

 
Qadarullah, tahun ini ada seleksi penerimaan CPNS. Saya udah mendaftar pada bulan November lalu dan udah dinyatakan lulus berkas administrasi. Saat ini saya sedang menunggu jadwal tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 22-25 Februari 2020 nanti.

Sangat besar keinginan saya untuk lolos CPNS tahun ini. Maka demi mewujudkan impian itu, sejak beberapa waktu lalu saya mulai mempersiapkan diri secara matang. Saya bersungguh-sungguh belajar, mulai dari membaca buku soal-soal CPNS, ikut try out dan simulasi hingga belajar via youtube.

Pada bulan Oktober nanti, usia saya 35 tahun, oleh karena itu saya harus lulus pada tes kali ini karena ini adalah kesempatan terakhir saya ikutan seleksi. Doakan semoga saya lulus yaa, gengs 😉 

❤❤

Itulah 2 keinginan yang ingin banget saya wujudkan tahun ini. Semoga kedua harapan ini bisa terkabul, amiiin 😇

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉