Langsung ke konten utama

5 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBELUM MEMBELI PERLENGKAPAN MAKAN BAYI

Banyak yang dipikirkan ibu-ibu yang memiliki bayi berusia hampir enam bulan. Selain menu makanan pendamping ASI (MPASI) pertama si buah hati saat berusia enam bulan nanti, jenis makanan dan kandungan gizi yang ada pada makanan yang hendak disajikan, masih ada lagi beberapa hal lain yang mesti dipikirin, salah satunya adalah perlengkapan makan yang akan digunakan nanti.

pic source: pixabay.com

Tiba-tiba saya teringat saat Wahyu akan berusia enam bulan lebih dari lima tahun lalu. Tak hanya saya yang antusias tapi mama dan mami (mertua) juga tak kalah antusiasnya dalam menyambut usia Wahyu yang keenam bulan itu.

Banyak banget aturan yang ditetapkan oleh mama dan mami yang tak boleh saya langgar. Salah satu yang paling ketat adalah pemilihan perlengkapan makan untuk Wahyu.

Sebelum saya berbelanja perlengkapan makan Wahyu, mami sudah mewanti-wanti bahwa pencernaan anak bayi itu masih sangat rentan. Olehnya itu baik makanan maupun perlengkapan makannya haruslah yang bisa dijamin kebersihan juga keamanannya.

Saya sampai dibuat kelabakan dalam memilih perlengkapan makan Wahyu karena memilih perlengkapan makan bayi ternyata tidak semudah memilih perlengkapan makan orang dewasa. Ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Berikut ini 5 hal yang harus diperhatikan sebelum memilih perlengkapan makan bayi:

1. Pilih perlengkapan makan bayi yang bebas dari kandungan berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A), Phthalates dan PVC (Polyvinyl Chloride)

BPA adalah bahan kimia berbahaya yang dikenal sebagai karsinogen dan bisa ditemukan pada berbagai peralatan rumah tangga, terutama yang berbahan plastik.

Tak sedikit peralatan makan bayi yang dijual di pasaran yang masih mengandung bahan berbahaya ini. Maka saat hendak membeli perlengkapan makan bayi pastikan tidak mengandung bahan berbahaya ini (BPA free).

Cara mudah untuk menghindari alat makan bayi yang mengandung BPA adalah jangan membeli produk peralatan makan bayi berbahan plastik dengan kode #7.

Selain BPA, ada juga Phthalates dan PVC (Polyvinyl Chloride). Seperti halnya BPA, kedua bahan ini juga sangat berbahaya bila terdapat pada alat makan bayi.

Phthalates diduga dapat menyebabkan gangguan pada endokrin. Ia juga turut berperan menimbulkan diabetes dengan meningkatkan resistensi insulin pada anak, belum lagi turut memicu obesitas pada anak. Bahan ini terbukti berdampak kepada respons tubuh terhadap glukosa dengan memengaruhi gen-gen yang berperan mengatur pelepasan insulin.

Phthalates juga diperkirakan berisiko menghambat kerja testosteron sehingga memengaruhi saluran reproduksi pria dan organ tubuh lain. Dalam kadar tinggi, bahan ini dapat dihubungkan dengan rendahnya jumlah dan kualitas sperma pria dewasa.

Sedangkan PVC dibuat dengan bahan berbahaya seperti timah dan phthalates. Untuk menghindarkan bayi kita terpapar zat-zat berbahaya ini sebaiknya kita memilih peralatan makan yang terbebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut.

Caranya jangan membeli produk peralatan makan bayi berbahan plastik dengan kode #3 atau yang bertuliskan PVC dan belilah peralatan makan yang bertuliskan "Phthalate Free".

2. Pilih perlengkapan makan bayi yang berlabelkan food grade

Saat membeli perlengkapan makan bayi, pilihlah yang berlabelkan food grade. Walau mungkin harganya lebih mahal dari yang biasanya, tapi perlengkapan makan jenis ini lebih terjamin keamanannya. Dari pada membeli yang murah tapi tidak aman, resikonya ngeri euy. Ibu bijak pasti lebih mengutamakan keselamatan anaknya dong yaa? :)

3. Pilih perlengkapan bayi yang tidak membahayakan keselamatannya

Saat membeli perlengkapan makan bayi, pilihlah yang tidak membahayakan keselamatan buah hati kita. Para ibu harus memastikan bahwa pada alat makan bayinya tidak terdapat bagian yang tajam. Bayi kan belum tahu apa-apa tentang keselamatan dirinya sendiri, jadi orang tuanya yang wajib menjaga keselamatan bayinya, salah satu caranya dengan tidak membeli alat makan yang tajam.

4. Pilih perlengkapan makan bayi yang mudah digenggam

Saat menyuapi si kecil, biasanya kita juga akan mengajarinya untuk mengenal alat-alat makan yang digunakannya, seperti sendok dan garpu. Untuk memudahkan bayi mengenalinya, tak ada salahnya bila ibu membiarkan bayinya untuk memegang alat makannya sendiri.

Jadi saat membeli perlengkapan makan bayi, sangat baik bila memilih alat makan yang mudah digenggam oleh si bayi. Hal ini  juga bagus untuk perkembangan motorik bayi.

5. Pilih perlengkapan makan bayi yang menarik perhatian si kecil 

Tak hanya keamanannya, ada baiknya perlengkapan makan bayi juga memiliki bentuk yang menarik dan edukatif.

Alat makan yang menarik diharapkan akan membuat bayi lebih semangat ketika disuapi. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk menghindarkan bayi dari GTM alias susah makan.

**

Itulah lima hal yang sebaiknya diperhatikan oleh ibu sebelum membeli perlengkapan makan untuk bayinya, terutama untuk para ibu yang sebentar lagi akan menyiapkan MPASI pertamanya.

Fyi, buat para ibu yang saat ini sedang bingung mencari toko yang menjual perlengkapan makan bayi, boleh banget berkunjung ke MatahariMall.com. Di sana banyak banget perlengkapan makan bayi yang bisa dipilih.

Ahhh, jadi kangen sama masa-masa kecil Wahyu yang sudah kami lewati lebih dari lima tahun lalu. Saat itu dia selalu semangat dan antusias kalau saya menyuapinya. Beda banget dengan sekarang yang susaaah banget diajak makan :(

Mengingat masa-masa kecil Wahyu itu membuat saya kangen pengen punya bayi lagi #eh :D

Wahyu saat usianya 7 bulan



referensi tulisan:
http://dinkes.inhukab.go.id/?p=3519
http://tokodigi.com/perawatan-anak/perlengkapan-makan-bayi
http://www.zwitsal.co.id/bayi/memilih-peralatan-makan-yang-aman-untuk-bayi/?alt2

Komentar

  1. thanks for sharing mba, kebetulan anakku makan bulan september nanti :)

    BalasHapus
  2. Tipsna apik Mbak. Ini berlaku juga saat aku masih puna anak bayi, sekarang dah besar2, di rumah masih save banget hal ginian. Nah kalau dah main di luar sana,.. dah nggak tahu deh hehehe

    BalasHapus
  3. Dulu untuk alat makan, aku banyak manfaatin kado mbak,,
    btw... aamiin. semoga program ngasih adik ke Wahyu lancar ya mba..

    BalasHapus
  4. Artikelnya bermanfaat mba.. Alhamdulillah nambah ilmu baru😊

    BalasHapus
  5. Aamiin.. semoga Wahyu segera punya adik.. Banyak perlengkapan bayi lucu sekarang kak..Hihi..

    BalasHapus
  6. Ayo kapan punya bayi lagi? hihihi
    Memang baiknya milih perlengkapan bayi yg menarik si anak. Warna yg cerah bikin mereka betah dan bs blajar ngenali warna

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus πŸ˜‰

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOBATI LEBAM/BENJOLAN PADA JIDAT ANAK KARENA KEJEDOT

Selamat tahun baru yah Gaes, semoga di tahun 2016 ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu, amin. Tidak terasa yah, hari ini kita sudah berada di hari ke empat di tahun yang baru ini. Setelah beberapa hari menikmati hari libur (libur nulis juga), hari ini saatnya kita untuk beraktivitas seperti biasanya.

Oh iya, postingan pertama saya di awal tahun ini akan dibuka dengan cerita sedih yang dialami oleh anak saya “Wahyu” beberapa waktu yang lalu.Pada hari kamis tanggal 24 desember 2015 yang lalu, Wahyu kejedot (bahasa Indonesia dari kejedot apa yah?) di kaki ranjang. Saat sedang berlari-lari dalam rumah, tanpa sengaja kakinya menabrak kaki Papanya hingga ia terlempar dan jidatnya terbentur kaki ranjang.
Wahyu yang awal mulanya tertawa ceria tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras disusul suara tangisnya yang pecah. Ternyata anakku tercinta terjatuh dan terdorong dengan keras hingga jidatnya menabrak kaki ranjang. Oh tidak..!


BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN SAAT MENGAMBIL BPKB KENDARAAN DI LEASING SETELAH MASA KREDIT SELESAI

Blogpost kali ini mau ngomongin sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya nih yaitu tentang berkas yang harus disiapkan saat mengambil BPKB di perusahaan pembiayaan setelah masa kredit selesai.
Ide ini muncul karena akhir-akhir ini banyak konsumen kantor saya yang telah lunas masa kreditnya namun belum mengetahui hal ini (walaupun syarat-syaratnya sudah ditempel di papan pengumuman kantor), akibatnya mereka harus bolak-balik pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang menjadi syarat pengambilan BPKB ini. Bagi yang rumahnya dekat sih tidak masalah, tapi bagi yang rumahnya jauh, pasti merepotkan dong? Tidak jarang mereka baru bisa datang kembali pada keesokan harinya.
Jadi menurut saya mungkin bagus juga jika saya menulisnya di blog ini, sekalian nambah postingan blog yang baru beberapa biji padahal udah pertengahan februari ^________^

PENGALAMAN MENGGUNAKAN KB IMPLANT/SUSUK TIGA TAHUN

Beberapa waktu belakangan ada satu celetukan dari teman-teman yang lumayan sering mampir ke telinga saya dan suami ketika melihat kami berjalan bersama Wahyu. Celetukannya kurang lebih seperti ini nih “ihhhh, Wahyu udah besar yah, kapan nih punya adik lagi?”
Mendapat pertanyaan seperti itu biasanya kami hanya tersenyum sambil menjawab “Bila Allah berkenan, Insyaallah secepatnya. Doakan semoga secepatnya kami mendapatkan adik Wahyu”.
Sebenarnya jawaban yang kami berikan itu adalah jawaban basa basi karena sejujurnya kami memang sengaja menunda kehadiran adik Wahyu. Saya sih sudah pengen banget punya anak lagi, tapi suami masih belum mau punya anak lagi. Menurutnya, Wahyu masih membutuhkan lebih banyak kasih sayang dari kami. Walau alasan itu terkesan “cemen” di mata saya, tapi akhirnya saya amini juga.