5 TREATMENT YANG UMUMNYA DILAKUKAN WANITA BUTON PASCA BERSALIN AGAR STAMINA CEPAT PULIH

by - Juli 01, 2019

pic source: pixabay.com
Gak terasa, hari ini, tiga belas hari sudah usia Rayyan, anak kedua kami. Itu berarti sudah 13 belas hari juga saya menikmati hari-hari sebagai busui. Lalu bagaimana kondisi saya pasca melahirkan? Alhamdulillah kondisi saya sehat dan fit.

Baca Juga: Selamat Datang Anakku, Rayyan!

Kondisi fit ini tidak terlepas dari treatment yang saya lakukan pasca lahiran kemarin. Oleh mama saya disuruh untuk melakukan beberapa hal untuk mempercepat proses pemulihan pasca lahiran. Dan sesuai judulnya, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang treatment (boleh dikatakan ritual karena ini berdasar kepercayaan turun temurun) yang saya (atau wanita Buton) lakukan pasca bersalin.

Sebelum menyebutkan treatment apa saja yang saya jalani, terlebih dahulu saya ingin menginformasikan bahwa mama saya adalah wanita Buton yang masih kuat memelihara tradisi dari para leluhur (dalam hal apapun). Dan karena saya anaknya, maka saya diwajibkan mengikuti dan ikut melestarikan tradisi yang dipelihara oleh mama tersebut, salah satunya treatment yang dilakukan pasca bersalin ini.

Lalu treatment apa saja yang saya lakukan usai bersalin? Berikut 5 ritual wajib yang saya lakukan usai melahirkan baik anak pertama maupun anak kedua kemarin:

# PO WEMPANE (Mandi Air Panas)

Saya menempatkan mandi air panas (air mendidih) ini di posisi pertama karena ini adalah ritual WAJIB (saking wajibnya, saya beri bold+kapital) yang mesti dilakukan oleh wanita yang baru bersalin. Manfaat yang didapatkan adalah melancarkan aliran darah, menurunkan/mengempeskan (?) badan yang bengkak saat hamil dan melahirkan, mempercepat proses penyembuhan luka luar.

Apakah ibu yang baru saja melahirkan bisa melakukan prosesi ini sendirian? Jawabannya adalah boleh saja tapi rasanya kurang afdol karena gak semua orang diberi kelebihan untuk mampu menyentuh air mendidih tanpa terbakar. Yap, air yang dipakai mandi tersebut bukanlah air panas biasa melainkan air mendidih jadi prosesi ini sebaiknya dilakukan oleh orang ahli di bidangnya alias dukun beranak atau dalam bahasa Buton disebut 'Bisa.

Oleh sang 'Bisa, air mendidih tersebut diberi ajian atau doa-doa sehingga kulit yang terkena air gak melepuh meski saat menyentuh kulit panasnya minta ampun. Saat melakukan prosesi po wempane ini saya sampai menggigil saking panasnya air yang disiram ke tubuh saya. Bayangkan saja, satu panci air mendidih hanya dicampur satu atau dua gayung air dingin dan kemudian air tersebut dipakai untuk mandi.

# SUMPU UWENA MANTOMU (Minum Sari Kunyit)

Treatment kedua yang saya lakukan pasca bersalin adalah sumpu uwena mantomu (minum sari kunyit). Manfaat yang didapatkan setelah meminum sari kunyit ini adalah menguatkan otot-otot yang lemah pasca persalinan dan menyembuhkan luka dalam.

Mama sangat tegas menyuruh (bisa dikatakan memaksa) saya meminum sari kunyit ini karena beliau sudah membuktikan sendiri manfaatnya saat proses penyembuhan pasca operasi ikat kandungan lebih dari 20 tahun lalu. Berbeda dengan teman-temannya (yang dioperasi pada hari yang sama) yang meminum obat cina, mama hanya mengandalkan kunyit sebagai obat.

Tentu sari kunyit ini bukanlah sari kunyit biasa karena sebelum diminum oleh wanita yang habis melahirkan terlebih dahulu ditiupkan ajian atau doa-doa agar yang meminumnya segera pulih. Untuk minum sari kunyit ini bisa dilakukan sendiri walau tanpa 'Bisa.

# PORARANGI (Memanaskan Diri di Api)

Hal ketiga yang saya lakukan pasca bersalin adalah porarangi alias duduk atau berdiri di dekat bara yang menyala. Salah satu manfaat yang didapatkan saat melakukan kegiatan ini adalah memudahkan keluarnya ASI. Manfaat lain adalah untuk mengurangi bengkak di badan.

Saya ingat, saat lahiran anak pertama, ASI saya belum juga keluar padahal usia anak saya sudah lebih seminggu. Berbagai sayuran hijau plus kacang-kacangan sudah saya makan tapi ASI tak kunjung keluar. Setelah porarangi, barulah ASI yang ditunggu-tunggu itu keluar. 

#POBEWE TANGA (Memakai Ikat Pinggang)

Pobewe tanga (memakai ikat pinggang) adalah hal yang gak boleh saya lewatkan pasca bersalin. Tujuannya adalah untuk menjaga kandungan agar tidak turun juga mempercepat keluarnya darah nifas sehingga darahnya gak tertinggal di dalam rahim. Jadi sebelum memakai korset atau stagen, perut dan pinggang saya terlebih dahulu dililit dengan seutas kain (kabewena tanga). Dan saya memang langsing banget setiap kali habis lahiran, perut saya kempes dan rata, mirip perut para model, hehehe.

# POBURA 'BAE (Pakai Bedak Dingin)

Hal berikutnya yang saya lakukan pasca lahiran adalah pobura 'bae (memakai bedak dingin). Melakukan treatment ini dipercaya dapat menjaga kesehatan dan kekencangan kulit si ibu. Bedak dingin yang saya pakai adalah hasil buatan mama yang terbuat dari beras yang ditumbuk halus dan dicampur kunyit. Untuk membasahi bedak tersebut juga bukan pakai air biasa melainkan pakai sari kunyit.

**
Itulah 5 treatment yang saya lakukan pasca lahiran kemarin. Untuk treatment pertama dan kedua, saya melakukannya hingga hari kelima pasca lahiran. Treatment ketiga, sampai hari ketujuh sedangkan treatment keempat dan kelima rencananya sampai selesai masa nifas alias 40 hari.

Ke-5 treatment ini umumnya dilakukan oleh wanita Buton walau sekarang sudah banyak yang berpikiran modern dan mulai meninggalkan cara ini karena dipikir cukup ribet dan menyakitkan (treatment pertama)

You May Also Like

17 komentar

  1. Sangat informatif sekaliii mbakk iraaa, jd pengetahuaan baru nih buat sayaa. Alhamdulillaah, sehat-sehattt selaluuu ya mbak iraa dan rayyaan, aamiin ~

    BalasHapus
  2. Huaaa baru tau istilah2nya. Unik ya... Klo treatmentnya mah hampir sm ya dg daerah lain. Klo yg sy rasain, mandi air panas itu emang plg enak pas abis lahiran. Soalny bawaannya dingin mulu.

    Btw, aku jd buru2 cari buton di google hehe.

    BalasHapus
  3. Mbaaa, aku baru tau lho ini, aselik! Ini beneran wawasan baru.
    Yang jelas, waktu aku habis ngelahirin Sidqi, seingatku, minum madu doang sih, buat nambah stamina :D Padahal buanyaaaak tips yg bisa kita praktikkan ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Sebenarnya mirip dengan rutinitas di keluarga besar ibuku sih, kecuali yang memanaskan tubuh di atas bara api. Tapi yang pakai kain itu aku cuma rajin anak pertama. Anak kedua nggak telaten karena semua ngurus sendiri, nggak ada ART pula. Benera kok kalo pakai kain itu bisa bikin langsing perutnya, aku mbedah karena anak kedua yang nggak konsisten pakai kain

    BalasHapus
  5. Waktu melahirkan anak pertama kan saya di SC. Sama dokter gak boleh mandi selama kurang lebih 2 minggu. Khawatir luka dalamnya gak kering. Jadi selama 2 minggu cuma dilap aja. Kebayang deh itu begitu dibolehin mandi saya langsung berlama-lama mandi air hangat hahaha.

    Sebetulnya ada plester anti air. Tetapi, dokter gak menyarankan karena plester anti air juga masih bisa rentan bocor.

    Kalau yang pakai ikat, aman gak untuk yang lahiran SC? Soalnya dulu pun saya pakai korset juga dilarang

    BalasHapus
  6. Wah menarik mba, jadi tambah pengetahuan buat bumil hihi

    BalasHapus
  7. treatment tradisional yang benar-benar membantu ya mba..aku suka juga dengan sari kunyit yang kaya manfaat

    BalasHapus
  8. Treatment pertama seram juga, Mbak. Gak bisa saya bayangkan siraman pakai air mendidih gitu. Ya, Allah. Memnding berendam di air lumayan panas saja di bak daripada harus disiram air panas banget. Ini hal yang rasanya menakjubkan sekaligus menyakitkan. Saya skip yang ini kalau yang keempatnya lebih ringan daripada hal ini.
    Perut saya buncit karena melar ototnya. Gak bisa langsung pakai stagen karena ada luka bekas operasi caesar. Yah, padahal pengen ramping untuk bagian itu, he he.
    Saya senang Mbak masih melestarikan tradisi Butonnya. Perkara sehabis melahirkan itu ada saja kerumitannya.
    Ah, mendadak saya ingin hamil lagi jika Allah mengizinkan dengan kesehatan dan rezeki. Aamiin.
    Selamat atas kelahiran Rayyan, ya. Semoga tetap sehat. :)

    BalasHapus
  9. Kalau mandi air panas, di tempatku gak ada. Tapi mandi wiladah itu biasanya yang dibantu dukun bayi. Sambil kasih doa2 juga. Terus pakai ikat pinggang, di tempatku disebut udetan, kain panjang gitu dan memang buat nahan perut. Pakai bedak dingin juga yang terbuat dari beras dan kencur

    BalasHapus
  10. Wah..saya penasaran dg ritual yg pertama mba. Itu benar2 pakai air panas mendidih?? Wow..

    BalasHapus
  11. Waduuh...sungguh adat orang Indonesia pasca melahirkan ini beragam yaa..
    Orang Jawa sepertinya ada yang minum jamu (agar ASI lancar dan nifas juga lancar) tapi selebihnya, aku tercengang bacanya.

    Bisa gak kalau dilakukan tanpa ritual (aka. doa-doa)?

    BalasHapus
  12. komplit sekali ya mba, tapi dari kelima poin diatas ada juga beberapa yang dilakukan di daerah ku cuma karena masyarakatnya sebagian besar merantau ke kota jadi sekarang udah mulai ditinggalkan, karena menganggapnya kuno padahal pasti ada manfaatnya ya.

    BalasHapus
  13. Waduh kebayang gimana panasnya mandi dengan air mendidih yang hanya diberi sedikit air dingin tapi khasiatnya bagus banget ya.. treatment yang lainnya juga.

    Btw saya baru tahu nih di Buton punya tradisi yang bermanfaat banget untuk ibu pasca melahirkan

    BalasHapus
  14. Mba Ira ini orang Buton ya? saya punya teman karib jaman kuliah orang Buton, seketika baca judulnya saya langsung teringat sama dia hehe btw sebenarnya tradisinya mirip-mirip sama perempuan jawa tapi penamaannya saja yang berbeda

    BalasHapus
  15. Kalau di Jawa, mandinya air hangat sih, Mbak, nggak yang mendidih terus dikasih sedikit tambahan air dingin kayak Mbak Ir jelaskan. Kemudian, minum jamu sampai 40 hari, dan pakai bedak dingin ya ada. Bedak dingin itu lebih ke membersihkan kotoran atau daki-daki yang pas hamil susah hilangnya. Ternyata ya hampir mirip ya tradisinya.

    BalasHapus
  16. Waahh ternuyata udah lahiran, selamat ya mbak. Ternyata tradisi org lahiran macam2 ya? AKu dulu paling melakukan yang aku suka aja hehe. Soalnya di ibukota ngurus anak sendirian jd gak melakukan ritual adat lahiran khas jawa2 gtu. Paling yg aku suka bagian minum jamunya aja krn aku suka minum jamu :D

    BalasHapus
  17. Duh aku gak melakukan semuanya apalagi yg ke empat kemarin. Mandi air dingin aja harus buru2 apalagi mandi air anget biar relax ��

    Nasib deh aku. Hihihi

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉