Langsung ke konten utama

TIPS AGAR RUMAH TETAP AMAN SAAT DITINGGALKAN

pic source: pixabay.com

Salah satu hal yang paling menyesakkan dada di dalam hidup ini adalah saat merasa kehilangan. Yup, bagaimana pun bentuknya, kehilangan tak pernah menyenangkan, ia selalu menyisakan kesedihan bagi yang merasakannya.

Kesedihan itu pula yang kami rasakan beberapa waktu yang lalu saat rumah kami dimasuki tamu tak diundang dan berhasil mengambil beberapa barang juga uang tunai yang saya simpan. Padahal saat itu kami meninggalkan rumah tak sampai satu jam lamanya. Mana pagi hari pula kejadiannya -_____- 


Tak ada kejadian yang tak mengandung hikmah. Begitu pula dengan kejadian buruk yang kami alami tersebut. Ada banyak hikmah yang bisa kemi petik, salah satunya adalah lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah. Kami juga sadar bahwa tak hanya kecurian  yang bisa terjadi saat rumah ditinggalkan tapi masih ada beberapa kejadian buruk lain yang mungkin bisa terjadi.

Sebagai manusia sosial yang hidup bermasyarakat, kadang kala ada waktu-waktu tertentu yang membuat kami harus berpergian mengunjungi atau menemui saudara di rumah minimalisnya dan meninggalkan rumah tanpa penjagaan. Walau rasa khawatir dan was-was masih kerap membayangi terkait peristiwa kehilangan beberapa waktu yang lalu namun kami tetap harus meninggalkan rumah.

Pada kesempatan ini saya ingin membagikan beberapa tips atau cara yang bisa dilakukan sebelum meninggalkan rumah guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat rumah ditinggalkan:

1.  Matikan listrik
Sebelum keluar rumah, harap matikan seluruh aliran listrik yang ada di dalam rumah kita. Cara ini adalah salah satu bentuk pencegahan kebakaran. Aliran listrik yang dibiarkan menyala bisa menjadi penyebab korsleting. Apalagi bila di dalam rumah ada tikus yang berkeliaran, jangan sampai mereka menggigit kabel dan meyebabkan korsleting listrik.


Sudah banyak berita di televisi yang mengabarkan kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik. Tak hanya mencegah kebakaran, mematikan aliran listrik juga bisa mengurangi tagihan pembayaran listrik.

2.  Mematikan kompor gas
Selain korsleting listrik, masih ada penyebab lain kebakaran yaitu lupa mematikan kompor. Sebelum keluar dan meninggalkan rumah, pastikan dulu kompor sudah dimatikan. Jangan sampai kelalaian kita mematikan kompor menjadi penyebab sesuatu yang akan kita sesali.

3.  Kunci rapat pintu dan jendela
Pintu ataupun jendela yang terbuka dapat dimasuki siapa saja terutama oleh para tamu tak diundang alias maling. Sebelum keluar rumah yuk periksa semua jendela dan pintu. Pastikan semuanya terkunci saat kita melangkahkan kaki keluar dari rumah.

Kemalingan yang kami alami beberapa bulan yang lalu disebabkan oleh hal ini. Saat itu kami lupa mengunci pintu yang menghubungkan dapur dan ruang makan. Tindakan ceroboh itu akhirnya sangat kami sesali.

4.  Mengamankan perhiasan dan barang berharga
Bagi sebagian orang, mereka akan menyimpan barang berharga miliknya seperti perhiasan emas, sertifikat, barang antik yang bernilai tinggi dan juga uang tunai di sebuah tempat yang aman misalnya bank. Namun ada sebagian lainnya yang tetap menyimpan barang berharga miliknya di dalam rumah. Untuk tipe yang kedua ini sebaiknya memiliki brankas di rumahnya. Namun bila tidak memiliki brankas, ada baiknya barang berharga tersebut disimpan ditempat tersembunyi yang tidak diketahui siapapun.

5.  Pasang CCTV atau satpam
Buat jaga-jaga, kamu juga bisa memasang CCTV ataupun menyewa tenaga pengamanan untuk mengamankan rumah saat kamu bepergian jauh. Setidaknya CCTV dapat merekam seluruh aktifitas di dalam rumah (bila cctv-nya dipasang di dalam rumah) dan bisa melacak pelakunya bila sewaktu-waktu rumah kamu dirampok (amit-amit semoga ini tidak pernah kejadian, amin).

6.  Tahu waktu
Jika memang alasan kamu keluar rumah hanya untuk menghabiskan waktu luang saja tanpa ada maksud lain sebaiknya urungkan dulu niat kamu untuk pergi atau bila pengen banget keluar rumah, janganlah terlalu lama-lama meninggalkan rumah.

Dari keenam hal di atas, manakah yang sudah kamu terapkan saat hendak keluar dan meninggalkan rumahmu gaes? Atau mungkin kamu punya cara lain yang kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap aman saat ditinggalkan? Yuk bagikan caranya di kolom komentar JJ

Komentar

  1. Aku belum pasang CCTV mba xixixi abis rumahnya juga dikampung :p

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, belum pernah lupa poin2 di atas. Tapi Mbakku pernah lupa nggak matiin pompa air, tetangga deh yg matiin. Lupa anak juga pas tidur, hihihi, ada aja ya :)

    BalasHapus
  3. Terima kasih tipsnya bun, setelah baca ini saya lebih hati-hati saat mau meninggalkan rumah,,

    BalasHapus
  4. Nomor 4 ngga, haha soalnya ngga punya mbaa :D
    Mudah2an rumah selalu aman ya mba, saat kapan pun

    BalasHapus
  5. cabut alat2 listrik.. karena bukan malingbaja yng mengancam.. kadang konsleting listrik lebih seram
    ..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.