Langsung ke konten utama

5 CARA ALAMI MENGUSIR TIKUS DARI RUMAH

5 cara alami mengusir tikus dari rumah
pic source: pixabay.com

Binatang apakah yang paling saya benci? Jawabannya hanya satu yaitu tikus. Entah mengapa binatang yang satu ini tak ada satupun bagian dari dirinya yang membuat saya menyukainya. Dan saya yakin orang lain juga akan berpikiran sama. Buktinya para koruptor yang sangat dibenci oleh rakyat itu di sebut "tikus berdasi".

Tikus tak hanya jorok dan bau, ia juga menjadi sumber penyakit. Selain itu, tikus juga suka mencuri, perusak, rakus dan semua sifat yang jelek-jelek ada pada binatang menjijikkan ini. Huek.

Bagi saya, sebuah rumah atau lingkungan dikatakan nyaman dan menyenangkan apabila di dalamnya tidak ada tikus. Mau sebagus dan semewah apapun rumahnya bila di dalamnya ada tikus berkeliaran maka tetaplah jorok dan mengganggu.

Maka untuk menghindarkan diri dari binatang jorok ini sudah sewajarnya bila orang-orang melakukan berbagai macam cara, mulai dari cara tradisional yang alami hingga cara yang paling mutakhir.

Sayangnya hampir semua rumah dijual di Jakarta akan selalu disinggahi binatang yang satu ini karena suhu dan lahan di tempat itu sangat cocok untuk pertumbuhannya, belum lagi kebiasaan dari segelintir orang yang kurang peduli terhadap kebersihan. 

Berikut ini saya tuliskan 5 cara alami untuk mengusir tikus dari rumah:

1. Memanfaatkan kulit durian
Hayoo siapa di antara kamu yang suka makan durian? Saya suka banget loh sama durian. Baunya yang wangi itu sungguh sangat menggoda saya untuk menikmatinya. Buat kamu yang juga suka makan  durian, ada kabar gembira untuk kita semua. Setelah makan durian kulit duriannya jangan langsung dibuang karena ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengusir tikus dari rumah.

Caranya gampang banget. Potong kulit durian hingga berbentuk dadu kemudian simpan pada area yang menjadi sarang tikus di dalam rumah. Tapi buat kamu yang tidak suka durian, mungkin cara ini kurang cocok untuk diaplikasikan.

2. Kapur barus
Saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, mama selalu menyimpan kapur barus di dalam lemari tepat dibawah lipatan pakaian kami. Tujuannya adalah agar semut dan serangga tidak masuk ke dalam lemari dan merusak pakaian yang tersimpan di dalamnya. Saat itu sering kali saya malu pada teman-teman karena baju saya bau kapur barus. Teman-teman sering mengejek, kok baju saya bau kapur barus? Kapur barus kan identik dengan orang meninggal. Karena itulah saya protes pada mama agar jangan menggunakan kapur barus lagi.


pic source: http://www.amazine.co

Ternyata, kapur barus tidak hanya mampu membasmi semut dan serangga, ia bisa juga digunakan untuk membasmi tikus loh. Tikus tidak menyukai wewangian yang dikeluarkan oleh kapur barus. Caranya simpan beberapa butiran kapur barus pada area yang sering dilewati tikus.

3. Gunakan soda kue
Bahan yang satu ini sepertinya multiguna. Selain dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembuat kue, ternyata ia juga bisa digunakan untuk mengusir tikus loh. Cara pakainya juga cukup gampang, kita tinggal menaburkan beberapa serbuk soda ini pada makanan perangkap dan tunggu hasilnya.

Soda kue membuat tikus tidak dapat bersendawa sehingga gas dari dalam tubuhnya tidak bisa keluar begitu sempurna. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang telah dilakukan.

4.Daun mint
Sama seperti soda kue, daun mint juga termasuk dalam bahan yang multiguna. Di antara banyaknya fungsi yang bisa didapatkan dari daun mint, mengusir tikus adalah salah satunya. Daun mint memiliki aroma yang tidak disukai tikus. Cara pakainya juga sangat mudah yaitu kita cukup menumbuknya dan dicampurkan air kemudian disemprotkan pada spot yang menjadi sarang tikus.

pic source: http://disehat.com/

5. Pasang lem tikus
Ini adalah cara terakhir yang bisa kita lakukan jika tikusnya masih saja membandel, oleskan lem tikus pada sudut ruang sehingga terperangkap dan tidak bisa melepaskan diri. Untuk mendapatkan lem tikus juga cukup mudah. Kita bisa membelinya di berbagai toko yang ada di sekitar kita.

Itulah 5 cara alami yang bisa dilakukan untuk mengusir tikus dari dalam rumah kita. Bagaimana denganmu gaes, apakah di rumahmu juga ada tikus? Bagaimana caramu mengusirnya? Bagi tipsnya di kolom komentar yuk ^____^

Komentar

  1. Makasih tipsnya Mbak. Yang soda kue sama durian belum pernah coba. Tapi kalo durian itu ibuku nggak tahan baunya hehehe. MUngkin tikus mabuk juga ma baunya yg menyengat ya :)

    BalasHapus
  2. Aku selalu coba yang nomer 5. Emang tikus ini njijiki banget ya keberadaannya hiks

    BalasHapus
  3. Biasanya di rumah pakai cara nomor 5, dan sialnya kadang saya yang injak lem tikusnya. Wkwkwk

    BalasHapus
  4. Walah aku baru tau kalau kulit durian bisa dimanfaatkan buat ngusir tikus, mak. ku coba deh..

    BalasHapus
  5. Saya lebih butuh cara mengusir kecoa. Apalagi yang terbang

    BalasHapus
  6. Tikus emang menjijaykan. Nggak dipelihara udah datang sendiri

    BalasHapus
  7. Hiiiii .... inget tikus jadi merinding

    BalasHapus
  8. Tipsnya ok juga, kebetulan sekali dirumah banyak tikus,,

    BalasHapus
  9. Saya jg ndk Sula dgn tikus, huhh. Ini tikus2 di rmah ndk mempanmi dgn kapur bars, Kak. Aduuhh pengen coba itu kulit durian tapi masih belum musim, isshh. Blm pernah coba pake soda kue juga, nanti coba ahhh. Thanks ya Kak 😉

    BalasHapus
  10. Tikus ini memang lihai dan bandel nanget. Kalau aku biasanya kasih kapur barus yang gedhe.

    BalasHapus
  11. penyakit rumah memang tikus itu :(

    BalasHapus
  12. Kabarnya daun salam dan daun sereh juga bisa dijadikan solusi mbak Ira ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.