Langsung ke konten utama

SEKILAS CERITA TENTANG WAHYU & KOLAM RENANGNYA

pic source: pixabay.com

Buat teman-teman yang sering mampir di blog ini mungkin sudah tahu lah yah bahwa saya dan keluarga tinggal di sebuah kota kecil yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang bernama kota Bau-Bau. Di sini, walaupun daerahnya sudah cukup maju dibandingkan kabupaten atau kota lainnya yang ada di Sultra, namun tetap saja kadang-kadang kami masih kesulitan dalam menemukan barang yang kami inginkan.

Maka sudah dapat ditebak, salah satu cara kami mendapatkan barang-barang tersebut adalah dengan membelinya secara online. Dan entah sudah berapa kali saya katakan di blog ini bahwa saya suka banget berbelanja online. Sebagian besar barang yang saya pakai sehari-hari saya membelinya secara online, mulai dari pakaian, kosmetik, sepatu, dompet, tas, buku hingga dvd drama korea.

Bukan hanya saya yang suka berbelanja online, suami pun memiliki kebiasaan yang sama. Namun barang yang dibeli suami tidaklah sama seperti saya. Yang ia beli adalah barang-barang yang mendukung hobby juga pekerjaannya yakni barang-barang yang berbau teknologi seperti komputer, laptop dan juga handphone. Dan memasuki tahun 2016 ini barang-barang anak juga mulai kami belikan lewat online (sebelumnya barang-barang untuk anak kami tidak pernah kami belikan lewat online).

Semuanya bermula beberapa bulan yang lalu. Malam itu saya hendak menidurkan anak saya. Sebelum tidur biasanya kami suka ngobrol tentang kegiatan apa saja yang dilakukan anak saya di hari itu. Saat kami sedang asyik ngobrol berdua, tiba-tiba saja ia berbisik di telinga saya. Dalam bisikannya ia meminta dibelikan kolam renang anak. Ia berkata ingin berenang di kolam seperti kepunyaan temannya. Mendengar permintaannya, tidak serta merta saya mengiyakan permintaan itu, yang saya lakukan pertama kali adalah mencari tahu berapa harga barangnya *dasar emak-emak pelit perhitungan LOL*

Baca Juga: Beda Zaman Beda Cerita

Kebetulan ada teman saya yang menjual barang tersebut jadi saya menghubunginya untuk menanyakan berapa harganya. Mendengar harga barang yang disebutkan saya merasa kok mahal banget yah? Saya pun berusaha menawarnya namun ternyata teman saya tidak mau. Alasan yang dikemukaan teman saat saya bertanya mengapa harganya mahal adalah karena ongkos kirimnya juga mahal.

Maka akhirnya saya putuskan untuk membelinya secara online saja. Keesokan harinya saya mulai mencari tahu nama-nama toko online yang menjual kolam renang anak seperti yang diinginkan anak saya. Tentu saja saya memilih toko online terpercaya dan yang paling penting harus gratis ongkos kirim dong.

Ada beberapa alasan yang mendasari saya memilih toko online yang memberikan fasilitas gratis ongkos kirim, salah satunya adalah karena ongkos kirim ke daerah saya itu lumayan mahal. Bayangkan saja, sekilo-nya saja berkisar antara Rp. 60.000,- sd Rp. 80.000,-. Sungguh nilai yang lumayan besar kan? Makanya saya mencari toko online yang meng-gratiskan ongkos kirimnya, hehe.

Setelah membandingkan beberapa toko online, akhirnya pilihan saya jatuh pada blibli.com. Alasan saya memutuskan untuk membeli kolam renang anak di e-commerce yang satu ini tak lain dan tak bukan adalah karena fasilitas gratis ongkos kirim tadi. Dan setelah hampir seminggu menunggu akhirnya kolam renang Wahyu datang juga.

paket kiriman dari blibli yang berisi kolam renang Wahyu

Bagaimana reaksi Wahyu setelah melihat kolam renang ada di depan matanya? Kalian tentu sudah dapat menebaknya. Yup, dia sangat bahagia dan tak sabar untuk segera mencobanya. Melihatnya yang begitu antusias, papanya kemudian memompa kolam tersebut dan mengisinya dengan air.

Seperti dikomando, Wahyu segera masuk ke dalam kolam dan berenang di sana, hehehe. Bila saya tidak menghentikannya, ia mungkin akan tetap bermain air di dalam kolam itu hingga berjam-jam lamanya.

Sejak memilliki kolam renang ini, Wahyu punya agenda khusus setiap minggu yakni mandi di kolam renang. Saya sengaja tidak mengizinkannya mandi di kolam setiap hari karena alasan klasik seorang ibu rumah tangga yaitu agar anaknya tidak masuk angin dan juga "pengiritan". Kalau tiap hari mandi di kolam, bisa membengkak tagihan air-nya bok. Jadi agar Wahyu senang dan dompet saya aman maka keputusan yang paling tepat terkait mandi di kolam adalah cukup sekali seminggu saja LOL.

kalo sudah mandi, tak ada niat untuk berhenti, hehe

Itulah sekilas cerita tentang Wahyu dan kolam renang miliknya. Apakah anak kamu juga suka main air di kolam gaes? Yuk ceritakan di kolom komentar ^________^

Komentar

  1. Namanya kayak namaku Mbak Ira hihihi :)
    Memang jadi boros air ya Mbak. Tapi anaknya pasti sueneng banget :)

    BalasHapus
  2. kalo saya, enaknya belanja di blibli, bayarnya bisa di Indomaret hehe, gampang...

    BalasHapus
  3. Waktu anakku mash kecil2,mrk juga senang mandi d kolam renang itu. Masing2 anak punya satu kolam renang, krn anakku cewek cowok jd kolam sesuai pilihan mrk. Tp trus aku jual kolamnya stlh mrk gede... Hihihi

    BalasHapus
  4. Asikk.. Wahyu punya kolam renang! Walaupun kita tinggalnya di daerah yang terdapat banyak laut, tapi opsi kolam renang seperti ini bagaimanapun lebih aman ya Kak.. senangnya mi tawwa Wahyuuu ^^

    BalasHapus
  5. Senengnya punya kolam renang baru ya dek, kalo di Bandung sini banyak yang jual. Untunglah sekarang mau dimana pun, dengan belanja online semuanya jadi mudah ya mba :)

    BalasHapus
  6. Kalau ongkirnya gratis lumayan bgt ya mbak, lha mahal bgt gitu ongkir ke bau-bau

    BalasHapus
  7. alfi juga pingin dibeliin buat Mandi bola. Bola udah beli segambreng eh kolamnya mahal, kecil pula. Coba lihat2 lah siapa tahu ada yang pas dikantong :)

    BalasHapus
  8. Jangankan wahyu mb, aku juga jadi pend ciblon klo liat bak hihi

    BalasHapus
  9. Kalo di Jakarta yang jual kolam renang kayak gitu di pinggir-pinggir jalan atau supermarket banyak. Untung ada online shop dan e-commerce ya sekarang jadi warga di daerah pun bisa merasakan barang-barang yang dulu cuma bisa dibeli di kota.

    BalasHapus
  10. blibli.com marketplace paling keren menurut saya... selain pelayanannya keren juga barangnya bagus2

    BalasHapus
  11. Saya juga pelanggan setia Blibli mba, dapet free ongkir, gak seperti olshop yang lain. ke tempatku per kg bisa kena 35 ribuan ^-^

    BalasHapus
  12. Dulu ketika Vani kecil juga pengen dibelikan kolam renang seperti itu mbak Ira, tapi belum keturutan sampai sekarang. Karena udah terlanjur besar ya udah sekarang berenangnya harus di kolam beneran ya hehe

    Saya kapan-kapan mau coba juga ah belanja online yang benar-benar nggak ada ongkirnya. Boleh dicoba nih blibli.com :)

    BalasHapus
  13. Anakku nggak punya e mbak.. Seandainya punya pasti seneng bngt. Tp yo itu..sekali nyebur ke air, susah diminta keluar

    BalasHapus
  14. Aku jg pengen mbak punya kolam kaya gitu, tapi kok masih ga pede. Takut rusak, soale anakku macem destroyer gitu -_-
    Mbak, captchanya diilangin dong. Sutress aku

    BalasHapus
  15. ihhiiiyy ada yg punya kolam baru, mau dooong main kolam sama Kk Wahyu :D

    btw, knapa itu kolamnya pink ya Kak?? ini pilihan Emaknya kayaknya :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.