Langsung ke konten utama

KREDIT MACET? LAKUKAN 4 CARA INI UNTUK MENCEGAHNYA


Setelah sekian lama tidak menulis artikel yang berhubungan dengan kerjaan kantor, kali ini saya kembali hadir untuk menulis dengan tema tersebut.

Pada kesempatan ini saya akan menuliskan cara-cara yang bisa dilakukan oleh konsumen atau nasabah untuk menghindarkan dirinya dari musuh utama dalam bisnis perbankan atau lembaga pembiayaan yaitu angsuran tertunggak atau lebih akrab disebut KREDIT MACET.

Hayooo, kamu juga tak mau dong mengalami kredit macet saat berhutang? Saya yakin, baik kreditur maupun debitur pasti tidak ingin bersinggungan dengan dua kata keramat ini. Maka tidak salah bila ada yang berkesimpulan bahwa kredit macet adalah momok menakutkan bagi dunia perbankan maupun lembaga keuangan lainnya seperti kantor saya (perusahaan pembiayaan/leasing).


Bukan hanya perusahaan, kredit macet juga akan membuat pusing si nasabah atau konsumen yang berhutang. Hidup konsumen tersebut tak akan tenang karena setiap waktu dikejar-kejar oleh debt collector. Tak hanya itu, masih ada beban lainnya yang harus ditanggungnya yaitu denda dari angsuran tertunggak yang jumlahnya semakin bertambah setiap harinya.

Lalu hal apakah yang harus dilakukan oleh nasabah atau konsumen untuk menghindarkan dirinya dari si kredit macet ini? Cara paling mudah tentu saja adalah jangan melakukan kredit atau jangan berhutang. Tapi saya rasa hal itu bukanlah jawaban yang pas untuk artikel ini dong yaa, hehehe.

Baiklah, tak usah berlama-lama, segera saja saya tuliskan tips untuk mencegah kredit macet berdasarkan kesimpulan yang saya ambil setelah melakukan pengamatan terhadap berbagai kasus kredit macet yang terjadi di kantor saya.

Penasaran? Setidaknya, dengan melakukan empat hal di bawah ini bisa menghindarkan nasabah atau konsumen dari kredit macet:

* Pilih Jumlah Angsuran Sesuai Kemampuan
Ini nih yang paling penting. Saat memutuskan untuk berhutang, pilihlah jumlah angsuran yang sesuai dengan kemampuanmu. Karena bila kamu tidak melakukannya, itu berarti kamu telah menggali lubang kuburmu sendiri *duh, serem amat bahasanya Bu*.

Yup. Logikanya adalah, bagaimana bisa membayar utangmu bila uang yang kamu punya saja tidak mencukupi? Maka pilihlah jumlah angsuran yang kira-kira tidak memberatkanmu saat membayar.

Cara mengetahuinya cukup sederhana. Jumlahkan total pendapatan, kemudian kurangkan dengan total pengeluaran wajib. Jika masih memiliki selisih (jumlah pendapatan lebih besar dari pengeluaran),  bolehlah berhutang dengan catatan jumlah angsuran dari hutangnya tidak melebihi nilai selisih tersebut.

Baca Juga:  Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Kredit Kendaraan Bermotor

Catatan penting: Bila ingin mencegah terjadinya kredit macet maka jumlah angsuran yang seharusnya kamu pilih tidak boleh melebihi sepertiga dari jumlah penghasilan kamu.

* Pilih Tenor (Lama Angsuran) yang Tidak Terlalu Lama
Sebenarnya, tenor angsuran yang paling lama akan selalu menawarkan jumlah angsuran yang lebih kecil/ringan dibanding tenor yang yang lebih singkat. Tapi tahukah kamu, bahwa kadang-kadang kita akan merasa bosan atau malas bila berhutang terlalu lama? Pengecualian untuk KPR.

Untuk menghindari rasa bosan dan malas membayar inilah, sebaiknya pilihlah tenor yang tidak terlalu lama. Tak usahlah memilih tenor paling cepat, cukup pilih tenor di tengah-tengah saja. Misalkan tenor paling lama yang ditawarkan adalah empat tahun (48 bulan), maka pilihlah tenor yang dua tahun (24 bulan) atau dua tahun setengah (30 bulan).

Tapi jika kamu masih ngotot ingin berhutang dengan tenor yang panjang, maka pastikan dirimu untuk selalu konsisten membayar angsuran setiap bulan sehingga tidak menimbulkan kredit macet.

* Hindari Menunda Pembayaran Angsuran
Banyak konsumen kami yang pembayarannya tertunggak hanya karena sering menunda pembayaran angsurannya. Fyi, menunda-nunda pembayaran angsuran juga menjadi penyebab terjadinya kredit macet loh.

Maka bila kamu memiliki hutang, jadikanlah hutangmu sebagai prioritas utama. Saat kamu memiliki uang lebih, jangan dipakai untuk berfoya-foya, segera bayarkan hutangmu. Dengan demikian, uang yang sudah kamu anggarkan untuk membayar hutang jatuh tempo, bisa kamu gunakan untuk membayar angsuran bulan depannya. Lebih baik membayar angsuran sebelum jatuh tempo dibanding telat dong yaa?

* Bila Merasa Tidak Mampu, Maka Jangan Berhutang
Ini nih yang seharusnya ditanamkan dalam pikiran masing-masing calon nasabah/konsumen. Bila merasa tidak mampu membayar, maka hindarilah berhutang. Karena sesungguhnya berhutang itu tidak enak banget cuuuyyy!

Berhutanglah bila kamu merasa akan mampu untuk melunasinya. Hindari berhutang untuk tujuan bersenang-senang atau untuk kegiatan konsumsi, pikirkan bagaimana bila kegiatan foya-foya yang hanya sebentar itu akan mendatangkan kesulitan yang tak berkesudahan bagimu?

Jadi dari pada mengalami hal "senang sesaat tapi menderita berkepanjangan", sebaiknya pikir-pikir lagi deh bila ingin berhutang *pesan ini juga berlaku untuk saya*
--

Itulah empat hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri kita dari dua kata keramat "Kredit Macet". Ternyata caranya cukup mudah yaa? hihihihi ^_______^

Oh iya, sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengatakan sesuatu nih, yakni "Ingatlah, berhutang itu tidak enak loh, dan rasa tidak enak tersebut akan berkali lipat rasanya bila kita menunggak pembayaran. Sudahlah dikejar-kejar debt collector, dapat denda pula. Belum lagi nama kita akan masuk dalam daftar yang diblacklist oleh Bank Indonesia yang akan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan lembaga keuangan pada diri kita". Jadi ketika berutang, jangan lupa dibayar yaa J J

So, bagaimana pendapatmu terkait dunia pinjam meminjam ini gaes?


Komentar

  1. Iya mbak. Aku juga kurang suka berhutang..apalagi untuk kebutuhan konsumsi. Enak diawal..tapi celaka di belakang..
    Kecuali untuk investasi, mungkin akan beda lagi.
    Makasih tips keungannya mbak..

    BalasHapus
  2. Point terakhir sepakat banget Mbak. Kalo utang makin pusing pikiran kita nutup ini itu. Harus dilihat kemampuan diri memang ya

    BalasHapus
  3. Kalo aku pilih yg potong gaji aja mba,,he he jd aman,,lgsg potong,,terima beres ��

    BalasHapus
  4. Aku setuju Ra, kalo ngerasa nggak sanggup bayar, mendingan nggak usah ngutang. Tapi masalahnya buat KPR pasti harus ngutang.. (T^T) #idihcurhat

    BalasHapus
  5. setuju ambil tenor jgn lama2 bunganya makin gede soalnya makin mencekam saja mba.

    BalasHapus
  6. Sampai detik ini aku msh takut mbak sama yg namanya credit card .. karna banyak temen2 ku yg pada pusing sm kredit macetnya. Khilaf belanja katanyaa. Aku kasih tips di atas buat temen aku ya

    BalasHapus
  7. Poin terakhir benar tuh. Ya sadar diri dan ga mudah tergoda, terutama untuk kredit konsumtif.

    BalasHapus
  8. aku juga beberapa kali pernah ngutang dan malah hidup ga tenang ngeri ga mampu bayar

    BalasHapus
  9. Aku masih belum berani, Mbak. Takut nggak bisa rutin. :'D

    BalasHapus
  10. Lebih aman nggak kredit2 an deh. :D

    BalasHapus
  11. aku langsung auto debet dari gaji mbak, insyaaAllah moga gak ada macet2

    BalasHapus
  12. aku kalo masalah kredit kreditan gini give up :'D

    BalasHapus
  13. Aku takut banget mba kalau kredit macet. Makanya belum berani ambil kredit

    BalasHapus
  14. Wahhh gak berani ambil kreditan...

    BalasHapus
  15. Bener Mbakk, mending ambil tenor jangan jangka yang terlalu lama.
    Biar gak pusingg

    BalasHapus
  16. Dulu pernah ambil kredit untuk beli mesin cuci dan motor. Alhamdulillah udah lunas dan gak mau ngambil kreditan lagi wkwkwkw

    BalasHapus
  17. Saya juga lebih baik menghindari hutang mbak, kalau nggak yakin bisa bayar sekian rupiah untuk jangka waktu sekian tahun. Pernah juga sih kredit kendaraan bermotor karena urgent sekali, itupun hanya ambil 1 tahun tapi rasanya lama sekali nggak lunas-lunas. Kalau sekarang mending nabung dulu deh, setelah uangnya cukup baru dibelikan.

    Tapi ada 1 hal yang saya harus kredit dalam jangka panjang mbak, yaitu KPR. Kalau nunggu uang ngumpul kayaknya nggak bakalan punya rumah deh :)

    BalasHapus
  18. Kalau ngrasa gak mampu jangan ngutang ---> setujuuuu

    BalasHapus
  19. Aku walaupun butuh banget belanja, ga kepingin bikin cc, aduh bunganya itu loh. Iya sih mudah, tp bikin ketagihan ngutang

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.