Langsung ke konten utama

TIPS HEMAT & MESRA UNTUK PASANGAN LDR


pic source: pixabay.com

Di hari sabtu ini, lagi-lagi saya mau tulis artikel yang berisi tips ala-ala nih, hihihi. Kalau minggu lalu saya bagikan tips agar rajin mengisi blog ala working mom, maka kali ini saya akan membagikan tips menghemat pengeluaran ala pasangan LDR seperti saya dan suami.

Yup. Saya dan suami adalah pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Jarak yang jauh seolah sudah menjadi hal yang akrab bagi kami berdua mulai dari saat pacaran bertahun yang lalu hingga saat ini.

Walau banyak tidak enaknya, Alhamdulillah hingga saat ini hubungan kami baik-baik saja. Semoga akan terus seperti itu, aamin ya Allah!

Selain tidak bisa selalu bertemu untuk melepas kangen, hal lainnya yang tidak menyenangkan saat menjalani LDR adalah terbaginya uang belanja atau pos pengeluaran menjadi lebih banyak dibandingkan dengan pasangan lain yang tinggal bersama.

Bagi yang menjalani hubungan jarak jauh pasti setujulah yaa bila saya katakan "panci nasi" pelaku LDR itu ada dua yang secara otomatis akan membuat pengeluaran menjadi lebih besar.

Bila tinggal bersama, masak sekali bisa untuk makan seluruh anggota keluarga dalam satu rumah. Begitu pun dengan belanja kebutuhan lain misalnya belanja printilan kecil namun penting seperti sabun mandi, detergen, shampoo, dan banyak lagi barang lainnya yang biasanya bisa dipakai bersama dalam rumah.

Pokoknya pengeluaran bisa lebih ditekanlah bila tinggal bersama karena banyak barang yang bisa dipakai bersama. Beda banget bila tinggal sendiri-sendiri yang barang-barangnya otomatis dibeli masing-masing. Belum lagi jarak yang jauh tentu akan menuntut pelakunya untuk melakukan komunikasi yang lebih intens.

Lalu bagaimanakah cara kami (lebih tepatnya saya) mengatur anggaran rumah tangga kami agar tetap hemat selama menjalani long distance relationship ini? Ini dia empat cara yang biasanya kami lakukan:

1. Susun anggaran
Cara pertama ini tentu harus dilakukan yaa. Yup, menyusun anggaran adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang baik yang masih single maupun yang sudah menikah. Baik pasangan yang tinggal bersama maupun pasangan yang menjalani LDR seperti saya dan suami untuk mengatur alur keuangan agar tetap stabil antara pemasukan dan pengeluaran.

Salah satu anggaran yang kami tetapkan bersama yang mana penggunaannya tidak boleh lebih dari yang sudah kami tetapkan adalah anggaran pembelian pulsa telepon selular. Membatasi penggunaan pulsa ini bisa sangat berpengaruh pada kondisi keuangan loh.

2. Gunakan provider telepon yang sama
Tak bisa bertemu setiap saat akan membuat pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh membutuhkan komunikasi yang lebih intens untuk mengobati rindu yang kerap menyapa. Agar hubungan tetap hangat dan mesra, komunikasi harus tetap dijaga dong yaa.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk saling berkomunikasi, namun cara berkomunikasi yang paling popular dan banyak dipilih adalah saling menelepon. Untuk menghemat pengeluaran pembelian pulsa telepon, kami memilih menggunakan provider telepon yang sama karena menelpon dengan provider yang sama jelas lebih murah dibandingkan menelpon ke provider lain.

3. Patungan
Salah satu pengeluaran pasangan LDR yang nilainya lumayan besar yang harus dikeluarkan adalah biaya tempat tinggal. Yup, sejak senin sore saat pulang kantor hingga sabtu pagi sebelum ke kantor saya tinggal di rumah kost.

Untuk menekan biaya rumah, saya memilih ngekost bersama adik saya. Sewa rumahnya kami bagi dua, begitupun pengeluaran lainnya seperti biaya listrik dan air. Cara ini lumayan ampuh untuk mengurangi biaya sewa rumah yang lumayan besar.

4. Untuk "membunuh" waktu, lakukan hal menyenangkan yang tidak butuh biaya saat melakukannya
Saat sedang bekerja, rasa rindu kepada pasangan mungkin tidak terlalu dirasakan. Namun berbeda ketika jam kantor telah berakhir, terlebih bila malam mulai menjelang, biasanya rasa rindu akan mulai menyapa. Selain menelpon/ditelepon suami, biasanya saya melakukan kegiatan menyenangkan untuk "membunuh" waktu.

Salah satu contoh kegiatan yang saya lakukan adalah menonton drama korea dan film india favorit. Hal menyenangkan lain yang juga saya lakukan adalah ngeblog. Suami juga melakukan hal-hal yang disukainya, salah satunya adalah berkaraoke.

pic source: http://www.scienceofrelationships.com/home/tag/long-distance-relationships

Itulah empat cara yang kami lakukan untuk menghemat pengeluaran setiap bulan. Alhamdulillah empat cara tersebut lumayan membantu mengurangi pengeluaran kami.

Oh iya, sesuai judul, selain tips hemat, melalui tulisan ini saya juga ingin membagikan cara yang kami lakukan agar tetap mesra saat menjalani hubungan jarak jauh:

* Saling percaya
Kunci sebuah hubungan agar tetap mesra adalah saling percaya. Hal inilah yang kami yakini. Saya dan suami saling percaya terhadap perasaan masing-masing jadi meskipun kami jauh insyaallah kami bisa menjaga perasaan masing-masing.

Saya selalu mensugesti hati dan pikiran saya bahwa cinta suami hanya untuk saya seorang. Begitu pun suami yang juga menaruh kepercayaan penuh pada saya. Dia percaya saya bisa menjaga diri, hati dan perasaan saya hanya untuk dia seorang.

Dia juga percaya bahwa saya tidak akan melakukan hal-hal yang memicu renggangnya hubungan kami. Dengan modal itu, Alhamdulillah sampai saya menulis artikel ini kami masih baik-baik saja menjalani hubungan jarak jauh ini. Semoga akan selalu seperti itu, aamin.

* Ingat status 
Selain saling percaya, saya juga selalu menanamkan di dalam hati dan pikiran bahwa status saya saat ini adalah seorang istri dan ibu. Oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga diri dan hati saya agar tidak tergoda pada sesuatu yang bisa merusak hubungan kami. Hal yang sama juga dilakukan suami.

Kami tidak saling melarang untuk berteman dengan siapa saja. Suami membebaskan saya untuk berteman dengan siapapun asal tetap sadar diri dan tidak lupa pada status saya sebagai seorang istri dan ibu. Sayapun melakukan hal yang sama. Saya tidak pernah melarang suami berteman dengan siapapun asal dia sadar bahwa statusnya bukanlah seorang lajang lagi.

* Jaga Komunikasi 
Ini sangat penting. Kami percaya bahwa langgengnya sebuah hubungan didasari komunikasi yang terjaga. Sekecil dan sesimpel apaun hal yang akan kami lakukan, sebisa mungkin memberitahukannya pada pasangan.

* Saling terbuka
Apapun yang kami alami dan rasakan akan selalu kami ungkapkan pada pasangan. Jika saya merasa kurang sreg dengan sikap suami akan langsung saya katakan, begitu pula dengan suami, jika ada sikap saya yang membuatnya kurang suka akan langsung ia katakan pada saya. Setelah mengatakannya biasanya kami akan mencari solusi yang baik.

Suami akan memberi masukan bagaimana sikap yang sebaiknya saya tunjukkan begitupun dengan saya. Ada syarat yang harus kami patuhi pada hal ini yaitu tidak boleh tersinggung jika pasangan mengungkapkan hal yang tidak disukainya.

* Hindari rasa cemburu yang tidak beralasan
Saya adalah tipe wanita yang tidak suka dicemburui. Ada alasan yang mendasari mengapa saya seperti itu. Saya pernah punya pengalaman buruk dengan lelaki pecemburu sehingga mengubah pikiran saya tentang lelaki pecemburu.

Dulu, saat status saya masih seorang mahasiswa, saya senang banget dicemburui. Ketika pacar saya menunjukkan rasa cemburunya, hati saya sangat bahagia dan berpikir bahwa ia sangat mencintai saya. Setiap kali ia cemburu, hati saya akan berbunga-bunga karena berpikir ia tidak ingin kehilangan saya. Hingga akhirnya saya tahu bahwa tenyata kecemburuan yang selalu ia tunjukkan itu hanyalah kamuflase untuk menutupi perselingkuhan dan kebohongannya.


Demikian kiat sukses menjalani LDR ala saya dan suami. Doa saya, semoga hubungan kami akan selalu baik-baik saja dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk, aamin ya Allah!

Oh iyaa, saya hampir lupa nih. Tulisan ini adalah tulisan kolaborasi saya dengan tiga teman lain di kelompok tiga Blogger Muslimah Sisterhood

Komentar

  1. cocok untuk saya ni, makasih ya mbak postingannya :)

    BalasHapus
  2. Provider yang sama sudah berlaku semenjak kami pacaran mba wkwkwk..pokoknya mesti sama biar telepon enyak mau berjam2 ttp murce hingga kini bisa pke WA calling ttp aja nlp sesama provider lebih enak dan jernih :)

    BalasHapus
  3. Aku pernah 5 tahun LDRan mbak dr mulai seminggu setelah nikah smp nadia masuk TK. Moga2 ga lagi deh LDR an. Capek do hati n diongkos hehhehr...

    BalasHapus
  4. Aku sllu kagum sm psangn yg jlnin ldr an sprti dikau gini mbk,klau aku mungkin gk sanggup mbk,

    BalasHapus
  5. Tipsnya kece bangets, sama nih lagi LDR hehe

    BalasHapus
  6. Saya juga LDR-an dengan Suami dari Senin-Jumat. Kadangkala bisa lebih kalau suami harus dinas ke luar kota. Dinikmati saja. Saya menjadi lebih mandiri :-)

    BalasHapus
  7. iya sih..aku selalu panik urusN duit kalo ldr an...krn aku orangnya boros dan suka laper matA gitu

    BalasHapus
  8. Aku selama ini nggak pusing kalo LDR. Udah biasa mungkin ya, beda jaman masih pengantin baru dulu. Bawaannya kangen, hahahaa

    BalasHapus
  9. Tipsnya boleh juga mba.makasi ya

    BalasHapus
  10. Thanks ia mbak, sangat memberikan pencerahan buat yang LDR nih ... heeee

    BalasHapus
  11. seru yah ternyata.

    Pas ketemu pasti kangen banget

    BalasHapus
  12. Saya dulu pacaran LDR, sekarang sudah nikah dan tinggal bersama tapi kemungkinan bisa juga kami akan LDR kembali. trimakasih tipsnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.