Langsung ke konten utama

3 HAL YANG DILAKUKAN SEBELUM MENJUAL RUMAH

pic source: www.urbanindo.com

Hai gaes, ngobrolin tentang rumah lagi yuk :). Kali ini saya ingin menuliskan beberapa hal yang mestinya dilakukan penjual rumah sebelum menjual rumahnya nih. Hah, memangnya sebelum menjual rumah, ada hal yang harus dilakukan penjual yaa? Kirain cukup nyediain rumah saja, semuanya langsung beres.

Ooo, jangan salah bro/sis, menjual rumah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan loh, harus ada trik yang dilakukan agar semuanya berjalan lancar. Hal ini tentu untuk memudahkan si penjual dan pembeli juga.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap orang (walau kenyataannya masih banyak orang di luar sana yang belum memiliki rumah, hiks). Rumah merupakan tempat bernaung bagi keluarga tercinta, tempat paling nyaman untuk pulang dan beristirahat setelah seharian lelah bekerja, tempat berkumpul dan bersenda gurau antar anggota keluarga, dan masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Karena fungsinya yang amat penting tadi, tidak mengherankan bila kemudian rumah dijadikan sebagai salah satu komoditi untuk bisnis. Tingginya tingkat permintaan akan sebuah rumah, merupakan salah satu faktor yang menggiurkan untuk menjadikan rumah sebagai komoditas bisnis. 

Dewasa ini, banyak orang mulai melirik bisnis jual beli rumah ini. Namun banyaknya orang yang tertarik untuk bergelut di bidang properti ini tidak serta merta menjadikan bisnis ini mudah. Seperti yang saya katakan di awal bahwa menjual rumah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, oleh karena itu ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh penjual rumah sebelum menjual rumahnya.

Apa sajakah itu? Berikut ini kali ini akan saya tuliskan 3 hal yang harus diperhatikan oleh penjual sebelum menjual rumahnya, terlebih untuk rumah dijual di Jakarta:

*Siapkan rumah
Ini adalah hal yang paling penting. Yup, karena yang ingin dijual adalah rumah, maka penjual harus menyiapkan rumahnya. Masa mau jual rumah tapi rumahnya tak ada? hihihi.

Saat akan menjual rumah, penjual juga harus mempersiapkan tampilan rumah yang akan dijualnyaa agar lebih menarik karena dengan tampilan menarik, rumah yang akan dijual tersebut akan memiliki harga dan daya tawar yang tinggi. Tentu hal inilah yang diharapkan penjual dong yaaa :)

*Harga rumah
Hal berikutnya yang haeus diperhatikan oleh penjual adalah menetapkan harga rumahnya. Dalam hal ini penjual harus menetapkan harga secara tepat dan proporsional, jangan sampai membanderol rumahnya dengan harga yang terlalu tinggi.

Cara lain yang bisa dicoba untuk mendapatkan harga yang proporsional adalah dengan cara menaikkan harga rumah terlebih dahulu dan kemudian mempromosikannya menggunakan diskon.

*Pemasaran rumah
Seperti yang sudah diketahui, ujung tombak dari penjualan adalah sistem pemasaran. Dengan teknik pemasaran yang tepat maka peluang untuk menjual rumah secara cepat semakin besar. Pemasaran yang tepat akan berbanding lurus dengan besarnya peluang rumahnya terjual. Semakin tepat tekniknya, semakin banyak rumah terjual, begitu pula sebaliknya.

Oleh karena itu, penjual dapat memanfaatkan berbagai cara untuk memasarkan rumah atau properti yang sedang dijualnya. Untuk saat ini, dimana pengguna internet semakin berkembang, maka penjual dapat menggunakan media online untuk memasarkan properti yang sedang dijualnya.

Penjualan secara online memungkinkan rumah/properti yang dijual dilihat oleh calon pembeli semakin tinggi. Saat memasarkan rumahnya, jangan lupa cantumkan alamat dan deskripsi rumah secara detail untuk memberikan gambaran kepada calon pembeli.

Itulah tiga hal yang sekiranya bisa dilakukan oleh penjual rumah sebelum menjual rumahnya. Semoga tulisan ini bermanfaat yaaa :)

Komentar

  1. Anehnya gini mb ir, banyak sekarang penjual rumah terutama yang di kota, ukuran rumah sih ga seberapa, sempit lah istilahnya design serta fengsui juga kurang okay dan tertata dengan apik eh dijualnya em em an huhuhh

    BalasHapus
  2. Di jkt harganya selangit Mbak Ira. Tempatku yg desa aja sudah mihil... makasih tipsnya ya Mbak :)

    BalasHapus
  3. bener kata mba Nit hahaha di desa rumah segablak2 ga sampe ember2an kali yah *sotoy* pdhl sama

    BalasHapus
  4. Nah iya sekarang jual rumah bisa onine ya mba

    BalasHapus
  5. Karena rata2 sudah terkoneksi internet..maka penawaran via online pun dianggap paling strategis ya mbak.

    BalasHapus
  6. Pengalaman jual properti sendiri ternyata susah2 gampang yaa..Yang nanya2 sebagian besar makelar juga. Hampir pernah ketipu juga sama orang yang pura2 mau beli (maaf ya mba jadi curhat ��). Makanya jasa makelar properti lumayan Mahal.

    BalasHapus
  7. pemasaran dan strateginya hrs sangat dipahami bgt y mba. karena properti cukup rentan dan tak jarang bermunculan problematika

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.